Home / Romansa / ME AND PRINCE / BAB 5 TERTANGKAP

Share

BAB 5 TERTANGKAP

Author: Jemyadam
last update publish date: 2022-11-24 17:03:24

BAB 5 TERTANGKAP

Setelah cukup lama kehilangan kesadarannya, Anelies kembali terbangun di dalam ruangan yang gelap gulita dan sunyi hingga tinggal degup jantung serta tarikan napasnya sendiri yang bisa dia dengar. Anelies meraba lantai di sekitarnya yang terasa dingin. Anelies juga segera berdiri untuk meraba dinding yang sama dinginnya karena terbuat dari metal.

Lingkungannya benar-benar sangat gelap, Anelies sampai harus terus meraba untuk mengetahui selebar apa ruangan tersebut. Setelah empat kali menyentuh sudut, Anelies yakin jika dirinya sedang berada dalam ruangan persegi yang luasnya tidak lebih dari empat kali empat meter tanpa jendela dan tanpa cahaya.

"Tempat macam apa ini?" gumam Anelies.

"Hanya hewan yang layak disekap dalam tempat seperti ini!"

Sejak tadi tubuh Anelies juga cuma digeletakkan di atas lantai dingin.

Anelies segera memeriksa pakaiannya. Meski tidak bisa memastikan apa saja yang terjadi selama ia tidak sadar. Tapi, Anelies lega pakaiannya masih utuh. Anelies juga masih trauma dengan pria besar yang ingin menerkamnya di atas ranjang.

Dan Anelies semakin sadar jika di dunia luar apapun bisa menimpa gadis muda seperti dirinya dengan mudah.

Tanpa kekuatan.

Tanpa perlindungan.

Parahnya, Anelies tidak tahu siapa lagi yang menculiknya kali ini.

Hal terakhir yang Anelies ingat, dia sedang sedang melangkah di trotoar ketika tiba-tiba disekap untuk diseret masuk kesebuah mobil berkaca gelap dan ingatannya ikut tengelam hilang.

"Apa ada orang!" teriak Anelies dengan menggedor dinding baja karena tidak tahu dimana posisi pintunya.

Brak

Brak

Brak

"Tolong keluarkan aku!" Anelies terus berteriak agar ada yang tahu jika dirinya sudah sadar.

"Aku takut! tolong keluarkan aku!"

Sudah hampir setengah jam Anelies mengedor-gedor dinding sambil berteriak tapi tetap tidak ada perubahan apa-apa.

Berulang kali Anelies merosot lemas untuk kembali terduduk di lantai dan menggenggam bandul liontinnya sambil terus berdoa.

"Aku sangat takut, tolong aku ... tolong selamatkan aku ..."

Tiba-tiba salah satu pintu di dinding terdengar bergeser membawa cahaya silau yang ikut menerjang masuk.

Anelies beringsut ke sudut gelap untuk memeluk tubuhnya yang ketakutan.

Tiga orang pria bertubuh tinggi besar berdiri di ambang pintu yang baru terbuka, cuma salah satu yang melangkah masuk.

"Apa kau sudah bangun?"

Anelies makin menggigil tidak berani menjawab karena mulai sadar siapa yang telah kembali menangkapnya.

Anelies bisa langsung mengenali pakaian mereka.

"Nyalakan lampunya!" perintah pria bersuara berat itu kepada dua temannya yang lain.

Ruangan yang semula gelap gulita itu seketika jadi terang benderang.

Anelies terus meringkuk di sudut sambil menggenggam bandul liontinnya dalam doa.

"Kami akan memberimu makan jika kau tidak berulah!"

Anelies mengintip sedikit pada pria yang sedang bicara padanya. Mata Anelies masih sangat silau setelah terlalu lama berada dalam gelap.

"Tolong lepaskan aku," mohon Anelies.

"Kau telah membunuh seorang raja, kau harus diadili!"

Anelies sudah bersusah payah kabur tapi akhirnya tetap tertangkap lagi dan kali ini Anelies benar-benar baru kembali membuat bencana untuk dirinya sendiri.

Anelies membunuh seorang raja

******

Kali ini Anelies ditempatkan di sebuah kamar  berukuran tiga kali tiga meter degan bilik toilet kecil dan ranjang pas seukuran tubuhnya. Ada jendela kaca bulat di dinding, satu-satunya akses dia bisa melihat keluar dan tahu pergantian hari.

Anelies sedang dibawa dalam perjalanan mengunakan kapal pesiar besar, dia masih belum tahu akan dibawa ke mana. Masalahnya Anelies belum pernah berada dalam pelayaran, dan sekarang dia agak mual, bahkan dia tidak berani mengintip ke luar karena takut melihat gelombang permukaan air.

"Jangan menyisakan makanan atau kami tidak akan memberimu makanan lagi!" seorang pengawal memasukkan makanan untuk Anelies dari lobang pintu.

Anelies cuma memandangi makanan dalam piring logam bersekat itu dengan perasaan tak terbayangkan jika nasibnya akan berakhir seperti ini.

Anelies memungut piring tersebut dari lantai kemudian dia bawa duduk di tepi ranjang. Dia harus tetap makan jika ingin hidup. Sebuah potongan wortel Anelies ambil dari atas piring dan menggigitnya pelan-pelan meski rasanya sangat tidak enak.

Sekarang dia sudah persis seperti narapidana. Dan sebentar lagi mungkin akan di pancung karena membunuh seorang raja.

Tanpa terasa air mata Anelies menetes di permukaan piring logam.

"Ibu, mungkin kita tidak akan pernah bertemu."

Anelies kembali menggenggam bandul cincin pada liontinnya, satu-satunya harapan yang dia punya.

"Tolong beri aku petunjuk."

Tiba-tiba Anelies mendengar suara gemuruh dari luar, semacam suara mesin. Anelies segera mengintip keluar dan melihat sebuah helikopter berukuran besar baru saja mendarat di atas kapal.

Tak berapa lama terdengar suara derap langkah kaki di lorong dan pintu kamar Anelies dibuka lebar. Anelies segera sigap berdiri ketika melihat dua pengawal datang menjemputnya.

"Ikut dengan kami dan jangan berulah!"

Tubuh Anelies menggigil. Perutnya semakin mual. Tapi juga tidak berdaya selain patuh.

"Borgol tangannya!" perintah pengawal senior yang bernama Omar pada rekannya yang lebih kurus.

Anelies mengulurkan tangannya untuk diborgol. Tidak banyak berulah ketika berjalan setengah diseret melalui lorong. Jantung terus berdebar. Tapi sudah pasrah.

"Ayo, cepat!"

Meski memakai jubah, cara bicara dan sikap tubuh Omar tetap seperti seorang prajurit.

Anelies dibawa naik ke lantai atas mengunakan lift. Sepertinya Anelies dibawa untuk menemui seseorang yang tadi baru tiba dengan helikopter.

Sebuah ruangan dengan pintu besar dibuka oleh dua orang penjaga sekaligus.

"Kau hanya akan selamat dengan kejujuran."

Omar memberi pesan terakhir sebelum membawa Anelies melangkah masuk.

Ruangannya sangat megah dan luas, sama sekali tidak nampak jika mereka sedang berada di kabin kapal.

Anelies didorong maju untuk menghadap seseorang yang sudah menunggunya.

Omar mengucapkan salam pada Pangeran Serkan.

"Semoga keberkahan dan keselamatan selalu menyertai, Anda Pangeran Serkan."

"Terimakasih Omar."

Pangeran Serkan berdiri tegap tidak bergeming, wajahnya rupawan. Tapi tatapnya tajam dan dingin seperti belati es.

Anelies membeku.

Bukan karena ketampanan Pangeran Serkan.

Tapi karena matanya...

Pangeran Serkan memiliki iris mata unik yang langka, berwarna tosca kehijauan jernih disertai semburat kuning keemasan di sekeliling pipilnya.

Menatap ke matanya akan seperti sedang melihat galaksi bintang dari teleskop antariksa.

Luas.

Dalam.

Tidak terjangkau.

"Tinggalkan kami berdua!"

Pangeran Serkan menyuruh semua orang keluar, termasuk para pelayan dan Omar yang tadi mengatar Anelies.

Anelies masih berdiri kaku dan semakin gemetar tegang begitu pintu di belakangnya kembali ditutup.

Blum!

Atmosfer ikut terkunci.

Anelies benar-benar tinggal berdua dengan Pangeran Serkan di ruangan tersebut.

"Siapa yang menyuruhmu?"

Suara pria itu langsung menusuk tajam sama persis seperti tatapan matanya.

"Siapa yang menyuruhmu melakukan pembunuhan?"

Anelies berjengit terkejut dengan pertanyaan yang membuatnya sangat bingung.

"Tidak ada yang menyuruhku."

"Kau akan dipancung karena pembunuhan terhadap raja. Tapi kau juga bisa disiksa terlebih dulu karena telah bersekongkol membunuh ayahku!"

