Luka Mila

Luka Mila

last updateLast Updated : 2026-03-17
By:  Svara LaksmiUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
19views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Mila adalah wanita muda dengan pekerjaan yang dekat dengan dunia malam. Kehidupan keras dan liar membawanya bertemu dengan berbagai macam pria yang ingin menguasainya. Hati yang lembut belajar untuk menjadi keras. Sampai dirinya merasa apakah pantas mendapatkan cinta sejati, kehidupan layak dan hati yang tenang.

View More

Chapter 1

BAB 1

“Mau pakai?” tanya Mila disela-sela napasnya.

Pria itu menggelengkan kepala, melanjutkan gerakannya.

Mila merasa dirinya terjebak antara akal sehat dan ketakutannya untuk berontak. Dengan sekuat tenaga, Mila menutup pikirannya yang mulai bersaut-sautan. 

Apartemen itu masih sunyi ketika semuanya selesai. Lampu kamar masih remang.

Mila duduk di ujung tempat tidur sambil merapikan bajunya. Tangannya bergerak lambat, seolah tubuhnya masih berusaha mencerna apa yang telah terjadi.

Di dekat jendela, seorang pria yang baru beberapa jam lalu dia kenal sedang menyalakan rokoknya dengan sangat santai.

Pria itu menoleh. Tatapan mereka bertemu sebentar sebelum dia mengambil ponselnya dari meja. Perlu beberapa detik sampai ponsel itu menampilkan menu yang diinginkannya.

“Nanti kapan-kapan gue booked lo lagi ya?”

Pertanyaan itu membuat Mila berhenti merapikan rambutnya.

“Oke,” jawab Mila singkat.

Pria itu menghisap rokoknya dalam-dalam. Jarinya mengetik sesuatu di ponselnya.

“Lumayan,” katanya santai. “Gue suka.”

Mila menatapnya lagi sebelum tangannya meraih tas kecilnya yang tergeletak di lantai dekat kaki kasur.

“Pastinya..” jawab Mila sambil meliriknya dan tersenyum penuh arti.

Pria itu tertawa kecil.

“Berarti kita ketemu lagi nanti.”

Mila hanya menjawabnya dengan anggukan. Ponsel di dalam tasnya terasa bergetar halus. Mila pun menarik keluar ponselnya, menatap layarnya. Notifikasi sejumlah nominal masuk.

“Thanks ya,” ujar Mila, mengangkat ponselnya sedikit.

Pria itu mengangguk kecil dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur. Mila menarik napas dalam-dalam, menyampirkan tasnya ke bahu, dan berjalan menuju pintu.

Sebelum keluar, dia melirik ruangan itu sekali lagi. Seprai yang kusut. Lampu ruangan yang redup. Pemandangan seperti itu akan dia lihat lagi nanti. Berkali-kali. Dengan orang yang berbeda, di kamar yang berbeda.

Tapi perasaan yang ada di dadanya malam itu… tidak akan pernah sama lagi.

Mila menahan semua gundah di hatinya dan berjalan dengan langkah panjang di lorong apartemen yang sepi. Tubuhnya yang lelah menunggu di depan lift yang akan membawanya turun.

Ketika pintu lift terbuka, cahaya putih dari dalamnya menyilaukan mata Mila sesaat. Dia menunduk, menunggu pintu itu menutup kembali.

Cahaya itu berkedip sebentar.

Sama seperti lampu neon yang berkedip di warung Mang Jeki malam itu. Malam ketika Mila pertama kali bertemu Hans.

***

Lampu neon warung Mang Jeki berkedip pelan.

Sudah lewat tengah malam, tapi warung kecil itu masih buka. Hanya ada dua meja yang terisi. Satu oleh seorang sopir ojek yang sedang menghabiskan nasi gorengnya, satu lagi oleh Mila.

Mila duduk setengah bersandar di kursi plastik sambil merokok. Matanya menatap ponsel di tangannya. Satu kaki dilipat ke kursi, satu lagi menggantung santai. Di hadapannya hanya ada segelas teh manis yang sudah tinggal setengah.

Mang Jeki sedang sibuk di belakang etalase ketika suara langkah kaki terdengar dari pintu masuk yang tidak ada pintunya.

“Mie kuah satu, Bang. Telor dua.”

Mang Jeki langsung menoleh.

“Oh, Bang Hans.”

Pria itu duduk di bangku kayu dekat etalase. Jaket hitamnya masih sedikit basah oleh sisa gerimis di luar.

Mila melirik sekilas. Awalnya hanya sekilas. Tapi pria itu juga menoleh lalu tatapan mereka mengunci. Mila menaikkan alis.

“Ngapain lo liat-liat?”

Pria itu tertawa kecil. “Galak amat.”

Mila hanya mendengus. Malas meladenin. Fokusnya kembali pada layar ponsel di tangannya. Lalu melirik sekilas ketika mang Jeki datang membawa mie yang kuahnya panas dan masih mengepul.

“Ini Bang.”

Hans mengangguk sambil mengambil sendok. Tapi matanya masih sesekali mengarah pada Mila.

“Lo kerja apa?” tanyanya tiba-tiba.

Mila terkekeh.

“Kenapa? Mau ngasih kerjaan?”

Hans meniup kuah mie sebelum menjawab.

“Mungkin.”

Mila menyipitkan mata, mulai tertarik. Karena selama ini dia hanya mengandalkan kerjaan serabutan yang ngga jelas pemasukannya. Sudah saatnya dia mencari sesuatu yang lebih jelas.

“Mungkin gimana?”

Hans akhirnya menatap Mila lekat-lekat.

“Lo mau duit banyak?”

Pertanyaan itu membuat Mila tertawa. “Yah, Bang.. itu mah ngga usah ditanya lagi.”

Hans mengangguk kecil. “Tapi ada harga yang harus lo bayar.”

Mila mematikan rokoknya di asbak. “Semua juga gitu.”

Hans tersenyum tipis.

“Bedanya…” Dia berhenti sebentar sebelum melanjutkan.“…lo harus siap ngorbanin banyak hal.”

Mila tidak mundur, malah semakin penasaran, “Contohnya ?”

Hans menatapnya lagi sebelum merogoh dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama. Diletakkannya di meja Mila.

“Gue kasih lo waktu untuk berpikir,” katanya, “Kalau sudah yakin, lo hubungi gue.”

Mila mengambil kartu itu. Membacanya pelan.

Hans.

Ketika Mila mengangkat kepalanya lagi, Hans sudah kembali fokus dengan makanannya. Sebenarnya Mila ingin bertanya lebih banyak namun entah kenapa ada sesuatu yang menahannya. Mila pun menyelipkan kartu itu di dalam dompetnya.

Saat itu, dia belum tahu.

Bahwa kartu kecil itu akan membuka pintu ke dunia yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status