Share

Bab 6 : Ada apa dengan Erinna

Author: Darhiee
last update Last Updated: 2025-11-19 12:07:16

Keesokan paginya. Matahari bersinar dengan langit yang cerah, menandakan hari ini akan panas. 

Semuanya sudah bangun, dan mereka bersiap untuk sarapan. Arlo baru bergabung saat Erinna dan Xavier sudah di sana.

“ Mau pakai selai apa? “

“ Aku mau selai strawberry aja, Mah. “

Apa ini? Satu alis Arlo terangkat melihat kedekatan Xavier dan Erinna yang tidak biasanya. Erinna mengoleskan selai pada roti untuk Xavier, tapi kali ini ia abai padanya.

“ Ekhem! “

Saat akan menyuapkan makanan ke mulut nya, gerakan Erinna terhenti oleh suara Arlo. “ Apa! “

“ Kamu ngga siapin roti buatku? “ tanya Arlo.

Erinna kembali menyimpan makanannya, ia mengambil selembar roti lagi dan hendak mengoleskan selai strawberry di atasnya.

“ Kamu ngga tanya aku mau pakai selai apa? “

Erinna menarik napasnya dalam dan tersenyum. “ Mau pakai selai apa suamiku? “ tanya Erinna selembut mungkin.

Melihat itu Xavier tertawa, tidak biasanya ia melihat Erinna begitu malas melayani sang ayah. “ Pah, mama sudah lapar. Kenapa papa tidak ambil sendiri? “ ucap Xavier.

Dalam hatinya Erinna bersorak gembira, ada untungnya juga ia mengambil hati anak kecil itu. “ Mampus tuh suami durjana, anak kamu sekarang ada di pihak ku! “ batin Erinna tersenyum puas.

“ Eh? Ekhem, mama hanya menjalani tugas nya saja, sayang. “ jawab Arlo, ia merasa kini putranya itu sama menyebalkannya dengan Erinna.

“ Silahkan dinikmati sayangku. “ ucap Erinna menyodorkan roti di piring.

Degh! 

Entah kenapa kali ini Arlo merasa berbeda dengan panggilan sayang yang terlontar dari mulut Erinna.

Ia menepis perasaan itu dan tak menghiraukannya.

Selesai dengan sarapan, mereka segera bersiap. Xavier pergi ke sekolah, sementara Erinna dan Arlo pergi bekerja.

Erinna Adelardo, wanita berusia tiga puluh dua tahun yang bekerja sebagai seorang model. Dunia modelling sudah mengenalnya dengan baik, ia merupakan model papan atas dari agensi besar.

Agensi itu dipimpin oleh suaminya sendiri, yaitu Arlo Laverent.

“ Kamu berangkat sama aku aja. “ seru Arlo saat Erinna akan mengendarai mobil sendiri.

“ Satu mobil sama kamu? Yaudah. “ Erinna mengiyakan dan berjalan ke arah Arlo.

Akan tetapi, tiba-tiba saja langkah wanita itu terhenti. “ Tunggu, episode berapa ini? “ gumam Erinna.

Jika mengikuti alur, setelah ini akan terjadi adegan dirinya mempermalukan Arlo.

Arlo akan mengancam kehancuran karirnya, karena dirinya sudah mempermalukan pria itu. Erinna harus mencegah hal ini, jangan sampai terjadi dan ia alami.

“ Ada apa, Er? “ 

“ Gapapa, ayo jalan. “ 

Arlo menginjak pedal gas, mobil mulai keluar dari pekarangan rumah. Melesat melintas di jalanan kota yang selalu padat oleh kendaraan.

Pagi yang cerah, dengan suasana yang indah tak menutup kemungkinan udara di jalanan yang sudah kotor. Tak ada percakapan di antara keduanya, hanya hening.

Arlo cukup heran, biasanya Erinna selalu ingin pergi bekerja bersamanya. Dan wanita itu akan terlihat bersemangat saat dirinya memberikan tumpangan.

Namun, sekarang wanita itu malah diam seribu bahasa. “ Trik apa lagi yang dia gunakan. “ batin Arlo bertanya.

Erinna benar-benar tak bicara, hingga mereka tiba di depan gedung agensi. Saat akan turun, Arlo justru menahan tangannya.

“ Apa? “ tanya Erinna yang sedikit heran dengan Arlo yang tiba-tiba menahannya.

“ Gapapa. Kenapa kamu diam aja?”

“ Sariawan. “ balas singkat Erinna membuat tanda tanya di kepala Arlo.

Keduanya turun dari mobil. Berjalan bersamaan menuju pintu masuk.

Brukh! 

Erinna menoleh ke samping. Sesuai dugaan, seorang wanita terjatuh di pangkuan Arlo. Wanita itu adalah Caily Edric, sahabat mantan istri Arlo dan musuh Erinna.

Erinna benar-benar mengapresiasi imajinasi penulis. Entah muncul dari mana Caily dan membuat wanita itu terjatuh di pangkuan suaminya.

Seharusnya, ia memaki Caily dan membuat malu Arlo. Namun, hal itu sekarang takkan terjadi.

“ Maaf, maaf pak. Saya tidak sengaja. “

“ Lainkali kalau jalan hati-hati ya, Cai. “ seru Erinna yang kemudian berlalu begitu saja.

Bukan hanya Caily, Arlo juga dibuat tak percaya dengan tindakan wanita itu. Apakah Erinna sudah gila, membiarkan suaminya begitu saja saat ada wanita lain yang menggoda.

Ini benar-benar tidak masuk akal!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 14 : Rencana Arlo

    Dress bunga dengan punggung terbuka menjadi pilihan pakaian yang Erinna pakai untuk pergi, ia sudah siapa dengan kaca mata hitam juga topi yang menutupi sebagian wajahnya dari sinar matahari.Pakaian nya cukup terbuka, dan dirinya sudah terbiasa dengan itu. Erinna benar-benar menikmati kehidupannya ini. “ Mau gimana lagi, bajunya kebuka semua. “ pikir Erinna.Bukannya tak mampu membeli yang lain, tapi ia terlalu malas untuk memilih pakaian.Saat Erinna dan Xavier menunggu Arlo keluar, tiba-tiba sebuah mobil menghampiri. Mobil mewah berwarna hitam legam itu berhenti tepat di depan Erinna dan Xavier.Disusul dengan seorang pria muda turun dari sana. Beralis tebal, hidung mancung dan jangan lupakan dada bidang itu yang membuat Erinna terpukau. “ Nyonya? ““ Hah? Iya, kenapa Evan? “ tanya Erinna gugup.Ah, Evan begitu tampan. Untuk sesaat Erinna tersihir dengan ketampanan pria itu.Kaos hitam polos dengan celana pendek membuat pria di depannya ini tampak semakin muda di matanya. “ Kamu ik

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 13 : Berlibur Ke Pantai

    Semua teman Xavier baru saja pulang, anak itu terlihat begitu senang merayakan pesta kecilnya. Arlo baru saja turun dan melihat sisa-sisa pesta itu.Ia memalingkan wajahnya saat melihat Erinna. Sungguh, malu rasanya jika mengingat kebodohannya. “ Pah, papa darimana? “ tanya Xavier saat Arlo melewati mereka.Langkah Arlo terhenti sejenak, ia menoleh pada Xavier. “ Papa—“Belum sempat pria itu menyelesaikan kalimatnya, Erinna sudah menyela. “ Papa sedang menyiapkan hadiah untuk kamu. Iyakan? “ sela Erinna.Wanita itu dengan sengaja membuat suami durjana nya dalam masalah. “ Wah, beneran pah? “ tanya Xavier dengan wajah berbinar.Arlo menggertakan giginya dengan kesal, jelas Erinna sengaja melakukan hal itu. “ Iya, papa putuskan kita akan liburan dan berangkat nanti sore. “ jawab Arlo.Erinna yang sebelumnya tersenyum senang seketika berubah terkejut. “ Apa? Liburan! “ pekik Erinna tidak percaya.Senang? Bukan, wanita itu justru merasa terpojok. Sebab sebelumnya saat ia di kamar Arlo, de

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 12 : Ketahuan Pura-pura

    “ Mah, mau bawa aku kemana emangnya? “ ucap Xavier.Mata anak itu di tutupi oleh kain, dengan Erinna yang menuntunnya berjalan. “ Kamu siap? “ tanya Erinna sebelum melepas penutup mata itu.Xavier mengangguk, kain itu di lepaskan. Seketika matanya berbinar dan terpukau. “ Surprise! “ seru Erinna diikuti suara teman-temannya yang mengucapkan selamat ulang tahun.Sebuah acara pesta ulang tahun sederhana, untuk pertama kalinya Xavier mendapatkan itu. Ia tak bisa berkata-kata lagi, memeluk ibunya dengan erat. “ Makasih, Mah. ““ Eyy, ngga boleh nangis dong. Masa anak laki-laki nangis, ayo tiup lilinnya. “ seru Erinna dengan tertawa renyah.Untuk pertama kalinya, Xavier meniup lilin di acara ulang tahunnya sendiri. Tepukan tangan teman-temannya yang hadir di sana semakin menambah sorak gembira.Setumpuk hadiah tertata di sana. Xavier sering mendapatkan hadiah, namun kali ini benar-benar berbeda dan tidak biasa.“ Mama nyiapin ini sendirian? “ tanya anak itu dengan polosnya. “ Dimana papa?