"Aku tidak bersekongkol dengan siapapun."

Anelies memberanikan diri untuk menatap Pangeran Serkan yang sedang menatapnya penuh kebencian.

"Kami menemukannya tertelungkup di atas ranjang, tanpa pakaian, dan seharusnya sedang bersamamu!"

"Aku hanya membela diri dan tidak sengaja menendangnya."

Anelies berusaha jujur seperti pesan Omar.

"Seharunya tidak sampai mengakibatkan kematian."

Anelies sendiri juga masih sulit percaya jika pria tinggi besar seperti Tuan Husain bisa mati karena dia tendang.

"Aku akan mengurangi hukumanmu jika kau mau bicara jujur!"

Pangeran Serkan mulai marah dengan pengakuan Anelies yang dia anggap berbelit.

"Siapa yang menyuruhmu untuk membunuh ayahku!"

"Tidak ada."

Anelies masih terlalu polos dan jujur dalam membela diri.

"Tuan Husain akan melecehkanku, aku benar-benar hanya berusaha melindungi diri."

"Ayahku sudah menikahimu! tidak ada yang disebut pelecehan!"

Serkan langsung maju, mengambil langkah lebar untuk menghampiri Anelies yang reflek beringsut mundur.

"Sungguh aku tidak berbohong ..."

Anelies terus menggeleng gugup ketakutan menghadapi kemarahan pria di hadapannya.

Dagu Anelies langsung dicekal kasar sampai menengadah kaku untuk ditatap lebih dekat. Jantung Anelies terus berdegup kencang dan perutnya berpusar mual karena sangat takut.

"Aku benar-benar bisa menyiksamu dengan cara yang sulit jika kau masih berani berbohong!"

Alasan Anelies memang sangat tidak meyakinkan, siapapun tidak akan percaya dan akan menganggapnya berdusta. Apalagi dia hanya seorang gadis muda tanpa kelebihan apa-apa kecuali kecantikan.

"Aku tidak berbohong ... " Anelies semakin gemetar karena pria itu masih mencekal rahangnya hingga terasa nyeri.

"Kau tidak akan bisa melakukanya seorang diri!"

"Bahkan kau tidak bisa melepaskan diri dari satu cengkeraman tanganku!"

Pangeran Serkan mengeram murka.

"Mustahil, gadis sepertimu bisa melakukannya seorang diri!'

Napasnya berdesis mendekat dengan penuh kebencian.

"Kupastikan kau akan membayar dengan cara yang tidak mudah hingga sampai pada kematianmu yang pedih jika kau masih berani berdusta padaku!"

Anelies benar-benar sudah tidak tahan dengan rasa mual di perutnya sejak tadi, tanpa bisa dia tahan, akhirnya Anelies muntah saat itu juga. Makanan yang tadi pagi dia telan seketika keluar lagi dan ikut mengenai pakaian Pangeran Serkan.

Jubah putih bersih yang dipakai Pangeran Serkan ikut berlumuran kunyahan wortel yang belum sempurna dicerna, sangat menjijikkan.

"Maaf ... " Anelies semakin ketakutan dan tiba-tiba malah jatuh pingsan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Jemyadam
Cerita ini alurnya berjalan cepat, bergenre campuran, termasuk fantasi, aksi, dan misteri dalam kemasan ringan, cukup sebagai hiburan saja.
goodnovel comment avatar
Yusuf Tafseer
author nya buat cerita TOLOL kok bisa lolos di Good Novel berarti admin good novel yang sekarang TOLOL ² cerita yang banyak cacat logika harusnya gak lolos seleksi. terlalu mengedepankan EYD tapi alur cerita parah diloloskan juga. wkwkwk
goodnovel comment avatar
Fifi Tasya
walah, tambah marah ini pangeran serkhan... hahaha
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ME AND PRINCE   BAB 66 MEMBUJUK PANGERAN HABIBI

    BAB 66 MEMBUJUK PANGERAN HABIBIKetika rombongan pengawal Pangeran Hamdan ingin berangkat ke Istana Tamir, Pangeran Habibi langsung berlari ke halaman, menangis tantrum, meraung-raung di depan barisan mobil. Habibi ingin ikut tapi Pangeran Hamdan tidak mau membawa adiknya yang jumbo dan suka ribut dengan adik-adik Pangeran Al-Waleed.Akhirnya Faaz yang turun tangan, Faaz mengendong Pangeran Habibi untuk dia bawa menyingkir dari depan mobil. Begitu dibawa naik ke atas gendongan Faaza, Habibi malah langsung bergosip, menirukan Sura lembut Putri Sofia ketika terdesak gerah akibat efek samping saffron.Faaz berusaha tetap lanjut berjalan tenang untuk membawa Pangeran Habibi ke seberang teras istana. Setelah itu Faaz juga harus membujuk Pangeran Habibi agar tidak kembali tantrum."Jangan menangis lagi, nanti lain kali saya akan menemani Anda berkuda, Pangeran Habibi."Faaz menurunkan tubuh gembul Pangeran Habibi di koridor teras istana anak laki-laki."Kau mau mengajari aku berkuda?""Ya."

  • ME AND PRINCE   BAB 65 DI ISTANA ZUBAIR

    BAB 65 DI ISTANA ZUBAIRDi Istana Zubair terdapat area khusus untuk anak laki-laki dan untuk anak perempuan. Masing-masing bangunannya terpisah dengan istana utama, tapi saling berhadapan sejajar, cuma terpisah oleh halaman tengah komplek istana. Pangeran Hamdan, Pangeran Husain, dan Pangeran Habibi, menempati kamar di area laki-laki. Putri Sofia beserta adik perempuannya yang lain berada di area anak perempuan. Yang Mulya Serkan dan Anelies menempati istana utama yang berada di komplek bangunan paling depan.Putri Sofia sengaja belum tidur, berdiri di balkon menatap ke seberang halaman tempat Pangeran Hamdan. Kamar Pangeran Hamdan juga masih terang benderang. Pangeran Hamdan baru kembali ke istana setelah berkumpul dengan teman-teman di yacht."Selamat malam, Pangeran Hamdan." Faaz mengantar sampai di depan pintu kamar."Besok Anda ada jadwal berkuda dengan Pangeran Al-Waleed." Faaz juga mengingatkan jadwal kegiatan Pangeran Hamdan."Beritahu Husain untuk ikut." Hamdan memberi perint

  • ME AND PRINCE   BAB 64

    BAB 64Sejak pertama kali melihat aksi Faaza di pertandingan berkuda, Pangeran Hamdan sudah sangat mengagumi kemampuan pemuda itu. Omar juga memberitahu jika Faaz adalah adik laki-laki Zahra dan dia seorang pilot. Kemarin, ketika Pangeran Hamdan mendengar semua kehebatan serta keberanian Faaz dalam menghancurkan kapal induk musuh, saat itu juga Pangeran Hamdan memohon pada Yang Mulya Serkan agar menjadikan Faaza sebagai pengawal pribadinya."Aku akan mempercayakan Pangeran Hamdan padamu."Faaz sangat terkejut mendengar ucapan Yang Mulya Serkan."Kau akan menjadi pengawal pribadi untuk putraku.""Sungguh Yang Mulya, saya merasa tidak layak untuk mendapat kepercayaan sebesar itu.""Hanya Kau yang dapat aku percaya untuk menjaga Putra Mahkota!" Serkan justru mempertegas ucapannya.Pastinya Yang Mulya Serkan juga tidak akan sembarangan memberi kepercayaan untuk menjaga keselamatan Pangeran Hamdan. Faaz pilihan yang sangat tepat, pemuda itu bukan cuma handal, cerdik, dan pemberani, dia jug

  • ME AND PRINCE   BAB 63 BERTEMU KEMBALI

    BAB 63 BERTEMU KEMBALIDua bulan pasca perang berakhir, ketegangan politik dunia berangsur mereda perekonomian global kembali tumbuh berkembang. Tapi bagi beberapa negara korban perang mereka masih harus kembali membangun negara mereka dari kehancuran. Mereka bukan bukan cuma harus membangun infrastruktur, tapi juga membangun pemerintahan, memulihkan ekonomi dan lingkungan sosial. Semua tugas yang tidak mungkin selesai dalam satu atau dua dekade.Warga sipil korban bencana perang bukan cuma kehilangan rumah dan keluarga, mereka juga masih mengalami trauma, terutama anak-anak. Yang Mulya Serkan serta Raja Khaleed mendirikan yayasan sosial untuk membantu anak-anak korban perang. Sebelumnya Yang Mulya Serkan juga telah memiliki yayasan serupa yang didanai langsung oleh Istana Zubair, tapi kali ini Istana Tamir juga akan ikut serta menjadi penyokong dana utama dan membuat yayasan yang lebih besar.Masih dengan misi tujuan yang sama, yayasan kemanusiaan yang didirikan oleh Yang Mulya Serka

