LOGINAll her life she has been an hunter, loves it, lived it being it, she never saw it coming being killed by her own and becoming one of the monsters she hunted , now she's mated to an alpha would the drive to kill still be instilled in her?, Would she reject the mate and server the mate bond?, What's
View More“Pelan-pelan, Arsen. Sakiit!”
Seorang wanita memekik sakit saat tangannya ditarik kasar oleh suaminya.
Pria itu bernama Arsenio Mahardika. Tubuh tingginya berbanding terbalik dengan wanita berambut hitam di belakangnya. Telapak kekar Arsen terus saja menarik tangan wanita yang 24 jam lalu resmi menjadi istri keduanya.
Kaki mereka masih menginjak rumput di lokasi pemakaman yang becek. Sebab, beberapa menit lalu saat semua meninggalkan tempat peristirahatan terakhir, hujan mulai turun.
Hingga wanita yang terseok-seok sejak tadi akhirnya terpeleset dan terjatuh.
Arsen menghentikan langkahnya. Netra tajam di balik kacamata hitamnya itu menyorot penuh kebencian pada wanita bernama Allice.
“Aku sedang tak ingin bermain drama. Cepat berdiri!”
Arsen meraih tangan Allice lagi lalu dia paksa wanita itu untuk berdiri untuk meneruskan langkah mereka.
Rasa sakit pun menyengat di pergelangan kaki Allice.
“Arsen, kakiku terkilir. Please, berhenti!” Rasa sakit di kaki sekaligus dihatinya membuat air mata Allice keluar begitu saja. Meski sudah tertutup oleh derasnya air hujan, tetap saja Arsen bisa melihat itu.
Tapi apa dia peduli?
Arsen justru semakin muak!
“Oke,” sahut Arsen dingin.
Allice pikir, suaminya itu akan melepas atau membantunya.
Tapi yang ada justru Arsen membungkuk dan menjatuhkan tubuh Allice ke atas bahunya.
“Akh!” pekik Allice saat dirinya dibawa layaknya karung menuju parkiran tempat pemakaman.
Ya, mereka baru saja menjalani ritual persembahan terakhir untuk wanita bernama Safira, istri pertama Arsen. Wanita yang sangat, sangat dan sangat Arsen cintai.
Safira memang sebelumnya memaksa Arsen untuk menikah dengan sahabatnya yaitu Allice Lovania. Hal itu dikarenakan Safira tak bisa memberikan keturunan atas penyakit yang dia sembunyikan selama ini.
Begitu sulit meyakinkah Arsen, hingga akhirnya perjanjian pun terjalin. Arsen mau mengikuti kemauan Safira asal dia diperbolehkan menceraikan Allice saat anaknya sudah lahir kelak.
Pernikahan pun terjadi. Hanya saja, belum juga 24 jam pernikahan berlangsung. Arsen melihat Safira terjatuh dari balkon. Dan – orang yang patut mempertanggungjawabkan kematian Safira adalah Allice. Sebab, hanya Allice yang ada di lokasi kejadian.
***
Setelah menarik kasar dari pemakaman, Arsen membawa Allice ke rumahnya yang sudah sepi. Tak ada sisi lembut sedikitpun, Arsen kembali menggendong istri keduanya di bahu. Sampai perut Allice terasa sakit dan mual.
“Arsen, kita bisa bicara baik-baik! Turunkan aku!”
Allice memberontak pun percuma. Arsen dengan erat menahan bobot tubuh kecilnya itu di bahu tanpa mengucapkan satu patah kata.
Pelayan yang sempat melihat pun hanya bisa membungkuk. Mereka tak mungkin bertanya apa lagi ikut campur urusan majikannya.
Sesampainya di kamar, Arsen melempar Allice ke ranjang.
“Jadi kamu ingin menjadi istriku satu-satunya, hem? Baiklah, nikmati saja statusmu sekarang, Nyonya Mahardika!”
Suara robekan gaun hitam terdengar mengerikan di telinga Allice. Tubuhnya polos dalam satu waktu.
Arsen benar-benar tak menjeda sedikitpun. Dia bahkan melepas kemejanya dengan kasar, hingga kancing-kancing dari dada hingga perut Arsen terlepas dan terlempar entah kemana.
