Beranda / Romansa / MAHLIGAI DOSA / Chapter 80. Dendam Masa Lalu

Share

Chapter 80. Dendam Masa Lalu

Penulis: Dewa Amour
last update Tanggal publikasi: 2026-09-22 21:58:48

"Aku bakal segera mati..."

Air mata menetes membasahi pipi mulus Renata. Di mata orang lain-terutama Devran-ia mungkin sosok perempuan jahat, licik, arogan, dan manipulatif yang rela melakukan apa saja demi membalas dendam masa lalu ibunya. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia sangat mencintai Devran.

Hubungan dingin selama lima tahun pernikahan telah menyiksa batinnya, dan malam kemarin... saat Devran memeluknya dengan hangat dan bercinta dengannya penuh gairah, Renata merasa akhirnya ia bisa mera
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Aleta D.A.
ko Sma thor isinya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • MAHLIGAI DOSA   Chapter 80. Dendam Masa Lalu

    "Aku bakal segera mati..."Air mata menetes membasahi pipi mulus Renata. Di mata orang lain-terutama Devran-ia mungkin sosok perempuan jahat, licik, arogan, dan manipulatif yang rela melakukan apa saja demi membalas dendam masa lalu ibunya. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia sangat mencintai Devran.Hubungan dingin selama lima tahun pernikahan telah menyiksa batinnya, dan malam kemarin... saat Devran memeluknya dengan hangat dan bercinta dengannya penuh gairah, Renata merasa akhirnya ia bisa merasai rasanya dicintai sebagai seorang istri yang utuh. Ia ingin meninggalkan segalanya untuk Devran sebelum ajalnya tiba.Saat Renata sedang tenggelam dalam kesedihan mendalam, pintu ruangan CEO mendadak terbuka kasar.Seorang wanita mengenakan seragam petugas kebersihan kedap air, memakai topi kain lusuh dan masker medis tebal, menerobos masuk sambil menyeret alat pel dan ember roda.Renata terkejut, menyapu air matanya cepat-cepat lalu membentak. "Heh! Kamu gak punya sopan santun ya?! Siapa yan

  • MAHLIGAI DOSA   Chapter 79. Dendam Masa Lalu

    "Aku bakal segera mati..."Air mata menetes membasahi pipi mulus Renata. Di mata orang lain-terutama Devran-ia mungkin sosok perempuan jahat, licik, arogan, dan manipulatif yang rela melakukan apa saja demi membalas dendam masa lalu ibunya. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia sangat mencintai Devran.Hubungan dingin selama lima tahun pernikahan telah menyiksa batinnya, dan malam kemarin... saat Devran memeluknya dengan hangat dan bercinta dengannya penuh gairah, Renata merasa akhirnya ia bisa merasai rasanya dicintai sebagai seorang istri yang utuh. Ia ingin meninggalkan segalanya untuk Devran sebelum ajalnya tiba.Saat Renata sedang tenggelam dalam kesedihan mendalam, pintu ruangan CEO mendadak terbuka kasar.Seorang wanita mengenakan seragam petugas kebersihan kedap air, memakai topi kain lusuh dan masker medis tebal, menerobos masuk sambil menyeret alat pel dan ember roda.Renata terkejut, menyapu air matanya cepat-cepat lalu membentak. "Heh! Kamu gak punya sopan santun ya?! Siapa yan

  • MAHLIGAI DOSA   Chapter 78. Bukti Yang Terlambat

    Di saat yang bersamaan, atmosfer malam di Lapas Wanita Cipinang begitu mencekam.Sinar lampu neon koridor membias pucat. Seperti siklus sepuluh hari sekali yang menjijikkan, para narapidana wanita kembali dibariskan di tengah lorong. Sipir Sandra berjalan dengan langkah angkuh, memamerkan deretan tahanan wanita kepada tamu VIP yang datang secara rahasia.Malam ini, Beni Ardana kembali. Wajahnya yang tebal tampak dipenuhi amarah terpendam usai insiden penolakan beberapa hari lalu. Matanya menyapu barisan, lalu jarinya menunjuk lurus tanpa ragu."Saya mau perempuan itu. Karina Prameswari," tekan Beni dingin."Lepasin saya! Lepasin!" Karina berteriak histeris saat dua orang petugas polwan langsung mencengkeram kedua tangannya dengan keras. Karina memandang Sandra dengan mata memerah. "Bu Sandra, tolong! Jangan lakukan ini! Tolong saya!"Sipir Sandra hanya menatapnya dengan pandangan dingin tanpa empati sedikit pun. "Bawa dia ke kamar belakang. Sekarang."Karina diseret paksa melewati lor

