Share

Episode 12

last update Last Updated: 2024-04-18 20:26:38

Setelah beberapa jam kami fokus belajar masing-masing, gak terasa waktu cepat banget berjalan dan sekarang udah jam setengah enam sore. Gue menyusun buku dan bersiap untuk pulang.

"Eh? Udah mau pulang ya?" tanya Farez ketika gue berdiri.

"Iya nih, udah sore banget ternyata" jawab gue masih tetap berdiri di hadapanya dengan memegang semua buku yang gue baca.

"Mau pulang langsung? Boleh gak, kalau kita singgah makan dulu di kafe? Yang daerah sini aja, biar jalan bareng ke kafe nya." ucap Farez menawarkan.

Gue diam dan berpikir.

Gak ada salahnya sih kami makan bareng, toh udah jadi teman.

Mungkin aja ini bisa jadi kesempatan bagus buat gue supaya bisa ngelupain Winanta.

"Boleh, mumpung gue juga udah lapar" jawab gue yang masih berdiri memegang buku.

"Beneran? Yaudah ayo" ucap Farez dan langsung berdiri sambil menyusun buku.

Kami pun mengembalikan buku dan keluar barengan.

"Memangnya kafe di daerah sini dimana? Gue gak pernah jalan-jalan daerah sini" tanya gue ketika kami baru a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mantan Posesif   Episode 34 (End)

    "Pegangan" ucap Winanta begitu kami udah di motor dan siap melaju. Tapi tentu aja gue gak mau dong pegangan sama Winanta.. apalagi peluk. Brrrmmm Winanta melajukan motornya tanpa kecepatan perlahan.. jadinya gue hampir aja terlempar. Dan karena itu juga gue jadi gak sengaja mepet dan hampir meluk dia. "Ih..!" ketus gue sambil agak mundur dan pegangan pada besi motor bagian belakang. "Makanya gue bilang pegangan" ucap Winanta dengan santainya. Lumayan jauh dari sekolah, kami udah sampai ke tempat anak-anak pada kumpul. Sebuah tanah lapang yang bebas di pakai umum, dekat daerah jejeran ruko yang masih banyak kosong. Beberapa dari mereka ada yang ngeliat gue dan Winanta yang baru sampai. Pasti mereka gak nyangka kalau kami bisa bareng. "Yo! Winanta!" seru Alvin yang udah lebih dulu gambung sama anak-anak lain. Dia udah lumayan di corat-coret seragamnya. "Ciee bareng mantan nih yeee" gurau Alvin begitu menghampiri kami. Belum sempat gue balas omongannya, si Alvin langsu

  • Mantan Posesif   Episode 33

    Kami yang udah siap acara kelulusan, di perbolehkan pulang. Tapi tentu gak langsung pulang ke rumah dong. Dimana ada hari kelulusan, pasti ada Pilox. Sekarang temen-temen pada ribut mau semprot Pilox dimana. Bahkan ada beberapa yang udah sedia Pilox. Semuanya pada sibuk siap-siap keluar kelas. Gue termenung, Keinget kalau dari dulu gue dan Winanta nunggu-nunggu hari ini. "Van, Lo ikut anak-anak lain gak? mereka pada mau semprot Pilox. Gue enggak sih, mau pulang aja" ucap Kayla. "Oh.. yaudah, bareng kalau gitu. Gue juga gak ikutan kok" Omong-omong gue belum liat Winanta di kelas. Dimana yah dia? Alvin juga gak ada. "Kay, omong-omong Alvin mana? Kok gak heboh dia ngajak kita perpisahan?" Tanya gue sambil berdiri, siap-siap mau pulang. "Paling di kantin" jawab Kayla. "Eh, Lo kok tumben banget kecarian Alvin?" tanya Kayla tiba-tiba. Astaga.. dia gak mungkin curiga kan kalau maksud gue, gue kecarian Winanta?. "Yaudah sih cuma asal nanya gitu aja lo Heboh" elak gue.

