로그인Menjadi istri yang sebelumnya berstatus janda di keluarga konglomerat bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan masuk dalam jeratan pernikahan yang sedingin es. Hidup sebagai anak penurut, Arumi terpaksa menikah untuk kedua kalinya demi bakti pada sang ayah, tanpa tahu bahwa Garendra—suami barunya— hanya menganggap wanita itu sebagai pajangan tak berharga. Sampai akhirnya di suatu malam, minuman Garendra dicampur obat oleh mantan kekasihnya sendiri—Bianca—yang berniat menjebak. Namun, justru Arumi yang menjadi sasaran pelampiasan hasrat yang liar. "Arumi, kenapa kamu masih sesempit ini?"
더 보기Keheningan malam di kamar itu seketika pecah oleh hangat napas yang saling memburu. Sisa piyama sutra Arumi kini tersingkir, meninggalkan kulit mulusnya bertabrakan langsung dengan dingin udara kamar sebelum kehangatan tubuh Garendra kembali menyelimutinya. Tatapan pria itu begitu pekat, sarat akan kepemilikan yang tak lagi bisa ditawar. "Masih mau mengelak?" bisik Garendra di depan bibir Arumi yang terengah. "Sialan kau, Ren... brengsek," desis Arumi dengan suara tercekat. Umpatan yang keluar dari bibirnya tak lagi memiliki taring, justru berubah menjadi desahan pasrah saat bibir Garendra mengecup garis lehernya, turun perlahan membawa sensasi merinding yang menjalar ke seluruh sarafnya. Arumi berniat memukul bahu tegap itu sekali lagi, tetapi jemarinya justru kehilangan arah. Bukannya mendorong, kedua tangannya malah meremas kain kemeja Garendra yang telah kusut, menarik pria itu semakin rapat hingga tak ada lagi celah udara di antara dada mereka. Sentuhan kulit yang menyatu
Garendra melangkah lebar menyeberangi ruang tamu tanpa menghiraukan pukulan-pukulan kecil Arumi di dadanya, lalu menendang pintu kamar hingga terbuka lebar sebelum menghempaskan tubuh wanita itu perlahan di atas kasur. Sebelum Arumi sempat bergerak untuk bangkit, Garendra sudah mengungkung tubuhnya dari atas, memotong setiap celah untuk melarikan diri. "Garendra, hentikan! Kau tidak bisa seenaknya melakukan ini!" seru Arumi dengan napas terengah, mencoba mendorong dada bidang suaminya. Namun, tatapan tajam yang menghujam dari balik jarak sebegitu dekat membuat jemarinya mendadak kehilangan tenaga. Kenapa tubuhnya justru mengkhianati pikirannya sendiri? Ada kerinduan yang samar namun membakar di balik seluruh pertahanan dan sikap keras kepalanya selama ini. "Kenapa, Arumi? Kau mau berpura-pura tidak menginginkanku lagi?" bisik Garendra rendah, mengunci kedua pergelangan tangan Arumi di atas kepala dengan sebelah tangannya.Tanpa membuang waktu, tangan Garendra yang lain bergerak ce
Hampir satu minggu telah berlalu sejak pengakuan Arumi mengenai perlakuan Hendrawan terhadap dirinya. Garendra bahkan memutuskan untuk kembali memberi ruang pad Arumi. Sebab, pria itu tahu, ada terlalu banyak luka, terlalu banyak hal yang belum selesai Arumi tuntaskan, dan terlalu banyak perasaan yang sengaja wanita itu simpan di balik sikap keras kepala.Siang ini, Garendra kembali berdiri di depan rumah yang kini lebih sering dianggap Arumi sebagai tempat perlindungannya daripada rumah tangga mereka. Pria itu berdiri tegak di depan pintu dengan wajah setenang biasanya, seolah kedatangannya sama sekali bukan sesuatu yang perlu dipertanyakan. Namun, sorot matanya yang tajam menunjukkan bahwa kali ini dia datang bukan sekadar untuk berkunjung.Begitu pintu terbuka, Arumi langsung menemukan sosok suaminya berdiri di hadapannya.Wanita itu terdiam sesaat sebelum akhirnya melipat kedua tangannya di depan dada. Sebuah senyum tipis muncul di sudut bibirnya, tetapi senyum itu lebih menyerupa
"Apa kau bisa menjamin aku akan keluar dari sini, Sya?"Suara Celline terdengar begitu lirih, hampir tenggelam oleh kesunyian yang memenuhi ruangan. Namun, bagi Marsya, pertanyaan sederhana itu justru terasa jauh lebih menyakitkan daripada bentakan atau ancaman apa pun yang sebelumnya mereka terima. Ia menatap wajah Celline yang basah oleh air mata, melihat ketakutan yang begitu nyata di sana, dan untuk beberapa detik Marsya tidak mampu menemukan satu pun kata yang pantas untuk menjawabnya.Marsya menarik napas panjang. Perlahan, ia mendekat hingga duduk tepat di hadapan Celline, kemudian menggenggam kedua tangan wanita itu yang terasa dingin dan gemetar. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini," ucapnya jujur, membuat Celline kembali menundukkan kepala. Namun, Marsya segera mengangkat dagu sahabatnya itu, memaksanya untuk menatap kedua matanya. "Tapi ada satu hal yang bisa kujanjikan kepadamu, Celline. Aku akan mengeluarkanmu dari sini.""Bagaimana caranya?" Air mata kembal
Malam semakin larut, dan atmosfer di dalam ballroom mewah itu berubah menjadi lebih liar. Dentum musik orkestra berganti dengan irama jazz yang lebih progresif, sementara botol-botol sampanye terus dibuka. Gelak tawa para pria pemegang saham yang mulai mabuk berbaur dengan aroma cerutu mahal.Di su
Arumi tersentak. Kalimat Garendra barusan bukan sebuah sanjungan, melainkan serangan telak yang menghujam tepat ke ulu hatinya. Seolah ada penekanan yang kuat, jika di antara mereka ada jurang pemisah. “Benarkah? Bukankah kita berdua tahu alasannya kenapa kamu memilihnya?” Suara Bianca bergetar.
“Mas, maaf, sepertinya saya tidak bisa ikut ke pesta itu.” Arumi sedang menata makanan di atas meja makan. Bukan karena tak ada pelayan di rumah megah tersebut. Namun, bagi perempuan yang sudah menikah dua kali itu, menyediakan makanan untuk sang suami adalah sebuah kewajiban. Garendra mengerutka
Suara detak jam dinding di kediaman besar keluarga Wiratama terasa seperti ketukan palu yang menghakimi. Bagi Arumi, rumah megah itu bukanlah istana, melainkan sebuah museum sunyi di mana setiap langkah kaki harus diperhitungkan volumenya. Tiga hari telah berlalu sejak janji suci diucapkan, tapi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
평점
리뷰더 하기