LOGINSetelah tiga tahun pacaran, gue ditinggalin gitu aja di saat dia ketahuan selingkuh. Setelah susah payah gue berusaha move on, dia tiba-tiba datang dan terus aja ganggu kehidupan gue. Lebih tepatnya ganggu kehidupan percintaan gue! "Gue gak suka lo jalan sama dia" "Lo dimana? biar gue jemput! " Hellooo Ezra Darma Winanta yang selalu jadi juara satu, lo itu cuma mantan! MANTAN!!.
View More"Pegangan" ucap Winanta begitu kami udah di motor dan siap melaju. Tapi tentu aja gue gak mau dong pegangan sama Winanta.. apalagi peluk. Brrrmmm Winanta melajukan motornya tanpa kecepatan perlahan.. jadinya gue hampir aja terlempar. Dan karena itu juga gue jadi gak sengaja mepet dan hampir meluk dia. "Ih..!" ketus gue sambil agak mundur dan pegangan pada besi motor bagian belakang. "Makanya gue bilang pegangan" ucap Winanta dengan santainya. Lumayan jauh dari sekolah, kami udah sampai ke tempat anak-anak pada kumpul. Sebuah tanah lapang yang bebas di pakai umum, dekat daerah jejeran ruko yang masih banyak kosong. Beberapa dari mereka ada yang ngeliat gue dan Winanta yang baru sampai. Pasti mereka gak nyangka kalau kami bisa bareng. "Yo! Winanta!" seru Alvin yang udah lebih dulu gambung sama anak-anak lain. Dia udah lumayan di corat-coret seragamnya. "Ciee bareng mantan nih yeee" gurau Alvin begitu menghampiri kami. Belum sempat gue balas omongannya, si Alvin langsu
Kami yang udah siap acara kelulusan, di perbolehkan pulang. Tapi tentu gak langsung pulang ke rumah dong. Dimana ada hari kelulusan, pasti ada Pilox. Sekarang temen-temen pada ribut mau semprot Pilox dimana. Bahkan ada beberapa yang udah sedia Pilox. Semuanya pada sibuk siap-siap keluar kelas. Gue termenung, Keinget kalau dari dulu gue dan Winanta nunggu-nunggu hari ini. "Van, Lo ikut anak-anak lain gak? mereka pada mau semprot Pilox. Gue enggak sih, mau pulang aja" ucap Kayla. "Oh.. yaudah, bareng kalau gitu. Gue juga gak ikutan kok" Omong-omong gue belum liat Winanta di kelas. Dimana yah dia? Alvin juga gak ada. "Kay, omong-omong Alvin mana? Kok gak heboh dia ngajak kita perpisahan?" Tanya gue sambil berdiri, siap-siap mau pulang. "Paling di kantin" jawab Kayla. "Eh, Lo kok tumben banget kecarian Alvin?" tanya Kayla tiba-tiba. Astaga.. dia gak mungkin curiga kan kalau maksud gue, gue kecarian Winanta?. "Yaudah sih cuma asal nanya gitu aja lo Heboh" elak gue.
"A-astaga.." batin gue. Kayla menoleh ke arah rapor gue setelah liat gue yang melongo liat nilai. "Ya ampun van!" respon Kayla. "Elo-" "Kenapa Kay? Dapat ranking berapa dia?" tanya Alvin memotong ucapan Kayla, tapi keburu buk Dewi memperintahkan kami untuk segera berkumpul di aula. "Sudah selesai kan liat rapor nya? Sekarang ayo kita gabung sama yang lain di aula. Jangan sampai mereka nunggu kita." ucap Buk Dewi dan langsung berdiri. "Baik bu!" Seru kami semua dan menyimpan rapor di tas, segera mengikuti buk Dewi. Ini adalah saatnya. Saat dimana Winanta jadi tontonan para guru dan murid. Bahkan ada beberapa orang dari kantin yang melihat momen ini. Jadi jelas kalau seluruh orang di sekolah tau bahwa Winanta si jenius adalah kebanggaan sekolah. Dan pastinya mereka juga tau kalau gue pacarnya Winanta. Entah mereka semua udah pada tau atau belum kalau kami udah putus. Karena seingat gue gak ada yang terlalu kepo untuk nanya hal itu, saat ngeliat kami jarang bareng lagi.
"Cieee gak punya temen. Kasian nyaa menyendirii" goda Alvin begitu melewati bangku gue. Mereka semua pada mau keluar main. Ada juga yang masih duduk di kelas, termasuk gue. "Gue lempar sepatu baru tau rasa lo!" ucap gue seraya bersiap membuka sepatu, walau cuma pura-pura. "Wkwkwk di ajak gabung sama kita ke kantin gak mau lo" ledeknya lagi, mengingat tadi sebelum bel masuk Alvin ada chat ngajak ke kantin dan gue tolak mentah-mentah. Jelas-jelas gue dan Winanta mantan, masa makan bareng. Iya kalo mantan yang baik dan putus secara damai. Lah ini? Mantan terburuk yang pernah ada. "Berisik! Gue bisa ke kantin sendiri!" ucap gue agak kuat karena mereka udah dekat pintu. "Hahaha iya deh iyaa" balas Alvin yang juga sama kuatnya. Winanta kok diem aja? Gue juga gak tau. Baru kali ini dia kayak orang bego. Eh, tapi... gue sempat ngelirik ke arah mukanya. Tau gak? Ekspresi muka nya tuh sulit di artikan. Dia kayak lagi mikirin sesuatu. Tapi yaudahlah. Mau dia punya masalah
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore