LOGINA few hours before her wedding, Elowen ditches her cheating fiancé and the entire Guerra family, then ends up in a club for a one-time stripper gig where she meets Dante. Enthralled by her, Dante presents her with a contract. Elowen thinks she can use this to her advantage - steal his money and skip town, where the Guerra family won’t find her. So, she signs the contract and gives up her virginity to him. Unbeknownst to her, Dante isn’t just some random rich guy. He’s her ex-fiancé’s uncle and the most powerful man in the city. He’s used to getting what he wants, and he wants Elowen, who had just signed a contract with him. What happens when she finds out his true identity and the fact she can never escape the Guerra Mafia?
View More"Ayah, Sisi merasa panas."
Seorang gadis kecil yang tidur di atas tempat tidur anyaman bambu tua tampak kepanasan. Keningnya yang putih halus penuh dengan keringat dan pipi kecilnya yang putih merona dengan sedikit kemerahan meski Fikri memegang kipas dan dengan lembut mengipaskannya ke arahnya.
"Sisi, tidak bisa tidur?"
"Iya. Sisi mau makan stroberi. Setiap kali Sisi menutup mata, pasti akan melihat stroberi dengan sayap terbang ke depan mata Sisi. Ayah, lihatlah, Sisi mulai mengeluarkan air liur!" Sambil mengoceh, Sisi mengangkat kepalanya dan menunjukkan air liurnya pada Fikri.Pria itu melihatnya lebih dekat, ternyata memang benar!
Dia tertawa dan mengelus kepala Sisi dengan lembut, "Baiklah, Ayah akan membawakan stroberi untukmu ketika pulang malam, oke?"
Fikri membungkuk dan mengangkat Sisi ke pelukannya. "Sekarang kita pergi ke rumah Nenek Lina untuk bermain, ayah akan menjemputmu setelah pularng kerja sore nanti, kamu harus patuh, mengerti?"
"Ya! Sisi adalah anak yang paling patuh!" jawab Sisi yang berada dipelukan Fikri dengan suara manis.
Tahun ini, Nenek Lina berusia 60 tahun. Dia adalah tetangga Fikri dan Sisi yang tinggal sendiri.
Mereka akrab karena wanita tua itu memang sungguh ramah pada keduanya meski Fikri adalah seorang ayah tunggal.
Ya, Fikri baru datang ke Kota Dakarta dari desa untuk bekerja lima tahun lalu. Namun, tidak sengaja mengirimkan paket ke rumah seorang wanita mabuk. Saat itu, mereka melakukan hubungan seks semalam. Keesokan harinya, Fikri berencana untuk menemui wanita itu dan bertanggung jawab, tapi ternyata dia sudah pindah.
Siapa sangka, setahun kemudian, seorang bayi diikat di atas kendaraan tiga roda pengiriman milik Fikri, yaitu Sisi, bersama dengan selembar kertas yang menunjukkan tanggal kelahiran Sisi.
Tentu saja, Fikri tidak bodoh.
Dia melakukan tes DNA dengan Sisi.
Ternyata Sisi 100% putri kandungnya!
Awalnya, ia begitu bingung. Tapi, Nenek Lina membantunya, hingga Fikri tidak kesulitan membesarkan putrinya itu.
Sekarang untungnya Sisi sudah masuk taman kanak-kanak, Nenek Lina menjadi sedikit lebih rileks. Namun bagi Fikri, tugasnya menjadi lebih berat!
Bagaimanapun, di Kota Dakarta, biaya untuk sekolah anak usia dini yang bagus minimal 40 juta per tahun, belum lagi biaya tambahan untuk makanan tambahan yang membantu pertumbuhan anak.
Fikri mengirim paket dengan upah bulanan minimum enam juta, ditambah bonus empat ribu per pesanan, kalau ia bekerja dengan sangat giat hanya bisa menghasilkan paling banyak 20 juta per bulan.
Ditambah dengan biaya sewa tempat tinggal, listrik dan air, tekanan yang dirasakannya sangat besar.....
Fikri melirik ke arah Sisi yang sedang berbaring manis di pangkuannya, ia diam-diam bertekad bahwa ia harus berusaha keras untuk memberikan Sisi hidup yang lebih baik.
"Sisi sudah datang ya! Sini, Nenek peluk!"
Nenek Lina membuka pintu dan mengundang Fikri dan Sisi masuk ke dalam rumah dengan antusias.
Sejak suaminya meninggal dan anak-anaknya pergi ke luar negeri, ia tinggal sendirian di sana dan kesepian.
Untungnya, Sisi muncul, sehingga ia memperlakukan Sisi seperti cucunya sendiri.
"Nenek! Sisi merindukanmu!" Sisi berkata dengan suara manisnya sambil membuka lengannya yang putih dan gemuk, lalu berlari ke pelukan Nenek Lina.
"Haha, Nenek juga merindukan Sisi!" Nenek Lina memeluk Sisi dan mencium pipinya yang kecil, wajahnya yang penuh keriput tersenyum bahagia.
"Aku harus pergi mengirim beberapa pesanan siang ini, maaf harus merepotkan Anda lagi untuk menjaga Sisi" Fikri sedikit merasa tidak enak.
"Keluarga harus saling membantu! Selama beberapa tahun terakhir, kalau tidak ada Sisi yang menemaniku, aku juga
tidak bisa bertahan! Ini, minumlah sedikit air sebelum pergi!" Nenek Lina memberikan segelas air sekaligus memberikan sebuah gelang hitam."Ini apa?" Fikri menerima gelang itu dan bertanya dengan bingung.
"Ayah suamiku dulu adalah tuan tanah, gelang ini tidak tahu sudah disimpan berapa lama di dalam lemari. Terlihat seperti kayu, mungkin tidak berharga, jadi kamu bisa coba lihat apakah bisa dijual atau tidak, lalu belikan dua baju untuk cucu kesayanganku Sisi!"
Nenek Lina merangkul Sisi dengan penuh kasih sayang, "Lihatlah roknya sudah terlalu kecil!"Sisi terkikik, hal ini membuat Fikri merasa sedikit malu.
Dia adalah seorang pekerja kasar dan hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari Sisi.
Jadi, ia kadang lupa membelikan baju untuknya.
"Baiklah, aku pergi mengirim paket dulu. Aku akan datang untuk menjemput Sisi malam nanti!" Fikri berbalik dan melambaikan tangan ke arah Sisi.
"Ayah pergi bekerja dulu, ya! Kamu harus patuh pada Nenek Lina, oke?"
Sisi mengerjapkan matanya yang bulat, lalu berkata dengan suara manis, "Ayah, jangan lupa membawa stroberi!"
"Oke!" Fikri berlari menuruni tangga, lalu mengantarkan paket.
Tak lupa, ia segera mengganti seragam SF Express, kemudian mengendarai kendaraan miliknya dan mulai mengirimkan barang satu per satu sesuai alamat.Sudah jam 7 malam ketika dia selesai bekerja.
Fikri menghela napas lega, lalumenyeka keringat dari dahinya dengan tangannya.
Dia sama sekali tidak memperhatikan bahwa keringatnya membasahi gelang kayu hitam yang mulai sedikit memancarkan cahaya dan menghilang dengan cepat.
Seolah menyerap ke dalam kulitnya....
Mengingat Sisi, Fikri pun mengendarai kendaraan roda tiganya kembali ke rumah, dia melihat kios stroberi di jalan.
Namun, sekarang bukan musim puncak stroberi, dan harganya sangat mahal: 62 ribu per 1/2 kilogram.
Kalau itu untuk dirinya sendiri, Fikri pasti tidak akan membelinya.
Tapi demi putrinya Sisi, dia berusaha membeli setengah kilogram.
Stroberinya cukup besar, sehingga totalnya hanya ada 7 biji.
