267 KEMBALIKAN HIDUPNYA Theo membawa Julie ke kawasan terpencil di utara Canada, di sebuah kabin kecil milik kakek Theo yang dulu hobi berburu. Theo pernah beberapa kali ikut menginap di kabin tersebut di musim panas, bukan di musim dingin beku seperti ini. Hanya orang gila yang pergi ke Utara di musim dingin beku. Meski sudah lama tidak dikunjungi setelah Robert Haris meninggal, ternyata bangunan kabin tua itu masih kokoh karena seluruh struktur bangunannya terbuat dari kayu gelondongan utuh.Julie sama sekali tidak tahu dirinya sedang berada di mana, dia cuma melihat salju tebal luas tak te batas dengan lereng pegunungan dan pohon cemara beku."Kenapa aku bisa berada di sini?" Julie ketakutan. "Aku mau pulang!""Kau tidak bisa pulang!" Theo mencengkeram gagang kampak dengan otot lengan mengeras. "Kau akan tinggal di sini bersamaku!""Aku tidak mau di sini, aku mau pulang!" Julie siaga melawan."Kau tidak bisa pulang, kau harus bersamaku!"Julie menyambar balok kayu yang sudah terb
BAB 268Julie sudah pingsan seharian dan mulai membuat Theo cemas. Mutasi darah lycan bisa sangat tidak terduga, Theo tetap masih sangat takut kehilangan Julie. Theo bersumpah akan ikut mati jika Julie sampai tidak selamat. Dengan jantungnya sendiri yang berdegup kencang, Theo menempelkan telinga ke dada Julie.Jantung Julie masih berdegup normal seperti layaknya manusia, napasnya juga teratur, tapi kelopak matanya masih terpejam dengan tubuh lemah."Ayo bangun Julie..."Sekarang Theo bisa menyebut nama Julie dan memeluk tubuh gadis itu dengan lengannya, tapi ternyata Theo tetap merasa tidak berdaya."Kau boleh marah dan membenciku, asal tetaplah hidup!"Akhirnya sepanjang malam itu Theo terus duduk di samping ranjang Julie untuk menjaganya. Begitu menjelang pagi, Theo baru melepas rantai di kaki Julie, tapi masih menyisakan borgol di salah satu lengannya. Theo mengaitkan borgol di tangan Juli dengan besi ranjang.Kebetulan pagi harinya badai salju sedikit mereda meski suara angin di
BAB 269 CAWAN YANG DICARIKali ini Pangeran Habibi berjalan menyelinap masuk ke kamar Putri Sofia agar tidak disuruh belajar berhitung. Pangeran Habibi paling benci dengan pelajaran berhitung, apa lagi kalau sudah masalah pembagian. Habibi takut rambutnya bakal rontok botak seperti Omar.Putri Sofia yang cantik terlihat sedang duduk di depan cermin, menyisir rambutnya pelan-pelan seperti tidak ada yang pernah menyuruhnya untuk bergegas mandi, gosok gigi, atau belajar. Sepertinya enak sekali menjadi Putri Sofia yang serba dimanja dan tidak pernah dimarahi oleh babanya."Apa yang kau lakukan di situ?" Putri Sofia menoleh terkejut melihat adik laki-lakinya yang paling bulat.Pangeran Habibi sedang berdiri di ambang pintu dan biasanya anak itu hanya datang untuk menganggu."Jangan sampai kau punya ide nakal lagi!" Belum apa-apa Putri Sofia sudah menjentikkan jari untuk mengancam."Aku bosan jadi anak nakal!" Habibi bicara tegas."Oh!" Putri Sofia pura-pura terkejut. "Tumben kau bosan deng
