Share

102 Martha

Author: Wolfy
last update publish date: 2026-05-13 17:37:32

**Bab 102 Martha**

DI PUSAT KOTA NAURUAN — KOTA PANAS DAN BERDOSA

Langkah Saihan terhenti di tengah keramaian yang tak pernah benar-benar diam. Malam baru turun, tapi Nauruan sudah mabuk sejak siang. Kota ini tak pernah kenal waktu. Tidak ada pagi, siang, atau malam—yang ada hanya detik-detik menuju kehancuran yang ditunda.

Deretan rumah bordil bersinar temaram di kejauhan. Cahaya dari lentera berlapis kaca berwarna, merah darah, biru kusam, dan ungu kehitaman, berpendar seperti bisikan godaan,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MENJEMPUT ISTRIKU   104 Niat

    **Bab 104 Niat**Di kejauhan, di balik bayang-bayang rerimbunan dan sisa puing yang belum dibersihkan, dua sosok berdiri nyaris tak bergerak. Mata mereka tak lepas dari dua bayangan di seberang jalan—wanita bergaun hijau dan pria berseragam yang berdiri terlalu dekat untuk sekadar basa-basi.Saihan menyipitkan mata. Ketegangan mengeras di garis rahangnya. Ia menoleh cepat ke samping, mendapati Kevin berdiri santai bersandar pada tiang kayu, seolah tidak ada yang mencemaskan dari pemandangan itu."Apakah kau memberitahu sesuatu padanya?" tanya Saihan, suaranya tajam, rendah, nyaris seperti geraman.Kevin melirik sekilas. Alisnya te

  • MENJEMPUT ISTRIKU   103 Informasi

    **Bab 103 Informasi**Martha menatap wajah Saihan yang diterangi cahaya lentera minyak usang yang menggantung rendah dari balok kayu di kedai kecilnya. Nyala apinya kecil, bergoyang pelan, membuat bayangan di wajah pria itu hidup dan mati silih berganti.Ada yang berbeda. Bukan sekadar rambut yang sedikit lebih panjang atau janggut tipis yang menua di garis dagunya. Bukan pula bahu lebarnya yang kini tampak lebih berat dari biasanya.Matanya, mata itu yang dulu selalu tajam dan tak kenal takut, sekarang membawa kehampaan yang pelan-pelan terurai menjadi luka yang belum mengering. Saat itu juga, secara naluriah, Martha tahu: pemuda tangguh di hadapannya sedang patah hati."Jangan menatapku begitu, Martha. Pengetahuanmu tentang hidup mengerikan..." ucap Saihan dengan suara rendah, tapi getirnya

  • MENJEMPUT ISTRIKU   169 Perpisahan

    **Bab 169: Perpisahan**Kabut pagi Megrav belum sepenuhnya terangkat ketika kereta itu akhirnya berdiri di halaman benteng.Dua kuda perang berdiri tenang di depannya, napas mereka mengepul putih di udara dingin. Roda besar dari kayu keras berlapis besi tampak lebih tebal dari kereta biasa, dibuat bukan untuk kecepatan, tetapi untuk menahan jalan Utara yang keras.Namun yang paling mencolok bukanlah ukurannya. Melainkan bentuknya yang… tidak biasa.Kereta itu tidak sepenuhnya tertutup, juga tidak sepenuhnya terbuka.Bagian penumpang berbentuk kotak memanjang sekitar dua setengah meter, dengan tinggi hampir dua meter. Dinding luarnya terdiri dari tiga lapisan: kayu ek tebal di luar, lapisan wol padat di tengah, dan kulit yang telah diproses di bagian dalam untuk menahan angin dingin serta menstabilkan kelembapan.Di bagian atap, bukan cerobong tinggi seperti rumah, melainkan pipa besi pendek yang melebar di ujungnya, dibuat serendah mungkin untuk mengurangi guncangan angin. Bentuknya s

  • MENJEMPUT ISTRIKU   101 Kedatangan Julius

    **Bab 101 Kedatangan Julius**Malam terus merayap, dan di ruang atas, keheningan tengah menyelimuti diskusi penting antara empat orang yang duduk melingkar. Masih di penginapan sederhana milik Drax, bangunan tua yang tampak lusuh dari luar, namun bersih dan tertata rapi di dalam. Aroma kayu tua berpadu dengan sisa asap perapian yang belum sepenuhnya padam."Tony Kraft, dia seorang penjilat," lanjut Thally, nada suaranya penuh dengan penghinaan. "Dia selalu mencari cara untuk menyenangkan Julius. Dan sejak Julius terobsesi denganku, Tony mendekati ayahku, mencoba menawarkan apa pun agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan."Ash dan Saihan saling bertukar pandang, ekspresi mereka seketika berubah."Tony Kraft," gumam Ash. "Aku

  • MENJEMPUT ISTRIKU   102 Martha

    **Bab 102 Martha**DI PUSAT KOTA NAURUAN — KOTA PANAS DAN BERDOSALangkah Saihan terhenti di tengah keramaian yang tak pernah benar-benar diam. Malam baru turun, tapi Nauruan sudah mabuk sejak siang. Kota ini tak pernah kenal waktu. Tidak ada pagi, siang, atau malam—yang ada hanya detik-detik menuju kehancuran yang ditunda.Deretan rumah bordil bersinar temaram di kejauhan. Cahaya dari lentera berlapis kaca berwarna, merah darah, biru kusam, dan ungu kehitaman, berpendar seperti bisikan godaan, berganti-ganti saat angin meniup tirai tipis di jendela. Di dalamnya, para wanita tertawa dengan suara yang terlalu riang untuk jujur, menyambut pria dari segala kelas, selama kantong mereka cukup berat untuk membeli satu jam pelarian dari kenyataan.Di jalan utama, deretan meja judi memenuhi ruang antara warung dan tempat semir sepatu. Teriakan, tawa keras, dan umpatan bercampur jadi satu. Alkohol murahan mengalir seperti air suci di kota dosa ini. Beberapa lelaki bertelanjang dada berjudi sam

  • MENJEMPUT ISTRIKU   100 Penginapan

    **Bab 100 Di Penginapan**Di Pintu Stasiun NauruanAngin hangat Nauruan berembus pelan, membawa aroma besi rel kereta, dan di sekitar stasiun terlihat hiruk pikuk lalu lalang pedagang dan para penumpang. Di antara kerumunan itu, Ash berdiri tegak, matanya segera menangkap sosok Saihan, Kevin, dan seorang wanita yang berjalan di samping mereka. Sejenak, matanya sedikit menyipit, sebelum akhirnya melangkah maju."Saihan," panggil Ash begitu mereka keluar dari pintu stasiun. Suaranya terdengar tenang, tapi ada ketegangan samar yang sulit disembunyikan.Saihan, yang awalnya sibuk memperhatikan sekitar, segera menoleh. Alisnya terangkat sedikit, jelas terkejut melihat pria itu ada di sana. "Tuan Ash, Anda di sini?" tanyanya.Ash mengangguk, lalu menjawab singkat, "Helena mengabariku."Baru saat itulah tatapan Ash beralih ke Kevin. Dia menilai pria itu dari ujung kepala hingga k

  • MENJEMPUT ISTRIKU   083 Rapat Tahunan 3

    **Bab 083 Rapat Tahunan 2**Ruangan kembali sunyi sejenak setelah pernyataan Vadim. Kata-katanya tidak menyudutkan secara langsung, tetapi cukup untuk membuat semua orang merenung.Cavero menatap Aldrich dengan ekspresi netral. "Saya ingin bertanya satu hal, Count Veraga. Jika selatan ingin diberik

  • MENJEMPUT ISTRIKU   082 Rapat Tahunan

    **Bab 082 Rapat Tahunan**Tegang menyelimuti para bangsawan selatan seketika itu juga ketika Cavero akhirnya menunjuk giliran mereka untuk tampil bersuara setelah diam hampir di sepanjang rapat.Cavero menatap Aldrich dengan penuh perhatian. Jawaban yang diberikan perwakilan selatan barusan tidak l

  • MENJEMPUT ISTRIKU   081 Dampak

    **Bab 081 Dampak****Di barak para prajurit**''Yang benar saja...'' ujar Kevin dengan nada kesal, matanya menyapu ruangan yang terasa begitu berat oleh ketegangan.''Apa? Baru datang dan langsung mengeluh...'' sahut Saihan, nada suaranya tajam, tak kalah kesal.''Justru itu! Setelah sebulan penuh

  • MENJEMPUT ISTRIKU   080 Kerja Sama

    **Bab 080 Kerja Sama**Siang itu, sinar matahari yang masuk melalui jendela besar ruang kerja Alwyn tidak cukup untuk menghangatkan suasana. Ketegangan memenuhi udara, seakan ruangan itu semakin sempit akibat amarah yang beradu."Tuan Alwyn!" suara Saihan meledak, penuh kemarahan. Ia berdiri di depa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status