  • MAHLIGAI DOSA   Chapter 77. Gairah Yang Tertunda

    Pintu lift pribadi berdering halus sebelum terbuka pelan. Renata melangkah keluar, tumit sepatu tingginya menggetarkan lantai marmer penthouse Masayu.Di belakangnya, Boni mengekor dengan langkah gontai, menyeret koper sambil mendesah berat. Tiga hari penuh bersembunyi sambil berlibur di Batam demi menghindari kejaran Anggun benar-benar menguras tenaganya."Aduh, Bos Ren... Bonbon capeknya udah level dewa nih," keluh Boni sambil mengibaskan kipas kertasnya yang terkulai lemas. "Pengen langsung lepas sepatu, lempar badan ke ranjang, terus merem sampai lusa. Mana perut eke keroncongan parah lagi, belum sempat nyemil di pesawat!"Renata tak memedulikan rengekan Boni. Pikirannya melayang lega. Laporan terakhir dari mata-matanya menyebutkan kalau Anggun sudah menyerah dan terbang kembali ke Singapura karena gagal menemuinya di Jakarta.Sang bayangan telah kembali ke sarangnya—atau setidaknya, begitu pikir Renata.Bi Irah dan Welas, dua asisten rumah tangga yang menjaga penthouse, menyambut

  • MAHLIGAI DOSA   Chapter 76. Kemurkaan Para Iblis

    Esok harinya, di Penthouse Masayu. Pagi masih sangat buta dan kabut tipis masih menggantung di luar jendela kaca.Renata berjalan cepat melintasi koridor penthouse mewahnya. Suara tumit sepatu tingginya berdetak nyaring. Di belakangnya, Boni—asisten pribadinya yang kemayu—berlari kecil dengan gaya yang super dramatis.Boni kerepotan membawa tas-tas mahal milik Renata sambil mengibaskan kipas kertas di wajahnya."Aduh, Bos Ren! Kenapa sih kita harus berangkat pagi buta gini?" gerutu Boni dengan napas terengah-engah. "Eke belum sempat sarapan, perut udah keroncongan kayak musik dangdut! Rambut eke juga belum sempat di-creambath, aduh bisul bisa-bisa tumbuh di kepala eke!"Renata menghentikan langkahnya mendadak, membuat Boni hampir menabrak punggungnya. Renata menatap Boni dengan tatapan yang bisa membunuh. "Bisa diam gak?! Kita harus terbang ke Batam secepatnya sebelum Devran bangun!"Boni menatap bosnya heran. "Ke Batam? Perasaan minggu ini gak ada jadwal flight atau peresmian cabang

  • MAHLIGAI DOSA   Chapter 75. Permainan Kotor

    Deru baling-baling helikopter memecah hening pagi di atas langit Kota Batam. Helikopter berwarna hitam legam itu terbang rendah, melintasi deretan gedung tinggi sebelum akhirnya meluncur turun dengan mulus di sebuah helipad pribadi.Area tersebut terletak tepat di halaman belakang sebuah mansion megah nan terisolasi di pusat kota.Saat baling-baling perlahan melambat, pintu helikopter terbuka. Rain Gumilang melangkah keluar dengan tatapan dingin dan tajam. Mengenakan jas gelap yang terpotong rapi, sosoknya menebarkan aura dominasi yang tak terbantahkan. Dua orang pengawal berbadan tegap menyusul tepat di belakangnya.Di bawah, Reza sudah berdiri menunggu. Asisten kerjanya itu langsung menyesuaikan langkah, berjalan setengah meter di samping bosnya menuju pintu masuk mansion."Pagi, Bos," sapa Reza formal, memegang tablet digital di tangannya. "Jadwal Bos di Batam selama seminggu ke depan sangat padat. Ada beberapa pertemuan dengan investor lokal, sidak ke proyek pelabuhan, dan penyele

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status