Partager

89. Membela Mama

Auteur: prasidafai
last update Date de publication: 2026-04-29 18:06:21

Di jok belakang, Aveline yang semula sibuk mewarnai langit biru di buku gambar perlahan menghentikan gerakan krayonnya.

Kepala kecil gadis itu terangkat dan alis mungilnya berkerut penuh rasa ingin tahu. Dia mencuri dengar.

Tatapan bulat Aveline berpindah dari punggung kursi depan ke layar monitor mobil yang memantulkan nama penelepon.

“Tidak perlu, Mayor,” tolak Nicolle dingin. “Saya sudah bisa menyetir jarak jauh.”

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
rianur378
apa yang dipikirkan Nicole ya,,, padahal kakeknya Ave ada yang seharusnya bisa lebih dekat karena masih hubungan keluarga,,, tapi malah di bawa ke pedalaman,,, maksud nya supaya lebih dekat sama bapak kandung nya gitu?
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   208. Pergi Saja

    Naomi tersenyum. Kali ini senyumnya benar-benar tulus.Kepergian dari Palvenia terasa berat. Namun mengetahui masih ada orang-orang yang peduli padanya membuat dada Naomi menghangat.“Saya akan rutin menghubungi Dokter Henry dan Perawat Olivia,” janji Naomi.Henry mengangguk pelan.“Saya akan menagihnya jika Dokter Nicolle lupa.” Pria paruh baya itu melirik ke arah Olivia yang masih berdiri membeku seperti patung. “Ah ya, berpamitan pada Perawat Olivia pasti lebih sulit.”Olivia langsung menoleh. “Dokter Henry!”“Semoga berhasil, Dokter Nicolle,” lanjut Henry tanpa rasa bersalah.Naomi tertawa kecil. Kemudian dia menoleh ke arah Olivia.“Ada waktu sebentar untuk mengopi?” tanya Naomi.Mata Olivia perlahan memerah.“Kalau mau pergi, pergi saja, Dokter,” sahut Olivia berusaha terdengar tegar. “Palvenia dan Lavel masih satu negara. Zaman sekarang,

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   207. Mengembalikan Semuanya

    Senyum di wajah Naomi sudah menghilang bahkan sebelum mereka tiba di depan ruang Direktur Utama RSPU.Kotak perhiasan kecil yang dibawanya terasa dingin di tangan kiri.Sementara itu, Raiden berjalan di sampingnya tanpa banyak bicara. Namun dari langkah pria itu, siapa pun bisa melihat bahwa suasana hatinya sama sekali tidak baik.Begitu mereka sampai di depan pintu ruangan, salah satu penjaga langsung mengangkat tangan.“Maaf, Mayor.” Pria itu tampak gugup. “Yang diizinkan masuk hanya Dokter Nicolle.”Naomi bahkan belum sempat bereaksi.Raiden sudah melangkah melewati penjaga itu.“Kalau begitu anggap saja saya tuli.”“Mayor–”Raiden sama sekali tidak berhenti.Pria gagah itu membuka pintu dan mempersilakan Naomi masuk lebih dulu.Di dalam ruangan, Dante sudah duduk santai di sofa. Di sebelahnya terdapat ayah dan ibunya. Ketiganya menoleh bersamaan saat Naomi dan Raiden masu

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   206. Bukti Sudah Dihapus

    Naomi membuka mulut.Namun sebelum sempat menjawab, ponselnya berdering nyaring. Getaran itu memecah ketegangan yang menyelimuti koridor.Naomi menunduk.Nama yang muncul di layar membuat dahinya sedikit mengendur.[Mayor Raiden.]Olivia ikut melirik layar ponsel itu.“Dari Mayor Raiden?” tebak Olivia.“Iya.” Naomi mengangguk pelan.“Kalau begitu saya lanjut bekerja dulu, Dokter.”Tanpa menunggu jawaban, Olivia langsung berbalik.Beberapa langkah kemudian wanita itu masih sempat melambaikan tangannya.“Dokter berutang cerita pada saya!” teriak Olivia.“Ya, ya.” Naomi tidak bisa menahan senyum tipis.Naomi mengangkat ponselnya.“Ya, Raiden?” Naomi menempelkan ponsel ke telinga sambil menatap lobi rumah sakit yang terlihat ramai dari kejauhan.Namun senyum kecil yang sempat muncul itu lenyap hanya dalam hitungan detik.Wajah Naomi dengan cepat

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   205. CCTV Rusak

    Sesuatu menghimpit dada Naomi. Tatapannya masih terpaku pada pintu ruangan tempat Clara dirawat.Naomi memang belum lama mengenal Clara. Bahkan beberapa minggu lalu mereka masih saling menatap sinis hampir setiap kali bertemu.Namun sekarang, wanita itu terbaring tidak sadarkan diri. Naomi tidak bisa menghentikan satu pikiran yang terus berputar di kepalanya.‘Clara mengalami semua ini karena aku,’ batin Naomi sambil mengepalkan tangan.“Bagaimana dengan keluarganya?” Raiden menatap Henry dengan wajah serius. “Apa mungkin ada yang datang?”Naomi menoleh sekilas. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan Raiden.Dalam situasi seperti ini, emosi keluarga korban bisa meledak kapan saja.Jika keluarga Clara tahu bahwa kecelakaan ini mungkin berkaitan dengan konflik Naomi dengan seseorang, bukan tidak mungkin mereka akan menyalahkan Naomi.Meski Naomi tidak terlibat secara langsung.Henry menggeleng pelan. “Tidak

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   204. Telepon Pagi Buta

    Raiden perlahan melepaskan pelukannya. Kedua tangan pria itu berpindah ke bahu Naomi.Tatapan mereka bertemu di bawah sorot lampu helipad yang terang.“Jangan bicara sembarangan,” pinta Raiden. “Tidak akan ada yang berani melakukan hal buruk padamu, selama kamu ada di bawah pengawasanku.”Naomi tahu pria itu tidak menyukai kalimat yang baru saja dia ucapkan.Kalimat tentang dirinya yang bisa saja mati. Karena itu, Naomi hanya tersenyum tipis.Senyum kecil yang tidak berhasil menghilangkan kekhawatiran dari wajah Raiden.Beberapa saat kemudian, mereka meninggalkan rumah sakit.Karena Raiden sedang berada di Palvenia, pria itu bersikeras mengantar Naomi kembali ke rumah yang dulu pernah ditempati Naomi dan Aveline.Rumah itu masih sama. Tenang, sepi, dan penuh kenangan.Begitu masuk ke dalam, Naomi baru saja meletakkan tasnya ketika Raiden sudah bergerak lebih

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   203. Penasaran?

    Naomi membeku.Sementara itu, Dante justru tertawa.“Lihat wajahmu,” gumam Dante.Jantung Naomi berdebar sangat kencang.Darah seolah mengalir mundur dari wajahnya. Tubuhnya terasa ringan sekaligus lemas.Namun bertahun-tahun hidup dalam kebohongan membuat Naomi terbiasa menyembunyikan kepanikan.Naomi perlahan menarik napas, memaksa dirinya tetap tenang.“Aku tidak mengerti kenapa kamu menyebut nama mendiang kakakku,” tukas Naomi.Tatapan Dante semakin dalam. Lalu pria itu tersenyum licik.“Awalnya aku juga menyangkal itu. Namun kemudian aku mengingat sesuatu,” balas Dante. “Malam itu kamu bilang bahwa dirimu yang sekarang bukanlah dirimu yang sebenarnya. Kamu bilang ada banyak masa lalu yang kamu sembunyikan. Itu alasanmu untuk terus mendorongku menjauh. Sekarang semuanya menjadi jelas.”Dante tertawa pelan.Naomi ingat dia pernah mengatakan hal itu saat Dante terus mendesaknya membe

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   190. Janji Raiden

    Begitu satpam membantu Raiden masuk ke kamar, wanita itu langsung menunjuk ranjang.“Dudukkan di sana, Pak.”Raiden bahkan belum sempat membuka mulut ketika Naomi sudah mendorong bahunya pelan agar bersandar di kepala ranjang.Pria itu meringis.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   189. Di Mana Papa?

    “Karena Mama takut.”Jawaban itu keluar sebelum Naomi sempat memikirkan kata-kata yang lebih baik. Jujur dan telanjang, seperti luka yang tidak sempat ditutup.Aveline menatapnya. “Takut apa?”Naomi menggeleng pelan.Bahkan Naomi sendiri tid

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   188. Ingkar Janji

    “Aku justru semakin ingin melaporkannya, Pa.” Vance menatap putrinya beberapa detik. Lalu menghela napas panjang. “Pikirkan baik-baik,” desak Vance. “Jika hanya ingin membuatnya kesal, itu tidak sebanding dengan keselamatanmu dan Aveline.” Naomi terdia

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   187. Hapus Air Matamu

    Ponsel di tangan Naomi langsung berpindah tangan. Vance merebutnya begitu saja. “Papa–” Namun pria tua itu sudah mengangkat ponsel ke telinganya. “Brandon.” Suara Vance berubah dingin dalam sekejap. “Lakukan pencarian. Gunakan orang-orang kita.” “Siap, Jenderal,” jawab Brandon dengan sigap

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status