LOGINTanggal pernikahan telah ditentukan. Namun, sebuah kabar mengejutkan membuat Nadira memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Sang calon suami ternyata menghamili sepupu Nadira. Ia bersyukur aib calon suaminya terbuka sebelum janur kuning melengkung. Bahkan, ia rela menghibahkan cincin pertunangannya pada mereka. Nadira memilih untuk memantaskan diri, untuk jodoh terbaik yang telah Allah siapkan untuknya. Tapi, apakah semudah itu?
View MoreEbony's POV
"Why are you still sleeping? Get up and make me my breakfast?" My mom screamed at me. I looked at my alarm clock and saw it was already seven thirty in the morning.
"Mom, I have to get ready for school, or I will be late. My alarm didn't go off," I told her as I got off my bed to shower.
"I turned that thing off last night when I got home. You better hurry and get ready, then make my breakfast. Make enough for Chad too. He's my new friend, and no flirt with him like you did with the last one. So ungrateful!" She mumbled while leaving my room.
Once she was gone, I got my towel and washcloth and headed to the bathroom. Once I was done showering, I put my curly black hair in a ponytail and brushed my teeth. After I finished getting ready, I went to the kitchen to make breakfast.
Looking in the refrigerator, I took the eggs and bacon out and started cooking. I put some biscuits in the oven. We only had a little food, so I would have to go to the grocery store before returning home. I put the food on the table for my mom and her friend. I made a bacon sandwich and headed to the living room to get my book bag.
When I entered the living room, I could see my mom and her friend having sex. They are both naked on the couch, and my mom rides him. I hurried up, grabbed my bag, and left without saying anything. Then, I went outside to wait for the bus to take me to school.
My name is Ebony Daniels and today is my sixteenth birthday. You would think my mom would have wished me a happy birthday and been caring and loving towards me but no. This is the way I have woken up most of my life. Today was honestly a good day. She met a new guy, so right now she is happy. I'm sure he will be moving in with us soon.
What scared me was what happens when it doesn't work out. My mom will start blaming me for her loneliness. She always blames me for my dad leaving. They were Mates, and he left her because I was born a girl. He wanted only boys and told my mom to get rid of me, but she decided to keep me. My mom never missed a chance to tell me my father didn't want me.
I would be lying if I said it didn't hurt me every time she brings it up. She blames me for us not having money too. She says that she and my father would be living somewhere lovely if she didn't keep me or if I was a boy. Sometimes I wish she would have given me away. It would have been better to be put in foster care if all she was going to do was mistreat me.
Usually, mates stay together because they can't live without each other. The only time they don't is if they reject each other. That rarely happens. It has to happen before they mate and mark each other. So knowing that my father left without rejecting my mom makes me feel bad. I was not worth his love because I was a girl.
After the bus dropped me off at school, Kate and Kayla were waiting for me at the front of the school. They are my two best friends.
"Happy birthday, girl!" they both said at the same time. I smile at them and thank them.
"Are you coming over today after school? My mom and dad have something for you." Kate asks.
Kate's mom and dad are the Alpha and Luna of our pack here at Blood Moon. Five different Packs go to Blood Moon High. Blood Moon, Silver Moon, Red Moon, Thunder Moon, And Grey Moon. We are like a college campus, and some of the different pack members live in dorms. But, mainly, the wealthy seniors choose to stay on campus.
"I have to work after school and won't get off until late," I told Kate.
"Derek will pick you up if you need, and you can stay with us tonight." She said, With a worried look.
She knows my home situation, but I told her not to tell her mom and dad. She is still my mom, and I know if they knew how she treated me, they would do something about it. I didn't want her to get in any trouble.
"Maybe tomorrow, I'm off then," I told her, and she nodded okay.
As we were walking to my locker, I felt something wet hit my face and clothes. I figured they were water balloons after a while. I tried to get out of the way of the balloons, but they kept hitting me. Finally, I ended up falling on the floor.
Looking up, I see Sandy, Cindy, and Mark standing there. Keith walks up to me with a trash bag and dumped flour all over me. I looked up at him, and he was smiling down at me.
"Happy Birthday, Loser!" He said and walked away.
"Aduh, nyumbang kok, terus!"Zahra meletakkan tas yang tadi dibawa ke rumah tetangga yang punya hajat menikahkan anaknya. Melepaskan kerudung, menyalakan kipas angin, Zahra merebahkan badan sambil memejamkan mata."Besok masih ada Aji, khitanan dia, sama Bulek Rumi nikahkan anaknya. Beras kayaknya tinggal sedikit, ya, Mas?" tanya Zahra yang kembali membuka mata.Rudy menatap karung beras yang isinya tinggal satu takaran untuk memasak nasi. Lelaki itu menghela napas lelah. Belum satu Minggu beras seberat dua puluh lima kilo itu dibeli untuk konsumsi sendiri. Namun, banyaknya hajatan di desa tersebut, membuat stok beras yang cukup untuk satu bulan itu hanya bertahan beberapa hari.Melihat toko sembako yang dirintis sejak lima tahun yang lalu, hati lelaki itu kian nelangsa. Tidak ada perkembangan berarti pada toko tersebut. Pembeli memang ada, tapi pengeluaran tidak sebanding dengan besarnya pemasukan.Lelaki itu tidak habis mengerti, ke man
Lila tidak pernah menyangka bahwa keputusan orang tuanya adalah mutlak. Nama orang tua yang tercoreng akibat perbuatannya yang viral di sosial media, membuat semua fasilitas dicabut paksa.Wanita itu mulai kelimpungan sebab tak biasa hidup sederhana. Jatah uang jajan yang berkurang drastis, tak mampu menyokong gaya hidupnya. Beberapa barang mewah yang pernah didapat dari Rendi berusaha dia jual. Namun, lagi-lagi kecewa harus dirasakan. Perhiasan bertabur berlian, tas mewah, sepatu bermerk, semua adalah barang KW. Otomatis tidak bisa dijual dengan harga tinggi.Kata makian kembali terlontar berulang kali. Namun, hal itu tidak bisa mengubah apa pun. Terlebih ketika dia akhirnya menemui Rendi, lelaki itu justru mengatakan kalau Lila bisa mendapatkan semua barang branded yang dipilih dari outlet resmi sesukanya, yakni dengan menukar Sahara untuk dirawat dan dibesarkan bersama kekasihnya di luar negeri."Masa depan anak itu akan terjamin. Kamu bebas menjadi wan
"Mohon maaf, Mbak. Apa ada kartu yang lain? Kartu ini tidak dapat digunakan," ucap petugas kasir membuat Lila melotot."Masa nggak bisa, sih? Saldonya masih banyak, loh?" jawab Lila mulai gusar. Diberikan sebuah kartu lain, hasilnya sama saja."Atau bisa dibayar dengan uang cash saja," pinta petugas kasih dengan sopan. Meskipun demikian, perempuan muda itu merasa tak enak hati saat melihat antrian yang masih mengular."Saya nggak bawa uang cash, Mbak," jawab Lila mulai kesal. "Sebentar saya telpon dulu, ya," ijinnya yang diiyakan oleh wanita dengan name tag Almira."Biar saya yang bayar."Sebuah suara yang dirasa tak asing, membuat Lila mengurungkan niat menelpon orang tuanya. Kedua matanya melotot melihat lelaki yang tempo hari mengaku istri kekasihnya.."Gue nggak butuh dikasihani!" seru Lila dengan ketus, saat Audrey memaksa membayar dan membawa belanjaannya. "Kau akan menyusahkan kasir kalau sampai batal membeli. Dia harus bayar itu semua yang sudah discan. Iya kalau dia punya du
Beberapa saat sebelumnya ...."Kamu apa nggak kangen anakmu, Nang?" tanya Bu Astuti pada Rudy yang duduk di teras ditemani rokok dan segelas kopi pahit."Kangen, Bu," jawab Rudy tanpa menoleh pada sang ibu. Asap kembali ia kepulkan ke udara.Bu Astuti menatap anaknya dengan pandangan iba. Semenjak tinggal berdua dengan ibunya saja, Rudy lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah. Toko sembako yang baru dirintis itu, hanya dibuka saat malam, tepatnya lewat Magrib hingga kantuk datang. Tidak menentu.Seperti sekarang, Rudy istirahat dari lelahnya beraktivitas di sawah sambil menunggu pembeli. Bu Astuti ikut duduk di samping anaknya yang terlihat lelah. "Kenapa, Bu? Ibu mau ketemu cucu ibu?" tanya Rudy kemudian. Bu Astuti ingin mengangguk, tapi, kepalanya justru menggeleng. Rasa rindu itu sudah demikian besar. Pun ingin tahu bagaimana kabar sang cucu pasca cedera tulang ekor hari itu. Hanya saja, melihat Rudy yang nyaris tak pernah membahas istri dan anaknya, membuat wanita paruh bay
Usai acara makan yang diselingi obrolan ringan pelepas rindu, Mas Adi dan Mbak Ira membujukku supaya ikut dalam perjalanan mereka menuju ke kota yang sejuk dengan buah apel yang menjadi ikonnya. Bagaimana mungkin aku setuju, sedangkan mereka berdua pun sedang dalam misi khusus. Pun
Aku makin tenggelam dengan duniaku, dunia rajut. Seperti orang yang sedang jatuh cinta, maka demikian lah adanya aku. Pelan tapi pasti, merajut telah menjadi candu bagiku.Maka kuhabiskan akhir pekan dengan rajutan. "Hari Minggu ada acara rajut bareng di taman Bungkul jam delap
"Pak Arfan datang, Mbak," seru Mbak Yuli mengagetkanku. Membuka pintu dengan tergesa. Napasnya terengah-engah. Ia pamit ke belakang sejak satu jam yang lalu. Ia lalu menyibukkan diri di balik meja. Sekitar sepuluh menit kemudian Pak Arfan baru masuk ke ruangan ini."S
Suara televisi masih terdengar ketika aku sampai di rumah. Mas Rudy masih terjaga rupanya."Baru pulang, Ra?" sapanya, yang kujawab dengan anggukan, lalu meraih punggung tangannya untuk kukecup.Ibu berada tak jauh dari ia duduk, sudah terlelap dengan posisi miring menghadap anak lelakinya. Ibu men






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.