LOGIN"Tuan, ada berita yang cukup mencengangkan pagi ini!"Jessi langsung mendatangi bosnya yang masih sibuk dengan beberapa bahan untuk rapat kali ini, pria itu nampaknya juga tidak peduli dengan apa yang terjadi sehingga Jessi langsung mengatakan berita apa yang dirinya bawa."Tidak biasanya kau menggosip denganku," balas pria itu karena hal tersebut memang tidak biasa dilakukan oleh sekretarisnya. Jessi sendiri langsung memahami jika mungkin dirinya keluar batas sehingga ia pun meminta maaf, "Maaf jika saya terkesan lancang, Tuan.""Tidak apa-apa, Jessi. Kau bisa membicarakan hal-hal lain di luar pekerjaan jika itu terkait suatu berita," balas Azael dengan sikap yang tenang. Pria itu tidak lagi marah-marah seperti dulu karena waktunya benar-benar berkualitas dan dirinya manfaatkan untuk menjenguk putranya yang saat ini masih bersama sang ibu di kota kecil. Mungkin dirinya akan membawa Clara pulang setelah memastikan jika wanita itu tidak lagi membencinya seperti dulu. Sembari menungg
"Soal Lucia yang tiba-tiba terjatuh," lanjut Clara.Ada keraguan di dalam hatinya dan berpikir jika mungkin Tuhan sedang menukar takdir itu, namun dirinya juga berpikir jika mungkin nanti Lucia akan bangkit dari kematiannya dan entah apa yang terjadi. Semua ini seperti terjadi di dalam sebuah film-film dan tentu saja ia tidak sendiri tidak mempercayainya, meski ia berasal dari masa lalu sekalipun. "Apa kau tahu sesuatu?" tanya Anya.Clara mungkin memang tidak mengetahui sepenuhnya, namun wanita itu segera bertanya balik kepada sahabatnya, "Bukankah aku pernah berkata padamu jika diriku kembali dari masa lalu setelah jatuh dari sebuah balkon hotel?"Anya tidak langsung memberikan sebuah jawaban karena mungkin wanita di seberang sana sedang berpikir. Tak lama kemudian terdengar sebuah jawaban yang membuat wanita itu langsung teringat, "Iya, kau pernah mengatakan hal itu padaku."Kemudian, Clara yang mendadak cemas langsung bertanya lagi kepada sahabatnya itu, "Apakah menurutmu hal ini
Baru sibuk dengan putranya yang pagi ini baru saja mandi, Clara yang sudah bisa menikmati hari-harinya sendiri tanpa mantan suaminya lantas menimbang putranya dengan penuh kasih sayang."Oh, lucu sekali!"Menikmati waktunya sebagai seorang ibu dan juga full memberikan kasih sayang untuk anaknya, tidak ada hal yang membuat wanita itu merasa memiliki beban dan justru dirinya begitu senang diberikan anugerah. "Terima kasih sudah mempercayakan aku untuk menjadi ibumu dan merawatmu dengan penuh kasih sayang, Nak."Setelah kedatangan mantan suaminya, wanita itu paham bahwa orang sepertinya tidak boleh terlalu sering menanggapi sesuatu yang hal yang buruk dan momen itu dirinya manfaatkan untuk menjalin kembali hubungan yang baik dengan pria itu. Bukan sepasang kekasih atau hubungan romantis lainnya, Clara hanya memberikan kesempatan pada Azael untuk lebih dekat dengan putra mereka tanpa membuat hubungan spesial dengannya. Bayi itu juga mengalami perkembangan yang baik dan sejauh ini tidak
Melihat pemandangan di depannya yang tidak pernah pria itu bayangkan sebelumnya dan mengira semuanya tetap baik-baik saja, namun pada akhirnya sebuah kisah yang dirinya anggap tidak ada gunanya itu justru membuatnya hanya bisa terpaku karena tidak percaya dengan apa yang ada di depannya. Bukan istrinya yang membuatnya berpikir bahwa semua ini tidak masuk akal, namun pemikirannya tiba-tiba saja langsung tertuju kepada Clara yang pernah berkata bahwa wanita itu kembali dari kehidupan kedua lalu bangkit dari kematian.Tiba-tiba saja Erick berpikir langsung pada cerita itu dan sebenarnya tidak percaya dengan apa yang terjadi, namun jika sudah ada di depannya seperti ini otaknya berpikir bahwa mungkin saja takdir sedang bertukar. "Kenapa semuanya menjadi seperti ini?"Pria itu tidak paham dengan apa yang terjadi hingga detik ini pun dirinya tidak bisa untuk mencernanya sampai seorang petugas lantas menepuk bahunya, "Permisi, apakah Anda suami dari wanita yang baru saja jatuh dari gedung
Hendak memberikan pelajaran penting, namun siapa sangka jika wanita itu justru yang mendapatkan pelajaran penting dari orang yang seharusnya menerima perlakuan buruk darinya. Terlihat dari tatapan mata Aretha yang penuh dendam karena baru saja direndahkan olehnya, namun Lucia sendiri tidak berekspektasi jika dirinya akan balik diserang sampai-sampai tidak bisa melawan dan tidak berdaya begini. Otak wanita tersebut berpikir jika benar dirinya harus jatuh dari ketinggian tersebut, mungkin dia bisa mati atau yang lebih parah lagi mengalami koma yang sangat panjang karena ketinggian itu cukup untuk membuatnya kehilangan kesadaran."Kau harus bertanggung jawab atas kalimatmu karena baru saja merendahkan orang sepertiku!" ujar Aretha yang tetap tidak terima dengan perkataan tersebut. Ia memang dijadikan simpanan oleh Erick, namun tidak sepantasnya Lucia mengatakannya seperti itu karena sejak awal hal tersebut merupakan sebuah kesepakatan yang bersama pria yang dimaksud."Jika kau mendoro
Hari demi hari terlewati dengan banyak sekali halangan serta rasa tidak betah yang membuat wanita tersebut akhirnya melakukan satu cara lagi dengan mendatangi wanita yang bertindak sebagai simpanan suaminya. Pakaiannya hari ini terlihat begitu cantik seolah-olah dia memang ingin membuat wanita yang menjadi simpanan Erick semakin tidak percaya diri, meski dirinya tahu bahwa apa yang ia lakukan sekarang mungkin hanya akan dianggap sebagai sebuah gertakan biasa. Memencet bel dan berharap langsung dibukakan pintu, Lucia sudah siap dengan segala perkataannya karena dirinya tidak terima diperlakukan sebagai seorang wanita yang buruk oleh mantan suaminya sendiri. Wanita itu juga sudah menyiapkan banyak sekali perkataan untuk membuat Aretha merasa berkecil hati. Beberapa kali memencet bel dan tidak ada jawaban dari dalam, mungkin wanita yang ada di dalam merasa sungkan untuk membukakan pintu karena sudah melihat penampakannya di sini. Namun, Lucia tetap menunggunya dan benar-benar ingin m
Memandangi wajah tampan suaminya ketika mereka berdua saat ini sedang merebahkan diri bersama, nampak pria tersebut telah tertidur dan membuat Clara memikirkan banyak hal termasuk apa yang baru dikatakan oleh pria tua penjaga pemakaman sore tadi. Rasanya dirinya ingin tahu kenapa bisa takdir yang
Clara paham bahwa berurusan dengan seorang penghianat seperti Aretha tidak akan pernah selesai dan hidup wanita itu akan terus dibayangi dengan sikap waspada. Namun, sudah sedari dulu ia memperlakukan Aretha dengan sangat baik dan hanya kecewa atas balasan yang diterima."Harusnya aku yang berkata
"Dipecat?" Aretha melebarkan matanya ketika pagi ini dirinya mendapatkan sebuah surat pemecatan dari Clara yang membuatnya benar-benar tidak mengerti. Sementara sang sahabat yang sudah lama bersama wanita itu semenjak kuliah terlihat memberikan tatapan tegas seolah telah mengetahui seluruh hal yan
"Tidak ada tapi! Lakukan apa yang kuinginkan!"Erick menelan ludahnya karena ternyata menjalin hubungan dengan orang yang lebih tua benar-benar menjengkelkan, padahal ia sudah berusaha keras untuk mencarikan desain demi memperbaiki nama baiknya dan juga perusahaan yang bekerjasama dengannya. Namun







