LOGINMenjadi istri yang sebelumnya berstatus janda di keluarga konglomerat bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan masuk dalam jeratan pernikahan yang sedingin es. Hidup sebagai anak penurut, Arumi terpaksa menikah untuk kedua kalinya demi bakti pada sang ayah, tanpa tahu bahwa Garendra—suami barunya— hanya menganggap wanita itu sebagai pajangan tak berharga. Sampai akhirnya di suatu malam, minuman Garendra dicampur obat oleh mantan kekasihnya sendiri—Bianca—yang berniat menjebak. Namun, justru Arumi yang menjadi sasaran pelampiasan hasrat yang liar. "Arumi, kenapa kamu masih sesempit ini?"
View MoreMungkin yang dirasakan Angga saat ini bukan lagi sekadar kecewa kepada Marsya. Perasaan itu telah melewati batasnya. Yang tersisa hanyalah kemarahan yang terus membara setiap kali mengingat satu fakta yang baru saja terbongkar.Rahim Arumi bukan diangkat karena kondisinya sudah tidak dapat diselamatkan. Akan tetapi raim tersebut memang sengaja diangkat.Rahang Angga mengeras. Urat di pelipisnya menonjol samar, sementara jemarinya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Selama bertahun-tahun ia mengabdi kepada Garendra, tetapi belum pernah sekalipun melihat Tuannya semurka hari ini. Dan untuk pertama kalinya, Angga berharap orang-orang yang terlibat dalam tragedi itu tidak pernah ditemukan. Sebab ketika Garendra telah mengetahui seluruh kebenaran, tidak akan ada lagi yang mampu menyelamatkan mereka.Garendra melangkah memasuki ruang Direktur Rumah Sakit Pelita Kasih tanpa mengetuk pintu.Aura dingin yang menguar dari tubuhnya seketika membuat udara di ruangan itu terasa
Garendra tidak lagi mengucapkan sepatah kata pun. Tatapannya tetap lurus ke depan, sedingin bongkahan es yang tak mampu ditembus oleh rasa iba. Sementara itu, Angga yang sejak tadi berdiri di sisi pintu segera melangkah mendekati Dokter Celline dengan wajah tanpa ekspresi. Cara pria itu menggulung lengan kemeja dan mengencangkan rahangnya sudah cukup membuat lutut sang dokter melemas."T-Tunggu!" seru Dokter Celline panik sambil mundur beberapa langkah hingga punggungnya membentur lemari arsip. "Ini rumah sakit! Anda tidak bisa bertindak semena-mena di sini!""Tidak bisa?" Garendra menyahut lirih, lalu tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak mencapai matanya. "Kenapa tidak bisa? Sejak pertama kali aku sudah melihat terlalu banyak orang yang berani bermain-main dengan nyawa istriku. Jadi, jangan bicara kepadaku tentang aturan.""Angga.""Siap, Tuan."Tanpa ragu, Angga mencengkeram pergelangan tangan Dokter Celline. Cengkeramannya kuat, cukup untuk membuat wanita itu meringis kes
Pintu ruang praktik Dokter Celline tertutup rapat begitu direktur rumah sakit membukanya dari luar. Aroma kopi yang mulai mendingin bercampur dengan wangi antiseptik memenuhi ruangan yang tidak terlalu luas itu. Berkas-berkas pasien tertata rapi di atas meja kerja, sementara sebuah komputer masih menyala, menampilkan halaman rekam medis yang belum sempat ditutup. Tidak ada siapa pun yang menyangka bahwa ruangan yang biasanya dipenuhi konsultasi pasien itu, sore ini berubah menjadi tempat interogasi yang mencekam.Direktur rumah sakit mengusap peluh tipis di pelipisnya. "Dokter Celline, maaf mengganggu. Tuan Garendra ingin berbicara dengan Anda."Wanita berjas putih yang sedang menuliskan sesuatu itu spontan mengangkat kepala. Tatapannya langsung bertemu dengan sosok tinggi yang berdiri tegak di ambang pintu. Bola matanya membesar. Pena di tangannya terlepas dan jatuh menggelinding ke lantai."T-Tuan ... Anda—""Ya." Garendra memotong tanpa memberi kesempatan sedikit pun bagi wanita it
Mobil hitam itu meluncur mulus memasuki pelataran Rumah Sakit Pelita Kasih. Begitu roda berhenti sempurna di depan lobi utama, Garendra langsung membuka pintu tanpa menunggu Angga membukakannya. Langkahnya panjang dan mantap, memancarkan wibawa yang membuat beberapa orang di sekitar spontan menoleh. Jas hitam yang membalut tubuh tegapnya berkibar pelan diterpa angin, sementara sorot matanya menyapu bangunan rumah sakit itu dengan dingin, seolah sedang mencari sesuatu yang selama ini bersembunyi di balik dinding-dindingnya. Angga segera menyusul dari belakang. Ia memperhatikan punggung sang tuan yang terus berjalan tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan. Entah mengapa, sejak meninggalkan kantor tadi, firasatnya semakin tidak tenang. Garendra memang belum menjelaskan apa pun, tetapi cara pria itu menggertakkan rahang dan mengepalkan tangan sejak di perjalanan menjadi pertanda bahwa apa yang akan mereka temukan di sini bukan perkara sepele. Pintu otomatis terbuka. Aroma khas antisepti
Malam semakin larut, dan atmosfer di dalam ballroom mewah itu berubah menjadi lebih liar. Dentum musik orkestra berganti dengan irama jazz yang lebih progresif, sementara botol-botol sampanye terus dibuka. Gelak tawa para pria pemegang saham yang mulai mabuk berbaur dengan aroma cerutu mahal.Di su
Arumi tersentak. Kalimat Garendra barusan bukan sebuah sanjungan, melainkan serangan telak yang menghujam tepat ke ulu hatinya. Seolah ada penekanan yang kuat, jika di antara mereka ada jurang pemisah. “Benarkah? Bukankah kita berdua tahu alasannya kenapa kamu memilihnya?” Suara Bianca bergetar.
“Mas, maaf, sepertinya saya tidak bisa ikut ke pesta itu.” Arumi sedang menata makanan di atas meja makan. Bukan karena tak ada pelayan di rumah megah tersebut. Namun, bagi perempuan yang sudah menikah dua kali itu, menyediakan makanan untuk sang suami adalah sebuah kewajiban. Garendra mengerutka
Suara detak jam dinding di kediaman besar keluarga Wiratama terasa seperti ketukan palu yang menghakimi. Bagi Arumi, rumah megah itu bukanlah istana, melainkan sebuah museum sunyi di mana setiap langkah kaki harus diperhitungkan volumenya. Tiga hari telah berlalu sejak janji suci diucapkan, tapi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore