LOGINDijatah NAFKAH RANJANG hanya tiga minggu sekali oleh suami. Aku mengira karena ia lelah di kantor, ternyata ia lelah melayani .... "Mas, " suaraku manja memeluk suami yang baru saja selesai mandi. Menciumi punggungnya yang dingin. "Sekar, aku capek!" Aku tertegun saat suamiku malah menghindar. "Kenapa, Bang? Ini udah lebih dari tiga minggu. Aku kangen kamu, Bang!" Aku kembali memeluk Bang Exel. "Besok saja atau lusa. Aku beneran lagi capek, mau tidur!"
View MoreDewasa"Jadi menurut Mama, apa Roro akan baik-baik saja?" tanya suamiku saat malam ini kami kembali tidur bersama, setelah malam kemarin, suamiku menemani putrinya yang patah hati. Mereka berdua tidur di depan televisi dengan sofa kasur."Iya, Pa. Masalah yang dialami Roro itu, hampir sama dengan masalah yang ia sebabkan pada Mama dan Exel. Bedanya, waktu pertama kali saya tahu, Exel dan Roro memang belum menikah. Untuk Roro masalahnya agak pelik, karena pelakor itu sudah dinikahi dan tengah hamil pula. Berarti Mas sudah tahu siapa yang bajingan di sini'kan?" suamiku mengangguk sambil menatap langit kamar. "Papa khawatir," kata suamiku lagi. Aku mendekatkan tubuh ini dengannya. Melingkarkan tangan untuk memeluk tubuhnya yang semakin hari, semakin lebar saja. "Roro harus menghadapi wanita itu. Bukan menghindar, apalagi melepas Exel. Orang seperti Exel memang tidak pantas untuk diperebutkan, tetapi dengan Roro tetap menjadi istri sah Exel, maka pelakor tidak akan bisa berkutik. Exel t
Roro menekan kontak suaminya berkali-kali, tetapi tidak juga diangkat. Panas di hatinya sudah tidak tertahankan lagi. Air mata sudah tidak bisa keluar karena menahan emosi. Tamu yang tidak diundang itu tengah asik bermain ponsel di teras dengan gaya sok anggunnya. Sial, kamu ke mana sih, Mas? Batin Roro kesal. Suara mobil tiba-tiba memasuki garasi rumahnya. Roro hapal suara deru mobil itu, sehingga ia langsung berlari untuk protes pada Exel."Elora, k-kenapa kamu ada di sini?" tanya Exel bingung. Elora bangun dari duduknya, lalu mencium pipi Exel dengan begitu manja. Pemandangan yang membuat hati Roro semakin terbakar api cemburu. "Kalian tidak tahu diri!"Plak! Plak!Dua tamparan melayang di pipi Exel. "Mbak, apa yang Mbak lakukan? Kasihan suami kita ini jadi terluka," sela Elora mencoba melerai. "Dasar kamu juga betina jalang! Berani sekali kamu malah datang ke sini, sialan!" Roro menarik rambut Elora yang tergerai. Perkelahian pun tidak terlelakkan. Roro bergulad dengan Elora
"Boleh'kan, Roro berkunjung ke sini?" tanya suamiku. Tentu saja aku mengangguk. "Ayo, saya temani ke depan!" Ajakku. Mas Probo turun dari ranjang dengan tubuh yang masih sedikit hangat. Wajahnya tadi sempat terkejut. Mungkin ia mengira aku akan mengusir Roro. Tentu saja aku tidak sekejam itu. Apa yang aku inginkan sudah tercapai dan aku tidak ingin memperpanjang permusuhan ini, tetapi juga tidak bisa benar-benar bersikap baik. Tetap saja luka masa lalu itu ada.Aku menggandeng lengannya keluar dari kamar. Menuntunnya untuk berjalan ke ruang tamu. "Papi," panggil Roro yang berjalan cepat menghampiri papinya. "Apa kabar kamu, Roro? Kapan bebas?" tanya suamiku. "Saya buatkan teh dulu, Mas," kataku tanpa mau melihat ke arah Roro. Sampai di dapur, bibik sudah membuatkan tiga cangkir teh. Hanya dua yang aku pindahkan ke atas nampan, ditemani sepiring brownis keju. "Itu gak papa kamu tinggal," kata mamaku bertanya. "Gak papa. Mereka ayah dan anak. Keduanya butuh waktu untuk bicara tanp
POV Sekar."Papa bilang apa?" tanyaku pada Ibra saat kami sedang berhenti di lampu merah."Mau ajak makan dan beli buku," jawab Ibra dengan mata memandang lalu lalang kendaraan lewat dari sisi kiri. "Terus kenapa gak mau?" tanya suamiku. "Ibra kangen Ayah Probo. Jadi mau main di rumah aja. Udah bisa bantuin Ibra main lego kan, Yah?" tanyanya ceria. Selain diriku, ada Ibra yang sangat menanti ayah sambungnya pulang. "Pasti papa Ibra sedih karena Ibra gak mau diajak beli buku. Ayah aja sedih kalau dicuekin Ibra." Putraku menunduk. "Ibra mau, Yah, cuma gak sekarang. Sekarang Ayah baru pulang dari rumah sakit, masa Ibra malah enak-enakan makan es krim." Suamiku tersenyum, melihat sosok Ibra dari spion."Kita makan es krim aja gimana?" tanya Ibra. "Ayah capek, mau langsung pulang aja ya," jawabku. Aku tidak mau Mas Probo kembali jatuh sakit karena mengikuti maunya Ibra."Sayang, saya gak sejompo itu," balas suamiku dengan tawa lebarnya. Aku pun ikut tertawa. "Bukan soal jompo atau ti
Aku tidak bisa tidur nyenyak, padahal jarum jam di dinding sudah berada di angka satu. Semua karena ulah Bang Exel yang tidak mengaku bahwa ia tahu di mana keberadaan kalung nenekku. Mungkin ia tidak pernah menyadari akan model dan bentuk kalung itu karena aku pun ada empat kalung emas yang dibelik
PoV ProboNamaku Probo Hadiraja, biasa dipanggil Pak Probo oleh rekan bisnis, maupun teman sejawat. Aku pria mapan dan matang di usia empat puluh tujuh tahun. Aku memiliki anak perempuan satu-satunya yang bernama Ratu Roro Handayani yang biasa dipanggil Roro.Istriku Rosa Herdiyanti, wanita dari ke
"Kamu jangan cerita apapun pada mami soal asuransi ini, Mas. Biarkan mami sehat dulu saja," kataku berpesan pada Mas Exel. "Iya, Mas berangkat ya. Ini sudah telat." Aku akhirnya mengangguk pasrah. Biasanya juga aku mengurus mami sendiri saat papi sibuk bekerja. Jadi untuk kali ini pun aku tidak m
"Atas dasar apa Bapak berdua ingin saya ke kantor polisi? Saya gak mau!" Tolak Roro tegas. Namun, yang ia tolak bukanlah orang sembarangan, melainkan sepupu dari Sekar yang mungkin wanita itu tidak mengenalinya saat acara pernikahan tadi. Exel pun tidak mengenali saudara mantan istrinya itu karena






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore