Share

Bab 3 : Ketahuan Menguping 

Author: Darhiee
last update Last Updated: 2025-11-19 12:03:26

“ Kamu ... Ngga kerja? “

Erinna terkejut saat Arlo sudah berada di belakangnya. 

Arlo menatap malas pada Erinna. Baru beberapa saat yang lalu wanita itu menatapnya dengan berani. “ Renungkan kesalahan kamu, atau kamu tahu akibatnya. “

Setelah mengatakan itu, Arlo berlalu dari sana. “ Huh! Dikira aku bakal takut. “ cibir Erinna.

Tak ada kegiatan yang bisa Erinna lakukan sekarang, waktu menunjukkan pukul tiga sore. 

“ Aku harus muter otak, gimana caranya supaya Xavier ada di pihak ku. “ gumam Erinna.

Karena sudah terjebak di sana, tidak ada hal yang bisa di lakukan lagi selain bertahan hidup. 

Mata Erinna menatap ke sekeliling kediaman besar itu, ada satu foto yang menarik perhatiannya. Foto dengan bingkai besar yang cukup memenuhi dinding.

“ Siapa wanita itu? “ 

Matanya memicing, menelisik dan mengingat-ingat. Seorang wanita muda yang berdampingan dengan Arlo. “ Jolie! “

Yap, istri kesayangan Arlo. Erinna ingat, di akhir cerita wanita itu akan kembali dan menyingkirkan keberadaannya. 

“ Yak! Suami durjana, wanita medusa. Kalian ngga bakal bisa singkirin aku. “

Erinna berbalik dan hendak kembali ke kamarnya.

Bukh!

Tubuhnya menabrak seseorang, wajahnya tepat berada di dada seseorang itu yang ternyata seorang pria. “ Anda baik-baik saja, Nyonya? “

“ Ih hidungku sakit. “ runtuk Erinna sambil mengusap-usap hidungnya yang sakit.

Entah sejak kapan pria itu ada di sana. Erinna sedikit mendongak untuk melihat siapa pria di hadapannya ini. “ Kamu siapa? “ 

“ Saya Evan, Nyonya. Mana mungkin anda melupakan saya. “ ucap pria itu dengan sopan dan lembut.

Kedua alis Erinna saling bertautan, mengingat nama itu. “ Evan? Sekertaris Arlo? “ ulang Erinna untuk memastikan.

Evan, pria muda berusia dua puluh lima tahun yang menjabat sebagai sekertaris Arlo. Pria itu begitu terpercaya, sebab Arlo juga yang membiayainya sekolah sejak SMU.

Pria manis yang tak tersentuh oleh wanita. Bahkan dirinya belum pernah memiliki kekasih sama sekali.

“ Benar, Nyonya. “

“ Ngapain kamu kesini? “ tanya Erinna. Ia yakin Evan mendengar semua umpatan yang ia lontarkan.

“ Tuan meminta saya untuk datang. “ 

“ Yasudah sana temui dia. “ balas Erinna sambil mengibaskan tangannya.

Evan menunduk sopan sebelum berlalu menuju ruang kerja Arlo. 

Tok! Tok! Tok!

Tangan Evan terangkat untuk mengetuk pintu, setelah mendengar sahutan dari dalam ia baru masuk dan melangkahkan kakinya.

“ Selamat sore, Tuan. “ sapa Evan saat menemui Arlo yang tengah duduk di kursi kerjanya 

“ Hmm, apa kau sudah menemukan keberadaan Jolie? “ tanya Arlo.

Pria itu begitu mengharapkan kehadiran Jolie. Wanita yang selalu di nantikan kehadirannya kembali.

“ Belum, Tuan. “ jawab Evan. Selain sebagai sekertaris, dirinya juga merangkap sebagai asisten pribadi tuannya.

“ Tuan, anda masih benar-benar mengharapkan kehadiran Nyonya Jolie? Tapi bagaimana dengan Nyonya Erinna? “ tanya Evan begitu penasaran.

Pria itu selalu tampak sopan. Tapi, tidak menutup kemungkinan ia penasaran juga dengan sang tuan.

Tarikan napas dalam terdengar dari mulut Arlo, ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. “ Aku sudah berusaha mencoba mencintai wanita itu, Evan. Tapi, hatiku selalu menolak. “

Evan tidak yakin dengan ucapan sang tuan. “ Apakah anda sudah mencoba mendekati Nyonya Erinna? “

Pertanyaan Evan membuat Arlo tertegun, ia menatap ke arah sekertaris nya.

Sekertaris nya tersenyum. “ Saya yakin anda mencintai Nyonya Erinna. “ sambungnya lagi.

