หน้าหลัก / Urban / Makin Lama Makin Asyik / Bab 178: Bhaskoro Hadapi Mahluk Jahanam

แชร์

Bab 178: Bhaskoro Hadapi Mahluk Jahanam

ผู้เขียน: mrd_bb
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-29 10:38:48
"Bhaskoro... Dan kamu, anak muda ingusan yang mewarisi darah campuran dari Dewi Plamita dan Dewi Ramita! Hari ini, kalian berdua akan kuhancurkan sampai tidak tersisa! Jiwa kalian akan dijadikan budak abadiku di dalam kegelapan alam gaib untuk selama-lamanya, persis seperti nasib tragis yang dialami Haris Sanjaya, leluhur kalian yang bodoh itu!"

Sebuah gelombang suara dingin, parau, dan teramat menyeramkan meluncur bebas dari mulut sang manusia setengah ular tersebut.

Tekanan energi hitam yang m
mrd_bb

BERSAMBUNG....

| 2
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 252: Hasil Nakal Mulai Berbuah!

    Mobil mewah berwarna hitam mengkilap melaju stabil di tol menuju Batugara. Boma yang memegang setir, Iful duduk di jok depan sebelahnya, sementara Lintang Sanjaya sudah tergeletak di jok tengah dengan posisi setengah telentang.Lintang bahkan sudah mengorok halus saking lelahnya “bergenjot ria” dengan Sofia dari semalam sampai siang tadi, sepanjang perjalanan dia hanya bobok saja.Wajahnya tenang, rambutnya sedikit berantakan, dan ada bekas kecil di leher yang hampir tertutup kerah kemeja.Boma melirik ke spion dalam, lalu berbisik pelan ke Iful, “Iful… kira-kira berapa ronde tadi malam sampai siang sama Sofia?” Iful menahan tawa sampai bahunya bergetar. “Tebakan aku sih… tadi malam dua ronde, pagi sampai siang dua ronde lagi. Kamu lihat sendiri kan jalan Sofia pas check-out tadi? Melenggangnya begicuuuuu bingiiit, kaki agak mepet, pinggang masih kaku… hahaha!”Boma ikut terkekeh pelan, takut membangunkan Lintang.“Hahaha… kamu sendiri sama Loli berapa ronde tadi malam?”Iful menghemb

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 251: Transfer Fantastis Buat Calon Bini

    “Ihh nggak begitu juga kali aaah,” cetus Sofia sambil mendorong dada Lintang dan menepis tangan nakal pemuda itu yang masih mencoba meraba-raba.“Aku akan tetap terbang sama Mina dan Loli dulu. Baru ajukan pengunduran, nggak serta-merta berhenti gitu aja, kayak perusahaan nenek moyang akiuuu ajaaah tu maskapai…!” sungut Sofia.Lintang hanya tersenyum lebar, matanya penuh rasa sayang sekaligus iseng.“Iya sayang… terserah kamu. Oh ya, nih catat nomor rekening kamu. Kan mulai tadi malam kamu sudah resmi jadi bini aku.”Lintang menyodorkan ponselnya. Sofia menerima dengan sebelah tangan, jemari lentiknya mulai mengetik nomor rekening sambil masih pura-pura merengut.“Transfernya jangan dikit yaah… jangan 5 juta cyinnn… 50 juta kek minimal!” ceplos Sofia lalu tertawa kecil.Lintang hanya senyum saja, tidak menjawab. Dia berdiri, mengambil handuk, dan berjalan menuju kamar mandi.Sofia segera membuka aplikasi m-banking di ponselnya. Baru beberapa detik kemudian, matanya yang indah terbelal

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 250: Suka Versi yang Ganas

    Maharatu Sofia menumpahkan seluruh rasa kangen yang sudah lama terpendam lewat tubuh Sofia.Ronde kedua dimulai dengan sangat ganas dan tak terkendali. Lintang masih semi-duduk di sofa ketika mulut Sofia (yang sudah dikuasai Maharatu) melepaskan pelatuknya dengan bunyi plop basah.Air liur masih menetes dari sudut bibirnya. Matanya menyala liar.“Aku kangen banget… kangen diisi, kangen dihajar, kangen dijadikan milikmu lagi sayaaaangkuuuh…sudah lama banget kamu nggak mendatangi di alam ghaib,” desahnya serak.Dalam sekejap dia mendorong Lintang telentang, lalu naik ke atas pangkuannya.Tanpa basa-basi, dia menggenggam batang kekar yang sudah kembali tegang keras, menggesekkan belahan kue apemnya basahnya di ujungnya beberapa kali, lalu…Hhhhnnngghh…!Sofia menelan seluruh panjang itu dalam satu hentakan. Pelatuk Lintang menembus sampai ke bagian terdalam, membuat perutnya sedikit menggembung.Kedua tangannya mencengkeram bahu Lintang, kuku-kukunya menancap, sementara pinggangnya mulai

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 249: Maharatu Sofia Pingin Ikutan...

    Sofia menggigit bibirnya sendiri, lututnya melemah. Satu tangannya otomatis mencengkeram rambut Lintang, sementara yang lain menutup mulutnya sendiri biar tidak mengeluarkan desahan terlalu keras—karena mereka tahu ada yang sedang mengintip. Lintang semakin liar ajeeeehh. Uhuiii….Dia membuka paha Sofia lebih lebar, menekan lidahnya lebih dalam, menghisap, menjilat, sesekali menggigit pelan bibir kue pakis yang sudah bengkak dan berdenyut.Aroma khas Sofia memenuhi hidungnya, membuatnya semakin beringas.“Mmmhh… enak banget… basah banget…” gumam Lintang di sela jilatan, getaran suaranya terasa langsung di tubuh Sofia.Sofia menggeliat, pinggangnya sedikit maju menubruk mulut Lintang.“Lintang… ahh… pelan… ada yang ngintip…” desahnya putus-putus, tapi tangan yang memegang kepala Lintang justru menekan lebih dalam.Lintang hanya menatap ke atas dengan mata yang penuh nafsu, lidahnya masih sibuk bekerja.“Biarin dia gila liatnya… kita kasih tontonan yang bikin dia ngaceng sampe sakit.”T

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 248: Sengaja Bikin Panas yang Ngintip

    “Wuihh... nantang, nih?” Lintang menyeringai, seolah tidak mau kalah. “Siapa yang menolak? Bukan cuma sampai pagi... seminggu juga aku mau!”Sofia langsung tertawa. “Hahaha... kamu itu, ya!”Namun tawanya perlahan mereda.“Kalau aku sampai dipecat, siapa yang akan membiayai pengobatan ibuku di rumah sakit? Terus kalau sampai aku hamil... kamu mau bertanggung jawab? Ingat ganteng, biaya ibuku nggak murah loh, gajiku saja yang 9 jutaan kurang sebulan,” Sofia kini menatap tajam wajah si tampan ini, si cantik ini sampai lupa, kalau pemuda di depannya ini bukan pria sembarangan, anak sultan nekkkk….Lintang balik menatap Sofia tanpa ragu. “Dua-duanya aku tanggung jawab.” Nada suaranya kini serius.“Pokoknya kamu tidak akan terlantar. Begitu juga ibumu. Selama aku mampu, aku akan memastikan kalian baik-baik saja.”Sofia terdiam beberapa saat. “Hmm... lalu bagaimana dengan kekasihmu yang bernama Naura?” Kini tatapan Sofia berubah lebih serius.Lintang sempat terdiam. “Eee... soal itu, aku ak

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 247: Makin Lama Makin Asyik...

    “Kamu… sudah yakin?” bisik Lintang, suaranya rendah dan serak. Kedua lengannya melingkar pelan di pinggang Sofia, menarik tubuh aduhai itu mendekat hingga dada mereka saling menempel.Sofia mendongak, matanya berkedip nakal. “Hemmm… kalau kamu ragu, ya sudah. Aku keluar dari kamar mewahmu ini…” katanya pura-pura merajuk, bibirnya maju sedikit.Lintang tentu saja tidak mau melepaskannya. Ia langsung memeluk lebih erat, hampir menahan napas Sofia.Tanpa ragu, ia menunduk dan memagut bibir ranum itu dengan lapar. Ciuman pertama masih agak lembut, tapi segera berubah dalam dan menuntut. Lidahnya menyusup masuk, menari agresif, sementara tangannya mulai bergerilya naik ke dada Sofia.Buah dada kenyal itu langsung menjadi sasarannya. Lintang meremas pelan, lalu semakin kuat, memijat gumpalan lembut di balik kain tipis. Desahan panjang langsung lolos dari bibir Sofia, suaranya serak dan penuh nafsu.“Ahh… Lintang…”Tanpa diminta, Sofia malah membantu. Ia menarik kaos luarnya sendiri ke atas

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 2: Bu Kades yang di Demo Warganya

    Besok paginya jelang siang…“Hemm…ada apa ribut-ribut di depan kantor kelurahan itu?” batin Bhaskoro, lalu buru-buru memarkir mobil jadulnya dan mendekat ke arah keributan ini.“Ganti uang kami, panen kami gagal akibat ulah mantan suaminya yang kurang ajar bawa duit kas desa dan kami tak bisa beli p

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 1: Jeritan Bibi Jamu Cantik

    “Tolonggg….!”Sebuah jeritan sudah cukup membangkitkan jiwa kesatria Bhaskoro, sejenak dia hentikan aktivitas di rumah miliknya ini, tak peduli gerimis mulai deras dan agaknya sebentar lagi akan hujan.Bhaskoro bergegas keluar rumah sederhana miliknya dan dia melihat seorang penjual jamu keliling te

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 58: Kepakan Sayap dari Banjarbaru, Tempat Kelahiran Sang Kakek

    Anthony Johansyah dan Idam Hasibuan saling melempar senyum, menatap sang CEO yang duduk di hadapan mereka.Bhaskoro tetap tampil bersahaja—hanya kaus oblong hitam polos dan jins pudar—namun atmosfer di sekelilingnya kini telah berubah total. Tidak ada lagi sisa-sisa keputusasaan dari masa lalunya ya

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 5: Peringatan Pak RT

    Surti tersentak panik setengah mati. Dia buru-buru menarik kembennya yang nyaris lepas. "Mati aku, Bang... Pak RT!" bisik Surti gemetar ketakutan. Tanpa menunggu jawaban Bhaskoro, wanita aduhai itu lari terbirit-birit kabur lewat pintu belakang.Bhaskoro menghela napas kasar. Kepalanya pening dan se

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status