Share

101. Mas Pacar

Penulis: Black Aurora
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 18:31:31

Ara terdiam sepersekian detik. Lalu tertawa sampai memegangi perut.

“Gila,” katanya. “Ini pertama kalinya aku lihat ada cowok yartakut disentuh sama cewek cantik.”

Reyhan bersedekap defensif. “Saya nggak takut, tapi menghargai batasan.”

Ara pun berhenti tertawa, dan kini menatapnya lebih serius. “Oke. Aku akan berhenti bercanda sekarang.”

Mendengarnya, membuat Reyhan sedikit merasa lega. Syarafnya yang tegang seketika langsung mengendur. “Terima kasih.”

Ara kembali mendekat dengan perlahan hingga jaraknya kini cukup dekat untuk membuat Reyhan menahan napasnya.

“Tapi aku mau satu hal, Reyhan”

Pria itu pun kembali waspada. “Apa?”

Ara mengulurkan satu tangannya. “Pegang tangan aku.”

Reyhan menatap tangan itu seakan memandangi benda yang terlarang. “Untuk… apa?”

“Agar di luar sana kita terlihat wajar.”

Beberapa saat Reyhan tampak ragu, namun pada akhirnya ia mengulurkan tangannya.

Namun begitu jari mereka bersentuhan, ia kembali menegang.

Karena Ara menggenggam t
Black Aurora

semoga masih ada yg baca 🫶🏻

| 4
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Ari Salbiah
Masih setia Kak
goodnovel comment avatar
rumi ati
Gak suka part yg ada si cegil ara
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mantan Jadi Tetangga    101. Mas Pacar

    Ara terdiam sepersekian detik. Lalu tertawa sampai memegangi perut. “Gila,” katanya. “Ini pertama kalinya aku lihat ada cowok yartakut disentuh sama cewek cantik.” Reyhan bersedekap defensif. “Saya nggak takut, tapi menghargai batasan.” Ara pun berhenti tertawa, dan kini menatapnya lebih serius. “Oke. Aku akan berhenti bercanda sekarang.” Mendengarnya, membuat Reyhan sedikit merasa lega. Syarafnya yang tegang seketika langsung mengendur. “Terima kasih.” Ara kembali mendekat dengan perlahan hingga jaraknya kini cukup dekat untuk membuat Reyhan menahan napasnya. “Tapi aku mau satu hal, Reyhan” Pria itu pun kembali waspada. “Apa?” Ara mengulurkan satu tangannya. “Pegang tangan aku.” Reyhan menatap tangan itu seakan memandangi benda yang terlarang. “Untuk… apa?” “Agar di luar sana kita terlihat wajar.” Beberapa saat Reyhan tampak ragu, namun pada akhirnya ia mengulurkan tangannya. Namun begitu jari mereka bersentuhan, ia kembali menegang. Karena Ara menggenggam t

  • Mantan Jadi Tetangga    100. Staf Magang

    Suara decap dari dua bibir dan dua lidah itu terdengar nyaring di dalam kamar yang hening. Kedua insan itu terlalu larut dalam penyatuan bibir serta lidah, seiring dengan desir-desir gairah yang terasa semakin terasa penuh. "Not bad," bisik Ara sambil tersenyum di sela-sela ciumannya. Ternyata cowok culun ini lumayan jago juga berciuman. Senyumnya pun semakin lebar ketika merasakan jemari panjang Reyhan yang menangkup tengkuknya kuat, lalu kembali melanjutkan ciuman itu dengan lebih menggebu-gebu. See? Ara tahu Reyhan pasti tidak kebal pada pesonanya. Rata-rata pria memang tidak akan bisa menolak wanita cantik, kecuali Mas Dastan. Dia sih pasti karena sudah kena peletnya Tante Marvella. "Umm..." Ara masih tersenyum di sela-sela ciuman mereka, sebelum kembali membalas dengan lebih agresif. Kedua tangannya yang semula bertengger di dada Reyhan, kini mulai bergerak turun. Terus turun dan turun, hingga menyentuh dan meremas lembut bagian sensitif pria itu. Reyhan pun se

