分享

8. Panggilan dari Jenderal

作者: prasidafai
last update publish date: 2026-03-28 21:06:01

Ada yang berbeda dari rumah Raiden saat ini.

Raiden sudah tidak ingat kapan terakhir kali dia tidur nyenyak.

Bunyi dering telepon membelah keheningan kamar.

Raiden membuka matanya.

Cahaya pagi yang baru saja menerobos celah tirai, membuat mata pria itu menyipit. Kepalanya terasa berat.

Selama beberapa hari terakhir, tidur bukan lagi tempat istirahat bagi Raiden.

Ketika
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (2)
goodnovel comment avatar
rianur378
kenapa juga g kroscek dulu tentang rumor itu,,,hih
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
heran deh, bisa²nya jahat sm anak Jendralnya. ngga takut apa kalo anaknya ngaduin kebusukannya...
查看全部評論

最新章節

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   124. Bicara Soal Ciuman

    Tatapan Raiden perlahan berubah.Pria itu tidak langsung menjawab ucapan Olivia. Namun sorot matanya yang semula dingin mulai melemah sedikit demi sedikit, seolah ada sesuatu yang berhasil menembus pertahanannya.Olivia menarik napas pelan sebelum kembali bicara.“Saya tidak bermaksud lancang, Mayor. Namun menurut saya, menjalankan perintah dan memperjuangkan seseorang yang Mayor cintai bukanlah dua hal yang harus saling mengalahkan.”Alex refleks melirik Olivia sekilas.Tatapan pria itu penuh keterkejutan, tidak percaya Olivia benar-benar cukup nekat mengatakan semua itu langsung di depan Raiden Vargas.Apalagi di tengah kondisi seperti sekarang.“Kadang …” Wanita itu berkata lebih pelan, “seseorang menyesal bukan karena pernah melawan keadaan. Tapi karena terlambat menyadari siapa yang sebenarnya paling ingin dia pertahankan.”Suasana di dalam tenda mendadak sunyi.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   123. Sepasang Kekasih Provokatif

    Raiden menoleh pelan ke arah Nicolle. Entah kenapa, kalimat terakhir Nicolle terasa seperti tamparan baginya.“Pria yang katanya sangat mencintai saya, ternyata sibuk menyenangkan wanita lain, sementara saya dan anaknya tengah berjuang untuk tetap hidup.”Raiden memperhatikan Nicolle cukup lama sebelum akhirnya bertanya pelan, “Ayah kandung Aveline?”Nicolle mengangguk. Senyum penuh ejekan terbit di bibir wanita itu.“Namun kalau dipikir-pikir, Mayor dan Lucy memang sangat cocok.”“Maksud Dokter?” Raiden langsung menatap tajam.Nicolle terkekeh pelan.“Mayor juga sibuk mendekati wanita lain, bahkan menciumnya dan mengatakan wanita itu adalah permen favorit Mayor, saat calon istri Mayor sibuk mengurus berkas pernikahan kalian.” Tatapan Nicolle berubah sinis.Raiden mendengkus kasar.Tatapan pria itu berubah gelap sebelum akhirnya membalas tidak

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   122. Antara Nicolle dan Naomi

    “Wajah Naomi … sama persis dengan wajah Dokter Nicolle.”Kalimat itu terus berdengung di kepala Nicolle.Namun beberapa detik kemudian, wanita itu memaksa dirinya menarik napas pelan. Jemarinya mengepal samar di balik map pasien sebelum akhirnya dia membuka suara.“Mungkin itu hanya efek trauma pascaluka. Mayor baru melewati kondisi kritis. Halusinasi atau distorsi ingatan bisa saja terjadi.”Raiden langsung menggeleng pelan.“Tidak. Kali ini saya sangat yakin.” Tatapan gelap Raiden kembali mengunci wajah Nicolle. “Dokter sangat mirip Naomi.”Nicolle kehilangan kata-kata.Untuk sesaat, wanita itu hanya mampu duduk diam sambil menahan napas yang mulai terasa berat.“Dan sebenarnya …” Pria itu berkata pelan sambil mengernyit menahan nyeri di kepalanya, “saya juga merasa aneh saat pertama kali melihat Aveline.”Jantung Nicolle langsung berdetak keras.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   121. Posko Enam

    Nicolle membeku.Namun sebelum Nicolle sempat bereaksi, Raiden kembali tidak sadarkan diri.Tiga hari kemudian di posko enam.“Dokter Nicolle!” Suara Olivia memecah hiruk-pikuk posko enam yang sejak pagi dipenuhi bau obat, darah, dan tanah basah.Nicolle yang sedang menulis catatan kondisi pasien langsung menoleh cepat. Pulpen di tangannya nyaris jatuh ketika melihat Olivia berdiri di depan tenda dengan napas terengah.“Mayor Raiden sudah sadar!”Jantung Nicolle seolah berhenti sesaat.Selama tiga hari terakhir, Raiden tidak pernah benar-benar membuka mata.Tubuh pria itu beberapa kali mengalami demam tinggi akibat infeksi luka dan kehilangan terlalu banyak darah.Bahkan semalam, suhu tubuhnya sempat melonjak hingga membuat seluruh tenaga medis di posko tegang.Nicolle adalah orang yang paling lama berada di sisi ranjang pria itu.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   120. Tidak Ada yang Melihat Raiden

    “Dokter!” Suara Olivia terdengar pecah bersamaan dengan debu yang berhamburan di udara.Nicolle masih memejamkan mata ketika serpihan kecil menghantam pelipisnya cukup keras hingga kulitnya sobek tipis.“Ahh!” jerit Nicolle.Rasa perih langsung menjalar. Darah hangat mengalir pelan di sisi wajahnya.Namun beberapa detik kemudian, Nicolle membuka mata cepat-cepat dan langsung menoleh ke pasien di bawah tubuhnya.Prajurit itu masih bernapas.“Astaga!” Olivia membelalak panik saat melihat darah di wajah Nicolle. “Dokter, kepala Anda–”“Saya tidak apa-apa.” Nicolle langsung menggeleng tegas. “Lanjutkan pekerjaannya!”“Tapi darahnya–”“Perawat Olivia!”Nada suara Nicolle membuat Olivia spontan diam.Nicolle segera bangkit berlutut lagi meski kepalanya sedikit berdenyut. Tangan wanita itu kembali bergerak cepat menghentikan perdarahan pr

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   119. Mayor Raiden?

    Suasana mendadak menegang.Beberapa tenaga medis yang sedang mengantre saling melirik diam-diam.Prajurit bersenjata di dekat pintu pemeriksaan ikut menoleh ke arah keributan tersebut.Bahkan suara langkah sepatu bot yang sejak tadi hilir mudik perlahan melambat.Lucy masih menangis tersedu-sedu di balik meja administrasi.Bahu wanita itu berguncang kecil. Air mata membasahi pipinya, membuat Lucy tampak seperti korban di tengah kerumunan orang yang mulai memperhatikannya.Namun Nicolle tidak bergeming sedikit pun. Tatapan wanita itu tetap dingin.“Biar saya lihat ulang dokumennya.” Seorang petugas administrasi senior akhirnya mendekat.Usianya sekitar empat puluhan dengan seragam rapi dan rahang tegas. Pria itu langsung berdiri di samping Lucy sambil menarik keyboard komputer ke arahnya.Lucy terlihat mulai gelisah.“Pak, saya tadi hanya menjala

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status