แชร์

064 Ashton Galina

ผู้เขียน: Wolfy
last update วันที่เผยแพร่: 2025-05-05 06:35:55
**Bab 064 Ashton Galina**

Di bawah langit mendung, Ashton Galina menarik tali kekang kudanya, menghentikan langkahnya tepat di depan gerbang besar Manor Eldoria. Debu perjalanan masih melekat di mantel panjangnya, tetapi matanya tetap tajam dan penuh tekad.

"Berhenti di tempat!" seru seorang prajurit, ujung tombaknya terangkat dengan waspada. "Katakan, apa keperluanmu?"

Ash menghela napas pelan, lalu menjawab dengan suara dalam dan tenang. "Aku Ashton Galina dari Caihina. Aku ingin bertemu denga
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • MENJEMPUT ISTRIKU   118 Topeng Yang Terbuka

    **Bab 118: Topeng Yang Terbuka**Pintu utama Galeri masih terbuka.Tawa masih terdengar.Koin masih beradu.Tidak ada yang berubah—di permukaan.Lalu—Langkah kaki. Seragam. Masuk.Tidak banyak. Tapi cukup rapi untuk mengubah arah pandangan.Beberapa kepala menoleh. Lalu lebih banyak. Bisik mulai menyebar.“Pasukan…?”“Barat…?”—Di meja elit—Julius tidak langsung bergerak. Hanya matanya yang bergeser.Menghitung. Jumlah. Formasi. S

  • MENJEMPUT ISTRIKU   117 Saihan dan Tony

    **Bab 117: Saihan dan Tony**Saihan dan Tony telah berada di arena.Sorak sorai membahana dari tribun kelas bawah—liar, kasar, tanpa jeda.Nama mereka mulai diteriakkan. Tidak serempak. Tidak rapi. Tapi cukup.Dua pemuda seumuran dari lingkungan bawah Nauruan.Siapa yang tidak mengenal mereka.Menonjol sejak muda.Sama kuat. Sama tangkas.Sama-sama pemimpin.Namun tidak pernah benar-benar berdiri di sisi yang sama.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   116 Dibalik Tirai Galeri

    **Bab 116: Di Balik Tirai Galeri**Lorong belakang Galeri Pertaruhan jauh dari kemewahan aula utama.Tidak ada lampu kristal. Tidak ada tawa halus para bangsawan. Yang ada hanya cahaya redup dari lentera besi, bau lembap kayu tua, dan jejak sesuatu yang lebih tajam—darah yang tak pernah benar-benar dibersihkan.Di sanalah Ash berjalan.Punggungnya sedikit membungkuk, langkahnya disesuaikan—tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat. Pakaian kasarnya kusam, penuh noda minyak dan debu, cukup untuk membuatnya tampak seperti pekerja rendahan yang tak layak diperhatikan.Di pundaknya, ia memikul peti kayu. Di dalamnya—bukan hanya alat kebersihan seperti yang terlihat. Tapi ruang kosong.Untuk bukti.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   115 Saihan Muncul Di Arena

    **Bab 115: Saihan Muncul Di Arena**Sorak sorai dari tribun bawah menggulung seperti gelombang yang tak pernah benar-benar surut.Serak. Kasar. Putus asa.Tangan-tangan kotor terangkat tinggi—menggenggam kepingan logam yang dingin dan berat. Upah seharian. Kadang lebih. Keringat yang belum sempat mengering, perut yang mungkin belum sempat terisi.Mereka melemparkannya ke meja taruhan.Bukan untuk hidup.Untuk dua nyawa di arena.Debu berputar tipis di bawah cahaya lampu. Bau besi—anyir, melekat—bercampur dengan tanah yang diinjak berkali-kali. Dan darah… selalu ada. Tipis, tapi tak pernah benar-benar hilang.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   114 Tuan K

    **Bab 114: Tuan KDi Galeri Pertaruhan.Topeng—berbagai rupa, berbagai ukiran—menutup wajah para tamu. Namun tidak ada yang mampu menutupi bau yang merayap di udara: anyir besi, tanah berdebu yang terinjak, keringat yang mengering di lipatan kain mahal, dan—yang paling halus namun paling jelas—bau darah yang tak pernah benar-benar hilang dari tempat ini.Di bawah cahaya lampu yang remang, deretan meja berjajar rapi. Bangsawan-bangsawan duduk di balik topeng mereka, menikmati hidangan mahal dan minuman yang dituangkan tanpa jeda. Mereka berbicara pelan, tertawa kecil—seolah-olah ini hanyalah jamuan biasa.Namun tatapan mereka tidak pernah benar-benar pergi dari arena.Mereka ingin kebrutalan.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   113 Viscountess Yseult Merchanze

    **Bab 113 Viscountess Yseult Merchanze**Cafe itu sepi dan hangat, tapi udara terasa menegang seketika saat pintu terbuka. Viscountess Yseult melangkah masuk, anggun seperti biasa, tapi langkahnya berhenti ketika melihat sosok yang duduk tenang di meja sudut—seolah waktu tak pernah mengubahnya, kecuali sorot mata yang kini jauh lebih dingin."Halo, Viscountess Yseult Merchanze." Sapa itu datang dengan kelembutan yang terdengar nyaris seperti tantangan.Yseult mengangkat alis. "Ah, aku pikir aku baru saja melihat hantu..." Nada suaranya datar, tapi matanya menelanjangi kenyataan."Hany

  • MENJEMPUT ISTRIKU   083 Rapat Tahunan 3

    **Bab 083 Rapat Tahunan 2**Ruangan kembali sunyi sejenak setelah pernyataan Vadim. Kata-katanya tidak menyudutkan secara langsung, tetapi cukup untuk membuat semua orang merenung.Cavero menatap Aldrich dengan ekspresi netral. "Saya ingin bertanya satu hal, Count Veraga. Jika selatan ingin diberik

  • MENJEMPUT ISTRIKU   082 Rapat Tahunan

    **Bab 082 Rapat Tahunan**Tegang menyelimuti para bangsawan selatan seketika itu juga ketika Cavero akhirnya menunjuk giliran mereka untuk tampil bersuara setelah diam hampir di sepanjang rapat.Cavero menatap Aldrich dengan penuh perhatian. Jawaban yang diberikan perwakilan selatan barusan tidak l

  • MENJEMPUT ISTRIKU   081 Dampak

    **Bab 081 Dampak****Di barak para prajurit**''Yang benar saja...'' ujar Kevin dengan nada kesal, matanya menyapu ruangan yang terasa begitu berat oleh ketegangan.''Apa? Baru datang dan langsung mengeluh...'' sahut Saihan, nada suaranya tajam, tak kalah kesal.''Justru itu! Setelah sebulan penuh

  • MENJEMPUT ISTRIKU   077 Kembali ke Caihina

    **Bab 077 Kembali Ke Caihina**Lorong di Manor Eldoria terasa sunyi ketika Ash akhirnya menemukan Helena berdiri di dekat jendela besar, menatap langit malam yang kelam. Cahaya lilin dari dinding menerangi wajahnya yang terlihat tenang, tetapi Ash tahu ada beban berat yang disembunyikannya."Lady He

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status