Home / Romansa / Magic You / Chapter 1 (Penolakan Pria)

Share

Magic You
Magic You
Author: GracyaValSa

Chapter 1 (Penolakan Pria)

Author: GracyaValSa
last update publish date: 2021-06-03 11:55:08

Aku Valentresia yang hidup di keluarga sederhana, ya sederhana... Hanya ada beberapa rumah yang di fasilitasi kolam berenang, 10 mobil Lamborghini (belum termasuk milik pribadiku) , 5 perusahaan elektronik (belum perusahaan kecil lainnya) dan apa ya? Ntahlah terlalu banyak jika di sebutkan. Hehehe, aku bercanda aku hidup dalam gemilang kekayaan keluargaku. Kalau di bandingkan dengan teman-temanku aku masih sangat standar di sekolah. Aku hidup bersama papa dan mama. Hidupku sangat bahagia.

Tapi itu dulu...

Sekarang telah berbeda tahun lalu papa dan mama meninggal, beberapa perusahaan bangkrut dan rumah banyak yang di jual untuk menutupi kerugian yang terjadi. Aku sangat bersyukur masih memiliki kakek dan nenek yang membantuku untuk tetap bersekolah. Mereka menolong dalam mengurus perusahaan yang di tangani papa.

Aku bersikeras untuk tetap bersekolah dan akan menjadi penggerak perusahaan papa kelak serta bahkan membuat perusahaan sendiri.

Di sekolah aku sangat periang dan mudah untuk bergaul. Aku memiliki banyak teman. Namun ada satu temanku yang sangat karib, namanya Tessa Burg. Dia anak campuran. Dia sangat terbuka tentang dirinya padaku begitu pun aku.

"Valen ke kantin yuk." Ajak Tessa.

"Ayuk." Aku menyetujui.

Oh ya, dari tadi aku di kelas dan sekarang jam istirahat, aku dan Tessa pun pergi ke kantin.

Kami berjalan melalui koridor sekolah.

Brukk.

"Maaf maaf kak saya tidak sengaja." Aku merapikan baju senior yang ngak sengaja aku tabrak. kemudian mendongakkan kepala.

Sial... Ini kak Jessen. Dia cowok yang kusuka.

Kak Jessen hanya menatapku dan pergi.

Huh... selamat.

"Gila ganteng banget ya kakak itu." Aku tersipu malu.

Tessa menatapku. "Valen jangan deketin dia, kan kau tau kakak itu sangat introvert."

Aku tersenyum. "Tapi aku suka."

Tessa menggelengkan kepala dan kami kembali berjalan.

***

Di kantin aku celingak-celinguk melihat kondisi di sini. Mataku terpaku oleh satu sosok...

Gilaaa itu kak Jessen!

Ya Tuhan apakah dia jodohku...

Karena terlalu excited aku mendatangi mejanya. "Hai kak."

Dia melirikku sekejap. "Aku sibuk, pergi. Dasar bodoh."

Kretekkk.

Rasanya dunia ini goyang. Aku shock.

Ternyata bener kata orang dia itu selain introvert dia juga tak punya perasaan.

Aku membuka mulut. "Denger ya kak, jangan sok ganteng deh. Ya aku tau kakak ganteng, tapi di atas langit masih ada langit jadi jangan merasa WOW!" Aku mengangkat kedua tanganku dengan bergetar kemudian aku turunkan.

Kutatap tajam matanya. "Aku juga bisa dapet yang lebih ganteng dari pada kakak tau ngak! Lihat aja nanti!" Aku pergi meninggalkannya dan menarik tangan Tessa. "Aku jadi ngak selera makan. Ayo balik ke kelas."

Hari ini adalah hari yang sangat menyebalkan plus malu plus plus emosi. Rasanya sangat kesal sekesal-kesalnya!

"Memang dia pikir dia siapa?" Aku mendengus. "Kalau ngak kakak kelas, udah aku pijak-pijak tu orang!"

Tessa yang menyaksikan aku mengamuk malah tertawa. "Makanya Val jadi orang jangan keganjenan... hahaha."

Aku kembali berdecak. "Kau ini teman apa lawan sih?!"

"Haha, jangan marah dong beb... Bercanda."

"Ngak. Lucu. Sama. Sekali." Ucapku emosi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Magic You   Chapter 109 (Ending...)

    20 Tahun Kemudian"Mama. Cepetan. Fian ngak bisa terlambat ma."Valen cepat cepat memasang sepatu vansusnya dan segera berjalan ke arah anak lelaki nya yang cerewet. "Sabar dong sayang. Ini masih juga jam 7." Valen mengacak rambut anaknya.Sedangkan Jessen terkekeh kecil melihat anak dan istrinya. Bukan tanpa sebab, kenapa anak anak lebih taat waktu di bandingkan ibunya? Ckck, ada saja.Kemudian Fian masuk ke dalam mobil susuk di kursi belakang begitu pun Valen masuk ke dalam mobil tapi duduk di kursi d pan bersebelahan dengan Jessen yang mengemudikan mobilnya.Fian mengomel ngomel tanpa suara karena kesal dengan keterlambatan mamanya yang tak taat aturan. Di lain sisi Valen terkekeh melihat anaknya yang kopas banget dengan papanya.Brum...Mobil pun melajudengan kecepatan sedang.Fian: A

  • Magic You   Chapter 108

    1 Tahun kemudianDrretRio terbangun dari tidurnya saat mendengar suara ponselnya yang bergetar."Em..." Rio merenggangkan badan. Dan langsung mengangkat ponselnya. "Ha apa. Aku udah punya pacar, ngak usah kecentilan." Rio langsung mematikan ponselnya malas dan kembali tidur.Selama Rio berkuliah memang banyak sekali gadis yang mendekatinya. Dia sangat muak, ntah dari mana mereka dapat nomor Rio. "Dasar Psikopat." Ucap Rio.DrettKen mengusap wajah nya jengah.Dia mengangkat ponselnya dengan kesal. "Apa sih! Kau budeg ya!""Rio." Kata orang yang ada di seberang sana.Mata Rio melotot mengenali suara ini. "Sayang?" Rio langsung melihat nama kontak yang menelpon nya.'Sayang ✨❤️'Buru buru Rio langsung duduk dan kembali menempelkan ponselny

  • Magic You   Chapter 107

    "Jessenn.... Aku cape banget..." Kata Valen manja sambil memeluki Jessen yang tengah sibuk mengerjakan tugas kuliahnya.Jessen tersenyum kecil dan menoleh ke belakang melihat Valen yang mengenakan pyama tidur nya. "Tidur luan gih... Besok kan masih MOS."Valen mendengus kesal mengingat doa besok harus kuliah juga. "Hm.."Valen menegakkan badannya dan melepas rangkulannya kemudian berbalik berjalan ke ranjang. Namun langkah Valen terhenti mengingat sesuatu. "Oh ya." Valen kembalikan badan. "Temen kamu yang namanya Ken itu.."Mendengar nama Ken Jessen langsung kesal. Jessen tak suka kalau istrinya menyebutkan nama lelaki lain selain daripada nya. "Ken apa." Tanya Jessen datar."Kok marah.." Valen bingung.Jessen bangkit dari bangkunya dan langsung memeluk Valen. "Ngapain sih bahas dia. Dengar nya sayang. Aku ngak suka kamu nyebutin nama lelaki lain."Valen terkekeh. "Apa sih sayang. Aku cuma mau nanya, kamu itu ada ngasih tau kalau kamu

  • Magic You   Chapter 106

    Beberapa hari kemudian.Jessen berjalan keluar dari parkiran mobil kampus bersama Valen menuju halaman kampus. Hari ini adalah hari pertama Valen berada di kampus. Menginjakkan kakinya sebagai Mahasiswa Baru atau dapat di sebut Maba.Ini adalah hari MOS pertama Valen!Jessen tak hentinya menatap sang istri yang sama sekali takkan bosan bagi matanya untuk di tatap. Di tambah lagi karena kejadian beberapa hari lalu yang benar-benar memuaskannya di kamar membuat Jessen ingin lebih sering melakukan nya lagi.Setelah berada di lapangan. Terdapat banyak mahasiswa yang mengenakan baju serba putih dan celana serta rok hitam. Menandakan mereka juga merupakan Maba di sini.Valen menghentikan langkahnya dan menatap Jessen dengan senyuman. "Sampai sini aja antarnya. Kamu ke kelas aja gih.." Suruh Valen.Jessen tersenyum. "Oh... Jadi ceritanya ngusir aku nih..." Jessen pura pura ngambek.Valen mencubit pipi Jessen sesaat kemudian melepaskannya. "S

