Share

Ch. 80 Dokter Itu ....

last update Huling Na-update: 2025-11-04 06:27:31

"Evelyn!"

Panggilan itu Evelyn abaikan, sampai kemudian tangan itu menarik bahunya dengan kasar, membuat wajah mereka kini saling berhadapan.

Mata Evelyn menatap tajam Fendi yang nampak memucat, masih sama seperti beberapa saat yang lalu, ketika Evelyn membuka maskernya di hadapan lelaki ini dan sang kekasih.

"A-aku bisa jelasin!" ucapnya terbata.

Kening Evelyn berkerut, jelaskan? Memang apa yang hendak dia jelaskan padanya? Tawa Evelyn refleks pecah, menyingkirkan tangan Fendi dari bahunya dan makin menajamkan sorot matanya.

"Meski aku baru beberapa hari ini sini, aku sudah tahu semua tentangmu dan perempuan itu. Jadi apa yang mau kamu jelaskan?" Dua tangan Evelyn dilipat di dada, terus menekan dan mengintimidasi Fendi dengan sorot mata.

"Bukan begitu, Lyn. Denger dulu aku ngomong." mohonnya dengan mimik wajah takut.

"Nggak perlu, Dok. Nggak perlu ada yang dibahas lagi. Kita selesai dan bersikaplah pura-pura tidak saling mengenal denganku, oke?" ucap Evelyn dengan sangat tegas d
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (9)
goodnovel comment avatar
Janni Qq
wkwkkw bastian bestinya kakakmu dok ge...otw jd adekbipar dok ge......
goodnovel comment avatar
Rumada Juna
nah lo, sesuai doa minta yg perawan
goodnovel comment avatar
NING
Nah kan Lyn. Jodohmu udah disiapin Author. Biar duda juga ga masalah Lyn. Ga usah gubris mamamu kalau kelak dia tantrum menghalangi langkah kalian.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 227 Pengantin Baru

    "Hai, Mbak!"Sherly yang sedang membantu Farida menyusun botol dot dan perlengkapan pumping di mesin sterilisasi, kontan menoleh. Ia tersenyum lebar ketika mendapati Evelyn sudah berdiri di depan pintu dengan beberapa tentengan di tangan. "Eh, halo pengantin baru!" sorak Sherly yang langsung melepaskan botol dan membalikkan badan. Mereka berpelukan sejenak, seolah-olah sudah beberapa bulan tidak bertemu. Sherly menatap wajah itu dengan saksama, rona wajah dan sorot mata itu membuat Sherly seketika nyengir lebar. "Berapa kali semalem, Lyn?" goda Sherly dengan suara lirih. Seketika wajah itu memerah, ia segera menjejalkan plastik-plastik itu ke tangan Sherly. Bibirnya menggerucut, hendak pergi dari depan pintu ketika ia teringat sesuatu. "Itu buat mbak Farida satu, Mbak. Cepet dimakan, keburu dingin!" pesannya lalu menghilang dengan segera. Sherly terkekeh, ia segera menyerahkan bungkusan yang dimaksud pada pengasuh anaknya itu. "Dari Evelyn, cepet dimakan, ya!""Terimakasih bany

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 226 Quickly (21++)

    "Masih sakit banget?" Bastian memperhatikan langkah Evelyn, nampak tidak selincah biasanya. Wajah istrinya pun sedikit pucat, membuatnya segera mencecar guna memastikan istrinya itu baik-baik saja. "Agak nggak nyaman sih, cuma nggak apa-apa." ucapnya sembari tersenyum. Kening Bastian berkerut, matanya tak lepas dari wajah itu. "Order online aja? Makan di rumah? Kamu perlu banyak Istirahat." desisnya sembari mengusap pipi Evelyn. Nampak wajah itu berpikir sejenak, cukup lama sampai kemudian ia menghela napas panjang sembari mengangguk pelan. "Tapi nanti jadi ke rumah mas Ge sama anterin papa, kan?" tanya Evelyn dengan wajah memohon. "Jadi, Sayang!" senyum Bastian merekah, ia lantas menjatuhkan kecupan di puncak kepala Evelyn. "Kamu pengen makan apa?""Aku boleh makan apa aja?" tanya Evelyn memastikan. "Asal jangan makan yang tak lazim aja sih." Tawa Evelyn pecah, memang apa yang mau dia makan? Dia memang pemakan sengala, tapi bukan berarti makanan ekstrim dan tak lazim juga di

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 225 Belum Terbiasa

    Sinar matahari masuk menerobos jendela kaca begitu Bastian menyingkap tirai. Sinarnya menyebar ke seluruh penjuru kamar, membuat kamar yang menjadi saksi bisu momen intim mereka semalam menjadi terang benderang. Bastian tersenyum, ketika Evelyn mengerjap sembari menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang terkena sorot sinar yang masuk lewat kaca jendela. "Yang! Bangun yuk!" rayu Bastian sembari menarik selimut. Evelyn mencebik, perlahan tapi pasti matanya mengerjap, terbuka sedikit demi sedikit lalu tertegun menatap Bastian dengan tatapan terkejut. Sedetik-dua detik, Evelyn mematung, ia lantas bangkit, duduk dengan dua tangan menutupi dadanya dengan ekspresi wajah syok. Melihat itu, Bastian mendesah panjang, mengangkat tangannya, di mana cincin itu melingkar di jari manisnya. "Kita udah nikah, ya! Nggak lupa kan semalam kita berapa kali main?"Mendengar itu wajah Evelyn makin terkejut, hanya sebentar karena kemudian tawanya pecah. Ia terbahak-bahak, menurunkan tangan yang tadi

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 224 After Taste (21++)

    Bastian melangkah keluar dari kamar mandi dengan seringai puas. Matanya menatap sang istri yang nampak sudah lelap di balik selimut. Baju-baju mereka masih berserakan di lantai dan Bastian ... ia melewatinya begitu saja tanpa berniat memungutnya. Wajah itu begitu damai dalam tidur, tidak seperti beberapa saat yang lalu dimana wajah itu berubah-ubah ekspresi dari mulai takut, terkejut, kesakitan sampai memekik keras menyiratkan kenikmatan. Bastian sangat suka semua ekspresi itu, terlebih bagaimana .... Dengan cepat Bastian menggeleng, ia naik ke atas kasur, ikut masuk ke dalam selimut dan merengkuh tubuh polos itu erat-erat. Tubuh Bastian meremang. Aroma tubuh Evelyn benar-benar mempunyai daya pikat yang luar biasa. Ditambah gesekan kulit mereka ... Bastian mengusap lembut tubuh istrinya, dari bahu, lengan ... Pinggang dan paha Evelyn. "Berengsek!" Bastian memaki dirinya sendiri, ketika ia menyadari miliknya kembali menengang. Bastian membeku sesaat, namun jari itu lantas

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 223 Titik Terdalam (21+++)

    "Ah!" Evelyn pasrah, kini tubuhnya sudah dikuasai oleh Bastian. Entah sejak kapan, semua kain yang menempel di tubuh Evelyn sudah tertanggal semua, membuat wajah Evelyn makin merah padam karena inci demi inci tubuhnya terpampang jelas di mata Bastian sekarang ini. Lelaki itu pun sudah melepaskan kemejanya, bertelanjang dada sembari menindih tubuh Evelyn dan mengeksplor leher jenjang Evelyn sembari sesekali meraup bibirnya. "Ini yang kamu mau, kan?" bisik Bastian dengan deru napas memburu. Permukaan kulit mereka saling bersentuhan, makin membakar api yang membara antar keduanya. Evelyn tidak menjawab, karena Bastian, kembali menyerangnya dengan tiba-tiba. Entah sudah berapa kali Bastian meraup puncak dadanya, Evelyn sampai tidak sempat menghitung. Bastian benar-benar membuatnya tidak berkutik, ia terus menyerang Evelyn, meluapkan semua gairah yang berhasil dia tahan seorang diri. Keringat mengucur, membasahi hampir sekujur tubuh Evelyn yang sukses dibuat membara oleh Bastia

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 222 Foreplay (21+++)

    Evelyn baru saja membuka pintu, namun ia sudah dibuat terkejut dengan Bastian yang berdiri sembari bersandar tepat di samping pintu. Melihat Evelyn keluar dari kamar, senyum di wajah itu melebar. Ia segera beranjak dari tembok, mengulurkan tangannya ke depan Evelyn. "Siap pulang dan memulai hidup baru bersamaku?" tanyanya tanpa melepas senyum. Senyum itu begitu lepas, manis dan menawan! Evelyn ikut tersenyum, menerima uluran tangan suaminya dan mengangguk dengan mantap. "Ya! Tentu!" jawabnya cepat. Bastian segera mengamit tangan itu, membawanya menyusuri lorong yang akan membawa mereka menuju halaman parkir. Tidak ada percakapan, namun genggaman tangan itu seolah menjelaskan semuanya, tentang rona bahagia di sorot mata sejoli itu dan ucapan rasa syukur yang tidak terucap dari mereka. Dengan sigap, Bastian membuka pintu mobil, mempersilakan permaisurinya masuk ke dalam. Sebenarnya adegan itu bukan sekali-dua kali mereka lakukan, hanya saja kali ini mereka melakukan adegan itu deng

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status