Beranda / Romansa / Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat / Bab 5 : Mendapatkan Kepercayaan Xavier 

Share

Bab 5 : Mendapatkan Kepercayaan Xavier 

Penulis: Darhiee
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-19 12:06:26

Prokk! Prokk! Prokk!

“ Woaahh, hebat. Anda dengar pak guru? Wahai pak guru yang terhormat kemana telinga anda! “ pekik Erinna yang membuat guru itu terdiam tak berkutik.

“ Nyonya Laverent! Anak anda bermasalah, mengapa anda ikut membuat masalah! “ kini ibu temannya Xavier ikut berbicara, ia adalah Nyonya Butler.

Istri dari seorang salah satu manager hotel bintang lima yang cukup terkenal.

“ Nyonya Butler, seharusnya anda sadar diri dengan ucapan anda. Yang bermasalah putra anda! “ teriak Erinna di hadapan wajah Nyonya Butler.

Wanita bertubuh gemuk dengan riasan yang glamor. Dan jangan lupakan perhiasan yang menghiasi tubuhnya, sudah seperti toko emas berjalan.

“ Apa maksud anda, putra saya mengatakan kebenaran. Bukannya anda hanya ibu tiri, bahkan semua orang juga tahu itu. “

Ucapan Nyonya Butler benar-benar menyulut emosi Erinna. Ia dengan sengaja langsung menarik rambut wanita gemuk di hadapannya.

Tak tinggal diam, Nyonya Butler juga melakukan hal yang sama.

“ Minta maaf pada putraku, atau aku takkan melepaskan mu! “ pekik Erinna dengan kesal.

“ Kau yang seharusnya meminta maaf! Akan ku panggil suamiku! “ seru Nyonya Butler yang tak mau kalah.

Guru muda itu menjadi bingung, ia berusaha melepaskan keduanya. “ Nyonya Laverent, Nyonya Butler tolong tenang. “ serunya namun tak dihiraukan.

“ Panggil sana suami mu! Aku juga bisa memanggil suamiku! “ geram Erinna.

“ Mah, udah mah lepasin aja. “ Xavier berusaha menarik Erinna.

Anak itu tidak mau sampai ayahnya juga harus datang. Sementara Erinna, wanita itu tetap tidak mau kalah. “ Ngga, ini ngga bisa dibiarin. Mereka anggap apa mama ini. “

Keduanya terus saling menarik rambut, berteriak dan tak peduli dengan tempat dimana mereka berada sekarang.

“ Pak guru tolong bantu ibuku. Xavier aku minta maaf, tolong biar mama kamu lepasin ibuku. “ mohon anak itu.

Mendengar itu, Erinna melepaskan cengkraman tangannya.  Ia beralih pada teman Xavier itu, “ Anak pinter, tau kan kesalahan kamu dimana? “ tanya Erinna penuh senyum dan intimidasi.

Ia mengangguk-anggukkan kepalanya. “ Iya tante, maafin aku. “

“ Tante tante, panggil aku kakak. Aku masih muda. “ seru Erinna tak terima.

“ Iya, kakak. Aku minta maaf, maafin ibuku juga. “ seru anak itu yang ketakutan.

“ Nah, gitu dong daritadi. “ Erinna tersenyum senang.

Jangan tanya ekspresi tiga orang lainnya, wanita berusia tiga puluh dua tahun tapi ingin di panggil kakak oleh anak berusia sepuluh tahun?

Manusia gila macam apa Erinna ini. 

“ Baiklah, Pak. Sepertinya masalahnya selesai, saya harap hal ini tidak terulang lagi! “ seru Erinna pada guru di hadapannya yang terdiam.

“ I-iya Nyonya. “

“ Ini sudah jam pulang kan? Kalau begitu saya izin membawa anak saya pulang. Bay! “ 

“ Iya, iya Nyonya silahkan. “ 

Erinna menarik Xavier pergi dari sana. Anak itu masih terkejut dengan tindakan Erinna, ia hanya bisa diam saja. 

Saat di parkiran, Xavier menarik tangannya yang dipegang Erinna. “ Ada apa? “ tanya Erinna dan berbalik menatap Xavier.

“ Maafkan aku, Mah. Aku mengganggu waktu mama, tolong jangan usir aku dari rumah. “ ucap Xavier sambil tertunduk.

Kedua tangannya meremas lutut, menahan rasa takut terhadap ibu tirinya itu. 

Erinna berjongkok agar mensejajarkan tingginya. “ Kamu bicara apa, sayang? Mama ngga mungkin usir kamu. “ ucap Erinna.

