Partager

47. Pria Jelek

Auteur: prasidafai
last update Date de publication: 2026-04-15 15:02:16

Di rumah sakit.

“Dokter Nicolle, Anda tidak apa-apa?” tanya seorang perawat.

Nicolle tidak menghentikan langkahnya. Dia hanya mengangguk singkat tanpa menoleh.

“Tidak apa-apa,” jawab Nicolle datar.

Koridor lantai dua kembali dipenuhi suara langkah, denting troli, dan panggilan antar tenaga kesehatan.

Semuanya berjalan seperti biasa. Hanya satu yang tidak biasa, pip
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   211. Sebelum Hari Kematian

    Senyum mengejek Viktor tidak langsung menghilang.Pria itu bersandar santai di kursinya, seolah posisi sebagai narapidana yang menunggu hukuman mati tidak mengubah apa pun.Namun Naomi tetap tenang.“Tidak,” jawab Naomi pelan. “Ada hal lain yang ingin saya ketahui.”Viktor mendengkus.“Kamu pikir saya akan memberitahumu?” tanya Viktor sinis. “Apa pun yang ingin kamu ketahui itu, Naomi Frances?”Nada suaranya dipenuhi ejekan, seolah nama keluarga Frances adalah sesuatu yang menjijikkan.Naomi memejamkan mata sesaat. Wanita itu menarik napas panjang.Dia datang bukan untuk bertengkar. Apalagi membiarkan Viktor mengendalikan emosinya.Saat membuka mata kembali, Naomi langsung menatap pria itu.“Soal Lucy,” ucap Naomi. “Apa benar bukan Anda yang melakukannya?”Tatapan Viktor spontan menajam. Senyum mengejek di bibirnya perlahan memudar.“Seperti hasil persidangan.” Viktor akhirnya

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   210. Dua Anak Berbakat

    Gideon berdeham pelan sambil menatap satu per satu orang yang masih berada di halaman belakang. Semua mata tertuju kepadanya, menunggu apa pun yang akan keluar dari mulutnya.Semua orang, kecuali Vance. Karena hanya mereka berdua yang selama ini mengetahui cerita itu.Gideon akhirnya menoleh pada bawahan paling setianya itu.“Bagaimana, Vance?” tanya Gideon pelan. “Ini cerita tentang kedua putrimu. Saya akan menghormati keputusanmu sebagai ayah mereka.”Seketika seluruh perhatian beralih kepada Vance.Pria itu diam cukup lama. Lalu mendengkus.“Rencananya, cerita ini tidak akan disembunyikan selama ini,” ucap Vance akhirnya. “Perasaan bersalah saya pada Naomi begitu besar. Sampai-sampai saya takut menceritakan kondisi kesehatan adiknya.”Vance menatap putrinya.Jantung Naomi berdegup lebih cepat.“Sekitar 28 tahun lalu,” lanjut Vance pelan, “saat Naomi berusia tiga tahun, Nicolle yang baru berusia satu

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   209. Siapa yang Datang?

    Naomi hampir saja berdiri mengikuti Vance dan Brandon ke dalam rumah. Namun sebuah tangan menahan pundaknya.“Jangan.” Suara Raiden terdengar tegas. “Kamu di sini saja. Jaga Aveline dan yang lain.”Naomi menoleh.Tatapan mereka bertemu sesaat.Pria itu sudah mengenakan ekspresi yang biasa Raiden pakai sebelum menghadapi sesuatu yang berpotensi berbahaya.Naomi mengangguk pelan.Raiden mengusap puncak kepala Naomi singkat sebelum berbalik.Begitu Raiden pergi, Alex langsung mengikuti dari belakang tanpa banyak bicara.Melihat itu, Naomi spontan menoleh ke arah putrinya.“Aveline, sini sayang.”Gadis kecil itu yang sejak tadi sibuk memperhatikan dekorasi pesta langsung berlari kecil mendekat.“Ada apa, Ma?”“Tidak ada apa-apa.” Naomi menarik Aveline berdiri di dekatnya. “Di sini saja dulu.”Aveline menurut tanpa membantah.Sementara itu, Olivia dan Henry saling

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   208. Pergi Saja

    Naomi tersenyum. Kali ini senyumnya benar-benar tulus.Kepergian dari Palvenia terasa berat. Namun mengetahui masih ada orang-orang yang peduli padanya membuat dada Naomi menghangat.“Saya akan rutin menghubungi Dokter Henry dan Perawat Olivia,” janji Naomi.Henry mengangguk pelan.“Saya akan menagihnya jika Dokter Nicolle lupa.” Pria paruh baya itu melirik ke arah Olivia yang masih berdiri membeku seperti patung. “Ah ya, berpamitan pada Perawat Olivia pasti lebih sulit.”Olivia langsung menoleh. “Dokter Henry!”“Semoga berhasil, Dokter Nicolle,” lanjut Henry tanpa rasa bersalah.Naomi tertawa kecil. Kemudian dia menoleh ke arah Olivia.“Ada waktu sebentar untuk mengopi?” tanya Naomi.Mata Olivia perlahan memerah.“Kalau mau pergi, pergi saja, Dokter,” sahut Olivia berusaha terdengar tegar. “Palvenia dan Lavel masih satu negara. Zaman sekarang,

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   207. Mengembalikan Semuanya

    Senyum di wajah Naomi sudah menghilang bahkan sebelum mereka tiba di depan ruang Direktur Utama RSPU.Kotak perhiasan kecil yang dibawanya terasa dingin di tangan kiri.Sementara itu, Raiden berjalan di sampingnya tanpa banyak bicara. Namun dari langkah pria itu, siapa pun bisa melihat bahwa suasana hatinya sama sekali tidak baik.Begitu mereka sampai di depan pintu ruangan, salah satu penjaga langsung mengangkat tangan.“Maaf, Mayor.” Pria itu tampak gugup. “Yang diizinkan masuk hanya Dokter Nicolle.”Naomi bahkan belum sempat bereaksi.Raiden sudah melangkah melewati penjaga itu.“Kalau begitu anggap saja saya tuli.”“Mayor–”Raiden sama sekali tidak berhenti.Pria gagah itu membuka pintu dan mempersilakan Naomi masuk lebih dulu.Di dalam ruangan, Dante sudah duduk santai di sofa. Di sebelahnya terdapat ayah dan ibunya. Ketiganya menoleh bersamaan saat Naomi dan Raiden masu

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   206. Bukti Sudah Dihapus

    Naomi membuka mulut.Namun sebelum sempat menjawab, ponselnya berdering nyaring. Getaran itu memecah ketegangan yang menyelimuti koridor.Naomi menunduk.Nama yang muncul di layar membuat dahinya sedikit mengendur.[Mayor Raiden.]Olivia ikut melirik layar ponsel itu.“Dari Mayor Raiden?” tebak Olivia.“Iya.” Naomi mengangguk pelan.“Kalau begitu saya lanjut bekerja dulu, Dokter.”Tanpa menunggu jawaban, Olivia langsung berbalik.Beberapa langkah kemudian wanita itu masih sempat melambaikan tangannya.“Dokter berutang cerita pada saya!” teriak Olivia.“Ya, ya.” Naomi tidak bisa menahan senyum tipis.Naomi mengangkat ponselnya.“Ya, Raiden?” Naomi menempelkan ponsel ke telinga sambil menatap lobi rumah sakit yang terlihat ramai dari kejauhan.Namun senyum kecil yang sempat muncul itu lenyap hanya dalam hitungan detik.Wajah Naomi dengan cepat

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   204. Telepon Pagi Buta

    Raiden perlahan melepaskan pelukannya. Kedua tangan pria itu berpindah ke bahu Naomi.Tatapan mereka bertemu di bawah sorot lampu helipad yang terang.“Jangan bicara sembarangan,” pinta Raiden. “Tidak akan ada yang berani melakukan hal buruk padamu, selama kamu ada di

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   203. Penasaran?

    Naomi membeku.Sementara itu, Dante justru tertawa.“Lihat wajahmu,” gumam Dante.Jantung Naomi berdebar sangat kencang.Darah seolah mengalir mundur dari wajahnya. Tubuhnya terasa ringan sekaligus lemas.Namun bertahun-tahun hidup dalam kebohongan mem

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   202. Lebih Baik Bertanya Langsung

    Seakan bisa mendengar gumaman itu, Dante langsung menoleh.Tatapan mereka bertemu. Jantung Naomi spontan berdegup lebih keras.Dante melambaikan salah satu tangannya untuk menyapa. Pria itu berjalan lurus ke arah Naomi.“Nao?” Suara Raiden terdengar dari ponsel.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   201. Jangan Percaya pada Ucapannya

    Naomi mengernyitkan dahi.Clara tampak sedikit salah tingkah.“Saya tahu itu bersifat pribadi,” jelas Clara. “Kalau Dokter tidak mau menjawab juga tidak apa-apa.”Naomi menatapnya beberapa saat. “Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”Clara menghela napas panj

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status