Beranda / Romansa / MERAYU CEO JAGOAN / BAB 20 : Tawaran Masa Depan (Part 10)

Share

BAB 20 : Tawaran Masa Depan (Part 10)

Penulis: Hamfa Merman
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-15 21:39:41

“Semua orang selalu saja membandingkan aku dengan bajingan itu. Tidak sedikit pula yang melebih-lebihkan dia dibandingkan aku, termasuk dari keluarga besarku sendiri. Cih, apa hebatnya pria kaku sepertinya, hah?!” Jarjon Daryankor menggerutu dengan suara yang berat sebelum lanjut kembali membentak yang membuat Pak Diwar kembali terdiam.

Keheningan melanda seisi ruangan dengan raut wajah masamnya Jarjon Daryankor masih terukir di tempatnya. Segala macam ingatan tidak menyenangkan melanda pikiran
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 94 : Hadir (Part 4)

    Di tengah-tengah situasi itu, penjaga tua menyadari adanya sesuatu yang salah sekali. “Tidak bagus, hati-hati!” tegasnya merasa menemukan sesuatu yang harus diwaspadai oleh penjaga muda.Penjaga muda hanya bersikap sinis mendengar itu. “Dasar tua bangka, kau pasti berusaha menghentikanku karena ingin kebagian juga, kan? Jangan harap!” pikirnya terbesit dalam hati saja.Dia tinggal sedikit lagi memeluk Sariska Lianor dari arah belakang. Namun, segalanya tidak selamanya berjalan sesuai keinginan. Kejadian selanjutnya membuat masa depan penjaga muda menjadi sebuah pertanyaan besar.Burgh…!“Ceroboh!” ujar Sariska Lianor melayangkan tendangan ke arah belakang tepat menargetkan sosis miliknya penjaga muda itu.“Hah? Tunggu…, argh…!” ucap penjaga muda itu cukup terkejut sebelum akhirnya menjerit-jerit kesakitan.Dia terjatuh dan terguling-guling selayaknya sate kambing yang sedang dibakar hidup-hidup sambil memegangi anunya. Penjaga tua melihat itu malah ikutan merasa nyeri ketika membayang

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 93 : Hadir (Part 3)

    “Bagaimana mungkin kami bisa menerima kenyataan ini kalau nantinya sama-sama harus menerima sangsi dari Tuan Muda?!”“Diamlah! Lihat itu, wanita muda yang melarikan diri sudah berada dekat dengan pintu keluar! Cepat informasikan hal ini kepada yang lainnya!”“Oh tidak, sialnya hidupku!”Para pengawas saling berdebat sebelum akhirnya jatuh dalam kepanikannya sendiri. Dengan terburu-buru, mereka kembali menginformasikan kalau Sariska Lianor telah berada beberapa langkah lagi dari pintu keluar. Para penjaga yang ada di sana segera berbalik dan menunggu kedatangannya Sariska Lianor.“Hei, apakah orang yang kabur ini akan ke sini?”“Ya jelaslah! Hanya ini saja pintu keluar yang ada di seluruh sisi kediaman pribadi ini. Lagi pula, orang yang melarikan diri ini pasti salah satu wanita penghibur yang baru saja datang tadi pagi. Kau seharusnya masih ingat dengan mereka, kan?”“Oh itu! Aku ingat sekarang. Meski begitu, hanya ada satu pintu keluar yang tersedia di tempat ini benar-benar terasa s

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 92 : Hadir (Part 2)

    Para pengawas yang melihat itu melalui layar besar dibuat melongo. Mereka tidak menyangka kalau Sariska Lianor benar-benar menjatuhkan seorang penjaga dengan sekali tendangan saja. Sesuatu yang sangat tak terduga terjadi begitu saja tanpa ada pihak mana pun yang dapat menghentikannya.“Apa-apaan sebenarnya wanita ini?! Bisa-bisanya dia menjatuhkan dalam sekali tendangan. Apakah dia wanita yang sama dengan yang sebelumnya ditiduri oleh Tuan Muda? Benar-benar absurd dan sangat mustahil terjadi!”“Tidak perlu banyak alasan. Yang terjadi biarlah terjadi. Segera berikan himbauan terbaru!”“Baiklah!”Para pengawas saling berkomentar, tapi hanya sesaat saja sebelum akhirnya fokus kembali dengan tugas mereka masing-masing.“Pemberitahuan terbaru. Target dicegat oleh dua penjaga, tapi berhasil lolos setelah membuat salah penjaga jatuh pingsan dalam sekali tendangan. Harap berhati-hati dan tetap waspada! Saat ini, target dikejar menuju ke sisi …. Semuanya harus bekerja sama untuk menangkapnya!”

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 91 : Hadir (Part 1)

    “Baik, Pak!” sahut para pengawas lainnya segera berpencar.Bu Risma yang terbaring lemas di dalam kamarnya dibuat menyipitkan matanya ketika mendengar pemberitahuan itu. “Apa-apaan itu? Ada-ada saja hal absurdnya semacam ini di tempat mewah ini? Mungkinkah ini langkah pencegahan agar orang sepertiku tidak bisa keluar seenaknya tanpa izin?” gumam Bu Risma merasa tak nyaman.Dilihat dari sudut mana pun, perlakuan seperti ini sudah seperti penjara saja di mana para penghuninya diawasi dengan sangat ketatnya sehingga melarikan diri saja seolah tidak mungkin sama sekali. Segalanya tampak semakin membuat Bu Risma kehilangan pikiran liarnya.“Karena begini, aku tidak akan bisa melarikan diri. Dengan demikian, aku tidak punya pilihan selain fokus dengan keamananku sendiri. Kalau saja aku terlena, bisa musnahlah aku sia-sia di tempat ini! Urgh, sialan!” ujarnya mencaci maki nasib malangnya sendiri sambil menahan rasa sakit di goa tersembunyi miliknya.Di tempat lain, para penjaga kediaman prib

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 90 : Misi Utama (Part 10)

    Para pengawas lainnya juga tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. “Pak Diwar benar-benar sialan! Cepat hubungi dia sekali lagi! Entahlah, siapa pun bisa mencobanya! Kalau masih gagal, terpaksa mengaktifkan alarm tanda bahaya tingkat tinggi!” tegas pengawas lainnya.“Baik, Pak!” jawab para pengawas segera mengantri untuk menghubungi Pak Diwar.Di sisi lain, para pengawas pemberontak yang kini tengah menuju ke arah kamarnya Sariska Lianor terlihat semakin mempercepat langkah kakinya. Jelas sangat terburu-buru seolah ada sesuatu yang harus mereka kejar dan tidak boleh sampai kehilangan jejaknya.“Cepatlah! Jangan lambat sedetikpun kalau tidak ingin atasan kita yang bejat dan tidak tahu diri itu! Kita tidak bisa diam saja ketika melihat dewi yang indah dinodai susunan tulang tua rapuh yang kulitnya sudah bau bangkai itu, hmph!” tegas pengawas yang memimpin rombongan pemberontak tersebut.“Siap, Pak!” sahut para bawahan yang mengikutinya.“Cepat, lari! Kita tidak ingin menunda

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 89 : Misi Utama (Part 9)

    “Hei, mau ke mana kalian? Jangan gegabah seperti ini! Mau bagaimana pun juga, Pak Diwar tetaplah atasan kita. Apakah kalian ingin dipecat gara-gara ini, huh?!” tegas salah satu pengawas yang merasa sudah terlalu absurd kalau ikut campur segala terkait urusannya Pak Diwar.“Halah, kamu hanyalah pengecut. Kalian bisa duduk diam di sini saja. Kami tidak ingin sepertimu. Tidak perlu lagi, ayo pergi sekarang!” tegas salah satu dari mereka yang memimpin rombongan itu keluar dari sana dan pergi begitu saja.“Urgh, sialan! Kalian pikir bisa seenaknya sendiri. Lihat dan tunggu saja apa akibatnya, hmph!” tegas salah satu pengawas setia yang menentang aksi semena-mena tersebut.Para bawahan terbelah menjadi dua kubu. Satu sisi tetap memilih untuk diam di ruang pengawas sedangkan yang lainnya telah turun ke medan perang. Tentu saja bukan medan perang secara harfiah. Medan perang yang dimaksud adalah merebutkan wanita penghibur yang cantik untuk ditiduri oleh siapa.Jelas jauh sekali dari kata ter

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status