BAN 270Sebelum pergi meninggalkan Mia, Zontus berulang kali menegaskan peraturan."Ingat, kau tidak boleh berkeliaran tanpa ijin dariku!" Zontus menjentikkan jari di depan hidung Mia. "Apa lagi pergi dengan laki-laki!"Mia cuma mengangguk patuh tanpa mendebat seperti bisanya."Dengan Gerald pun juga tidak boleh!"Kalian ini mata Mia sedikit melebar tapi tetap tidak berani protes sampai Zontus selesai dan mengecup keningnya."Di sini!" Mia menunjuk bibirnya.Sebenarnya Zontus juga pasti akan melumat bibir Mia tanpa perlu dia suruh. Setelah dituruti kemauannya sampai puas, Mia baru kembali bertanya."Dimana kunci mobilnya?""Sebut saja namaku, benda itu akan bejalan!""Oh!" Mia terkejut takjub. "Itu keren sekali!"Tekhnologi memang semakin canggih, manusia sudah tidak memerlukan kunci manual. Meskipun berasal dari jaman purba, Zontus tetap tidak ketingalan update teknologi.Begitu Zontus pergi, Mia langsung berlari keluar. Mia tidak sabar untuk mencoba mobil barunya."Zontus!" Mia meny
BAB 271 HARUS SEGERA DISELESAIKANGerald telah menyelidiki lingkungan kerja Julie, terus melakukan pengejaran sampai Gerald kembali pergi ke pemakaman Jhoni dan disana dia menemukan jejak penyerangan."Ada yang mencelakai Julie, lantas bagaimana dengan Theo?" Mia tidak sabar, dia menelpon Gerald."Aku curiga Theo sendiri yang mencelakai Julie!" Gerald langsung membuat kesimpulan. "Aku juga melihat jejak cakar lycan besar!""Oh Tuhan!" Saat itu juga Mia baru sadar. "Kau benar-benar! Theo sedang menggila!"Mia memberitahu Gerald mengenai Zontus yang akan menghukum semua lycan bercincin hitam."Zontus akan melenyapkan semua lycan bercincin hitam karena telah berkhianat, Zontus akan meledakkan kepala mereka yang sekarang sedang menjadi gila!"Semua informasi dari Mia sangat masuk akal. Sekarang Zontus tahu kenapa Semua lycan bermigrasi ke Utara dengan otak yang semakin menggila. Selain jejak Theo, Zontus juga melihat jejak lycan-lycan yang lain."Para lycan yang berusaha berontak dari pe
BAB 272 HARUS CEPATPangeran Habibi baru selesai makan siang, tapi berbagai puding buah di meja makan Putri Sofia selalu menggodanya untuk mengunyah lagi. Ada banyak macam puding dengan toping buah segar yang memang sangat mengiurkan. Potongan buah stroberi dengan lelehan coklat dan madu membuat Pangeran Habibi tidak tahan untuk mendekati meja."Apa aku boleh ikut makan pudingmu?" Habibi bertanya pada Putri Sofia yang masih sibuk dengan layar ponselnya."Boleh, asal jangan dihabiskan semua, makan setengah saja!"Putri Sofia menjawab sambil terus sibuk mengetik pesan untuk mengomentari status media sosial terbaru milik Pangeran Yusuf. Putri Sofia sering lupa waktu dan lupa makan jika sedang asik dengan ponselnya. Setelah itu Pangeran Habibi juga sudah tidak bersuara lagi. Habibi sibuk menikmati puding lezat sampai perutnya terasa hampir meledak kekenyangan."Aku mau tidur siang!" Habibi beranjak pergi.Begitu Habibi sudah keluar pintu, Putri Sofia baru menengok sisa pudingnya di atas
BAB 273 BERUSAHA KABURMembuat sup membutuhkan waktu yang lebih lama, Theo terus sibuk di dapur kecilnya utuk mencicipi sup pertama yang pernah dia buat. Setelah hampir empat kali percobaan gagal, akhirnya Theo berhasil membuat kuah sup dengan rasa yang layak dimakan.Theo menuang sup ke dalam mangkuk cekung dalam, kemudian buru-buru membawanya ke kamar Julie mumpung masih panas. Pintu kamar Julie masih tertutup ketika Theo membukanya. Julie tidak ada di atas ranjang, tapi selimutnya masih berserak dan suara air di kamar mandi gemericik mengalir.Untuk beberapa saat Theo menunggu Julie keluar dari kamar mandi. Tapi sampai cukup lama Julie tidak juga keluar. Theo sampai mengetuk pintu bilik kecil itu enam kali dan saat Theo dorong terbuka ternyata kosong."Julie!" Theo langsung melesat keluar mengelilingi pondok."Sial!"Theo melihat jejak kaki Julie di atas salju. Dengan indra penciuman lycan yang tajam Theo mencium jejak Julie sudah cukup jauh ke selatan. Ada jalan raya di selatan su
BAB 274 BELUM TERKENDALIJared dan Mara datang ke New York untuk ulang tahun Mia. Meskipun terlambat dua hari tetap tidak mengurangi sedikit pun kebahagiaan Mia. Sayangnya Emillie dan Lana belum bisa ikut, tapi akan menyusul besok lusa."Mom!" Mia langsung memeluk Mara."Selamat ulang tahun Sayang..." Mara mencium kedua pipi Mia."Hadiah untukmu!" Jared yang membopong bingkisan hadiah besar dengan pita merah muda."Papa!" Mia memeluk Jared sampai kakinya terangkat tinggi."Kau sudah besar dan berat!"Jared pura-pura mengeluh ketika menggendong putri kecilnya dalam pelukan. Jared membawa Mia berputar seperti anak-anak yang tidak pernah besar."I love you Papa!" Mia memeluk erat leher Jared sambil dia kecup rahangnya.Kadang rasanya Jared masih tidak rela putrinya tiba-tiba tumbuh dewasa dan sekarang telah memiliki kehidupan sendiri."Dimana Zontus?" Mara yang bertanya."Dia pergi." Akhirnya Mia mengajak orangtuanya duduk dan mulai bercerita.Mia bercerita mengenai semua ramuan sihir y
BAB 66 MEMBUJUK PANGERAN HABIBIKetika rombongan pengawal Pangeran Hamdan ingin berangkat ke Istana Tamir, Pangeran Habibi langsung berlari ke halaman, menangis tantrum, meraung-raung di depan barisan mobil. Habibi ingin ikut tapi Pangeran Hamdan tidak mau membawa adiknya yang jumbo dan suka ribut dengan adik-adik Pangeran Al-Waleed.Akhirnya Faaz yang turun tangan, Faaz mengendong Pangeran Habibi untuk dia bawa menyingkir dari depan mobil. Begitu dibawa naik ke atas gendongan Faaza, Habibi malah langsung bergosip, menirukan Sura lembut Putri Sofia ketika terdesak gerah akibat efek samping saffron.Faaz berusaha tetap lanjut berjalan tenang untuk membawa Pangeran Habibi ke seberang teras istana. Setelah itu Faaz juga harus membujuk Pangeran Habibi agar tidak kembali tantrum."Jangan menangis lagi, nanti lain kali saya akan menemani Anda berkuda, Pangeran Habibi."Faaz menurunkan tubuh gembul Pangeran Habibi di koridor teras istana anak laki-laki."Kau mau mengajari aku berkuda?""Ya."
BAB 65 DI ISTANA ZUBAIRDi Istana Zubair terdapat area khusus untuk anak laki-laki dan untuk anak perempuan. Masing-masing bangunannya terpisah dengan istana utama, tapi saling berhadapan sejajar, cuma terpisah oleh halaman tengah komplek istana. Pangeran Hamdan, Pangeran Husain, dan Pangeran Habibi, menempati kamar di area laki-laki. Putri Sofia beserta adik perempuannya yang lain berada di area anak perempuan. Yang Mulya Serkan dan Anelies menempati istana utama yang berada di komplek bangunan paling depan.Putri Sofia sengaja belum tidur, berdiri di balkon menatap ke seberang halaman tempat Pangeran Hamdan. Kamar Pangeran Hamdan juga masih terang benderang. Pangeran Hamdan baru kembali ke istana setelah berkumpul dengan teman-teman di yacht."Selamat malam, Pangeran Hamdan." Faaz mengantar sampai di depan pintu kamar."Besok Anda ada jadwal berkuda dengan Pangeran Al-Waleed." Faaz juga mengingatkan jadwal kegiatan Pangeran Hamdan."Beritahu Husain untuk ikut." Hamdan memberi perint
BAB 64Sejak pertama kali melihat aksi Faaza di pertandingan berkuda, Pangeran Hamdan sudah sangat mengagumi kemampuan pemuda itu. Omar juga memberitahu jika Faaz adalah adik laki-laki Zahra dan dia seorang pilot. Kemarin, ketika Pangeran Hamdan mendengar semua kehebatan serta keberanian Faaz dalam menghancurkan kapal induk musuh, saat itu juga Pangeran Hamdan memohon pada Yang Mulya Serkan agar menjadikan Faaza sebagai pengawal pribadinya."Aku akan mempercayakan Pangeran Hamdan padamu."Faaz sangat terkejut mendengar ucapan Yang Mulya Serkan."Kau akan menjadi pengawal pribadi untuk putraku.""Sungguh Yang Mulya, saya merasa tidak layak untuk mendapat kepercayaan sebesar itu.""Hanya Kau yang dapat aku percaya untuk menjaga Putra Mahkota!" Serkan justru mempertegas ucapannya.Pastinya Yang Mulya Serkan juga tidak akan sembarangan memberi kepercayaan untuk menjaga keselamatan Pangeran Hamdan. Faaz pilihan yang sangat tepat, pemuda itu bukan cuma handal, cerdik, dan pemberani, dia jug
BAB 63 BERTEMU KEMBALIDua bulan pasca perang berakhir, ketegangan politik dunia berangsur mereda perekonomian global kembali tumbuh berkembang. Tapi bagi beberapa negara korban perang mereka masih harus kembali membangun negara mereka dari kehancuran. Mereka bukan bukan cuma harus membangun infrastruktur, tapi juga membangun pemerintahan, memulihkan ekonomi dan lingkungan sosial. Semua tugas yang tidak mungkin selesai dalam satu atau dua dekade.Warga sipil korban bencana perang bukan cuma kehilangan rumah dan keluarga, mereka juga masih mengalami trauma, terutama anak-anak. Yang Mulya Serkan serta Raja Khaleed mendirikan yayasan sosial untuk membantu anak-anak korban perang. Sebelumnya Yang Mulya Serkan juga telah memiliki yayasan serupa yang didanai langsung oleh Istana Zubair, tapi kali ini Istana Tamir juga akan ikut serta menjadi penyokong dana utama dan membuat yayasan yang lebih besar.Masih dengan misi tujuan yang sama, yayasan kemanusiaan yang didirikan oleh Yang Mulya Serka
BAB 62 BERSABAR DALAM PENANTIANSiapa yang tidak menginginkan Putri Sofia. Putri Sofia bukan cuma sekedar gadis cantik jelita yang dikagumi oleh banyak pria. Putri Sofia adalah seorang Putri raja terhormat dari kerajaan kaya raya. Putri Sofia memiliki kualitas kecantikan sempurna, status sosial, serta keturunannya tidak diragukan lagi. Karena itu Putri Sofia harus bersama pria yang sepadan, pria setara yang dapat meletakkan mahkota paling mulia di kepalanya.Sebagai seorang anak gadis yang lahir dan tumbuh besar di lingkungan istana. Putri Sofia juga sangat terjaga. Sungguh beruntung bagi pria yang kelak mendapatkannya. Tapi seistimewa apapun Yang Mulya Serkan telah menjaga putri cantiknya. Sejatinya Putri Sofia tetap seperti gadis muda pada umumnya, kadang juga ingin rewel dan kesal."Kau jelek dan menyebalkan!"Kali ini Putri Sofia masih sangat kesal dengan adik laki-laki Zahra yang juga sering menyebutnya jelek dan rewel. Putri Sofia mengomel sendiri di depa cermin, sesekali merab
BAB 61Sebenarnya FX-99 dapat menembak target dari jarak jauh, tapi untuk meminimalisir dampak ledakan nuklir, Faaz harus meledakkan target dari jarak dekat. Faaz bukan cuma harus mengambil keputusan sulit, dia juga sangat berani. Faaz menabrakkan FX-99 dengan kecepatan penuh ke sisi lambung kapal induk, meledakkan pulau baja terapung itu dari bawah permukaan laut.Suara berdentum membentuk gelombang dahsyat di bawah permukaan laut, membawa sambaran api ke permukaan dengan bentangan luas. Seketika seluruh konstruksi kapal induk runtuh hingga hancur lebur tak bersisa. Tidak ada satupun yang dapat selamat, seluruh persenjataan dan tentara mereka lenyap tenggelam. Radar peringatan bahaya sampai ke pelabuhan, mereka mendeteksi ledakan nuklir serta jangkauan radiasi yang tidak aman untuk didekati.Tubuh Faaz ikut tengelam dalam, telinganya sudah tidak mendengar suara dentuman di permukaan. Faaz sudah tidak berdaya untuk menyelamatkan diri tapi pemuda itu samasekali tidak menyesal karena ta
BAB 60 PERANG BERAKHIRSeluruh media pemberitaan dunia seketika heboh dengan aksi bunuh diri dari jet tempur FX-99 untuk meledakkan kapal induk lawan dan menghentikan invasi militer. Seketika kekuatan lawan lumpuh total, kapal induk, persenjataan, serta ribuan tentara ikut tengelam bersama bom nuklir mereka sendiri. Pasukan lawan sudah tidak berdaya dengan kerugian besar yang belum tentu pulih untuk mereka bangun kembali dalam sepuluh dekade.Selanjutnya seluruh sisa pasukan lawan berhasil dipukul mundur oleh para tentara relawan bersama kapal induk bantuan dari Istana Tamir. Berbagai kejahatan pihak lawan ikut terbongkar di mata dunia, termasuk aksi kejahatan mereka menyalahgunakan laboratorium sebagai praktik pencucian otak. Seluruh data korban juga Gerald serahkan pada pihak intelijen.Sayangnya sampai FX-99 ikut meledak sama sekali tidak ada yang tahu jika pilot didalamnya adalah Faaz. Faaz adalah pahlawan yang sesungguhnya, aksi heroiknya telah berhasil menghentikan pertempuran
BAB 59 AKSI TERAKHIR Bias langit jingga terlihat memantul dari cakrawala, permukaan samudra yang sedang hening serempak berkilau seperti lautan api. Sama sekali tidak ada yang sadar akan datangnya bencana dahyat. Dengan tatapan tegas tajam tanpa sedikitpun keraguan, Faaz berangkat melaksanakan tugasnya yang paling berbahaya. Tugas paling berbahaya karena bakal ikut menentukan masa depan dunia. Ingat tentang sedikit percikan yang bakal mengobarkan api besar? Sekarang Faaz sedang memegang pemantik apinya. Mungkin ini akan menjadi tugas terakhir bagi Faaza tapi sebagai seorang prajurit dia tidak boleh gentar, matipun dia rela demi menjalankan tugasnya. Deru mesin jet berdesis keras dari sisi ekor belakang, sebuah pendorong mekanik ikut melontarkan jet tempur meluncur ke langit hanya dengan landasan pendek. Untuk sekejap, cakrawala seperti ikut terbelah oleh suara desingan super sonic. Faaz membawa sebuah bom dahsyat melesat bersama dirinya. Kolonel Bravin ikut menyaksikan sendiri
BAB 58 KEBOHONGAN YUSUFKetika sedang bertugas menyalurkan bantuan pangan, ketiga helikopter milik tim relawan diserang sebuah jet tempur di atas perbukitan. Ketiga badan helikopter ditemukan sudah meledak hancur, termasuk helikopter yang sedang dikendarai oleh Pangeran Yusuf. Evaluasi serta pencarian korban segera dikerahkan. Dua orang pilot ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi sangat mengenaskan. Tapi Pangeran Yusuf tidak ditemukan.Helikopter yang di kendarai oleh Pangeran Yusuf juga jatuh agak terpisah di lembah bukit. Proses evakuasi dan pencarian jadi agak sulit karena kendala Medan yang terjal. Kemungkinan Pangeran Yusuf juga sudah tidak selamat, tapi Pangeran Albani bersikeras harus menemukan tubuh putranya.Setelah hampir dua puluh empat jam pencarian akhirnya Pangeran Yusuf ditemukan di tebing lereng. Pemuda itu ditemukan dalam kondisi tubuh lemas pingsan tapi ajaibnya masih hidup. Nyaris tidak masuk akal karena Pangeran Yusuf juga cuma mendapat luka ringan benturan