  • Magic You   Chapter 105

    Author POV(1 setengah tahun kemudian)"JESSEN!!!...." Valen menjerit kegirangan.Jessen menjauhkan ponselnya dari telinganya yang berdengung sakit mendengar teriakan Valen kemudian kembali mendekat kan ponselnya lagi. "Kenapa sayang?""AKU LULUS DI JURUSAN KEDOKTERAN!!!!!" Pekik Valen sekali lagi. Sedang orang yang di telpon di seberang sana malah terkekeh mendengar istrinya yang seperti bocil dapat lolipop."Selamat sayangggg....""AAAA.... AKU SENENG BANGET TAU NGAK..."Jessen tersenyum sumringah."Pokoknya, kalau kamu nanti kamu pulang, aku bakalan ngasih apapun... Hehe... Lagi baik soalnya..." Valen cengengesan.Jessen yang mendengar itu menaikkan satu alisnya. "Semuanya?""Iya.. semuanya."

  • Magic You   Chapter 104

    Author POVRio duduk di meja makan sambil membaca buku sejarah. Mulai hari ini dia tak membiarkan waktu yang dia punya untuk bermalas malasan. Dia harus bisa meraih prestasi di sekolah.Pertama yang harus dia lakukan adalah mendapatkan nilai ujian yang tinggi, kemudian Ranking kelas dan bahkan Juara umum sekolah.Well. Agak berlebihan sih. Tapi itu harus dia lakukan demi Tessa.'Tessa. Kau harus jadi milikku! Titik!'Mama dan papa Rio cengo melihat anak nya yang bertingkah aneh.Mereka saling tatap dan kembali melihat ke arah Rio."Nak. Kalau makan, makan aja dulu. Belajar nya kan bisa nanti." Mama Rio menegur.Rio tak menggubris dan tetap makan sambil kembali membaca buku."Iya Rio. Lagipula. Tumben kamu belajar." Papa Rio bingung melihat anaknya.

  • Magic You   Chapter 48

    Aku memasuki rumah sakit di mana Jessen di rawat dengan membawa... Tunggu, aku ngak membawa apapun... Well, tujuanku ke sini kan biar ngak ketahuan dokter. Kalau aku masuk dengan bawa bunga atau apalah itu dan menaruhnya di dalam ruangan si Jessen, hemm... Kau tau lah akibatnya.Aku berjala

  • Magic You   Chapter 47

    Ken melihat ke arah bibi datar. "Bi. Hari ini bibi ngak perlu masak." Kemudian Ken menatapku dengan senyuman. "Biar sayang aku aja yang masak."Kalimat itu membuat seluruh pelayanan yang bekerja di dekat kami tersipu-sipu malu.Tapi tidak denganku. Apaan coba dia?!"Siape sayang

  • Magic You   Chapter 43

    Sepulang kuliah aku tak pulang ke rumah Jessen. Aku di perpus kota.Aku masih memikirkan bagaimana nasibku sekarang.Tessa akan pergi, aku ngak mungkin kembali ke tempat nenek dan kakek. Kejauhan. Dan yang pasti aku ngak mau pulang ke rumah Jessen.Aku tidak mengerti pola pikir J

  • Magic You   Chapter 42

    DegDegDegBadanku membantu mendengar kalimat Jessen tadi. Aku mencoba melepaskan pelukannya. Dia semakin memelukku erat. "Udah aku bilang aku masih sakit. Rawat yang bener lah." Kata Jessen tanpa melihat ke arahku dan tetap menutup matanya."Kau udah gila ya?!" Pekikku.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status