Home / Romansa / MERAYU CEO JAGOAN / BAB 2 : Wanita Malam (Part 2)

Share

BAB 2 : Wanita Malam (Part 2)

Author: Hamfa Merman
last update Last Updated: 2025-11-18 16:43:55

Jika dibandingkan dengan paras cantik dan tubuh elegannya Sariska Lianor dengan selingkuhannya sang ayah, jelas ibarat langit dan bumi. Sariska Lianor ribuan kali lebih unggul hanya dari paras cantiknya saja. Sayangnya, sang ayah lebih tertarik dengan status dan harta kekayaan saja.

Pasalnya, sang ayah memang hanya seorang satpam biasa, berpenghasilan rendah. Pernikahan ayah dan ibunya dahulu juga karena sang ibu jauh lebih kaya dari ayahnya. Sayangnya, orang tua sang ibu meninggal dunia sehingga tidak ada lagi penghasilan tambahan.

Sejak saat itulah, sang ayah sering memarahi sang ibu berulang kali hingga perceraian keduanya pun tidak lagi terelakkan setelah sang ayah menemukan pengganti baru yang merupakan pegawai pembantu rumah di salah satu kediaman milik Keluarga Daryankor.

Sang ayah mendapatkan tawaran menjadi satpam di tempat itu juga. Meski tidak berguna, sang ayah memang memiliki postur tubuh yang tinggi dan kekar serta wajah yang lumayan tampan. Boleh jadi, karena DNA inilah yang membuat Sariska Lianor menjadi tubuh tinggi dengan paras cantik luar biasa.

Dengan polosnya, kehadiran Sariska Lianor di Kafe Layanan Malam menjadi sorotan mata orang-orang di sekitarnya. Tanpa basa-basi, seorang penyeleksi memanggil Sariska Lianor untuk di interview dengan satu pertanyaan yang sangat mengejutkan bahkan masih teringat jelas dalam ingatannya Sariska Lianor hingga detik ini.

“Apakah kamu bersedia menjadi wanita penghibur? Kalau iya, kamu diterima kerja di sini dengan bayaran tetap sepuluh juta rupiah ditambah bagi hasil lima puluh persen atas layanan sebagai wanita penghibur. Kalau kamu tidak mau, maka tempat ini bukan untukmu. Dengan kata lain, silahkan pulang saja!”

Itulah pertanyaan yang membuat dunia alam bawah sadarnya Sariska Lianor yang selama ini menjadi tempatnya bernaung dan percayai benar-benar runtuh total sebelum digantikan dengan pandangan baru. Perselingkuhan ayahnya dan kondisi mendesak ibunya, membuat Sariska Lianor segera mengiyakan tawaran kerja di tempat terkutuk itu.

Begitulah akhirnya, Sariska Lianor yang perawan sebelumnya harus rela melepaskan kesuciannya tersebut demi segunung uang yang ditawarkannya. Sebagai wanita penghibur, Sariska Lianor memulai karirnya dari tidak tahu apa-apa hingga menjadi sosok primadona di kalangan kaum laknat tersebut.

Seluk beluk tubuhnya yang elegan, bergunung kembar, dan paras cantiknya kian menjadi sandaran utama dalam merintis karirnya. Meski masih awam kala itu, para pria beraroma neraka jahanam tersebut jelas sudah ahlinya menghadapi segala macam wanita cantik seperti Sariska Lianor.

Alhasil, tidak perlu melakukan apa pun, para pria hidung belang itu sendiri yang membantu Sariska Lianor menjalankan tugasnya, selayaknya wanita penghibur kelas kakap pada umumnya. Sariska Lianor juga mempelajari sendiri tentang bagaimana memuaskan dahaga membara para pria hidung belang yang menjadi pelanggannya tersebut.

Begitulah seterusnya, pundi-pundi cuan melonjak hingga menyentuh ratusan juta rupiah ketika sosoknya kian semakin terkenal. Pelanggan baru hingga pelanggan setia tak kunjung ada akhirnya, membuat satu rupiah yang dahulu sulit didapatkan oleh Sariska Lianor, berubah menjadi begitu mudahnya dia dapatkan saat ini.

Kenikmatan hakiki ketika berhubungan badan menjadi pengalaman baru serta dilema dalam pikirannya. Rasa jijik tetap melekat dalam hatinya, tak peduli seberapa nikmat yang dirasakan tubuh elegannya dalam buaian para pria hidung belang, persis seperti yang terjadi saat ini.

“Urgh…! Pelan-pelan, Pak! Ja–jangan terlalu terburu-buru, Pak! Durasi sewanya masih lama, ni–nikmati perlahan-lahan! Ah, ah…!” Sariska Lianor berkata dengan napas tersengal-sengal ketika raganya terus dipacu naik turun selayaknya menunggangi kuda liar.

Pria hidung belang yang masih lahap menyantap salah satu puncak kembar seketika tersenyum nakal. “Ehmm, lezat sekali tubuhmu ini, Sariska Lianor! Meski durasi sewanya masih lama, pria mana yang bisa menahan diri untuk buru-buru melepaskan hasratnya ketika dihadapkan dengan hidangan mewah yang lembut dan mulus seperti ini, kan?”

Tak berhenti sedikit pun, pria bejat tersebut semakin ganas memacu hentakan pinggulnya ketika berulang kali memasukkan sosis keras miliknya ke dalam goa tersembunyi yang lembut dan kenyal tersebut.

“Ah, ah…!” Sariska Lianor hanya bisa terus mendesah setiap kali hentakan ganas membuatnya kehilangan akal sehatnya.

Kenikmatan duniawi yang tidak bisa disangkal seolah tak terhentikan ketika menyusup ke dalam setiap sel-sel dalam tubuhnya yang kian memanas dan bergejolak seiring interaksi sosial antara dua makhluk buas yang semakin intens tersebut.

“Pria bejat, semua pria pasti bejat! Namun, sensasi sentuhan ganas pria bejat seperti inilah yang memang pada dasarnya tidak bisa ditakar akal sehat. Perasaan yang tidak ada bandingannya berlapiskan kenikmatan hakiki yang dihasilkan oleh sodokan sosis kekar milik mereka, benar-benar luar biasa!” pikir Sariska Lianor dalam benaknya sambil terbawa suasana panas tersebut.

Namun, selayaknya kata pepatah, tidak ada kenikmatan yang kekal di dunia ini, sebab semuanya akan menemui akhirnya bila waktunya telah tiba. Benar saja, pria hidung belang yang tampak ganas sebelumnya semakin melemah seiring dengan habisnya tenaga dalam tubuhnya.

“Urgh…! Kurgh…! Si–sialan, sudah tak kuasa lagi aku menahan diri. Sariska Lianor, diriku yang perkasa ini benar-benar berhasil kau taklukkan! Terima hentakan terakhirku ini, hiyah…!” ucap pria laknat tersebut sebelum memacu kecepatan hentakannya hingga maksimal.

“Ah, ah, ti–tidak…!” Sariska Lianor semakin tak waras ketika merasakan hentakan terakhir yang menghujam goa tersembunyi miliknya tersebut.

Cairan lengket segera keluar dari masing-masing sarang dua sejoli biadab tersebut dengan liarnya seolah tak bisa dibendung oleh tembok besar cina sekali pun.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 58 : Terpilih (Part 8)

    Para wanita penghibur di hadapannya dibuat tak berdaya sampai menggigit bibirnya sendiri. Di sisi lain, Pak Diwar tetap tenang menganggukkan kepalanya. “Tuan Muda memang sangat tepat sekali. Terlepas dari saran saya untuk memberikan cadangan, mereka tampaknya masih jauh dari itu. Kalau dipaksakan, hanya akan menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu nantinya!” ucap Pak Diwar tanpa ragu-ragu sedikit pun.Jarjon Daryankor memejamkan matanya sambil mengangguk sedikit. “Baiklah, kalian semua boleh kembali ke tempat duduk masing-masing! Giliran selanjutnya para wanita penghibur peringkat kedua. Kalian bisa maju ke depan!” tegas Jarjon Daryankor membuka matanya dan menatap ke arah para wanita penghibur di tempat duduk dan langsung mengabaikan para wanita penghibur peringkat satu di hadapannya tersebut.Para wanita penghibur peringkat dua seperti Bu Risma perlahan-lahan bangkit dari tempat duduknya masing-masing dengan berbagai macam perasaan campur aduk. Sudah jelas kalau mereka semua merasa

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 57 : Terpilih (Part 7)

    Namun, dibalik semua itu, Sariska Lianor jelas yang paling panik di antara mereka semua. Pemikirannya Bu Risma ternyata tidak unik untuknya saja. Entah mengapa, Sariska Lianor juga ikut-ikutan memikirkan hal yang serupa.“Du, dua pelanggan! Siapa lagi yang kedua kalau statusnya tidak kalah dengan Tuan Muda Jarjon Daryankor itu sendiri? Mustahil kalau ada sosok lainnya di sini. Seingatku, Jarjon Daryankor adalah putra tunggal dari Kepala Keluarga Daryankor saat ini?! Dengan ini bisa dipastikan, pelanggan kedua kemungkinan besar adalah ayahnya. Urgh, apa mungkin hal ini bisa terjadi?!” pikir Sariska Lianor menjadi berantakan dengan liar dan tidak terkendali.Meski berpengalaman selama lima tahun bekerja sebagai wanita penghibur, Sariska Lianor tidak pernah berada di posisi di mana dia harus merelakan tubuhnya untuk dinikmati oleh dua orang pria bejat sekaligus. Sariska Lianor selalu menghindari hal itu dan memilih satu pelanggan setiap pemesanan layanannya di dalam satu kamar sewa.Tida

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 56 : Terpilih (Part 6)

