Share

8. Panggilan dari Jenderal

Penulis: prasidafai
last update Tanggal publikasi: 2026-03-28 21:06:01

Ada yang berbeda dari rumah Raiden saat ini.

Raiden sudah tidak ingat kapan terakhir kali dia tidur nyenyak.

Bunyi dering telepon membelah keheningan kamar.

Raiden membuka matanya.

Cahaya pagi yang baru saja menerobos celah tirai, membuat mata pria itu menyipit. Kepalanya terasa berat.

Selama beberapa hari terakhir, tidur bukan lagi tempat istirahat bagi Raiden.

Ketika
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
penyesalan memang selalu datang belakangan...
goodnovel comment avatar
rianur378
kenapa juga g kroscek dulu tentang rumor itu,,,hih
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
heran deh, bisa²nya jahat sm anak Jendralnya. ngga takut apa kalo anaknya ngaduin kebusukannya...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   221. Penugasan Kali Ini

    “Dokter Nicolle!” Suara panik perawat itu memantul di lorong rumah sakit, berusaha mengejar wanita di depannya. Naomi tidak menunggu penjelasan lebih lanjut. Begitu mendengar nama Clara disebut, langkahnya perlahan berubah menjadi lari. Jantung Naomi memompa begitu keras hingga napasnya terasa memburu. Berbagai kemungkinan buruk berputar di kepalanya. Jangan sampai terlambat lagi. Beberapa tenaga medis yang berpapasan spontan menyingkir ketika melihat Naomi berlari menuju ruang perawatan intensif. Brak! Pintu kamar terbuka. Naomi masuk dengan napas terengah-engah. Dadanya naik turun. Namun seluruh tubuhnya mendadak membeku. Di atas ranjang, Clara perlahan menoleh. Sepasang mata yang selama hampir setahun tertutup itu kini menatap lurus ke arahnya. Bibir Clara bergerak pelan. “Dokter ... Nicolle ... saya ..

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   220. Hal yang Meringankan

    “Ya.” Vance menjawab tanpa ragu sedikit pun. “Lihat saja nanti di persidangan, Nao. Insting Papa jarang meleset.” Naomi terdiam. Ucapan Vance membuat satu potongan ingatan yang selama ini terkubur tiba-tiba muncul kembali. “Dia lumayan hebat di ranjang, meski memiliki wajah yang polos. Tapi sayang, sekarang kami sudah tidak bisa melakukan itu lagi,” ungkap Dante saat itu. Mata Naomi perlahan membelalak. “Jadi, wanita yang dia maksud adalah Lucy?” gumam Naomi lirih. Ruangan mendadak sunyi. Naomi memejamkan mata sejenak. Semua kepingan yang selama ini tercerai-berai perlahan mulai menyatu. Dante mengetahui identitas aslinya sebagai Naomi, padahal informasi itu hampir tidak diketahui siapa pun. Naomi mengembuskan napas panjang. “Lucy yang memberitahunya,” bisik Naomi pelan. Vance menatap putrinya tanpa menyela. Kini semuanya terasa jauh lebih masuk akal. Hampir dua minggu setelah Naomi keluar dari rumah sakit, persidangan Dante akhirnya dimulai. Naomi datang

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   219. Bicarakan Saja di Sini

    Sore itu, Raiden mengantar Tasya pulang ke rumah. Begitu mobil berhenti di halaman, Raiden turun lebih dulu. Dia membukakan pintu untuk ibunya, lalu berjalan mengantarnya sampai ke teras. “Aku harus berangkat lagi, Ma,” ujar Raiden sambil melirik mobilnya. Tasya yang sedang mencari kunci rumah menoleh. “Berangkat?” Kedua alis wanita paruh baya itu terangkat. “Bukannya kamu masih mendapat izin menjaga Nicolle?” “Masih.” Raiden mengangguk. “Tapi ada tugas pengganti di Markas Besar selama aku tidak berada di garis depan.” “Markas Besar?” “Iya.” Senyum tipis muncul di bibir Raiden. “Ada perintah langsung dari atasanku.” Raiden mengembuskan napas pelan. “Sepertinya ...” Pria itu terkekeh kecil. “Aku mulai dipercaya lagi. Kali ini tanpa bantuan siapa pun.” Tatapan Tasya melembut. Perlahan wanita paruh baya itu mengusap lengan putranya.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   218. Bayiku

