ホーム / Romansa / MERAYU CEO JAGOAN / BAB 3 : Wanita Malam (Part 3)

共有

BAB 3 : Wanita Malam (Part 3)

作者: Hamfa Merman
last update 最終更新日: 2025-11-18 16:44:36

Napas naik turun yang tidak karuan terus terjadi selama beberapa saat ketika keduanya saling berpelukan hangat. Hawa sekitar berpendingin ruangan, seharusnya sejuk dan menghilangkan segala macam bentuk keringat membandel. Namun, kegiatan tercela kedua sejoli tersebut seolah melawan hukum alam yang ada di dalam ruangan tersebut.

Meski begitu, udara ruangan yang dingin sudah cukup melenyapkan tetesan keringat yang dihasilkan oleh keduanya. Pria bejat yang seharusnya kelelahan ternyata masih saja memiliki sisa-sisa nafsu dalam jiwanya. Bibirnya dengan ganas mengecup pipi hingga bibir merah meronanya Sariska Lianor.

Di sisi lain, Sariska Lianor benar-benar kelelahan ekstrim. Wanita cantik tersebut hanya bisa pasrah mengikuti alur keinginan pelanggan setianya tersebut. Keduanya tetap dalam posisi duduk di atas sofa dengan pelukan dan kecupan hangat terus berlanjut tanpa jeda sesaat pun.

“Muah…! Su–sudah, Pak! Istirahat dulu! Sariska benar-benar kelelahan melayani Bapak! Biar Sariska bawakan minuman dahulu untuk Bapak, sekalian mengisi kembali tenaga yang habis dikeluarkan sebelumnya!” ujar Sariska Lianor dengan lembut sambil berusaha melepaskan diri dari rangkulan pria bejat tersebut.

Pria bejat itu tersenyum puas dan membalas, “Haha, benar-benar pelayanan kelas atas, selalu memuaskan para pelanggan! Bagus sekali, Sariska! Ambilkan saya minuman air mineral dingin ditambah minuman apa pun yang manis di lidah, persis semanis hubungan panas kita sebelumnya!”

Sariska Lianor tersenyum cantik, “Bapak bisa saja kalau bercanda, Sariska benar-benar malu mendengarnya.”

“Buat apa malu segala? Nasi sudah jadi bubur, fakta itulah yang aku rasakan sebelumnya. Bukankah kamu juga menikmati sensasi panas sebelumnya? Atau mungkinkah, hentakanku masih belum cukup memuaskan ragamu?” Pria bejat itu berkata-kata sambil tersenyum tipis di mana telapak tangannya masih berkeliaran mengelus-elus seluruh kulit putih mulus dan bening miliknya Sariska.

Sariska Lianor tersenyum, tapi hatinya berkata lain. “Pria bejat seperti inilah yang sebenarnya menjadi fakta di dunia nyata. Semua pria pada kenyataannya hanyalah monster ganas yang penuh hasrat dan nafsu membara. Demi harta, tahta, dan wanita, semua pria di dunia ini rela melakukan apa pun untuk mendapatkannya! Pria bukanlah manusia, mereka hanyalah binatang buas rendahan yang mengacaukan segalanya!”

Rasa jijiknya semakin dalam mendengar perkataan pria bejat tersebut. Lagi pula, Sariska Lianor tahu betul kalau pria yang menjadi pelanggan setianya ini sudah punya istri dan keluarga sendiri yang menunggu kepulangannya. 

Namun, hingga larut malam pukul delapan seperti inilah, sosok pria bejat ini malah memposisikan dirinya bersenggama dengan wanita lain. Meski begitu, Sariska Lianor tidak berkomentar lebih jauh. Walaupun pengalaman hidupnya hancur karena perselingkuhan sang ayah, Sariska Lianor tetap bekerja sebagaimana mestinya seorang wanita penghibur.

Melayani setiap pelanggan yang menyewa raganya dengan lemah lembut, senyuman hangat, dan segenap kemampuan terbaiknya. Tak peduli siapa pelanggannya, asal usulnya, sudah punya istri atau tidak, kriminal atau bukan, selama mereka punya uang untuk membayar, Sariska Lianor tetap menerima pesanan tersebut.

“Hmm? Mengapa malah bengong sambil senyum-senyum sendiri? Jangan-jangan, kamu benar-benar belum puas dihentak olehku, Sariska?” tanya pria bejat tersebut dengan bersemangat.

Sariska Lianor tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Akal sehatnya pria bejat tersebut seolah meledak dan kembali kabur seperti butiran pasir yang bertaburan di mana-mana. Sosis kekar miliknya yang sebelumnya meredup seolah kembali mendapatkan kekuatan tempurnya.

“Haha, benar-benar wanita perhatian! Izinkan aku melumat ragamu sekali la–!” Pria bejat itu berhenti berkata-kata ketika jari telunjuknya Sariska Lianor menyentuh bibir pria itu, tanda untuk diam terlebih dahulu.

“Tidak perlu terburu-buru, Pak! Sariska ambilkan minuman terlebih dahulu, biar tenaganya Bapak bisa kembali maksimal!” ucap Sariska Lianor dengan lembut dan senyum merona.

Pria hidung belang semakin panas bagian dalam isi dadanya, ingin sekali langsung melumat habis-habisan Sariska Lianor saat itu juga. Namun, pria bejat itu menahan diri sebaik mungkin.

“Ya sudah! Kalau begitu, cepatlah ambilkan aku minumannya! Biar diriku yang perkasa ini bisa maksimal melumat seluruh tubuhmu untuk sekali lagi!” tegas pria bejat tersebut melepaskan pelukannya.

“Sabar, Pak! Sariska pakai pakaian dahulu!” sahut Sariska Lianor perlahan-lahan bangkit dari posisinya.

Wanita itu mengenakan kembali pakaian seksinya, tentu saja tidak perlu semuanya seperti pakaian dalam yaitu bra dan celana dalam miliknya. Pria bejat tersebut terus memandangi sosok cantik jelita Sariska Lianor yang lemah gemulai ketika sedang mengenakan pakaiannya.

“Cepatlah, Sariska! Bagian bawahku sudah kembali bangkit dan mengeras lagi nih!” Pria bejat itu berkata dengan tegas tanpa rasa malu sedikit pun.

“Iya, iya! Tunggu saja kedatangan Sariska ya, Pak! Gak lama kok!” sahut Sariska dengan santai berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut.

Sebelumnya, ternyata Sariska Lianor dan pria bejat tersebut berada di salah satu kamar yang ada di lantai atas kafe tempatnya Sariska Lianor bekerja. Sariska Lianor yang baru keluar dari dalam kamarnya, melihat sekelilingnya.

Ada beberapa pasangan yang jelas wanitanya merupakan wanita penghibur sama seperti Sariska Lianor. Mereka melayani para pria hidung belang yang sudah memesan layanan penghangat ranjang. Beberapa di antara pria bejat tersebut bahkan tidak bisa menahan hasratnya sepanjang perjalanan menuju kamar pesanan mereka.

Alhasil, aksi ciuman hangat, meraba-raba seluk tubuh, dan bahkan sampai benar-benar melakukan aksi sodok menyodok di sela-sela lorong. Meski malu dalam hatinya, para wanita malam tersebut hanya bisa pasrah dan tetap melayani pelanggan masing-masing sepenuh hati.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 93 : Hadir (Part 3)

    “Bagaimana mungkin kami bisa menerima kenyataan ini kalau nantinya sama-sama harus menerima sangsi dari Tuan Muda?!”“Diamlah! Lihat itu, wanita muda yang melarikan diri sudah berada dekat dengan pintu keluar! Cepat informasikan hal ini kepada yang lainnya!”“Oh tidak, sialnya hidupku!”Para pengawas saling berdebat sebelum akhirnya jatuh dalam kepanikannya sendiri. Dengan terburu-buru, mereka kembali menginformasikan kalau Sariska Lianor telah berada beberapa langkah lagi dari pintu keluar. Para penjaga yang ada di sana segera berbalik dan menunggu kedatangannya Sariska Lianor.“Hei, apakah orang yang kabur ini akan ke sini?”“Ya jelaslah! Hanya ini saja pintu keluar yang ada di seluruh sisi kediaman pribadi ini. Lagi pula, orang yang melarikan diri ini pasti salah satu wanita penghibur yang baru saja datang tadi pagi. Kau seharusnya masih ingat dengan mereka, kan?”“Oh itu! Aku ingat sekarang. Meski begitu, hanya ada satu pintu keluar yang tersedia di tempat ini benar-benar terasa s

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 92 : Hadir (Part 2)

    Para pengawas yang melihat itu melalui layar besar dibuat melongo. Mereka tidak menyangka kalau Sariska Lianor benar-benar menjatuhkan seorang penjaga dengan sekali tendangan saja. Sesuatu yang sangat tak terduga terjadi begitu saja tanpa ada pihak mana pun yang dapat menghentikannya.“Apa-apaan sebenarnya wanita ini?! Bisa-bisanya dia menjatuhkan dalam sekali tendangan. Apakah dia wanita yang sama dengan yang sebelumnya ditiduri oleh Tuan Muda? Benar-benar absurd dan sangat mustahil terjadi!”“Tidak perlu banyak alasan. Yang terjadi biarlah terjadi. Segera berikan himbauan terbaru!”“Baiklah!”Para pengawas saling berkomentar, tapi hanya sesaat saja sebelum akhirnya fokus kembali dengan tugas mereka masing-masing.“Pemberitahuan terbaru. Target dicegat oleh dua penjaga, tapi berhasil lolos setelah membuat salah penjaga jatuh pingsan dalam sekali tendangan. Harap berhati-hati dan tetap waspada! Saat ini, target dikejar menuju ke sisi …. Semuanya harus bekerja sama untuk menangkapnya!”

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 91 : Hadir (Part 1)

    “Baik, Pak!” sahut para pengawas lainnya segera berpencar.Bu Risma yang terbaring lemas di dalam kamarnya dibuat menyipitkan matanya ketika mendengar pemberitahuan itu. “Apa-apaan itu? Ada-ada saja hal absurdnya semacam ini di tempat mewah ini? Mungkinkah ini langkah pencegahan agar orang sepertiku tidak bisa keluar seenaknya tanpa izin?” gumam Bu Risma merasa tak nyaman.Dilihat dari sudut mana pun, perlakuan seperti ini sudah seperti penjara saja di mana para penghuninya diawasi dengan sangat ketatnya sehingga melarikan diri saja seolah tidak mungkin sama sekali. Segalanya tampak semakin membuat Bu Risma kehilangan pikiran liarnya.“Karena begini, aku tidak akan bisa melarikan diri. Dengan demikian, aku tidak punya pilihan selain fokus dengan keamananku sendiri. Kalau saja aku terlena, bisa musnahlah aku sia-sia di tempat ini! Urgh, sialan!” ujarnya mencaci maki nasib malangnya sendiri sambil menahan rasa sakit di goa tersembunyi miliknya.Di tempat lain, para penjaga kediaman prib

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 90 : Misi Utama (Part 10)

    Para pengawas lainnya juga tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. “Pak Diwar benar-benar sialan! Cepat hubungi dia sekali lagi! Entahlah, siapa pun bisa mencobanya! Kalau masih gagal, terpaksa mengaktifkan alarm tanda bahaya tingkat tinggi!” tegas pengawas lainnya.“Baik, Pak!” jawab para pengawas segera mengantri untuk menghubungi Pak Diwar.Di sisi lain, para pengawas pemberontak yang kini tengah menuju ke arah kamarnya Sariska Lianor terlihat semakin mempercepat langkah kakinya. Jelas sangat terburu-buru seolah ada sesuatu yang harus mereka kejar dan tidak boleh sampai kehilangan jejaknya.“Cepatlah! Jangan lambat sedetikpun kalau tidak ingin atasan kita yang bejat dan tidak tahu diri itu! Kita tidak bisa diam saja ketika melihat dewi yang indah dinodai susunan tulang tua rapuh yang kulitnya sudah bau bangkai itu, hmph!” tegas pengawas yang memimpin rombongan pemberontak tersebut.“Siap, Pak!” sahut para bawahan yang mengikutinya.“Cepat, lari! Kita tidak ingin menunda

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 89 : Misi Utama (Part 9)

    “Hei, mau ke mana kalian? Jangan gegabah seperti ini! Mau bagaimana pun juga, Pak Diwar tetaplah atasan kita. Apakah kalian ingin dipecat gara-gara ini, huh?!” tegas salah satu pengawas yang merasa sudah terlalu absurd kalau ikut campur segala terkait urusannya Pak Diwar.“Halah, kamu hanyalah pengecut. Kalian bisa duduk diam di sini saja. Kami tidak ingin sepertimu. Tidak perlu lagi, ayo pergi sekarang!” tegas salah satu dari mereka yang memimpin rombongan itu keluar dari sana dan pergi begitu saja.“Urgh, sialan! Kalian pikir bisa seenaknya sendiri. Lihat dan tunggu saja apa akibatnya, hmph!” tegas salah satu pengawas setia yang menentang aksi semena-mena tersebut.Para bawahan terbelah menjadi dua kubu. Satu sisi tetap memilih untuk diam di ruang pengawas sedangkan yang lainnya telah turun ke medan perang. Tentu saja bukan medan perang secara harfiah. Medan perang yang dimaksud adalah merebutkan wanita penghibur yang cantik untuk ditiduri oleh siapa.Jelas jauh sekali dari kata ter

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 88 : Misi Utama (Part 8)

    Jarjon Daryankor tiba-tiba berhenti di tempatnya. Dia langsung menoleh ke arah Pak Diwar dengan tatapan yang serius. “Hmm…, bukankah kamu terlalu penasaran, Pak Diwar? Seharusnya, kamu cukup berkata sanggup atau tidak saja. Tentunya, kalau terlalu sering berkata tidak, ada konsekuensi yang cukup berat!” ucapnya dengan dingin.Pak Diwar dibuat terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi. Memang pada kenyataannya seperti itulah karakternya Jarjon Daryankor. Tanpa kompromi dan tidak suka terlalu bertele-tele. Ketika ia memberikan perintah atau menginginkan sesuatu, Jarjon Daryankor sangat jelas maksudnya.Maksud yang tidak lain merupakan kepatuhan secara penuh tanpa basa-basi pertanyaan segala. Pak Diwar yang melihat tatapan serius, datar, dan sangat dingin itu sedikit bergetar di dalam hatinya.“Ten, tentu saja, Tuan Muda! Maaf atas kelancangan saya! Setibanya Tuan Muda di kediaman pribadi, saya akan langsung mengirimkan video rekaman dan siap membahas diskusi apa pun itu dengan Anda!” uja

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status