    “Ehem! Jadi namamu Sariska Lianor, hmm…. Tidak diragukan lagi, namamu sudah menyiratkan betapa indahnya kamu! Kalau begitu, kamu akan dipilih menjadi kandidat utama. Silahkan kembali duduk di tempatmu sebelumnya! Setelah ini, kamu dapat langsung ikut denganku!” tegas Jarjon Daryankor tampak berusaha bersikap wibawa meski senyum dan eskpresi wajahnya sudah bisa dideteksi betapa bernafsu dia.Para wanita penghibur yang mendengar dan menyaksikan semua itu hanya bisa terdiam. Dalam hati dan pikiran, segala macam keluhan serta cacian muncul dan menumpuk di sana. Seandainya langsung diutarakan dengan berterus terang, kemungkinan akan menimbulkan Tsunami raksasa bukannya hal yang mustahil sama sekali.Bu Risma menjadi yang paling jengkel ketika mendengar Jarjon Daryankor memuji dan sekaligus memilih Sariska Lianor begitu saja menjadi yang pertama di depan banyak kandidat lainnya. “Kenapa, kenapa selalu kamu yang selangkah di depanku, Sariska Lianor?! Bagaimana bisa dunia ini adil kalau terus

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 55 : Terpilih (Part 5)

    Jarjon Daryankor terdiam dan tidak menjawab perkataannya Pak Diwar. Dalam keheningan tersebut, tatapan matanya seolah terikat erat dengan Sariska Lianor. Melihat hal itu, Pak Diwar yang tidak peka perlahan-lahan akhirnya paham juga. Dengan cepat, Pak Diwar segera mengingatkan.“Tuan Muda, sebaiknya Anda harus lebih bijaksana dan fokus dengan tujuan sebenarnya! Semakin bagus bibit yang digunakan, maka hasil panennya tidak akan mengkhianati prosesnya. Kalau Tuan Muda mengesampingkan wanita dengan kualitas tinggi seperti ini, bukankah kemungkinan misi kita gagal nantinya akan jauh lebih tinggi!” tegas Pak Diwar yang membuat Jarjon Daryankor mengedipkan matanya.Namun, perkataan Pak Diwar seolah belum cukup menyadarkan Jarjon Daryankor dari lamunan liarnya tersebut. “Tuan Muda, jangan lupakan betapa besar penderitaan Anda selama ini! Darbas Liankora bukan pria biasa yang bisa ditipu dengan bibit kualitas yang biasa-biasa saja. Selama wanita ini yang kita gunakan, saya merasa cukup percaya

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 54 : Terpilih (Part 4)

    Pak Diwar menyipitkan matanya ketika melihat sosok Sariska Lianor setelah mencoba membandingkan dengan penampilan para wanita penghibur peringkat satu lainnya. “Hmm…, tidak disangka ada wanita seindah ini. Biarpun pakaian yang dikenakan terlalu formal dan jelas kalah seksi dibandingkan yang lainnya, tapi wajah hingga postur tubuhnya bisa dipastikan berada di barisan depan yang paling unggul! Tuan Muda, bagaimana menurutmu?” ucap Pak Diwar dengan tenang.Pak Jidan hampir menggertakkan giginya ketika mendengar itu. “Dasar bajingan! Cepat sekali lirikan matanya ketika menemukan mutiara terpendam seperti Sariska Lianor! Tampaknya memang hari ini adalah hari perpisahan! Aku harus memilih antara menjadi lebih dekat dengan Tuan Muda ataukah bertahan mencoba melindungi Sariska Lianor yang belum pasti apakah nantinya mau hidup denganku!” pikir Pak Jidan semakin berat hati saja.Jarjon Daryankor dengan aneh melirik ke arah Pak Diwar. “Apakah dia memang seindah itu? Menurutmu target kita akan te

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 53 : Terpilih (Part 3)

    Para wanita penghibur akhirnya terdiam dan tidak lagi berebut secara terang-terangan meski masih berlomba memiliki tempat duduk di barisan terdepan.Sariska Lianor dan Bu Risma saling melirik sebentar sebelum lanjut memilih tempat duduk yang saling berseberangan. Kepercayaan diri mereka tampak tidak terukur, walaupun sebenarnya mereka berdua juga tidak terlalu percaya diri sama sekali.“Apapun yang terjadi, aku harus terpilih!” batin Bu Risma menyakinkan dirinya sendiri.Sariska Lianor memejamkan matanya sambil merenung. “Tidak ada informasi terkait selera wanita dari sosok bernama Jarjon Daryankor ini. Sudah aku cari-cari di internet sejak kemarin sampai tadi selama perjalanan, masih saja tidak menemukan seleranya! Dengan kata lain, semua tergantung dengan keberuntunganku sendiri!” batin Sariska Lianor tampak sedikit pasrah dengan keadaan.Pak Jidan menghela napasnya dengan lega. “Kalian rapikan dahulu pakaian dan segala macam riasan di wajah kalian. Maksimal penampilan terbaik kalia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status