Share

39

Author: Elios
last update Huling Na-update: 2021-12-25 07:49:24

Mereka makan malam. Dan Mika tak bisa menikmati makan malam ini walaupun seenak apapun makanannya. Tubuhnya di terjang kekhawatiran yang tak bisa di buang begitu saja saat mata Marcell menatapnya sejujur, lurus seperti ingin menghancurkan. Seperti ingin meremukan Mika menjadi kepingan. Jujur, Mika tak terlalu terkejut. Karena Marcell memang selalu menatapnya seperti itu.

                “Mika....?” panggil Raka dengan suara rendah. Ingin membuat Mika fokus dengan makanannya saja.

                “Iya...?” Mika menyahuti dengan kaget, karena tak memprediksi panggilan itu.

                Raka menatap isi piring Mika, hanya berkurang setengahnya. Biasanya, Mika akan makan dengan lahap apapun yang ia bawakan untuknya. Ta

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MY Doctor - Bahasa Indonesia   66

    66Raka duduk di ruang tunggu, bersama Morgan, Marcell dan Keyzia.Suasana begitu sangat canggung, apalagi suasana diantara Marcell dan Morgan. Keduanya sama - sama tak menyangka akan bertemu di sini. Apalagi Marcell, ia tak menyangka akan tertangkap basah disini."Aku tidak kalau Ayah punya niatan untuk datang kesini.." celetuk Morgan memecah keheningan.Marcell melirik pelan, "Memangnya aku tau." Balas Marcell dengan nada pedas, toh kalau ia tak langsung berjanji, mana mungkin ia mau mengantar Ayahnya kesini dan menemui Mika. Morgan mengedikan bahunya, mungkin hanya hati nurani Ayahnya yang terbuka sedangkan Marcell masih tertutup. "Ya baguslah kalau begitu..." Ucap Morgan."Ibu mungkin akan membunuhku kalau tau aku mendaratkan kaki ditempat ini..." Marcell berkata dengan gelisah. Kakinya tidak bisa tenang, menunggu ayahnya keluar dari ruangan Mika.Marcel melirik ke arah Keyzia, pandangan matanya turun ke arah perut Keyzia yang sedikit buncit, ia sudah tau dari ibunya kalau keyz

  • MY Doctor - Bahasa Indonesia   65

    Raka duduk dengan gusar, pandanganya masih tetuju ke ruang operasi. Operasi masih berjalan... Dan ini masih berlangsung lama. Brian sudah berpesan pada Raka, ia akan melakukan pekerjaanya sebaik mungkin. "Tuhan.... Tolong selamatkan cintaku." Bisik Raka sembari mengigit kukunya, sebuah kebiasaan dari kecil pertanda kalau ia sedang gugup, takut dan cemas. Langit menggelap, operasi yang berlangsung hampir lima jam itu akhirnya selesai. Degan cekatan, Raka bangkit dan melihat pintu ruang operasi terbuka. Miki segera di pindahkan ke ruang perawatan intensif sembari menunggu kesadaranya kembali.Raka setengah berlari mengikuti perawat yang membawa Mika. Selang infus, oksigen menempel padanya. Tapi matanya masih terpejam, wajah yang pia itu semakin menambah ketakutan Raka.Saat Raka hendak masuk ke ruangan, Brian menghentikan langkah Raka."Aku harus bicara sesuatu padamu..." Ucap Brian dengan hati - hati.Sekujur tubuh Raka langsung dingin, "Aku mohon. Sebaiknya ini bukan kabar buruk...

  • MY Doctor - Bahasa Indonesia   64

    Mika menghabiskan sisa watunya dengan penuh ketenangan. Sisa - sisa harinya di rumah Raka hanya disii dengan jalan - jalan singkat, menilik segala tempat yang ingi Raka tunjukann padanya. Menikmati sore lagi - lagi di kebun bunga matahari. "Kamu yakin kita pulang hari ini?" Tanya Mika diambang pintu, sementara itu Raka tengah mengemasi barangnya yang hanya sedikit.Raka menatap ke arah Mika, wajah Mika tidak terlihat jelas karena membelakangi cahaya, hanya siluetnya hitam. Raka tak bisa melihat ekspresi keberatan dan sedih di wajah Mika, meski begitu terdengar jelas sekali kalau Mika tak ingin meninggalkan rumah Raka. "Kenapa? Kamu sudah bertanya untuk yang ke sepuluh kalinya... Ayo kemasi barangmu..."Raka bangkit dari rajang sembari meggendong tasnya, berjalan ke arah pintu dan melihat Mika tertunduk lesu."Kita bisa pulang ke rumah ini kapanpun kamu inginkann...". Bujuk Raka. Tapi Mika masih tertunduk lesu. Raka meremas bahu Mika pelan dan mentoel pinggang Mika, mencoba untuk m

  • MY Doctor - Bahasa Indonesia   63

    "Temanmu tadi cantik juga yaa..." Raka melirik ke arah Mika, ia tengah fokus menyetir mobil, "Maksudnya?" Tanya Raka tak mengerti. Mika memutar bola matanya, sembari jemarinya meremas telapak tanganya, "Yah.... Cantik." Ucap Mika, "Memang menurut kamu dia jelek?" Tanya Mika lagi.Pandangan Raka fokus ke jalan, "Yah tidak jelek juga." Jawab Raka.Mika berdecak kesal, "Jadi cantik kan?" Tegas Mika. Raka menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Yah semua perempuan itu cantik." Jawab Raka. "Lebih cantik mana? Temanmu atau aku?" "Kamu." Jawab Raka tanpa pikir panjang."Alah pasti terpaksa." Mika meninggikan suaranya dan nada bicaranya seolah tak percaya. Raka mengernyitkan dahinya, "Terpaksa kenapa? Kamu kan memang cantik," ujar Raka. Ia tak tau kenapa setiap jawabanya malah semakin membuat Mika terdengar kesal. Mika malah melempar pandangan keluar jendela, tidak mau menatap Raka. Entahlah... Mika sendiri tidak tau kenapa ada rasa gemuruh di dadanya yang terasa seperti amarah tak beral

  • MY Doctor - Bahasa Indonesia   62

    "Aku belum pernah makan sebanyak ini..." Ucap Mika dengan nada puas sembari tangan kirinya mengusap perutnya yang kekenyangan. Bagaimana tidak? Mika menghabiskan hampir seluruh jajanan yang di belinya, ini seperti membeli kepuasan masa kecil karena dulu ia di larang makan sembarangan. Tapi hari ini semua terbalaskan. Raka hanya bisa tersenyum geli karena Mika berusaha mengedurkan roknya, tapi tidak bisa, perutnya buncit mendadak dan ia merasa tak bisa berjalan sekarang ini. "Mau kemana lagi?" Tanya Raka.Mika berpikir keras, ia tak tau tujuan selanjutnya."Biasanya kamu kemana? Setelah makan es krim dan jajan di sini?" Tanya Mika."Pulang," jawab Raka. Mika berdecak kesal, "Mana mungkin...." Ucap Mika dengan nada tak percaya...."Ada tempat lain lagi?" Tanya Mika, berusaha mengulur waktu agar mereka tidak cepat pulang. Lagi pula... Mika masih sangat betah di sini. "Aku tidak melakukan hal lain selain pergi bersama temanku, makan di sini, dan membeli buku. Hanya itu, setelah itu

  • MY Doctor - Bahasa Indonesia   61

    Mika terpukau dengan penampilannya saat ini, mengenakan kemeja berwarna putih dan rok abu - abu panjang khas SMA. Mika berputar pelan."Bagaimana?" Tanya Mika meminta pendapat Raka. Raka bertepuk tangan kecil dan tersenyum lebar."Cocok..." Ucap Raka.Mata Mika membulat, "Benarkah? Bohong.... " Tuduh Mika. Usia tidak bisa bohong, mana mungkin ia terlihat seperti anak sekolah belasan tahun?"Aku tidak berbohong, bukan gayaku." Raka menyikapkan tanganya. Mereka tengah berada di dalam toko sepatu, Mika menggati sepatunya dengan sepatu yang menurut Raka lebih nyaman untuk berjalan lama. Karena Raka akan mengajak tour kecil. Mengajak Mika berjalan - jalan di kota kecil ini sebagai anak sekolah. Toh tidak ada yang mengenali Mika di kota ini. Raka yakin dengan penampilan Mika ini, orang - orangpun akan percaya kalau Mika mengaku sebagai anak sekolah pindahan. "Mau berjalan ke taman kota?" Tanya Raka."Dimana itu?" Mika bertanya dengan tak sabaran, ia melebarkan roknya dan memasang ekspres

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status