Tanpa disadari, Erinna sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Ia mencibir perkataan yang baru saja Evan lontarkan.

“ Cih, cinta. Tau apa tentang cinta suami durjana begitu. “ runtuk kesal Erinna.

Entah datang darimana, seekor laba-laba kecil merayap ke tangan Erinna yang berpegang pada dinding.

Mata wanita itu membola saat melihat hewan kecil yang begitu ia benci. “ Akh! Laba-laba! “

Brukh!

Saking takutnya, ia bahkan sampai tidak sadar dan terjatuh tepat di pintu yang tidak tertutup itu. Alhasil, pintu terbuka dengan ia yang terjatuh kedalam.

“ Erinna? “

Arlo dan Evan cukup terkejut saat Erinna terjatuh kedalam. Apalagi posisi itu benar-benar membuatnya malu.

“ Kamu nguping pembicaraan kita? “ tuduh Arlo tanpa peduli padanya yang kesakitan.

Erinna buru-buru bangun dari jatuhnya. “ Enak aja nguping! Kamu jangan nuduh sembarangan, dikira aku apaan. “ elaknya dan segera berlalu pergi dari sana.

Wajah Erinna memerah menahan malu, ia tidak peduli lagi dengan rasa sakit. “ Ish, rumah kayak istana. Bisa-bisanya masih ada laba-laba. “

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 14 : Rencana Arlo

    Dress bunga dengan punggung terbuka menjadi pilihan pakaian yang Erinna pakai untuk pergi, ia sudah siapa dengan kaca mata hitam juga topi yang menutupi sebagian wajahnya dari sinar matahari.Pakaian nya cukup terbuka, dan dirinya sudah terbiasa dengan itu. Erinna benar-benar menikmati kehidupannya ini. “ Mau gimana lagi, bajunya kebuka semua. “ pikir Erinna.Bukannya tak mampu membeli yang lain, tapi ia terlalu malas untuk memilih pakaian.Saat Erinna dan Xavier menunggu Arlo keluar, tiba-tiba sebuah mobil menghampiri. Mobil mewah berwarna hitam legam itu berhenti tepat di depan Erinna dan Xavier.Disusul dengan seorang pria muda turun dari sana. Beralis tebal, hidung mancung dan jangan lupakan dada bidang itu yang membuat Erinna terpukau. “ Nyonya? ““ Hah? Iya, kenapa Evan? “ tanya Erinna gugup.Ah, Evan begitu tampan. Untuk sesaat Erinna tersihir dengan ketampanan pria itu.Kaos hitam polos dengan celana pendek membuat pria di depannya ini tampak semakin muda di matanya. “ Kamu ik

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 13 : Berlibur Ke Pantai

    Semua teman Xavier baru saja pulang, anak itu terlihat begitu senang merayakan pesta kecilnya. Arlo baru saja turun dan melihat sisa-sisa pesta itu.Ia memalingkan wajahnya saat melihat Erinna. Sungguh, malu rasanya jika mengingat kebodohannya. “ Pah, papa darimana? “ tanya Xavier saat Arlo melewati mereka.Langkah Arlo terhenti sejenak, ia menoleh pada Xavier. “ Papa—“Belum sempat pria itu menyelesaikan kalimatnya, Erinna sudah menyela. “ Papa sedang menyiapkan hadiah untuk kamu. Iyakan? “ sela Erinna.Wanita itu dengan sengaja membuat suami durjana nya dalam masalah. “ Wah, beneran pah? “ tanya Xavier dengan wajah berbinar.Arlo menggertakan giginya dengan kesal, jelas Erinna sengaja melakukan hal itu. “ Iya, papa putuskan kita akan liburan dan berangkat nanti sore. “ jawab Arlo.Erinna yang sebelumnya tersenyum senang seketika berubah terkejut. “ Apa? Liburan! “ pekik Erinna tidak percaya.Senang? Bukan, wanita itu justru merasa terpojok. Sebab sebelumnya saat ia di kamar Arlo, de

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 12 : Ketahuan Pura-pura

    “ Mah, mau bawa aku kemana emangnya? “ ucap Xavier.Mata anak itu di tutupi oleh kain, dengan Erinna yang menuntunnya berjalan. “ Kamu siap? “ tanya Erinna sebelum melepas penutup mata itu.Xavier mengangguk, kain itu di lepaskan. Seketika matanya berbinar dan terpukau. “ Surprise! “ seru Erinna diikuti suara teman-temannya yang mengucapkan selamat ulang tahun.Sebuah acara pesta ulang tahun sederhana, untuk pertama kalinya Xavier mendapatkan itu. Ia tak bisa berkata-kata lagi, memeluk ibunya dengan erat. “ Makasih, Mah. ““ Eyy, ngga boleh nangis dong. Masa anak laki-laki nangis, ayo tiup lilinnya. “ seru Erinna dengan tertawa renyah.Untuk pertama kalinya, Xavier meniup lilin di acara ulang tahunnya sendiri. Tepukan tangan teman-temannya yang hadir di sana semakin menambah sorak gembira.Setumpuk hadiah tertata di sana. Xavier sering mendapatkan hadiah, namun kali ini benar-benar berbeda dan tidak biasa.“ Mama nyiapin ini sendirian? “ tanya anak itu dengan polosnya. “ Dimana papa?