Otot-otot kekar itu nampak begitu seksi. Tapi sama sekali tak memancing decak kagum seorang Allice Lovania.
“Arsen, jangan seperti ini!”
“Diam!”
Arsen membentak seraya menahan kedua tangan Allice di atas kepala hanya dengan satu genggaman tangannya.
Ini bukan karena gairah yang menggebu. Arsen tak sabar bukan karena menginginkan tubuh istri keduanya segera.
Tapi hatinya penuh dengan dendam, emosi dan duka yang mendalam. Dan – Allice harus menanggungnya saat ini juga.
Setelah itu, Arsen mengambil apa yang memang sudah menjadi haknya sebagai seorang suami. Namun, tak ada pembuka. Dia langsung ke bagian inti yang sangat menyakitkan.
“Akh! S-Sakiitt!” Allice merintih dengan mata terpejam. Air matanya semakin menderas ketika tubuhnya terasa terbelah dan pedih yang semakin menjadi.
Sedangkan pria yang berada di atasnya justru semakin kuat menghentak.
Tak ada tanda kenikmatan atas aktifitas ranjang yang terjadi di kamar pengantin itu. Yang ada justru amarah begitu pekat menyeruak di diri Arsen.
Allice mencengkeram sprei menahan rasa sakit yang semakin menjadi. Air mata itu juga turut menunjukkan seberapa gila aksi kejam Arsen di malam pertama mereka.
Ini bukan malam pertama impian. Tapi justu malam pertama menuju neraka.
Arsen Mahardika, wajah tampan khas eropa itu terpampang nyata di depan Allice. Hidungnya mancung dan kokoh. Garis rahang Arsen juga begitu kuat bercampur dengan matanya yang tajam namun seksi.
Biasanya Allice tergila-gila dengan visual suaminya yang hampir menyentuh sempurna. Tapi kali ini, Arsen sangat menakutkan dan berbahaya.
“Ini kan, yang kamu inginkan, hem?” Arsen mengeram marah.
Allice menggeleng lemah penuh kesakitan.
“A-Arsen ... please, stop!”
Arsen tak mengindahkan permintaan Allice. Justru ini yang Arsen mau, melihat Allice kesakitan. Seperti rasa sakit Arsen atas meninggalkan istri tercinta.
Sampai akhirnya Arsen mendapat klimaks dan mengakhiri aktifitas panas mereka. Tak ada ekspresi puas sama sekali. Arsen tetap dingin dan siap untuk meninggalkan Allice begitu saja.
Tapi wanita itu mengumpulkan keberanian untuk mengangkat sedikit tubuh remuknya, lalu meraih lengan Arsen. Hingga sang suami berhenti.
“Tetap di sini. Dengarkan penjelasanku,” pinta Allice dengan nada bergetar lemah.
Mendengar kata-kata Allice, Arsen menoleh sinis ke arah wanita itu. Dia lalu menepis tangan Allice.
“Jangan banyak bicara. Aku pikir kamu hanyalah wanita penggoda. Tapi aku tak menyangka, kamu bahkan terlalu serakah hingga tega membunuh Safira!” ucapnya penuh penekanan. Mengingat itu, mata Arsen makin menajam.
“Aku tidak melakukan apapun padanya, Arsen. Sungguh! Aku –“
Pembelaan Allice tercekat saat Arsen tiba-tiba mencondongkan tubuhnya lalu mencengkeram rahang sang istri.
“Aku tak butuh pembelaan. Namun hal yang perlu kamu ingat, Allice. Mulai detik ini, aku adalah nerakamu. Aku tak akan membawamu ke kantor polisi. Tapi aku sendiri yang akan menjadikan hidupmu penuh dengan hukuman!”
Tangan Arsen makin kuat mencengkeram. Hingga wajah Allice memucat, pun mata memerah karena mulai kekurangan oksigen. Jantungnya juga bergetar kencang atas rasa takut yang menyelimutinya.
“Jangan harap bisa pergi dariku. Dan jangan pernah memimpikan ada cinta dalam hubungan kita. Aku membencimu, Allice. Aku sungguh membencimu dengan segenap jiwa ragaku!” Gigi Arsen sampai menggertak saat mengungkapkan perasaannya.
Tangan kekar Arsen bisa saja mencekik dan membunuh Allice dalam satu gerakan di rahang rapuh itu. Tapi tidak, Allice harus merasakan sakit hati yang Arsen derita.
Dia melepas kasar cengkeramannya. Hingga Allice terpental di atas ranjang. Lalu dia pergi menjauh.
Setelah terdengar bunyi pintu kamar mandi tertutup, Allice meringkuk dengan tangisan yang semakin menjadi. Dia sampai menutup mulutnya demi meredam suara pilunya itu.
“Aku tidak membunuhnya .... Aku tak melakukan apapun ...,” cicit Allice dengan segala kesakitan di hati juga tubuhnya.
BERSAMBUNG
(FINALE )CHAPTER 127LAURAMissed me?" Arthur asks pulling me i to the warmest embrace I've ever felt, somehow i feel totally different today almost like in love with this man even when this isn't the first time I'll be seeing him,"What's with the necklace?" I ask diddljg with it a little,"We don't want that to get broken do we? You have to stick it up xlos to your neck that was Monique's last favor to us before sh lefts l and I'm sure there would be no way to get another""What's in it?""Magic, her magic she trapped her magic i there for trap the soul if your hunter before she got erased from earth""Why?""She would cease to exist because she had helped humans too much as well as we immortals and that's breaking the laws of the heaven but now we are left alone""I'm sure you just have a lot to ask me but first is like to tell you Miguel the hybris you help captive is your brother, your biological brother"."I'm a twin Laura and his a vampire just because I'm and hybrid and he i
CHAPTER 126LAURA"Hello Laura" a voice fakn familiar calls to me causing me to turn in the direction just to see Derek also walking towards me with guns and weapons ift kind, grenades tucked into a rope like some belt worn across his chest down to his tummy,"I'm sorry i didn't tell anyone before i left you must have all been worried about me" i apologize to Callie and Derek "You made me worried that's fine sure but you are all fine now i wished we could meet under a burger circumstances but three hunters are knee bent in fighting a war""I heard you captured a lnnhubrid. Where is he?""Being the hybrid" Derek yells into the air as two fierce men bundles up a man and a woman dragging them towards my front,"There they are" he says one more time as i stare intently bat the two figures before me on the jewla looking tattered and dirty like they had been dragged towards me,"Raise your heads" Derek orders as they both raise their head to lock eyes with me,"Oh oh, Myles isn't going to
CHAPTER 125LAURAAfter confessing to her that I'm in love with a human her rage seemed to have multiplied drastically as she wouldn't stop showing up before the girl, compel her and threaten her various times,On several basis she would beat your mother up and compel her to forget at times your mum would turn up before mw with swollen faces lips and all without having a memory of what happened and would always tell me Sha probably slipped and fell,One day I found out eventually as I had stopped by your mum's place without letting her know, only to find Maud beating her up as usual …""Maud was your lover?x i ask my dad hoping the answer turns negative,"She was my lover. How do you know her? Have you met her by chance?""Maud is my personal tender i had left her alone with Laura and now i can tell it isn't a good idea and i made a terrible huge mistake,""How could you make such a mistake? Did you by chance tell her anything?" Father asks his eyes narrowed into a slit as i bite down
CHAPTER 124 LAURA"Mykes is not just a brother to you father he is my lover"i admit looking away from his eyes as he lets go of me taking a seat on the sofa beside me,"Does anyone carrt to explain?" My father grunts out yelling this is the first time I've seen him pissed and i can only wonder how tripled his mager will be when he learns that i am his biological daughter,"It's not what you think Tyler she didn't know anything about you being a family we met causally and spoke. For few seconds and hit odd really great besides i do not see why you have a problem with it can't i choose to love whom i want toM afterall you had left with a human king ago""A human? Then does that mean Laura is now a"."Vampire tyker I'm sorry brother but you aren't helping matters she just became one of us as I'd recent and this is the best way to welcome her?,Stop acting all saint and kikw you actually care afterall yo've been through something like this,"Don't to dare a say a word you killed her""No
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.