    Jemari Raiden yang hangat mengusap perlahan punggung tangan Naomi yang bebas dari selang infus. “Tidak apa-apa,” jawab Raiden lembut. “Jangan terlalu dipikirkan. Kalau aku bisa kembali ke sini, berarti aku sudah mendapat izin.” “Benarkah?” Tatapan Naomi melembut. Raiden mengangguk. “Aku tidak akan meninggalkan tugasku sembarangan, Nao.” Sudut bibir Raiden terangkat tipis. Naomi tertawa pelan meski gerakan itu membuat sisi tubuhnya sedikit nyeri. “Baiklah,” jawabnya lirih. Raiden mengecup pelan punggung tangan Naomi sebelum kembali menggenggamnya. Malam itu akhirnya berlalu dengan tenang. Keesokan paginya, suara langkah kaki kecil berlari memenuhi lorong rumah sakit. “Mama!” Pintu kamar perawatan terbuka. Aveline langsung berlari menghampiri ranjang Naomi sebelum Raiden sempat mengejarnya. “P

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   217. Henti Jantung

    Suara gaduh terdengar samar di telinga Naomi.“Tekanan darah turun. Cepat, pindahkan ke ruang operasi!”“Jalur infus kedua sudah terpasang!”Kelopak mata Naomi bergerak pelan.Cahaya lampu yang menyilaukan langsung menyambut Naomi. Pandangannya masih kabur. Langit-langit putih rumah sakit bergerak perlahan di atas kepalanya.Naomi merasa tubuhnya berguncang mengikuti laju brankar yang didorong cepat di sepanjang koridor.Wajah-wajah panik para tenaga kesehatan menjadi pemandangan pertama yang berhasil ditangkap matanya.“Bu? Bu, apa Anda bisa mendengar saya?”Seorang dokter berlari di samping brankar sambil menyorotkan senter kecil ke mata Naomi.Naomi berusaha menjawab. Bibirnya sedikit terbuka. Namun rasa nyeri luar biasa langsung menjalar hingga ke rahangnya.“Ugh ....”Suara yang keluar hanya erangan pelan.“Jangan dipaksa bicara,” ujar dokter itu cepat. “Kami akan menanga

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   216. Raiden Memanggil

    Naomi menarik napas pendek.“Dante Emilio,” jawab Naomi.Di seberang telepon, Vance langsung terdiam.Beberapa detik kemudian terdengar suara kursi bergeser, seolah pria paruh baya itu baru saja menegakkan duduknya.“Putra pemilik RSPU yang kamu curigai sebagai dalang di balik kecelakaan Clara?” tanya Vance memastikan.“Iya, Pa,” jawab Naomi.Vance mengembuskan napas pelan.“Kalau soal itu, bersabarlah sekitar dua hari lagi,” pinta Vance.“Kenapa?” Naomi mengernyit.“Bukti terakhir sedang diverifikasi,” jawab Vance.Naomi langsung mendesah. “Bukannya tadi Papa bilang bisa menyelesaikannya sebelum aku sampai rumah? Perasaanku tidak enak, Pa. Dante sedang ada di Lavel.”“Dan ...” Naomi menggigit bibir bawahnya. “Dia sepertinya memiliki hubungan dengan Lucy.”Beberapa detik berikutnya tidak ada suara apa pun dari ujung telepon.Keheningan itu justru membuat Naomi semakin

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   124. Bicara Soal Ciuman

    Tatapan Raiden perlahan berubah.Pria itu tidak langsung menjawab ucapan Olivia. Namun sorot matanya yang semula dingin mulai melemah sedikit demi sedikit, seolah ada sesuatu yang berhasil menembus pertahanannya.Olivia menarik napas pelan sebelum kembali bicara.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   123. Sepasang Kekasih Provokatif

    Raiden menoleh pelan ke arah Nicolle. Entah kenapa, kalimat terakhir Nicolle terasa seperti tamparan baginya.“Pria yang katanya sangat mencintai saya, ternyata sibuk menyenangkan wanita lain, sementara saya dan anaknya tengah berjuang untuk tetap hidup.”Raiden memper

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   121. Posko Enam

    Nicolle membeku.Namun sebelum Nicolle sempat bereaksi, Raiden kembali tidak sadarkan diri.Tiga hari kemudian di posko enam.“Dokter Nicolle!” Suara Olivia memecah hiruk-pikuk posko enam yang sejak pagi dipenuhi bau obat, darah, dan tanah basah.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   120. Tidak Ada yang Melihat Raiden

    “Dokter!” Suara Olivia terdengar pecah bersamaan dengan debu yang berhamburan di udara.Nicolle masih memejamkan mata ketika serpihan kecil menghantam pelipisnya cukup keras hingga kulitnya sobek tipis.“Ahh!” jerit Nicolle.Rasa perih langsung menjalar.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status