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 11 : Seksi Banget Sih

    “ Makasih ya, Kak. Udah antar aku pulang. “ seru Erinna sedikit menunduk untuk melihat Zidan yang di dalam mobil.Zidan tersenyum seraya mengangguk. Ah, wajah tenangnya begitu menyejukkan hati. “ Ngga masalah. Aku pulang dulu, ya. “ balas Zidan sebelum melajukan mobilnya.Mobil Zidan pergi dari area kediaman Arlo. Perlahan senyum indah dan tulusnya berubah menjadi senyum licik. “ Jangan salahin aku, Er. Kamu yang mulai duluan. “ gumam Zidan.Erinna melangkahkan kaki, masuk ke kediamannya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, keadaan sudah sepi bahkan beberapa lampu sudah di matikan.Ia pergi ke dapur untuk menyimpan kue yang baru saja ia beli, untuk hadiah lainnya sengaja ia bawa ke kamar. “ Capek banget, padahal naik mobil. Apalagi kalau jalan, ya. “Kaki panjang Erinna perlahan menaiki anak tangga satu per satu, bahkan kakinya sudah lelah saat menaiki tangga.Tiba di kamarnya, ia segera membersihkan diri sebelum tidur di kasur empuknya. Belum sempat berpakaian, dan masih me

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 10 : Bertemu dengan Zidan

    Malam dingin yang tetap ramai itu tiba. Gedung-gedung tinggi dan besar itu nampak gelap dari dalam, tak seperti jalanan yang temaran.Erinna berdiri di depan pintu masuk, menunggu Arlo yang masih belum keluar. “ Ayo pulang. “ seru Arlo saat melihat Erinna.Wanita itu mendongakkan kepalanya, menoleh ke arah Arlo yang baru saja berdiri di sampingnya. “ Kamu duluan, aja. Aku mau beli barang dulu. “ tolak Erinna.Mendengar ucapan Erinna, kedua alis pria itu saling bertaut. “ Kamu mau kemana malam-malam begini? Biar aku antar. “ tawar Arlo.Sekali lagi Erinna menggelengkan kepalanya, ia tidak berniat pergi bersama Arlo. “ Engga, kamu pulang duluan aja. Aku sebentar juga. “ tolaknya lagi.Setelah berpikir sejenak, akhirnya Arlo mengangguk. Biasanya juga ia tidak peduli dengan Erinna, untuk apa mengkhawatirkan wanita itu. “ Baiklah, jangan pulang terlalu malam. “Tubuh tegap Arlo melenggang pergi, masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut.Erinna sendiri, wanita itu berjalan menuju t

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 9 : Seperti Bukan Erinna

    “ Kamu mikirin apa sih? Minggir! “ seru Erinna yang melihat Arlo diam.Pria itu tersadar dari lamunannya, ia menggeleng pelan sebelum keluar bersama Erinna. “ Er, apa kamu ngga bisa kendalikan emosi kamu? “Pertanyaan Arlo membuat Erinna kesal, wanita itu menatap sinis pada pria di sampingnya. “ Gak! “ balas singkat Erinna dan berlalu meninggalkan Arlo.Keluar dari ruangan, di depan pintu ternyata Olivia sudah menunggu. Ia membantu Erinna berjalan, karena pakaian yang dikenakan wanita itu cukup panjang menjuntai.Olivia melihat jelas wajah kesal Erinna. “ Er, kamu kenapa. Tadi pak Arlo nyamperin kamu kan, biasanya kamu seneng. “ seru Olivia.Erinna menoleh sebelum kembali menatap ke depan. “ Dih, seneng? Suami durjana begitu—““ Er, jaga bicara kamu. Nanti kedenger pak Arlo lagi. “ potong cepat Olivia sebelum mereka terkena masalah.Walaupun catatannya Erinna adalah istri Arlo, namun tetap saja profesionalitas dijunjung tinggi disana.Erinna memutar bola matanya malas, tak peduli deng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status