Tak lup, Fikri juga membeli sekantong satu kilogram untuk diberikan kepada Nenek Lina.
Hanya saja, ketika kembali ke kendaraan miliknya, Fikri tiba-tiba teringat gelang kayu hitam yang diberikan Nenek Lina kepadanya.
Ia segera melihat pergelangan tangannya dan tertegun!
Di kulitnya yang berwarna coklat, tidak ada apa-apa!
"Di mana gelang kayu hitam itu?!" Fikri berkata dalam hati dengan cemas, tapi setelah itu, ia merasa pusing dan benar-benar memasuki ruang lain!
Di depannya, air terjun setinggi tiga meter mengalir turun dan berkumpul di kolam air bersih di kaki Fikri.
Lalu di sebelah kolam air ada sebidang tanah. Tanahnya hitam dan terlihat sangat subur.
Selain itu, ada ruang kosong tanpa ada apa-apa.
Dia ... memasuki ruang yang berbeda?
Fikri biasanya membaca novel di waktu luangnya dan tidak asing dengan hal semacam ini.
Ini pasti disebabkan oleh gelang kayu hitam!
"Aku punya ruang sendiri?!"
Fikri sangat gembira dan bergegas mengulurkan tangannya, ia merapatkan jari-jarinya dan melengkungkan telapak tangannya, lalu meminum beberapa teguk air dari kolam.
Airnya sangat jernih dan membuatnya merasakan kesejukan yang menyegarkan dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Bahkan, semua rasa sakit yang menumpuk karena mengantarkan paket sepanjang hari pun menghilang!
Hanya saja, dia teringat sang putri....
Gegas, Fikir menggerakkan pikirannya dan keluar dari ruang, lalu membawa dua kantong stroberi ke dalam.
Sekarang cuaca panas. Stroberi adalah buah yang sangat lembut, kalau terbentur atau tergores di cuaca panas, akan mempengaruhi rasa!
Jika dimasukan ke dalam air untuk didinginkan, rasanya akan lebih segar dan manis saat pukang nanti.
Fikri lantas memperhatikan sekitar dengan cermat.
Setelah menyadari tidak ada yang memperhatikan dirinya, Fikri akhirnya memasuki ruang dan mengambil dua kantong stroberi.
Untungnya, perjalanan tak lama.
Fikri mengetuk pintu rumah Nenek Lina, lalu memberikan kantong berisi satu kilogram stroberi kepadanya, dan berkata sambil tersenyum, "Ketika pulang aku melihat ini di kios, jadi kubelikan untu Anda bisa makan."
"Kalau tidak habis, letakkan di dalam lemari es dan pastikan Anda menghabiskannya besok!"
Nenek Lina merasa senang, tapi agak sayang menghabiskan uang untuk membeli itu. "Sekarang stroberi sangat mahal! Kenapa menghabiskan uang sia-sia seperti ini, aku tidak suka makan ini! Bawa saja untuk Sisi!"
Wanita tua itu mengembalikannya ke tangan Fikri yang segera menolak sambil tersenyum. "Aku juga ada membelinya untuk Sisi! Anda makan saja! Jangan khawatir!"
Di saat yang sama, Sisi keluar dari rumah dengan kaki yang putih dan halus.
Ketika melihat Fikri, matanya bersinar, dan dengan manis berkata, "Ayah sudah pulang?!"