  • ME AND PRINCE   BAB 62 BERSABAR DALAM PENANTIAN

    BAB 62 BERSABAR DALAM PENANTIANSiapa yang tidak menginginkan Putri Sofia. Putri Sofia bukan cuma sekedar gadis cantik jelita yang dikagumi oleh banyak pria. Putri Sofia adalah seorang Putri raja terhormat dari kerajaan kaya raya. Putri Sofia memiliki kualitas kecantikan sempurna, status sosial, serta keturunannya tidak diragukan lagi. Karena itu Putri Sofia harus bersama pria yang sepadan, pria setara yang dapat meletakkan mahkota paling mulia di kepalanya.Sebagai seorang anak gadis yang lahir dan tumbuh besar di lingkungan istana. Putri Sofia juga sangat terjaga. Sungguh beruntung bagi pria yang kelak mendapatkannya. Tapi seistimewa apapun Yang Mulya Serkan telah menjaga putri cantiknya. Sejatinya Putri Sofia tetap seperti gadis muda pada umumnya, kadang juga ingin rewel dan kesal."Kau jelek dan menyebalkan!"Kali ini Putri Sofia masih sangat kesal dengan adik laki-laki Zahra yang juga sering menyebutnya jelek dan rewel. Putri Sofia mengomel sendiri di depa cermin, sesekali merab

  • ME AND PRINCE   BAB 61

    BAB 61Sebenarnya FX-99 dapat menembak target dari jarak jauh, tapi untuk meminimalisir dampak ledakan nuklir, Faaz harus meledakkan target dari jarak dekat. Faaz bukan cuma harus mengambil keputusan sulit, dia juga sangat berani. Faaz menabrakkan FX-99 dengan kecepatan penuh ke sisi lambung kapal induk, meledakkan pulau baja terapung itu dari bawah permukaan laut.Suara berdentum membentuk gelombang dahsyat di bawah permukaan laut, membawa sambaran api ke permukaan dengan bentangan luas. Seketika seluruh konstruksi kapal induk runtuh hingga hancur lebur tak bersisa. Tidak ada satupun yang dapat selamat, seluruh persenjataan dan tentara mereka lenyap tenggelam. Radar peringatan bahaya sampai ke pelabuhan, mereka mendeteksi ledakan nuklir serta jangkauan radiasi yang tidak aman untuk didekati.Tubuh Faaz ikut tengelam dalam, telinganya sudah tidak mendengar suara dentuman di permukaan. Faaz sudah tidak berdaya untuk menyelamatkan diri tapi pemuda itu samasekali tidak menyesal karena ta

  • ME AND PRINCE   BAB 78 KING IN THE NORTH

    BAB 78 KING IN THE NORTHZontus benar-benar sibuk melacak jasad elang api yang kemungkinan masih terkubur di bawah lapisan es di utara. Zontus lahir dan dibesarkan di Selatan, dia kurang mengetahui sejarah peradaban Negeri Utara. Ketika Zontus menduduki tahta Negri Utara dia juga hanya mengacau kemud

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • ME AND PRINCE   BAB 89 I MISS YOU

    BAB 89 I MISS YOUSelama di Tokyo Livie tinggal bersama kakaknya. Sky Junior telah berjanji pada Henry untuk menjaga Livie untuknya. Walaupun sekarang Livie telah bebas mengunakan ponsel tapi pergaulannya terus terawasi. Livie belum punya banyak teman di Tokyo, jadi masih anam untuk dipantau."Aku dan

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • ME AND PRINCE   BAB 85 KEMBALI KE MASA LALU

    BAB 85 KEMBALI KE MASA LALU Isi kepala Henry masih hanyut dalam kerinduan ketika tidak sengaja melihat seorang wanita dengan gadis kecil di atas stroller, wanita yang seharusnya masih sakit hati tapi ternyata dia masih mau tersenyum. "Hai, kau sendirian?" Henry disapa lebih dulu sampai dia juga b

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • ME AND PRINCE   BAB 96 MEMULAI HIDUP YANG BARU

    BAB 96 MEMULAI HIDUP YANG BARUZontus baru kembali menghentikan mobilnya di basement garasi, dia melihat pintu di samping tangga terbuka lebar. Zontus langsung memeriksa ke dalam galeri. Kondisi seluruh ruangan masih benderang, Zontus tercengang melihat semua lukisan Putri Eluise yang telah dia simpa

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status