Compartir

Kaget

last update Fecha de publicaciĂłn: 2025-02-10 11:31:29
đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïž

Hari ini merupakan acara tujuh bulanan kehamilanku. Aku sangat bersyukur karena kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Semua anggota keluarga dan para undangan memberikan selamat dan doa terbaik untukku, tidak terkecuali dengan Tante Mira dan Kak Andrew.

Tiga bulan yang lalu, kebenaran tentang kejahatan wanita yang menjebak Opa Rama telah terungkap. Ternyata alasan Tante Mira sangat membenci Opa Rama karena menganggap orang tua itu tidak bertanggung jawab. Tante Mira mengaku tidak t
Nova Irene Saputra

Apa tujuan Amira menemui Alex?

| Me gusta
ContinĂșa leyendo este libro gratis
Escanea el cĂłdigo para descargar la App
CapĂ­tulo bloqueado

Último capítulo

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Kejujuran

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžAku sangat tahu apa yang Mbak Amira harapkan saat ini. Dia pasti menginginkan perdebatan antara aku dan Mas Alex. Namun, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku akan menunjukkan kalau dia tidak akan pernah berhasil meregangkan hubunganku dengan Mas Alex.“Iya, Mas 
 saya tahu. Saya sangat mengenal suami saya dan wanita ini.” Aku melihat ke arah Mbak Amira.“Tadi dia tersungkur, Sayang. Katanya kakinya terkilir dan nggak bisa berdiri. Saya hanya mencoba untuk memberikan bantuan.” Mas Alex memberikan penjelasan. Aku tetap membalasnya dengan respons baik walaupun hati kecilku tetap tidak terima dengan tindakannya terhadap Mbak Amira.“Mas nggak perlu jelasin. Saya tahu niat Mas hanya untuk nolong mantan istri Mas.”“Terima kasih, Sayang. Saya akan telepon Dimas untuk membantunya.” Mas Alex langsung meraih ponsel dari saku kemejanya lalu menghubungi asisten pribadinya.Tidak sampai dua menit, laki-laki yang selalu membantu Mas Alex selama bertahun-tahun, akhirnya memasuki

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Kaget

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžHari ini merupakan acara tujuh bulanan kehamilanku. Aku sangat bersyukur karena kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Semua anggota keluarga dan para undangan memberikan selamat dan doa terbaik untukku, tidak terkecuali dengan Tante Mira dan Kak Andrew.Tiga bulan yang lalu, kebenaran tentang kejahatan wanita yang menjebak Opa Rama telah terungkap. Ternyata alasan Tante Mira sangat membenci Opa Rama karena menganggap orang tua itu tidak bertanggung jawab. Tante Mira mengaku tidak tahu kalau Opa Rama yang telah membiayai kebutuhannya sejak dalam kandungan.Selama hidupnya, Tante Mira selalu percaya dengan ucapan Bu Rahmi—ibunya, tentang Opa Rama yang diakui kejam dan lari dari tanggung jawab. Oleh karena itu, Tante Mira pun sangat membenci ayah kandungnya sendiri hingga berniat untuk balas dendam.Sementara Mbak Indah yang berstatus sebagai keponakan yang menyayangi keluarganya, turut membantu menjalankan niat dan rencana Tante Mira. Dia tidak hanya sekadar suka terhadap M

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Kebenaran

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžMas Alex mematikan telepon setelah mengucapkan terima kasih kepada Dimas. Dia pun langsung duduk di tempat tidur lalu mengembuskan napas berat. Aku tahu bagaimana perasaannya saat ini, walaupun aku tidak mengalami apa yang dia rasakan.Aku pun memilih berdiri di depannya lalu mengusap pipinya. “Mas jangan terlalu banyak mikir. Saya nggak mau Mas sakit. Mas juga harus ingat anak kita.” Aku mendekatkan tangannya ke perutku.“Iya, Sayang. Saya nggak apa-apa, kok. Nanti malam, kita ngomong sama Papa dan Mama untuk memberitahukan kenyataan ini. Mereka pasti ngerti bagaimana cara menyampaikannya ke Opa dan Oma.” Mas Alex mengusap-usap perutku lalu menciumnya. Dia pun memintaku duduk di sampingnya.“Iya, Mas,” jawabku setelah duduk.“Rasanya masih seperti mimpi, ya, Sayang, kalau saya dan Andrew ternyata sepupuan. Kenapa baru terungkap sekarang? Itu juga berawal dari kekejaman dia dan ibunya yang menculik kamu.” Mas Alex tampak kesal.“Mungkin dengan kehadiran saya ke rumah ini, mer

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Kenyataan

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžApa mungkin kecurigaanku terhadap Kak Andrew memang benar? Aku merasakan sesuatu yang aneh ketika dia tiba-tiba berada di jalanan sepi setelah Bu Mira menurunkan aku kala itu. Aku sengaja tidak bertanya kepadanya karena ingin segera tiba di rumah.“Ada apa, Sayang?” Ternyata Mas Alex menyadari perubahan sikapku.“Saya melihat Kak Andrew jalan bersama Bu Mira, Mas.” Aku pun mengatakan apa yang kusaksikan.“Bu Mira?” Wajah Mas Alex tampak mengalami perubahan.“Iya, Mas. Wanita yang menculik saya.”“Apa? Jadi, Andrew kenal dengan wanita itu?” Mas Alex pun menepi lalu menghentikan mobilnya.“Saya juga heran, Mas. Mereka tadi masuk mall itu.” Aku menunjuk pusat perbelanjaan yang baru saja kami lewati.“Saya akan meminta Dimas ke sini untuk menyelidiki mereka. Kalau sampai Andrew terlibat dalam penculikan kamu saat itu, saya akan memberinya pelajaran.” Mas Alex menunjukkan wajah marah. Dia pun menghubungi Dimas—asisten pribadinya.Aku tahu bagaimana perasaan Mas Alex saat ini, apal

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Heran

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžSelama ini, aku berpikir kalau Mbak Indah sudah ikhlas menerima hubunganku dan Mas Alex karena sejak pertemuan terakhir kami kala itu, dia tidak pernah menunjukkan dirinya lagi. Namun, ternyata aku salah karena dia ingin mencelakai aku secara diam-diam.“Kenapa Mbak setega itu?” tanyaku kepada Mbak Indah.“Apa? Kamu bilang aku tega? Justru kamu yang telah menghancurkan harapanku untuk bersatu dengan Alex! Kehadiranmu juga menggagalkan semua rencanaku!” Dia meninggikan suaranya.“Saya tidak pernah melakukan apa yang Mbak tuduhkan.” Aku tidak terima dengan apa yang dia ucapkan.“Sok lugu kamu!” Dia menyejajarkan posisi denganku lalu mencekal pipiku. “Aku makin muak melihatmu.” Dia pun kembali berdiri.“Stop, Indah!” Tiba-tiba Mas Alex muncul lalu menghampiriku. Dari mana dia tahu keberadaanku? “Kamu nggak apa-apa, Sayang?” Dia membantuku untuk berdiri.Aku sangat terkejut melihat darah mengalir di pahaku. Apa mungkin ini terjadi karena kram di perutku? “Mas, ada darah,” ucapku

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Fakta

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžKenapa Mbak Amira masih menghubungi Mas Alex? Dia bahkan mengirim pesan yang sangat menyakitkan. Bisa-bisanya wanita itu mengingatkan hari pernyataan cinta Mas Alex kepadanya beberapa tahun yang lalu. Apa dia lupa sudah punya suami? Menyebalkan!“Siapa yang kirim pesan, Sayang?” tanya Mas Alex.“Mas lihat aja sendiri. Saya mau mandi. Saya mau ke rumah Bunda hari ini. Kemarin, kan, nggak jadi.” Aku menyerahkan ponsel Mas Alex dan memutuskan untuk mandi karena ingin menghindarinya. Aku lebih baik menjaga jarak darinya dengan cara mengunjungi Bunda.“Kita mandinya bareng aja, ya, Sayang. Terus, sama-sama ke rumah Bunda.” Dia menaruh kembali ponselnya ke nakas sebelum membaca pesan masuk yang dikirim Mbak Amira.“Saya ingin pergi sendiri. Mas lupa ini hari apa?” Aku ingin tahu, apakah dia masih mengingat awal bersatunya hubungannya dengan Mbak Amira sebagai sepasang kekasih dulu.“Ini Minggu, Sayang. Saya nggak mungkin lupa. Jadi, kita bisa ke rumah Bunda seharian.” Dia memberika

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Pesona

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžâ€œKamu kenapa, Dek?” Alex langsung meraih tubuhku. Sementara Bunda tampak panik.“Perut saya sakit, Pak.” Aku kesakitan.“Kita ke rumah sakit sekarang.” Alex pun langsung mengangkatku.“Maafin Bunda, Sayang. Bunda ikut ke rumah sakit, ya.” Terdengar suara Bunda bergetar dan mata berkaca-kac

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Peduli

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžAlex tetap bersikeras untuk mengantarku pulang walaupun aku sudah menolaknya. Sementara Indah mengaku kecewa karena menganggap Alex lebih memilih bersamaku dibanding dirinya. Wanita itu pun menuduhku telah merebut sahabatnya.“Kamu lebih memilih wanita ini daripada aku, Lex, untuk mengandu

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Kejam

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžAlex tetap membawaku ke salah satu restoran ternama di kota ini. Namun, aku sangat terkejut melihat sikap para pekerja di tempat ini. Mereka menunduk lalu mengucapkan salam kepada Alex. Apa mungkin karena laki-laki itu seorang bos perusahaan? Di samping itu, Alex juga membawaku ke ruangan

  • MENGANDUNG BENIH BOS DUDA    Romantis

    đŸ”ïžđŸ”ïžđŸ”ïžAku tetap tidak ingin menjawab telepon tersebut walaupun nada deringnya telah beberapa kali mengeluarkan suara. Mungkin lebih baik aku merebahkan tubuh sambil mengingat kenangan bersama Ayah. Aku sangat merindukan apa pun yang beliau lakukan dulu.Baru saja aku akan membuka album foto di

MĂĄs capĂ­tulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status