Compartir

Perjalanan Dinas

Autor: Lystania
last update Última actualización: 2026-02-19 11:01:23

"Barang-barang kamu sudah siap kan?"

"Saya gak usah ikut deh, Pak. Kan Bapak bisa pergi sama Desita aja," ucap Rena yang dari tadi fokus menghapus email.

"Kamu kan diundang sama Pak Jon."

"Ya tapi saya ngapain juga di sana, Pak?"

"Temani saya lah." Alex berjalan mendekati gadis itu.

"Atau kamu, benar mau saya ditemani sama Desita?" tanya Alex lagi dengan posisi yang lebih dekat. Jemari tangan Rena berhenti mengetik.

"Terserah perintah Bapak aja lah," ucapnya pasrah. M
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Buram

    Pagi-pagi sekali Rena telah siap pergi ke kantor. Sebelumnya ia sudah meminta Alex untuk tidak mengantar jemputnya lagi. Mencium punggung tangan Mama, gadis yang mengenakan kemeja biru itu mengendarai motor maticnya pergi bekerja.Ia khusus pagi-pagi sekali pergi ke kantor untuk mencari foto keluarga Alex. Gadis itu masih penasaran dengan wanita di foto itu. Lebih tepatnya penasaran dengan wajah mendiang istrinya Alex. Ia merasakan ada kemiripan dengan wanita yang beberapa tahun lalu ia temui di taman."Pagi banget ngantor, Mbak," sapa Pak Ian."Iya nih, Pak." Rena tersenyum seraya berlalu menuju ruangannya di lantai dua.Melewati beberapa ruangan yang masih kosong, ia sampai juga di ruangan kerjanya. Setelah meletakkan tasnya di atas meja, Rena langsung membuka laci kedua dan ketiga yang kemarin belum sempat diperiksanya."Gak ada juga," ucapnya seraya menghela nafas. Ia kemudian berdiri tepat di belakang kursi Alex memperhatikan meja kerja bosnya. Barangkali ad

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Mimpi Itu

    Niat hati mau bangun pagi dan masuk kerja seperti biasa, pada kenyataannya Rena malah bangun jam setengah delapan. Itu juga karena Mama yang bolak balik ke kamar untuk membangunkannya. "Kayaknya kalau kamu telat, sekarang udah gapapa ya sama Alex?" Mama membuka gorden kamar. "Tetep aja kali, Ma." Rena bangun dan membereskan tempat tidurnya. "Kamu jangan bikin Mama jadi negatif thinking lagi tentang bos kamu dong." Rena tertawa. "Banyak banget kuenya? Dari Om Arsyad?” "Iya, Ma. Itu juga ada sepatu dari Tante Bunga. Rena taruh di meja ruang tamu," ucap Rena seraya meregangkan badannya. “Mama sudah liat,” sahut Mama yang kemudian menyuruh Rena untuk mandi. *** Tiba di kantor tepat pukul setengah sembilan, Rena tak melihat mobil Alex di parkiran. Gadis itu jadi bisa santai sejenak di ruangan Manda. "Capek banget, Nda. Capek di jalan," ucap Rena meletakkan sekotak kue di meja Manda. "Capek di jalan atau capek dijalani sama Pak Alex?" Manda terkekeh. "Jangan mulai deh

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Jalan Pulang

    Menikmati suasana adem di Bandung, pagi ini mengenakan sepeda tandem, mereka berempat berolahraga berkeliling komplek, sebelum akhirnya mereka keluar menuju salah satu lapangan yang berada di dekat komplek perumahan Tante Bunga. "Om kamu kebapakan anget ya," ucap Alex saat Rena bilang mau makan bubur ayam dan Om Arsyad langsung membelikannya. "Iya. Om orangnya baik banget. Gak pernah marah, apalagi ngancam," ucap Rena sambil menatap Alex dengan mata yang membesar. "Kamu ngeledek saya?" "Bapak ngerasa? Bagus kalo gitu." Rena tertawa. Alex langsung mengalungkan pelukan erat di leher gadis itu. "Putri aja sering Bapak marahin. Jangan anak, karyawan aja juga ikut Pak Alex marahin." "Marahkan ada sebabnya," sahut Alex tak mau kalah. Ia melepaskan Rena saat Om Arsyad datang membawakan bubur ayam untuk mereka. "Ini bubur ayamnya. Oh iya, minumnya mau apa, Sayang?" "Jus aja, Om." "Jus alpukat ya. Tunggu sebentar ya," ucap Om Arsyad yang kemudian menghampiri penjual jus. “A