Third-person POV:Elowen was too stunned to speak for a while. She had no clue this trip had been in favour of ruining her marriage, and she walked right through it.“Guilia sent Dante out of town, and he kept it from you to let peace reign,” Flynn continued, causing her heart to ache more.She took a step back and almost collapsed, causing“I think I need to sit down in my room, and I need an actual painkiller.”Flynn took her hand, leading her to her room, then helped her onto the bed and rushed downstairs to get painkillers from the kitchen, where he knew Guilia kept the first aid box. He handed it to her, giving her a clean glass of water.Elowen took it and rested her head on the pillow.“Thank you,” she muttered.“I have to leave now because Guilia will be home soon. I trailed her to a club, which I believe she is reserving for her final blow, and now you know her plans. You need to act fast. Call me if you need help,” he said, and she nodded.“She will probably get Eliot in trou
Third-person POV:The ear-splitting tone of her phone ringing woke Elowen up. She groaned, grabbing it to check on the caller. When the name Flynn showed up, she flung it away, and putting her hand across her aching head.“Fuck!” she groaned, pulling herself up from the bed.She walked to Guilia’s room in search of painkillers. On getting there, she gave the door a gentle tap, and opened it to see Guilia still in bed.Guilia opened her eyes sluggishly with a yawn when she saw Elowen, and then she shut it almost immediately.“Please, I need some painkillers,” Elowen said, and Guilia’s eyes flew open at once.She thought it was the right time to feed her some meth in the guise of painkillers. Her lips spread across her face with a smile, and she jumped out of bed.“I’m sorry, you must have had a lot to drink,” she said to Elowen, who supported her aching head with one hand. “Please sit,” Julia grabbed her hand and pulled her gently towards the bed.Then she walked to her closet and retu
Third person POV:“Do you love him?” Eliot asked Elowen, and she looked at him with her brows drawn down. “Answer me, please. I need to know if all I have been doing has been a waste of time. Was he the one who broke your heart?” He asked, and she scoffed.“Eliot, I think you need to leave.” Elowen said in a low tone, placing her hand on her forehead.“I won’t leave until you give me a reason. I love you, Elowen, and I can’t deny the chemistry I saw between the both of you. If he is the reason you are heartbroken, then tell me. I will fly you out of the country, take you…”“Eliot stop!” She yelled, and he came to a halt. “I’m heartbroken because the man who wed me has abandoned me for a month. I have heard nothing about him since he left two days ago,” she said with her voice cracking, and tears hanging in her eyes.Eliot’s eyes widened and his mouth fell ajar.“You.. you are married?” He asked, and she scoffed.“Yes, and that is what I have been trying to tell you the entire evening.
Third POV:“Guilia, what is going on here?” Flynn asked the moment he stepped into the apartment, which was filled with caterers arranging meals on the table in the living room.“I’m hosting a party; I thought I told you?” He asked, and he stared at her, trying hard to hold back on his words.“No, you haven’t, and I need to know why we are doing this.” He said, and she chuckled, getting on her tiptoe to kiss his cheek.“I just want to have a little party. Me, you, Paris, John, Elowen, and her new guy.”His eyes widened when she said this, and he immediately sensed a scheme because he knew Elowen would not willingly set herself up, knowing what Dante would do.“Elowen and her new man? That sounds like you, and I do not support whatever this is,” he said, marching upstairs.Guilia rolled her eyes, turning to see a server walking to the table with a bowl of wine.“Gimme that,” she said, taking the bowl of wine from her.“Here, you may leave now,” she said, handing a cheque to the lady.S
Third person pov:“Babe, I’m sorry that I forgot to call yesterday. The buyers had me lodge in a hotel to make business easier, and I was so tired after the meeting that I…”A beep from another call was interrupted Guilia’s speech, and she paused, checking her phone to see an unknown number calling.“I
Elowen:It’s been two days since the saga between Guilia and Dante. Things had been awfully strange, but no one wanted to say a thing to me. I was in my room, reading a book Dante purchased for me, when he barged into my room.I placed my book on the bed, and I got on my feet, walking towards him. He
Third person pov:Guilia pretended to grab her purse from the table, but the moment Elowen left, she walked over to Eliot’s table.When Eliot saw her walking towards him, he adjusted his tie, hoping she would present him with an offer to buy his way with Elowen.“Eliot, is it?” She asked, and he nodded
Dante:One thing I have learned is to be a step ahead of your enemies. Guilia was charming, and I knew it would be difficult for Flynn to resist her charm, given that our families were close, but I had double thoughts on the fact that he would betray me.“Mrs. Guerra was seen entering the Victoria bui






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews