Share

Ch. 76 Makin Lama Makin ....

Penulis: Selfie Hurtness
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-02 21:00:09

"Mana bocah itu?"

Tentu Sherly paham siapa yang dimaksudkan oleh sang suami, ia segera menjejerkan langkah di sisi Gerrard, menutup pintu dan mengejar lelaki itu menapaki anak tangga.

"Istirahat di kamar, capek banget katanya." ucap Sherly berbohong, pasalnya gadis itu tertangkap matanya menangis setelah sesi curhat mereka tadi.

"Agak aneh dia, khawatir aku." ucap Gerrard lirih.

Sherly tersenyum, meskipun sering kali bertikai dan saling ejek, Sherly tahu sang suami begitu menyayangi adiknya.

"Aneh gimana, Mas?" tanya Sherly pura-pura tidak mengerti, walaupun sebenarnya Evelyn sudah menceritakan semua padanya tadi.

"Beda aja dia seharian tadi. Dia pikir aku nggak ngawasin apa?"

Mereka sudah di kamar sekarang, Sherly menutup pintu kamar, tak lupa menguncinya karena kini, di rumah tidak hanya ada mereka berdua.

"Mungkin lagi adaptasi." sahut Sherly berusaha menenangkan Gerrard.

Gerrard nampak menghela napas panjang, ia melirik Sherly yang melangkah menuju ranjang, tanpa banyak bica
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
Gerrard belum tahu aja adiknya patah hati.. sampe males mandi.. hehehe..
goodnovel comment avatar
virna putri
Debay mo ayam geprek jg yaa? hehe Lyn, mas mu pasti tauuu..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 232 The Another Malam Panas

    "Kamu kenapa sih bilang begitu sama papa tadi, Yang?" protes Bastian begitu mereka sudah sampai di rumah. "Yang mana? Emang kenapa?" cecar Evelyn sekaligus. Bastian mencebik, ia mengunci pintu rumah, menyusul Evelyn yang sudah naik ke lantai dua, hendak menuju kamar mereka. "Soal main aman tadi, kan jadi nggak enak sama papa."Evelyn meletakkan tas di meja rias, melepas cardigan yang dia kenakan dan melangkah masuk ke kamar mandi. Bastian sendiri melepas jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan, hendak mandi kalau istrinya itu sudah keluar dari kamar mandi. Ah! Mendadak Bastian takut mertuanya itu murka kalau Evelyn benar-benar hamil sebelum dia selesai internship. Bahkan beberapa kali berhubungan badan sejak kemarin, mereka sama sekali tidak memakai pengaman apapun. Entah Evelyn tengah subur atau tidak, Bastian sendiri juga tidak tahu. "Papa mah santai, Mas. Tenang aja, nggak bakalan jadi masalah." ucap Evelyn sembari melangkah keluar, ia sudah berganti pakaian, melangkah

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 231 Obrolan Nakal

    "Kalian langsung pulang?" tanya Gerrard ketika mereka tengah melangkah menuju parkiran bandara. "Tentu. Takut ngerepotin kalau mampir dulu, ini udah malem banget, Ge."Panggilan diantara mereka masih sama, tidak ada imbuhan apapun karena memang itu yang Gerrard minta. Ia ingin antara dia dan Bastian tetap sama. "Nggak lah. Rumahku udah jadi rumahmu juga. Santai aja, Bas!" desis Gerrard sembari tersenyum. "Oh ... pasti kalian nggak mau diganggu, kan? Takut kedengeran pas lagi gituan?"Sontak tawa Bastian pecah, diliriknya Gerrard dengan tatapan gemas. Ah otak laki-laki! Tidak kaget dia kalau hal ini yang Gerrard bahas pada obrolan kali ini. "Kayak lupa aja dulu habis kawin gimana." ledek Bastian balas menyerang. "Eh! Nggak ada, ya!" kilah Gerrard tidak berbohong. "Ah masa? Kagak yakin aku!" Bastian menolak percaya. "Serah kamu lah, intinya cukup lama setelah surat nikah keluar terus kami baru intens gituan." jawab Gerrard apa adanya. "Iya deh iya, Evelyn udah cerita kok." desis

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 230 Negosiasi

    "Papa satu mobil sama aku!" tegas Evelyn langsung menarik lengan Aji dan mendekapnya erat-erat. Gerrard mencebik, ia menatap adiknya dengan tatapan gemas. "Kenapa nggak satu mobil aja sih? Gede itu mobil yang satunya!" gerutu Gerrard dengan nada kesal. "Kita lima orang ini!" tegas Evelyn mengingatkan dengan nada yang sama kesalnya. "Bagasi belakang muat kamu, sama itu koper-koper papa!"Mata Evelyn melotot, ia segera menoleh dan menatap Bastian dengan tatapan memelas. "Mas! Terima kamu istrimu disuruh duduk di belakang gitu?" Evelyn mengadu, membuat Bastian kontan garuk-garuk kepala sembari tersenyum kecut. "Nggak usah sok ngadu, mana berani suamimu sama aku!" ucap Gerrard langsung melangkah menuju mobil. "Ayo, Pa! Jam berapa ini?""Jadinya gimana ini?" tanya Aji tak tega dengan sorot mata memohon Evelyn. "Satu mobil aja, Pa. Ngapain bawa dua mobil?" Gerrard tidak jadi melangkah, kembali menoleh dan sontak mendengus kesal. "Nanti emang Eve sama Bastian mau kesini lagi? Nggak l

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 229 Takdir Yang Seperti Apa?

    "Eh Bang!" sapa Bastian yang seketika membuat wajah jahil Gerrard berubah masam. Gerrard menekuk wajah, menggebuk punggung Bastian berulang kali. Bukannya memekik kesakitan, Bastian malah terbahak-bahak, membuat Gerrard rasanya ingin memukuli lelaki yang kini sah berstatus adik iparnya. "Panggil kayak biasa aja kenapa sih? Hah? Nyari perkara?" tantang Gerrard gemas. Kini wajah itu yang nampak cemberut, ia menatap mata Gerrard, hendak mengajukan protes kalau dilihat dari gerak-geriknya. "Kalo panggil kayak biasa, ntar dikatain kurang ajar sama kakak ipar ... ini dipanggil abang eh malah kena gebuk. Serba salah, ya!" protes Bastian dengan wajah pura-pura lesu. Gerrard tersenyum, ia meraih bahu Bastian, memaksa lelaki itu sedikit lebih dekat dengannya. "Masih ingat janjimu dulu, Bas?" tanya Gerrard keluar dari pembahasan awal mereka. Bastian mengerutkan kening, nampak gelisah dan menatap sekeliling. Tidak ada yang berada di teras rumah, kecuali mereka berdua! "Janji yang mana?" b

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 228 Pesan Aji

    "Udah mau balik, Ge?" Langkah terburu Gerrard sontak terhenti, ia menoleh dan mendapati Willy sudah berdiri di belakangnya. "Iya nih, ditunggu karena mau nganter papa balik." jawab Gerrard apa adanya. "Pasien mu yang kemarin, nanya-nanyain kamu terus." Gerrard yang tadinya hendak pamit, seketika mengurungkan niat. Jangan bilang yang dimaksud Willy dengan pasiennya itu adalah ... "Dia keknya nyesel banget dulu misahin kamu sama anaknya, Ge." lanjut Willy yang seolah paham dengan apa yang ada dalam pikiran Gerrard. "Ah udah berlalu juga. Nggak perlu dibahas sih sebenarnya." ucap Gerrard yang kini sudah sangat paham siapa yang Willy maksud. Dugaannya tidak salah! "Iya emang sih, tapi beliau terus ngerasa bersalah gitu, Ge. Bahkan sampai kontrol terakhir kemarin, masih aja nanyain kamu." Gerrard tertawa lirih, begitukah? Bukannya dulu mereka sama sekali tidak mau Gerrard masuk ke dalam keluarga mereka? Sampai tega membunuh darah daging Gerrard yang bahkan baru memulai k

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 227 Pengantin Baru

    "Hai, Mbak!"Sherly yang sedang membantu Farida menyusun botol dot dan perlengkapan pumping di mesin sterilisasi, kontan menoleh. Ia tersenyum lebar ketika mendapati Evelyn sudah berdiri di depan pintu dengan beberapa tentengan di tangan. "Eh, halo pengantin baru!" sorak Sherly yang langsung melepaskan botol dan membalikkan badan. Mereka berpelukan sejenak, seolah-olah sudah beberapa bulan tidak bertemu. Sherly menatap wajah itu dengan saksama, rona wajah dan sorot mata itu membuat Sherly seketika nyengir lebar. "Berapa kali semalem, Lyn?" goda Sherly dengan suara lirih. Seketika wajah itu memerah, ia segera menjejalkan plastik-plastik itu ke tangan Sherly. Bibirnya menggerucut, hendak pergi dari depan pintu ketika ia teringat sesuatu. "Itu buat mbak Farida satu, Mbak. Cepet dimakan, keburu dingin!" pesannya lalu menghilang dengan segera. Sherly terkekeh, ia segera menyerahkan bungkusan yang dimaksud pada pengasuh anaknya itu. "Dari Evelyn, cepet dimakan, ya!""Terimakasih bany

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status