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Di Sini

    Bingung dengan apa yang dilakukan Alex, Rena mendorong pelan pria itu sambil menggeser duduknya sedikit menjauh."Nanti dikirain orang mesum, Bapak jangan dekat-dekat deh," ucap Rena."Cuma cium kening masa dikira mesum? Terus yang di kamar tadi pagi apa namanya?"Seketika wajah Rena memerah."Emang jablay sih Pak Alex. Udah lama enggak kan?" ledek Rena."Hati-hati ya kamu. Gak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti, siapa tau malah kamu yang jablay sama saya," ucap Alex nakal dengan kedua alis terangkat."Jangan sampai ya. Sebelum itu terjadi, saya pasti sudah resign." Gadis itu beranjak dari kursi."Berani kamu resign, lihat aja nanti akibatnya," ucap Alex mengiringi langkah kaki Rena."Sudah galak, suka emosi, sekarang malah suka ngancam."Alex tertawa lantas merangkul pundak sekretarisnya itu.“Rei, wanita yang kamu pilihkan ini memang lain daripada yang lain,” batinnya. Menikmati suasana taman yang rindang hingga waktu menunjukkan puku

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Di Taman Itu

    Membersihkan diri dan membereskan pakaian di kamar masing-masing, mereka akan check out setelah sarapan pagi."Lah, masih juga gak dikunci. Ceroboh banget sih dia." Alex kembali masuk ke kamar Rena yang membuatnya terkejut."Kamu ini ceroboh atau memang sengaja!""Astaga" Rena mengelus dadanya, terperanjat mendengar suara Alex."Dari tadi kan saya sudah bilang sama kamu untuk mengunci pintu penghubung ini, kenapa gak kamu kunci-kunci? Ceroboh!""Saya lupa, Pak.""Itu penyakit kamu. Ceroboh dan suka lupa. Lain kali kalau di kamar hotel ada pintu semacam ini, ingat, jangan pernah kamu buka!" seru Alex seraya mengunci sendiri pintu itu agar lebih yakin. "Iya, Pak," sahut Rena. Ia membuka pintu lemari secara tiba-tiba hingga membuat Alex terkejut nyaris kepentok."Kenapa kamu bikin saya kesal terus sih!""Bapak ngapain di situ? Saya mau beresin pakaian saya. Pak Alex kembali ke kamar aja lah.""No. Kamu bereskan barang-barang kamu, saya tunggu di

  • MY POSSESSIVE BOSS (RENALEX)    Pintu Ajaib

    Setelah mengantarkan Nico ke mobilnya, Rena kembali masuk ke tempat acara menemui Pak Jon."Dari tadi kamu di sini?" tanya Pak Jon sedikit kaget."Iya, Pak. Dari tadi ngobrol sama Nico." Rena tersenyum."Saya kirain kamu gabung sama Alex dan Desita," ucap Pak Jon yang membuat raut wajah Rena sedikit berubah."Sekali lagi selamat ya, Pak." Rena menjabat tangan Pak Jon kembali.Acara yang masih cukup ramai tak menyurutkan niatnya untuk kembali ke kamar. Jam yang telah menunjukan pukul sepuluh malam dan kantuk yang mulai menyerang, ia jadikan alasan untuk sampai lebih cepat di kamar. Meski sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Namun berusaha ia tepis.Setibanya di kamar, Rena segera berganti baju dan membersihkan make up yang sedari tadi menghiasi wajahnya."Kenapa rasanya gak enak ya." Rena menatap wajahnya yang basah di cermin. Menghela nafas panjang, ia kembali membasahi wajahnya lalu meraih handuk. "Tidur aja lah." Gadis itu naik ke ata

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status