LOGINJakarta 1997...Rumah kediaman keluarga Oliver malam ini cukup ramai dari biasanya, karena ada beberapa keluarga dan sahabat dekat orang tua Noah yang datang. Acara makan malam bersama ini memang sengaja di lakukan, karena beberapa hari lagi Noel dan Indah akan kembali ke Sydney untuk waktu yang lama. Kemajuan perusahaan juga salah satu penyebab acara makan malam itu diadakan. Meja makan persegi panjang yang penuh dengan hidangan lezat tersebut tidak membuat Noah untuk berselera menyentuh piringnya. Wilya yang ada disebelah suaminya itu tahu jelas apa penyebabnya. Tadi, Gilsha mengirimkan pesan kalau wanita itu akan pergi berlibur, dan setelah itu ponsel Gilsha tidak dapat dihubungi. Noah menjadi tidak konsentrasi setelahnya. Padahal seharusnya Gilsha juga ikut menghadiri acara makan malam ini, tapi wanita itu memilih untuk absen."Noah, sebagai paman mu aku ingin bertanya sesuatu." Seorang Pria dengan setelan jas mahal menatap lurus k
Ini adalah hari ke tiga Gilsha berada di Phuket, dia sama sekali tidak menanggapi Wilya. Noah memilih untuk tidur bersamanya, dan menyewakan vila satu lagi untuk Wilya. Disana, Wilya seorang diri dan Gilsha tidak perduli apa yang wanita itu lakukan. Namun, bukan berarti dia sudah bisa bermesraan dengan Noah, Gilsha masih sangat marah kepada pria itu. Dan hari ini, dia akan menjalankan niatnya. Yaitu, bertanya kepada Noah siapa yang akan pria itu pertahankan.Noah sedang melihat pesan yang mungkin berisikan pekerjaan pria itu. Karena wajah Noah terlihat snagat serius dan seperti berpikir, duduk di balkon kamar mereka yang menghadap ke pantai. "Noah apa kau masih sibuk?" tanya Gilsha yang tidak langsung dijawab oleh pria itu. Setelah beberapa saat Noah meletakkan ponselnya, kemudian dia tersenyum menatap Gilsha."Kau sudah tidak marah lagi?""Aku bukan hanya marah Noah, tapi juga kecewa kepadamu.""L
Satu bulan sudah berlalu, Wilya kembali kepada rutinitas awalnya yang selalu menunggu Noah kembali. Tidak ada yang mengerti jalan pikiran Wilya yang mau bertahan meski tidak dianggap oleh Noah. Bahkan semenjak mereka kembali dari Thailand, Noah belum pernah lagi menginap dirumah itu. Wilya bagaikan pajangan usang, sangat buruk nasibnya. Belakangan ini juga dia sering merasa tidak enak badan dan juga mual. Wilya tahu itu semua karena beban pikiran tentang biduk rumah tangganya. Wilya rasanya sangat geram kepada Gilsha, wanita itu bahkan mendapatkan hadiah saham perusahaan dari ayah dan ibu mertuanya karena mengandung anak dari Noah.Wilya kembali mual, dari ruang tamu dia berlari menuju kamar mandi yang dekat dari sana. Saat ini tidak ada siapa-siapa dirumah, karena asisten rumah tangga mereka sedang cuti pulang kampung dari semalam sehingga Wilya hanya seorang diri. Supir juga sekarang lebih sering diminta Noah untuk berjaga dirumah madunya yang tidak la
Seorang pemuda melihat mobil Fortuner putih yang masuk ke pekarangan rumah milik wanita yang sudah sejak lama dia cintai, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Wanita itu percaya, jika dia masih menjadi istri dari pria lain yang tidak lagi mengingat dirinya. Pria yang belasan tahun sudah membiarkan wanita itu seorang diri.Di tempat lain, Gilsha yang duduk di kursi roda tersenyum melihat orang yang datang mengunjunginya. "Kau kembali Melodi?" tanya Gilsha lalu dia memutar kursi roda tersebut agar bisa berhadapan dengan wanita muda yang menatapnya penuh kebencian."Ya, aku ingin menyelesaikan pekerjaanku. Jika Anda tidak keberatan, apakah boleh saya bertanya mengenai kehidupan pribadi anda Ibu Gilsha Alyne?""Gilsha Alyne Oliver, itulah nama lengkap ku setelah menikah secara diam-diam dengan ayahmu." Melodi menghembuskan napasnya lelah, dia heran mengapa wanita seperti Gilsha, yang cantik pintar dan memiliki ke-populeran mau menjadi wanita ke-dua dalam rumah tangga ayah dan ibunya."B
Hamil, sebuah hal baru yang Gilsha jalani. Noah dan kedua orang tuanya memang sangat bahagia, sementara Wilya merasa semakin tersisih. Kehamilan Gilsha tentu membuat Noah jaranng menemuinya, tidak ada lagi perhatian Noah seperti dulu. Wilya lebih sering menghabiskan malam seorang diri, atau terkadang bersama Riska sahabatnya."Gilsha, jangan berolahraga dulu sayang." Noah menghentikan istrinya itu yang sudah terlihat memakai pakaian olahraga setelah keluar dari dalam kamar mandi. Gilsha menghembuskan napasnya lelah, dia mengusap perutnya yang memang belum terlihat membuncit.Noah mendekat kepada Gilsha, mencium bibir istrinya itu lalu mencium perut Gilsha. Usia kandungan Gilsha sudah masuk dua belas minggu, mual dan pusing masih dia rasakan meski tidak berlebihan lagi seperti sebelumnya. Jadwalnya di dunia keartisan dan model juga sudah tidak ada lagi, semua sudah selesai di dua bulan kemarin. Sesuai janjinya kepada Indah, dia akan menjadi istri Noah seutuhnya. Melayani Noah sebagai
Dua bulan berlalu...Cahaya matahari pagi masuk menyinari seluruh bagian rumah Gilsha. Lina datang kali ini bersama dengan seorang pegawai bank. Satu bulan yang lalu Gilsha memang sudah tidak lagi menerima tawaran di dunia hiburan, tapi bukan berarti Gilsha berhenti untuk mencari pundi-pundi dari jerih payahnya. Dia suadh berbicara dengan Lina ingin membuka usaha, sehingga pendapatannya yang sisanya tak begitu banyak itu bisa dia gunakan untuk memulai bisnis baru. Gilsha memilih untuk menekuni investasi di bidang wisata, dia juga berniat untuk membeli tanah di Bali untuk dia buka tempat makan atau yang lainnya.Hal ini sudah Gilsha bicarakan dengan Noah, pria itu setuju dan akan membantu jika Gilsha membutuhkan bantuan dana darinya. Namun, terbiasa mandiri Gilsha tidak ingin memakai uang yang Noah. Dia hanya akan memakai jatah bulanan yang Noah berikan kepadanya, itu saja sudah cukup untuk Gilsha.Ketika Lina datang, Gilsha masih sibuk di ruang olahraga. Melambaikan tangan kepada Lina
"Aku tahu kamu berpikir apa yang aku dan Gilsha lakukan ini salah, dan aku tidak akan membela diri karena itu. Jika kamu bisa aku ajak bekerjasama dengan semua ini, aku akan menaikkan gaji dan tidak akan memecat mu, tapi jika kau tidak ingin menolongku maka kebalikannya.""Pak maaf, bagaimana denga
Pov WilyaAku yang merasa tidak enak badan, seharian ini memang hanya bergulung dalam selimut di tepat tidur. Sehingga meski suamiku belum pulang, aku tetap menunggunya sambil berbaring di atas tempat tidur yang biasa kami pakai untuk beristirahat dari rutinitas kehidupan ini.Belakangan ini aku me
Noah tahu dia sudah melanggar alur yang harus dia pertahankan, nyatanya wanita dari masa lalunya yang bernama Gilsha Alyne ini masih terus membuat jantungnya berdegup kencang dan selalu membuatnya bersemangat ketika mereka bersama. Wilya, di dalam hatinya dia mengucapkan beribu maaf untuk wanita ya
Dalam suatu hubungan akan ada yang namanya jenuh, merasa bosan, tetapi mencoba untuk tetap bersikap seperti biasanya. Hal ini juga yang tiga bulan ini Noah rasakan sebenarnya, Wilya tidak pernah ada salah dalam keadaan serta situasi itu, hanya Noah saja yang paham apa yang sedang terjadi kepadanya.