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 11 : Seksi Banget Sih

    “ Makasih ya, Kak. Udah antar aku pulang. “ seru Erinna sedikit menunduk untuk melihat Zidan yang di dalam mobil.Zidan tersenyum seraya mengangguk. Ah, wajah tenangnya begitu menyejukkan hati. “ Ngga masalah. Aku pulang dulu, ya. “ balas Zidan sebelum melajukan mobilnya.Mobil Zidan pergi dari area kediaman Arlo. Perlahan senyum indah dan tulusnya berubah menjadi senyum licik. “ Jangan salahin aku, Er. Kamu yang mulai duluan. “ gumam Zidan.Erinna melangkahkan kaki, masuk ke kediamannya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, keadaan sudah sepi bahkan beberapa lampu sudah di matikan.Ia pergi ke dapur untuk menyimpan kue yang baru saja ia beli, untuk hadiah lainnya sengaja ia bawa ke kamar. “ Capek banget, padahal naik mobil. Apalagi kalau jalan, ya. “Kaki panjang Erinna perlahan menaiki anak tangga satu per satu, bahkan kakinya sudah lelah saat menaiki tangga.Tiba di kamarnya, ia segera membersihkan diri sebelum tidur di kasur empuknya. Belum sempat berpakaian, dan masih me

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 10 : Bertemu dengan Zidan

    Malam dingin yang tetap ramai itu tiba. Gedung-gedung tinggi dan besar itu nampak gelap dari dalam, tak seperti jalanan yang temaran.Erinna berdiri di depan pintu masuk, menunggu Arlo yang masih belum keluar. “ Ayo pulang. “ seru Arlo saat melihat Erinna.Wanita itu mendongakkan kepalanya, menoleh ke arah Arlo yang baru saja berdiri di sampingnya. “ Kamu duluan, aja. Aku mau beli barang dulu. “ tolak Erinna.Mendengar ucapan Erinna, kedua alis pria itu saling bertaut. “ Kamu mau kemana malam-malam begini? Biar aku antar. “ tawar Arlo.Sekali lagi Erinna menggelengkan kepalanya, ia tidak berniat pergi bersama Arlo. “ Engga, kamu pulang duluan aja. Aku sebentar juga. “ tolaknya lagi.Setelah berpikir sejenak, akhirnya Arlo mengangguk. Biasanya juga ia tidak peduli dengan Erinna, untuk apa mengkhawatirkan wanita itu. “ Baiklah, jangan pulang terlalu malam. “Tubuh tegap Arlo melenggang pergi, masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut.Erinna sendiri, wanita itu berjalan menuju t

  • Masuk Ke Dunia Novel : Ubah Nasib Ibu Tiri Jahat   Bab 9 : Seperti Bukan Erinna

    “ Kamu mikirin apa sih? Minggir! “ seru Erinna yang melihat Arlo diam.Pria itu tersadar dari lamunannya, ia menggeleng pelan sebelum keluar bersama Erinna. “ Er, apa kamu ngga bisa kendalikan emosi kamu? “Pertanyaan Arlo membuat Erinna kesal, wanita itu menatap sinis pada pria di sampingnya. “ Gak! “ balas singkat Erinna dan berlalu meninggalkan Arlo.Keluar dari ruangan, di depan pintu ternyata Olivia sudah menunggu. Ia membantu Erinna berjalan, karena pakaian yang dikenakan wanita itu cukup panjang menjuntai.Olivia melihat jelas wajah kesal Erinna. “ Er, kamu kenapa. Tadi pak Arlo nyamperin kamu kan, biasanya kamu seneng. “ seru Olivia.Erinna menoleh sebelum kembali menatap ke depan. “ Dih, seneng? Suami durjana begitu—““ Er, jaga bicara kamu. Nanti kedenger pak Arlo lagi. “ potong cepat Olivia sebelum mereka terkena masalah.Walaupun catatannya Erinna adalah istri Arlo, namun tetap saja profesionalitas dijunjung tinggi disana.Erinna memutar bola matanya malas, tak peduli deng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status