Share

99. Candu Sekaligus Racun

Author: ISMI
last update publish date: 2026-10-30 14:34:12

***

River menjeda kalimatnya, menelan ludah yang terasa kesat di tenggorokannya yang menyempit.

Justin membeku kaku, terpaku menyaksikan betapa hancurnya pria di hadapannya itu. Bahu tegap River yang biasa menopang segala tekanan bisnis kini tampak runtuh di bawah beban perasaan yang teramat berat. Namun, di balik rasa iba yang mendadak hinggap di dadanya, kening Justin mengernyit dalam. Ada kebingungan mendalam yang merayapi benaknya.

Justin sama sekali tidak memahami kalimat-kalimat kelam yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Cantik
next chapter plizz Author.. thankyou..
goodnovel comment avatar
Cantik
Justin melihat bayangan Raven pada punggung River..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mantan Suamiku Terlambat Mencintaiku   116. Penyesalan Tak Berujung

    ***Hari ini adalah seremoni puncak sekaligus sesi pameran eksklusif untuk peluncuran parfum kolaborasi Jamila. Puluhan investor, jurnalis mode internasional, serta jajaran petinggi bisnis dari berbagai belaga negara berkumpul mengelilingi panggung utama.Aurora melangkah naik ke atas panggung dengan keanggunan yang tiada tanding. Mengenakan gaun malam bernuansa abu-abu silver yang santun namun memikat.Saat Aurora berdiri di balik mimbar podium, atmosfer ruangan seketika hening. Dengan gestur tubuh yang berwibawa dan bahasa tubuh yang amat tenang, ia mulai mempresentasikan filosofi di balik racikan wewangian tersebut. Suara baritonnya yang lembut namun mantap membelah keheningan ruangan, menjelaskan perpaduan antara minyak gaharu Timur Tengah dan ekstrak bunga Eropa dengan keprofesionalan murni.Di sudut depan panggung, Lucien mematung kaku. Manik mata birunya menatap Aurora tanpa berkedip sedikit pun.Dada Lucien bergemuruh hebat dihantam gelombang kekaguman yang teramat asing seka

  • Mantan Suamiku Terlambat Mencintaiku   115. Aku Akan Menebus Segalanya

    ***Lantai marmer mengilat di aula utama resort eksklusif Dubai memantulkan pendar cahaya lampu arsitektural yang megah. Aroma wewangian gaharu dan kemewahan khas Timur Tengah menyambut kedatangan Aurora dan Lucien. Tanpa membuang waktu untuk basa-basi yang tak perlu, sesi presentasi dan demonstrasi aroma parfum langsung digelar di hadapan jajaran petinggi konsorsium.Di hadapan para investor berbusana serba putih yang amat disegani itu, Aurora berdiri dengan penuh keprofesionalan. Meskipun lengan kanannya ditopang arm brace medis di balik mantel tipisnya, wanita itu menjelaskan setiap komposisi ekstrak wewangian dengan amat sempurna. Suaranya mengalun anggun, memancarkan pesona seorang maestro peracik parfum yang tiada tanding.Ketika Aurora mengeluarkan botol kristal berisi sampel parfum khusus yang ia racik khusus untuk proyek Dubai, seluruh ruangan mendadak hening diserap aroma magis yang menguar."Sensasi wangi ini..." desis salah satu petinggi dengan mata berbinar kagum. "Ini sa

  • Mantan Suamiku Terlambat Mencintaiku   114. Pria Itu Tidak Pantas

    ***Suasana di dalam kabin jet pribadi itu mendadak hening, dihinggapi udara kaku yang membekukan. Ucapan menohok Aurora tentang luka masa lalu baru saja mendarat telak, menembus dada Lucien bagaikan sembilu yang menyayat perih.Lucien terdiam dengan ucapan dingin Aurora. Raut ragu dan terbantai sempat melintas di wajah rupawannya sebelum akhirnya pria itu mengatupkan bibir. Manik mata birunya bergetar tipis, menatap piring hidangan favorit Aurora yang kini digeser menjauh dengan raut yang sulit diartikan.Perlahan, Lucien menyunggingkan senyum tipis, sebuah senyuman getir yang dipaksakan untuk menutupi hancurnya pertahanan diri."Aku hanya takut saja kamu tidak menyukai makanan lain," tutur Lucien dengan intonasi suara yang mendadak melunak, sarat akan penyesalan terselubung. Ia membasahi bibirnya yang kering, menatap Aurora yang tetap memalingkan wajah lurus ke luar jendela. "Saat itu aku ingat lagi makanan kesukaanmu dan ya... aku minta maaf kalau membuatmu jadi tidak nyaman."Auro

  • Mantan Suamiku Terlambat Mencintaiku   113. Matinya Kenangan

    ***Theodore melangkah tegap memasuki ruang VIP restoran bintang lima di Paris, didampingi oleh cucu ketiganya, William. Hari ini adalah pertemuan krusial untuk menyegel investasi bernilai triliunan dari konsorsium teknologi terbesar asal Jerman.Di ujung meja, Herr Hoffman, petinggi tegas berdarah Jerman, berdiri menyambut mereka. Namun, pandangan mata tajam Hoffman langsung menyapu area belakang Theodore dengan kening berkerut."Selamat sore, Tuan Theodore," sapa Hoffman dingin dengan aksen Jerman yang kental saat mereka berjabat tangan. "Di mana River? Saya tidak melihat kehadiran pewaris utama Anda."Theodore tersenyum formal, mengibaskan tangannya santai seolah hal itu bukan masalah besar. "River sedang menyelesaikan beberapa urusan lain, Herr Hoffman. Namun tidak perlu khawatir, perkenalkan ini William, cucu ketiga saya. Ke depannya, seluruh kendali operasional dan kerja sama ini akan dipegang langsung oleh William."William menyunggingkan senyum percaya diri, menyorongkan tanga

  • Mantan Suamiku Terlambat Mencintaiku   112. Aku Pernah Dihancurkan

    ***"Tuan, ada informasi penting dari jaringan Timur Tengah," ucap Kael, melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadi River dengan langkah terburu-buru.Ia meletakkan sebuah map dokumen tipis bernuansa hitam di atas meja kerja kayu jati yang dingin.River yang sedang menyesap kopi hitamnya menoleh, menatap Kael dengan alis terangkat tipis. "Ada apa?""Nona Aurora akan berangkat ke Dubai seminggu lagi," pangkas Kael tanpa berbelit-belit. "Dan penerbangan privat itu hanya diisi oleh dua orang... Nona Aurora dan Lucien Beaumont."Brak!River menghempaskan cangkirnya ke atas meja hingga air kopi hitam meluap membasahi dokumen. Binar mata hijaunya seketika menyalang tajam dipenuhi amarah yang membakar."Apa-apaan ini?!" bentak River dengan suara bariton yang berat dan membekukan. "Sediakan jet pribadi untuk minggu depan! Batalkan seluruh penerbangan itu dan urus visa atas namaku!""Jangan gegabah, Tuan!" potong Kael cepat, melangkah maju untuk menahan emosi tuannya. "Konsorsium Timur Tenga

  • Mantan Suamiku Terlambat Mencintaiku   111. Kuhancurkan tanpa Sisa

    ***Suasana di dalam ruangan rapat di gedung Whitmore terasa tenang. Di satu sisi meja, Sheikh Rashid, mengenakan pakaian tradisional serba putih. Di sampingnya, Lucien tampil sempurna dengan jas gelap terpotong rapi, sementara Aurora dan Justin duduk berseberangan, meneliti draf kerja sama yang baru saja digeser ke tengah meja.Sheikh Rashid menyunggingkan senyum puas seraya menopang kedua tangannya. "Kerja sama ini adalah gebrakan besar. Formula aromatik yang dibuat oleh Miss Whitmore adalah intinya. Oleh karena itu, untuk penandatanganan kontrak final seminggu dari sekarang... saya hanya meminta dua orang yang terbang langsung ke Dubai, yaitu Miss Whitmore dan Mr. Beaumont."Kalimat itu seketika memotong keheningan ruangan.Justin mendadak menegakkan posisi duduknya. Keningnya berkerut rapat, binar matanya memancarkan keberatan yang tak berusaha ia sembunyikan."Tunggu dulu, Sheikh," potong Justin cepat, mengibaskan tangannya pelan. "Lengan Aurora masih dalam proses pemulihan pasca

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status