  • Mantan Posesif   Episode 32

    "A-astaga.." batin gue. Kayla menoleh ke arah rapor gue setelah liat gue yang melongo liat nilai. "Ya ampun van!" respon Kayla. "Elo-" "Kenapa Kay? Dapat ranking berapa dia?" tanya Alvin memotong ucapan Kayla, tapi keburu buk Dewi memperintahkan kami untuk segera berkumpul di aula. "Sudah selesai kan liat rapor nya? Sekarang ayo kita gabung sama yang lain di aula. Jangan sampai mereka nunggu kita." ucap Buk Dewi dan langsung berdiri. "Baik bu!" Seru kami semua dan menyimpan rapor di tas, segera mengikuti buk Dewi. Ini adalah saatnya. Saat dimana Winanta jadi tontonan para guru dan murid. Bahkan ada beberapa orang dari kantin yang melihat momen ini. Jadi jelas kalau seluruh orang di sekolah tau bahwa Winanta si jenius adalah kebanggaan sekolah. Dan pastinya mereka juga tau kalau gue pacarnya Winanta. Entah mereka semua udah pada tau atau belum kalau kami udah putus. Karena seingat gue gak ada yang terlalu kepo untuk nanya hal itu, saat ngeliat kami jarang bareng lagi.

  • Mantan Posesif   Episode 31

    "Cieee gak punya temen. Kasian nyaa menyendirii" goda Alvin begitu melewati bangku gue. Mereka semua pada mau keluar main. Ada juga yang masih duduk di kelas, termasuk gue. "Gue lempar sepatu baru tau rasa lo!" ucap gue seraya bersiap membuka sepatu, walau cuma pura-pura. "Wkwkwk di ajak gabung sama kita ke kantin gak mau lo" ledeknya lagi, mengingat tadi sebelum bel masuk Alvin ada chat ngajak ke kantin dan gue tolak mentah-mentah. Jelas-jelas gue dan Winanta mantan, masa makan bareng. Iya kalo mantan yang baik dan putus secara damai. Lah ini? Mantan terburuk yang pernah ada. "Berisik! Gue bisa ke kantin sendiri!" ucap gue agak kuat karena mereka udah dekat pintu. "Hahaha iya deh iyaa" balas Alvin yang juga sama kuatnya. Winanta kok diem aja? Gue juga gak tau. Baru kali ini dia kayak orang bego. Eh, tapi... gue sempat ngelirik ke arah mukanya. Tau gak? Ekspresi muka nya tuh sulit di artikan. Dia kayak lagi mikirin sesuatu. Tapi yaudahlah. Mau dia punya masalah

  • Mantan Posesif   Episode 30

    Kini mereka udah duduk di warung jajan yang enggak ramai orang lalu lalang, setelah tadi Farez menolong Dilla membelikan bensin. Farez beli bensin nya tepat di warung ini. Warung yang menjual beberapa jenis rokok, jajan, minuman dan juga bensin. "Coba lo ulang lagi, apa yang lo bilang tadi. Ceritain selengkapnya!" "Jadi malam itu waktu kita papasan, aku habis beli buket bunga untuk nembak Vanessa. Awalnya waktu liat kamu yang jalan sambil nangis aku agak kasihan.. tapi begitu dengar teman kamu nyebut Winanta, aku langsung berpikir kalau justru kamu lah yang bikin hubungan Vanessa dan Winanta hancur-" "Eh!! Lo jangan asal nuduh ya! Lo kan gak tau cerita aslinya!" Potong Dilla dengan sedikit berteriak. "Apapun itu, tetap kamu juga salah!" ucap Farez. "Wah enak aja lo-!!" "Udah diem, katanya mau cerita yang lengkap." potong Farez. Dilla pun menurutinya. "Terus begitu aku sampai di sana, aku ada liat Winanta dan Vanesaa yang basah kuyup- tunggu.. jangan-jangan kamu ya yan

  • Mantan Posesif   Episode 29

    "Yaudah tante, Farez izin pulang-" "Ehh tunggu, tunggu!. masa main pulang gitu aja. udah nerima martabak, tapi belum tau kalian habis darimana dengan waktu sesingkat ini." Mampus gue! Padahal gue udah siapin jawaban kalau mama nanya, tapi malah nanya Farez. Mana gue belum bilang Farez lagi.. soal pertemuan gue dan Papa rahasia. "Kami gak darimana-mana kok tante." Farez memberikan jawaban. "Eh??" batin gue. "Tadi emang katanya Vanessa lagi mau makan martabak. Udah lama gak beli katanya." ucap Farez lagi yang udah pasti bohong. "Hah? Loh??" gue tambah bingung. "Oh.. yaudah." respon Mama gue. "Ma, mama masuk duluan aja. Makan martabaknya. Ada yang mau Vanes omongin sama Farez." "Mau ngomong apa kalian?" "Iiih.. Mama kepo." Tanpa sahutan lagi, Mama langsung masuk. Tapi sebelum itu, Farez pamit lagi ke Mama, "Farez pamit ya tante" dan di 'iya' kan Mama. "Eh, elo kok bisa lancar sih bohongnya?" gue sedikit melankan suara. "Yah logika aja sih. Aku gak ada mikir

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status