  • Mantan Jadi Tetangga    99. Rindu

    “Kok nggak bisa ditelpon, sih?” Dastan berguman, sambil menatap layar ponselnya dengan dahi berkerut. Barusan masih ada nada sambung, bahkan sempat satu kali berdering. Lalu tiba-tiba... klik! Terputus begitu saja. Ia pun berinisiatif mencoba menelepon Reyhan lagi. Namun setelah tiga kali, masih saja tidak aktif. Dastan mendengus pelan, lalu memasukkan ponsel ke saku mantel tebalnya dan menghela napas panjang. Sudahlah. Mungkin Reyhan sedang sibuk. Atau ponselnya jatuh ke got. Atau diculik oleh cewek cantik dan disekap di dalam kamarnya. Biar si Reyhan nggak jomblo lagi. Siapa tahu saja, kan? Perandaiannya bisa jadi doa, begitulah yang dipikirkan oleh Dastan, tanpa sadar jika feeling-nya benar-benar tepat. Swiss di pagi itu terlalu indah. Pegunungan Alpen berdiri megah dengan puncak berselimut salju, langit biru bersih tanpa noda, dan udara dingin yang menggigit tapi menyegarkan. Mereka sedang berada di salah satu destinasi wisata paling terkenal di Swiss. Sebuah desa keci

  • Mantan Jadi Tetangga    98. Akhirnya

    Saat ini, Reyhan sedang menatap orang tua Ara yang berdiri tegak di depan mereka. Wajah ayah dan ibunya terkejut melihat putri mereka datang bersama seorang pria jangkung dengan mengenakan jas yang rapi. Reyhan menatap balik dengan santai, mencoba mengumpulkan kesan ‘tenang dan sopan’ meski jantungnya berdegup nggak karuan. “Ibu, ayah… kenalin ini Reyhan, pacarku,” ucap Ara cepat. Ibu Ara menatap Reyhan dari atas ke bawah dengan ekspresi menilai. “Oh. Sudah berapa lama kalian bersama?” tanyanya dalam nada penuh rasa ingin tahu tapi juga terlihat skeptis. “Seminggu," jawab Ara. “Sebulan," jawab Reyhan bersamaan. Ibu Ara pun menatap keduanya dengan alis terangkat bingung. “Eh? Gimana ceritanya bisa berbeda? Seminggu atau sebulan?” Dengan gaya sok tenang, Reyhan meraih tangan Ara, lalu mengecup jemarinya pelan sebelum berkata dengan suara yang lembut tapi sedikit dramatis. “Sebulan, adalah waktu yang saya butuhkan untuk mendekati Ara. Dan seminggu, adalah persisnya wak

  • Mantan Jadi Tetangga    97. Ciuman

    “Ck.” Ara mencebik sambil menatap pria jangkung berpenampilan terlalu rapi di depannya. Apa ada Deputy CEO yang modelannya culun begini? Setelan jas Reyhan terlalu licin, kemejanya dikancing sampai atas, rambutnya disisir sangat rapi. Tapi Ara sudah berada di titik pasrah sekarang. Entah Reyhan jujur atau tidak soal jabatannya, yang jelas ia sudah terlanjur menyeret pria itu sampai akhirnya mereka pun berada di depan gerbang kompleks pemakaman. Ara berhenti mendadak, lalu menarik tangan Reyhan dengan kuat hingga Reyhan hampir saja menabraknya. “Bentar,” ucap Ara singkat. “Aku permak dikit penampilan kamu, biar nggak kelihatan kayak musang gembel nyasar ke acara duka.” “Apa?” Reyhan refleks meletakkan satu tangan di dada. "Saya ini pejabat perusahaan, ada etika berpenampilan yang harus ditaati." Tapi Ara tidak peduli. Ia mengangkat kedua tangannya, lalu mengacak rambut Reyhan yang tadinya terlalu patuh pada hukum gravitasi. Ara sedikit membuatnya berantakan, kasual y

  • Mantan Jadi Tetangga    96. Cegil Ara

    Ara membanting pintu rumahnya dengan keras lalu melempar tas kecilnya ke atas sofa. Dengan kesal, ia melepas kacamata hitam sebelum mengacak rambutnya sendiri. “Gila,” gumannya. “GILA!” Jadi Mas Dastan sudah menikah? Apa iya?? Apa perkataan pria culun ngeselin bernama Reyhan itu bisa dioercaya??! Ara pun mondar-mandir di ruang tamu seperti kucing yang ekornya terinjak. Tangannya mengepal dan napasnya berat. “Deputy CEO my ass,” dengusnya. "Paling-paling si cowok culun itu cuma bluffing." Ia pun berhenti di depan cermin besar di ruang tamu untuk menatap refleksinya sendiri. Gaun hitam sederhana masih membingkai tubuhnya yang berlekuk sempurna. Rambutnya rapi. Wajahnya flawless. Ara menyentuh pipinya sendiri untuk menilai penampilannya. Tidak ada yang salah. Ia tetap cantik. Tetap fashionable. Tapi entah kenapa, hari ini rasanya ia seperti kalah sebelum bertanding. “Cih. Menikah mendadak,” gerutunya pelan. “Siapa sih orang yang mau menikah mendadak, hah?” Namun jawab

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status