Tangan wanita itu terangkat mengusap kepala putranya. Ia kemudian menarik ke pelukannya.  “ Mama minta maaf, ya. Sebelumnya mama udah jahat sama kamu. “

Xavier terdiam saat Erinna memeluknya lagi untuk kedua kalinya. Kali ini ia membalas pelukan itu, air matanya tumpah ruah. 

Untuk pertama kalinya ia merasakan kasih sayang Erinna. Wanita yang selama ini ia anggap sebagai ibu, kini mengakui ia sebagai putranya. 

“ Apa aku anak mama? “ tanya Xavier di sela Isak tangis nya.

“ Iya dong, siapa lagi anak mama kalau bukan kamu? “ balas Erinna.

Ia bisa merasakan kesedihan yang dirasa oleh Xavier. Dirinya tidak akan membuat anak itu menderita lagi.

Setelah pelukan itu terlepas, Erinna mengusap sisa air mata Xavier dengan ibu jarinya. “ Sudah ya, anak mama hebat. Mama ngga mungkin usir kamu. “

Anak kecil itu kini tersenyum, ia mengangguk senang.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 14 : Rencana Arlo

    Dress bunga dengan punggung terbuka menjadi pilihan pakaian yang Erinna pakai untuk pergi, ia sudah siapa dengan kaca mata hitam juga topi yang menutupi sebagian wajahnya dari sinar matahari.Pakaian nya cukup terbuka, dan dirinya sudah terbiasa dengan itu. Erinna benar-benar menikmati kehidupannya ini. “ Mau gimana lagi, bajunya kebuka semua. “ pikir Erinna.Bukannya tak mampu membeli yang lain, tapi ia terlalu malas untuk memilih pakaian.Saat Erinna dan Xavier menunggu Arlo keluar, tiba-tiba sebuah mobil menghampiri. Mobil mewah berwarna hitam legam itu berhenti tepat di depan Erinna dan Xavier.Disusul dengan seorang pria muda turun dari sana. Beralis tebal, hidung mancung dan jangan lupakan dada bidang itu yang membuat Erinna terpukau. “ Nyonya? ““ Hah? Iya, kenapa Evan? “ tanya Erinna gugup.Ah, Evan begitu tampan. Untuk sesaat Erinna tersihir dengan ketampanan pria itu.Kaos hitam polos dengan celana pendek membuat pria di depannya ini tampak semakin muda di matanya. “ Kamu ik

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 13 : Berlibur Ke Pantai

    Semua teman Xavier baru saja pulang, anak itu terlihat begitu senang merayakan pesta kecilnya. Arlo baru saja turun dan melihat sisa-sisa pesta itu.Ia memalingkan wajahnya saat melihat Erinna. Sungguh, malu rasanya jika mengingat kebodohannya. “ Pah, papa darimana? “ tanya Xavier saat Arlo melewati mereka.Langkah Arlo terhenti sejenak, ia menoleh pada Xavier. “ Papa—“Belum sempat pria itu menyelesaikan kalimatnya, Erinna sudah menyela. “ Papa sedang menyiapkan hadiah untuk kamu. Iyakan? “ sela Erinna.Wanita itu dengan sengaja membuat suami durjana nya dalam masalah. “ Wah, beneran pah? “ tanya Xavier dengan wajah berbinar.Arlo menggertakan giginya dengan kesal, jelas Erinna sengaja melakukan hal itu. “ Iya, papa putuskan kita akan liburan dan berangkat nanti sore. “ jawab Arlo.Erinna yang sebelumnya tersenyum senang seketika berubah terkejut. “ Apa? Liburan! “ pekik Erinna tidak percaya.Senang? Bukan, wanita itu justru merasa terpojok. Sebab sebelumnya saat ia di kamar Arlo, de

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 12 : Ketahuan Pura-pura

    “ Mah, mau bawa aku kemana emangnya? “ ucap Xavier.Mata anak itu di tutupi oleh kain, dengan Erinna yang menuntunnya berjalan. “ Kamu siap? “ tanya Erinna sebelum melepas penutup mata itu.Xavier mengangguk, kain itu di lepaskan. Seketika matanya berbinar dan terpukau. “ Surprise! “ seru Erinna diikuti suara teman-temannya yang mengucapkan selamat ulang tahun.Sebuah acara pesta ulang tahun sederhana, untuk pertama kalinya Xavier mendapatkan itu. Ia tak bisa berkata-kata lagi, memeluk ibunya dengan erat. “ Makasih, Mah. ““ Eyy, ngga boleh nangis dong. Masa anak laki-laki nangis, ayo tiup lilinnya. “ seru Erinna dengan tertawa renyah.Untuk pertama kalinya, Xavier meniup lilin di acara ulang tahunnya sendiri. Tepukan tangan teman-temannya yang hadir di sana semakin menambah sorak gembira.Setumpuk hadiah tertata di sana. Xavier sering mendapatkan hadiah, namun kali ini benar-benar berbeda dan tidak biasa.“ Mama nyiapin ini sendirian? “ tanya anak itu dengan polosnya. “ Dimana papa?

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 11 : Seksi Banget Sih

    “ Makasih ya, Kak. Udah antar aku pulang. “ seru Erinna sedikit menunduk untuk melihat Zidan yang di dalam mobil.Zidan tersenyum seraya mengangguk. Ah, wajah tenangnya begitu menyejukkan hati. “ Ngga masalah. Aku pulang dulu, ya. “ balas Zidan sebelum melajukan mobilnya.Mobil Zidan pergi dari area kediaman Arlo. Perlahan senyum indah dan tulusnya berubah menjadi senyum licik. “ Jangan salahin aku, Er. Kamu yang mulai duluan. “ gumam Zidan.Erinna melangkahkan kaki, masuk ke kediamannya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, keadaan sudah sepi bahkan beberapa lampu sudah di matikan.Ia pergi ke dapur untuk menyimpan kue yang baru saja ia beli, untuk hadiah lainnya sengaja ia bawa ke kamar. “ Capek banget, padahal naik mobil. Apalagi kalau jalan, ya. “Kaki panjang Erinna perlahan menaiki anak tangga satu per satu, bahkan kakinya sudah lelah saat menaiki tangga.Tiba di kamarnya, ia segera membersihkan diri sebelum tidur di kasur empuknya. Belum sempat berpakaian, dan masih me

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 10 : Bertemu dengan Zidan

    Malam dingin yang tetap ramai itu tiba. Gedung-gedung tinggi dan besar itu nampak gelap dari dalam, tak seperti jalanan yang temaran.Erinna berdiri di depan pintu masuk, menunggu Arlo yang masih belum keluar. “ Ayo pulang. “ seru Arlo saat melihat Erinna.Wanita itu mendongakkan kepalanya, menoleh ke arah Arlo yang baru saja berdiri di sampingnya. “ Kamu duluan, aja. Aku mau beli barang dulu. “ tolak Erinna.Mendengar ucapan Erinna, kedua alis pria itu saling bertaut. “ Kamu mau kemana malam-malam begini? Biar aku antar. “ tawar Arlo.Sekali lagi Erinna menggelengkan kepalanya, ia tidak berniat pergi bersama Arlo. “ Engga, kamu pulang duluan aja. Aku sebentar juga. “ tolaknya lagi.Setelah berpikir sejenak, akhirnya Arlo mengangguk. Biasanya juga ia tidak peduli dengan Erinna, untuk apa mengkhawatirkan wanita itu. “ Baiklah, jangan pulang terlalu malam. “Tubuh tegap Arlo melenggang pergi, masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut.Erinna sendiri, wanita itu berjalan menuju t

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 9 : Seperti Bukan Erinna

    “ Kamu mikirin apa sih? Minggir! “ seru Erinna yang melihat Arlo diam.Pria itu tersadar dari lamunannya, ia menggeleng pelan sebelum keluar bersama Erinna. “ Er, apa kamu ngga bisa kendalikan emosi kamu? “Pertanyaan Arlo membuat Erinna kesal, wanita itu menatap sinis pada pria di sampingnya. “ Gak! “ balas singkat Erinna dan berlalu meninggalkan Arlo.Keluar dari ruangan, di depan pintu ternyata Olivia sudah menunggu. Ia membantu Erinna berjalan, karena pakaian yang dikenakan wanita itu cukup panjang menjuntai.Olivia melihat jelas wajah kesal Erinna. “ Er, kamu kenapa. Tadi pak Arlo nyamperin kamu kan, biasanya kamu seneng. “ seru Olivia.Erinna menoleh sebelum kembali menatap ke depan. “ Dih, seneng? Suami durjana begitu—““ Er, jaga bicara kamu. Nanti kedenger pak Arlo lagi. “ potong cepat Olivia sebelum mereka terkena masalah.Walaupun catatannya Erinna adalah istri Arlo, namun tetap saja profesionalitas dijunjung tinggi disana.Erinna memutar bola matanya malas, tak peduli deng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status