Share

KREK-KREK

Penulis: Catatan Ayra
last update Terakhir Diperbarui: 2021-10-03 10:47:05

Mayleen memijit-mijit alisnya, "sungguh pasangan yang serasi," gumam Mayleen merutuki Reina dan William.

Dirinya pun merebahkan diri di ranjang besarnya itu, air matanya terjatuh memikirkan kakaknya yang pasti sekarang tidur dengan tempat tidur kecil dan kasur yang tidak nyaman. Keluarganya benar-benar telah dihancurkan oleh William. 

Mayleen adalah Nona Muda dari keluarga Li, meski tidak sekaya dan sekuat keluarga Gu, namun keluarga Li juga bukan keluarga yang kesusahan. Pabrik pengalengan buah warisan dari orang tua mereka berjalan cukup baik, sementara kakaknya adalah dokter bedah jantung terbaik yang memiliki wajah tampan dan karir yang cemerlang, jenius di bidangnya. 

Namun sekarang semua itu telah menjadi pecah berkeping-keping tiada sisa semenjak jantung Lisa ada di dalam tubuhnya dan memompa segala gerak dan nafas dalam tubuhnya.

Meski merutuki William namun Mayleen harus tetap bersikap patuh dan baik, semua itu hanya demi Li Jancent yang telah menukar hidupnya untuk dirinya. Jadi seberapa pun kuatnya William menyakitinya, Mayleen akan tetap berdiri di tempatnya bagi batu karang besar yang ada di lautan, yang tertepa ombak setiap hari namun tetap berada di posisinya. 

Pagi-pagi sekali Mayleen dibangunkan oleh ketukan di pintu kamarnya, itu adalah kepala pelayan, "Paman Tang, ada apa?" tanya Mayleen dengan suara masih mengantuk.

"Nyonya, mulai hari ini atas perintah dari Tuan Muda maka setiap pagi Nona diharuskan untuk memasak sarapan," jawab Paman Tang. 

"Apa!?" ujar Mayleen terkejut dan langsung dalam kesadaran penuh. 

"Memasak?" tanya Mayleen memastikan. 

"Iya Nyonya," jawab Paman Tang.

Mayleen segera saja turun, dengan masih memakai kemeja selututnya, rambutnya dibuat sanggul asal, ada beberapa helai yang jatuh. Mayleen pun mulai memasak bubur jamur dan ayam. Lalu merebus beberapa telur. Mayleen juga mengambil susu dan juga juice jeruk. 

Juice jeruk adalah kesukaan William dan di setiap pagi harus menyajikan juice jeruk tersebut. Sementara susu adalah kesukaannya sedari kecil, karena kesehatan yang buruk, Li Jancent mewajibkan segelas susu sapi murni harus dihabiskan oleh Mayleen. 

"Nyonya biarkan pelayan yang menyajikan diatas meja," ujar Paman Tang.

"Jika begitu terima kasih Paman," jawab Mayleen seraya menyerahkan nampan besar yang berisi sarapan tersebut kepada pelayan yang ada di samping Paman Tang.

William dan Reina baru saja turun dari tangga. Reina dengan bangga menggandeng tangan William, Mayleen melihat mereka namun acuh tak acuh dan melewati mereka berdua begitu saja. 

William menggigit bibirnya, karena melihat Mayleen tadi memasak dengan hanya menggunakan kemeja selutut saja. Reina menarik William masuk ke dalam ruang makan. Paman Tang masuk dan menghidangkan minuman pendamping untuk Reina, sup herbal kesuburan rahim. Konon katanya jika dimakan setiap pagi maka akan baik untuk rahim. Ambisi Reina hanya satu, yakni mengandung anak William dan berencana menjadi Nyonya Muda di rumah utama ini. 

William memanggil Paman Tang dan membisikan sesuatu, "Singkirkan semua kemeja tidur dari lemari Nyonya!" perintah William. 

Hari ini Mayleen tidak memakai seragamnya, karena ingin mensurvey lokasi Resort baru yang akan dibuka lagi oleh Gu Corporation. Hari ini Maylen memakai celana selutut, kaos berwarna putih juga mamakai topi dengan rambut tetap dikuncir bergaya ekor kuda.

Mayleen memakai tas selempang dan sebuah sandal gunung yang tampak manis. Penampilan Mayleen nampak sempurna. Terlihat seperti seseorang yang tidak pernah memiliki penyakit jantung bawaan akut."Aku pergi," ujar Mayleen kepada suami dan selir yang baru dibawa oleh suaminya itu.

William melihat tas bekal makan yang Mayleen bawa, tadi ketika memasak Mayleen berpikir hari ini mereka akan pergi ke gunung, jadi sekalian saja membawa sarapan pagi untuk dirinya dan Gu Hansen. "Apa kau tidak sarapan dulu bersama kami?" tanya Reina dengan nada seperti sedang memberikan perhatian. 

"Tidak, aku sudah membuat bekal. Kami akan memakannya di jalan nanti," jawab Mayleen dengan tersenyum senang seraya menunjukan tas kotak bekal makanan yang ada di tangannya. 

Tak ingin membuat Gu Hansen menunggu, Mayleen segera saja bergegas keluar. Baru saja beberapa langkah Mayleen keluar, William malah mengejar langkah Mayleen. Kemarin ketika marah, William memberikan instruksi agar departemen marketing melakukan cek lokasi untuk resort baru mereka di hari sabtu pekan ini. 

Namun William tidak menyangka yang pergi selain  Mayleen ternyata  Gu Hansen juga ikut. Ketika Mayleen membuka pintu, dengan cepat William melangkah dan malah menarik lengan Mayleen. 

"Kau mau ke mana?" tanya-nya sembarang karena canggung. 

"Direktur Gu apa kau lupa? bukankah kau meminta team kami untuk melakukan survey di hari sabtu ini?" Jawab sekaligus tanya Mayleen. 

"Jika begitu, ayo!" ujar William seraya keluar dan masuk begitu saja  kedalam mobil Gu Hansen. 

Melihat bukan Mayleen yang duduk disebelahnya dan malah William yang duduk di sebelahnya tentu saja ini membuat Gu Hansen sedikit terkejut. Mayleen juga masuk dan duduk di kursi belakang, "Ada perubahan rencana," ujar Mayleen memberitahu dengan nada malas. 

Gu Hansen hanya bisa menghela napas tidak bisa melontarkan perkataan protes.  Tiba-tiba saja pintu mobil belakang terbuka lagi, dan Reina ikut duduk di kursi belakang, "Aku juga ikut," ujarnya. 

Mayleen menatapi Reina, "Dia ini benar-benar seekor ngengat," guma Rui dalam hati. 

Wajah kedua pria yang duduk di kursi depan tak kalah sengitnya dengan wajah cemberut Reina. Sementara Mayleen merasa kesal setengah hidup sembari memijit-mijit kedua pelipis alisnya.

Gu Hansen pun dengan rela tak rela melajukan mobilnya, dengan membawa dua ngengat yang tak diundang itu. Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, mereka pun tiba dilokasi. Udara sejuk mulai tercium, wangi aroma tanah yang baru saja terguyur hujan terasa sangat menyejukan hati.

Mayleen teringat bekal makannya, karena pagi-pagi sekali harus pergi, maka Gu Hansen pasti belum sarapan. Mayleen tadi membuat empat roti sandwich untuk mereka. Melihat istrinya mengambil kotak makannya, William langsung saja mengambil kotak makan tersebut dari tangan Mayleen. 

"Apa isinya?" tanya William dengan nada dingin. 

"Itu hanya sebuah sandwich," jawab ringan Mayleen.

"Jika begitu bukalah, aku ingin memakannya!" perintah William. 

Tadi ketika di rumah utama, William belum menyentuh sama sekali sarapan paginya, karena mengikuti istrinya dan Gu Hansen ke sini. Mayleen meletakan kotak bekal tersebut di atas kap mobil Gu Hansen. Lalu mengambil dua buah sandwich, satu diberikan kepada William, dan satu lagi diberikan kepada Gu Hansen.

William mengunyah roti sandwich itu dengan masih wajah cemberut dan pipi yang mengembul. Sementara Gu Hansen memakan roti tersebut dengan wajah tersenyum senang. Ini adalah roti yang dibuat secara khsusus untuknya.

Mayleen dan Gu Hansen sesekali melemparkan tawa dan senyum karena saling melempar canda, "krek,krek," bunyi suara botol plastik air mineral terdengar diremas dengan keras. Reina memperhatikan William meremas marah botol plastik tersebut seraya memandangi Hansen dan Mayleen yang duduk tak jauh dari mereka.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nova Vaw
wil cemburu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • MY CEO [Hate And Love]   SEBUAH AKHIR

    Li Jancent berjalan perlahan keluar dari markas geng Bamboo, merasa seolah beban berat yang selama ini menghimpitnya mulai terangkat. Udara malam terasa lebih segar, dan untuk pertama kalinya, dia bisa merasakan harapan untuk masa depan yang berbeda. Namun, di balik rasa lega itu, ada juga kekhawatiran yang terus menghantui pikirannya.Apakah dia benar-benar bisa melepaskan dirinya dari kehidupan kelam yang selama ini ia jalani? Dan lebih dari itu, apakah ia bisa membangun hubungan yang tulus dengan Niu Nuan, wanita yang ia jaga lebih karena janji daripada cinta?Keesokan harinya, suasana di rumah sakit terasa tegang namun penuh harapan. Li Jancent duduk di ruang tunggu, memandang jam di dinding yang seolah bergerak begitu lambat. Operasi transplantasi kornea Niu Nuan sedang berlangsung, dan meski ia berusaha tetap tenang, kegelisahannya tak bisa disembunyikan. Pikirannya melayang ke masa depan, membayangkan saat Niu Nuan membuka matanya dan bisa melihat dunia dengan jelas, bisa melih

  • MY CEO [Hate And Love]   MASIH TERASA CANGGUNG

    Hari Ini Li Jancent berdiri di sudut kamar rumah sakit, memandang Niu Nuan yang duduk di ranjang dengan raut wajah sedikit gugup. Hubungan mereka masih terasa canggung meski ia selalu berusaha memperlakukannya dengan baik. Dia tahu bahwa perasaannya pada Niu Nuan bukanlah cinta, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab dan janji yang pernah ia buat pada Fang Fang—wanita yang baru saja wafat, yang dulu adalah bagian penting dalam hidupnya.Li Jancent berdiri dengan tatapan kosong. Ia tersenyum kecil, meski terlihat ada keraguan di matanya. Namun, dia berusaha menenangkan Niu Nuan.” Aku tahu, ini pasti berat untukmu," katanya lembut.Niu Nuan mengangguk pelan, mencoba memberikan senyum yang tulus meskipun sulit. Li jancent pun berkata lagi "Kau tidak perlu sungkan. Aku di sini karena aku ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik untukmu."Suasana di antara mereka kembali hening. Niu Nuan tahu bahwa Li Jancent selalu ada di sampingnya, namun ia juga merasakan jarak yang tidak kasat ma

  • MY CEO [Hate And Love]   TERTANGKAP

    Berita tentang tertangkapnya Anton menyebar dengan cepat kepada William dan Li Jancent Meskipun mereka semua merasa lega, ada perasaan yang lebih mendalam di hati mereka akhirnya, setelah semua ketegangan dan ancaman yang mereka hadapi, mereka bisa merasa sedikit amanWilliam menatap Li Jancent, matanya berbinar. “Jadi… kita benar-benar bebas sekarang?” imbuhnya sembari berdiri di balkon rumah sakit. Mereka berbicara santai tapi serius.Li Jancent mengangguk sambil tersenyum kecil. “Ya, dia tidak akan kembali lagi. Anton sudah di tangan orang yang tepat, dan dia tidak akan punya kekuatan untuk melawan balik.” Li menghela napas panjang. Seolah-olah beban yang selama ini menekan dirinya perlahan mulai menghilang.Li jancent yang sedang berdiri di sebelah William juga tampak lega, tetapi ada sedikit kecemasan di wajahnya. "Meskipun Anton sudah tertangkap, apakah kita benar-benar aman? Maksudku, dunia ini selalu penuh dengan bahaya yang tak terduga."William menghela napas, menenangkan d

  • MY CEO [Hate And Love]   HAMIL

    Li Jancent berdiri di koridor rumah sakit, matanya tertuju ke arah ruangan tempat Mayleen berada. Di dalam, William tampak gelisah, berdiri di samping ranjang istrinya yang masih terlihat lemas. Li Jancent tidak pernah melihat adik iparnya begitu panik, begitu cemas. Biasanya William adalah orang yang tenang, selalu penuh perhitungan. Tapi malam ini, semuanya berubah. Tak lama kemudian, william menemui dokter yang baru saja masuk ke ruangan dengan wajah tenang namun penuh arti. "Tuan Gu, kami telah mendapatkan hasil tes Mayleen." William segera menghampiri, wajahnya penuh kekhawatiran. "Apa yang terjadi, Dok? Ada apa dengan istriku?" Dokter itu tersenyum kecil. "Sebenarnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nyonya Gu baik-baik saja, hanya sedikit kelelahan dan... ada kabar baik." William mengerutkan kening, mencoba mencerna kata-kata dokter. "Kabar baik? "Ya," jawab dokter sambil melirik berkas di tangannya. "Selamat, Tuan Gu. Istri Anda hamil." Seketika, seluruh dunia William

  • MY CEO [Hate And Love]   BERBAGI KURSI

    "Apa sekarang kita harus mundur?" tanya Bear, nadanya tegas tapi menyiratkan rasa takut yang mulai menghantui dirinya. William menatap Li Jancent yang masih memandang Anton dan sosok misterius di sebelahnya. Di matanta, ada kebimbangan yang jelas. “Tidak,” jawab Li dengan dingin, tanpa mengalihkan pandangannya. "Kita tidak bisa mundur sekarang. Jika kita biarkan mereka pergi kali ini, tidak ada yang tahu kapan mereka akan menyerang lagi," imbuh Li Jancent lagi "Tapi kita kehabisan waktu!" William membalas, matanya berkeliaran ke arah ledakan yang masih membara di belakang mereka. Setidaknya mereka merasa lega karena Mayleen dan Niu Nuan sudah aman berada dibawah perlindungan asisten He. Sementara itu, perdebatan pun berlanjut kembali. “Jangan bodoh,” potong Bear, mendekatkan diri ke Li jancent. "Ini bunuh diri! Kita bahkan tidak tahu siapa orang itu. Dia bisa saja lebih berbahaya dari Anton," imbuh Bear berapi-api. Li Jancent hanya mengeraskan rahangnya, berusaha menyusun rencan

  • MY CEO [Hate And Love]   SERANGAN BALIK

    “Kita diserang dari dua sisi!” seru William, suaranya terdengar tenang meskipun situasi semakin mencekam.Mayleen menggenggam erat tangan Niu Nuan yang masih pingsan di sebelahnya, sementara Bear dan anggota tim lain bersiap menghadapi serbuan dari musuh yang sudah mulai mendekat.Jendela-jendela van bergetar oleh desingan peluru yang diarahkan ke mobil mereka, untung saja kaca jendela dan bagian mobil lainnya dibuat anti peluru, meski begitu tetap saja menciptakan suasana semakin tak terkendali.“Kita harus keluar dari sini, atau kita akan jadi daging panggang!” teriak Bear sambil mengokang senapan otomatisnya.“Kita tidak bisa melawan mereka di sini,” kata Li Jancent, tatapannya tajam ke arah William. “Apakah ada jalan keluar lain?”William menggertakkan giginya. “Tidak ada yang mudah. Mereka sudah mengepung kita.”Suara desingan itu semakin intens, membuat mereka semua berjongkok dan berlindung. Lalu, dengan cepat dan tak terduga, Li Jancent meraih benda yang sama yang dipakai oleh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status