Accueil / Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 166 Dua Athaleyah

Partager

166 Dua Athaleyah

Auteur: Wolfy
last update Date de publication: 2026-06-10 11:40:13

**Bab 166: Dua Athaleyah**

Pintu kamar tertutup pelan di belakang mereka.

Ceklek.

Suasana langsung berubah jauh lebih sunyi dibanding ruangan utama.

Hangat. Sederhana. Dan terlalu kecil untuk disebut kamar seorang Duchess.

Satu perapian kecil menyala di ten

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • MENJEMPUT ISTRIKU   170 Duke dan Duchess Skythia Telah Kembali

    **Bab 170: Duke dan Duchess Skythia Telah Kembali**Perjalanan dari Megrav ke Eldoria memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan awal.Badai salju beberapa kali memaksa rombongan berhenti di pos peristirahatan tambang tua, benteng perbatasan, bahkan desa-desa kecil yang nyaris tidak tercatat di peta Skythia.Kereta Elaria tidak pernah dibiarkan tanpa pengawasan.Api modul panas dijaga bergantian sepanjang malam.Sarah memeriksa suhu tubuh Elaria berkali-kali dalam sehari.Dan setiap kali suara batuk kecil terdengar dari dalam kereta, seluruh rombongan ikut menahan napas.Dua kali sistem

  • MENJEMPUT ISTRIKU   169 Perpisahan

    **Bab 169: Perpisahan**Kabut pagi Megrav belum sepenuhnya terangkat ketika kereta itu akhirnya berdiri di halaman benteng.Dua kuda perang berdiri tenang di depannya, napas mereka mengepul putih di udara dingin. Roda besar dari kayu keras berlapis besi tampak lebih tebal dari kereta biasa, dibuat bukan untuk kecepatan, tetapi untuk menahan jalan Utara yang keras.Namun yang paling mencolok bukanlah ukurannya. Melainkan bentuknya yang… tidak biasa.Kereta itu tidak sepenuhnya tertutup, juga tidak sepenuhnya terbuka.Bagian penumpang berbentuk kotak memanjang sekitar dua setengah meter, dengan tinggi hampir dua meter. Dinding luarnya terdiri dari tiga lapisan: kayu ek tebal di luar, lapisan wol padat di tengah, dan kulit yang telah diproses

  • MENJEMPUT ISTRIKU   168 Kereta Untuk Elaria

    **Bab 168: Kereta Untuk Elaria**Pagi di Megrav terasa lebih hidup dari biasanya.Kabut tipis masih menggantung rendah di antara bangunan batu ketika suara dentang logam mulai terdengar dari halaman samping kedai.Clang!Clang!Bukan suara pertempuran. Bukan latihan militer.Pandai besi.Halaman kecil yang biasanya dipakai menyimpan kayu bakar kini berubah menjadi bengkel dadakan. Tungku portabel menyala terang. Bara merah memantulkan cahaya ke dinding batu dan tumpukan peralatan kerja.Atthy berdiri di depan landasan besi.Celemek

  • MENJEMPUT ISTRIKU   167 Elaria

    **Bab 167: Elaria**Di ruang tengah rumah Garran malam itu, suasana terasa jauh lebih tenang dibanding siang sebelumnya.Api perapian menyala pelan di tengah ruangan, mengusir dingin Megrav yang mulai menggigit semakin dalam.Di atas meja kayu, beberapa catatan dan laporan medis terbuka rapi.Sarah duduk di dekatnya sambil memegang lembar terakhir hasil pengamatannya.“Selama seminggu terakhir saya memantau kondisi mereka…” ucap Sarah tenang.Semua perhatian langsung tertuju padanya.Hugh berdiri diam di dekat perapian.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   166 Dua Athaleyah

    **Bab 166: Dua Athaleyah**Pintu kamar tertutup pelan di belakang mereka.Ceklek.Suasana langsung berubah jauh lebih sunyi dibanding ruangan utama.Hangat. Sederhana. Dan terlalu kecil untuk disebut kamar seorang Duchess.Satu perapian kecil menyala di tengah dua ranjang sederhana. Panasnya menjaga udara tetap nyaman di tengah dinginnya Megrav.Salah satu ranjang dipenuhi selimut tebal dan boneka kain kecil yang bentuknya sudah sedikit rusak karena terlalu sering dipeluk anak-anak.Di dekat dinding, beberapa pakaian kecil digantung rapi. Sepasang sepatu mungil tergeletak tidak sejajar di lantai.Dan di meja kay

  • MENJEMPUT ISTRIKU   165 Bertemu Kembali

    **Bab 165: Bertemu Kembali**“Helena mau menemui Ibu?” tanya Cedric.Helena mengangguk. Rasa haru di dadanya masih belum reda, membuat senyumnya bercampur dengan air mata yang belum sepenuhnya kering.“Helena, jangan menangis lagi,” kata Lucien sambil mengusap pipinya.“Pilih satu saja. Mau menangis atau tertawa. Jangan dua-duanya, aneh jadinya,” komentar Alaric datar.Helena tersenyum kecil, sedikit canggung. “Maafkan saya, Tuan muda. Masih sulit bagi saya untuk memilih salah satunya…”Alaric menyilangkan tangan di dada.Cedric memiringkan kepala, masih terlihat bingung.Lucien tetap sibuk mengusap kepala Helen

  • MENJEMPUT ISTRIKU   095 Memancing di Air Keruh

    **Bab 095 Syal**Udara di ruang kerja Hugh berat oleh kelelahan yang tidak diucapkan. Matahari musim dingin menyusup pelan melalui celah jendela tinggi, memantulkan bayangan panjang di atas lantai batu. Di belakang meja kayu besar, Hugh duduk membungkuk sedikit, tangan kiriny

  • MENJEMPUT ISTRIKU   093 Rindu

    **Bab 093 Rindu**"Rusha, kau itu masih harus memulihkan diri. Biarkan saja..." ujar Sania pada Atthy yang mulai membantu di kedai."Tidak apa-apa, Bibi. Kalau hanya segini, tidak akan ada masalah untukku. Lagi pula, sudah hampir satu bulan sejak aku sium

  • MENJEMPUT ISTRIKU   091 Kabar Berita

    **Bab 091 Kabar Berita**Atthy menundukkan kepalanya, jemarinya saling menggenggam erat di atas selimut yang menutupi tubuhnya. Matanya tampak berkabut, seakan ada perasaan yang begitu dalam sedang ia tahan agar tidak pecah di hadapan Sania."Bibi, terima

  • MENJEMPUT ISTRIKU   090 Kewaspadaan

    **Bab 090 Kewaspadaan**Suasana di dalam kedai sederhana itu terasa lebih berat dari biasanya. Udara dingin dari luar menyusup masuk melalui celah pintu yang terbuka setiap kali seseorang keluar-masuk, membawa serta aroma tanah basah dan kayu bakar yang samar. Api unggun keci

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status