ログイン“Ayo Mbak ikut aku masuk.”Sekar berjalan lebih dulu di depan sambil menggandeng tangan Ririn masuk. Ririn yang berjalan di belakang Sekar, diam-diam ia malah tersenyum. Senyumannya terlihat sangat misterius, seolah ada sesuatu yang disembunyikannya. Sehingga akhirnya mereka pun sampai di kamar tamu. Kamar itu adalah tempat belum pernah ditempati oleh Ririn sebelumnya, karena hari itu dia sempat pingsan sehingga mereka membawanya masuk ke kamar itu, untuk berbaring.“Ini kemarin yang pernah Mbak tempatin waktu itu. Menginap di sini nggak apa-apa kan?”“Ya nggak apa kok, ini tuh udah bagus banget tempatnya. Aku juga nggak keberatan harus tinggal di sini sebentar. Lagiankan cuma untuk satu malam saja.”“Kalau gitu mbak jangan keluar dari sini ya, soalnya di depan sana bakal ada ritual.”Dengan senyum lembut, Ririn menjawab,“Iya tenang aja kok, aku nggak akan keluar dari sini. Lagian ini cuma satu mala
“Apa jimat ini akan membuatnya tertidur?”“Tidak, tapi jika dia sudah tertidur di atasnya makan Jimat itu akan menjaganya tetap tertidur sampai kamu pulang ke rumah tanpa sepengetahuannya.”“Aku menambahkan mantra khusus. Seolah malam ini dia sedang berhubungan badan denganmu. Jadi ketika kamu hamil maka dia tidak akan merasa curiga tentang ayah dari anakmu.”“Aku mengerti! Sekarang aku akan langsung menaruh jimat ini di bawah bantalnya. Agar malam ini dia bisa tertidur lelap.”“Ya, setelah itu kamu baru bisa datang ke sini. Mungkin nanti yang akan melanjutkan ritual berikutnya adalah cucuku. Dia yang akan memimpin ritual pelaksanaan malam ini.”“Baiklah Mbah, aku akan datang lagi ke sini saat suamiku sudah tertidur.”“Nanti cucuku akan menunggu di depan hutan, dari sana dia akan menemanimu agar tetap aman saat melewati hutan.”Mendengar itu Dewi jadi merasa lebih tenang karena dia tidak sendirian saat akan melewati
Sebagai satu-satunya murid Gurunya selalu menjaga tempat istirahat Damar. Bahkan sampai akhir hayatnya, Sang Aji selalu berpesan kepada anak cucuknya agar menjaga tempa Damar beristirahat. Ia juga bilang, kalau tidak diperbolehkan bagi siapapun yang mendatangi tempat Damar tertidur. Bahkan tidak terkecuali Dhanyang pun ikut mengasihi Damar sebagai murid dari suaminya. “Bagaimana mungkin aku bisa melupakan, kebaikan itu? Mungkin aku tertidur tetapi jiwaku dapat melihat semuanya.” “Dari generasi ke generasi, aku melihat keturunan dari Guruku yang terus menjaga tempat ini. Bahkan sampai yang terakhir, di mana Sekar sebagai yang tersisa di antara mereka.” “Tadinya penjaga tempat ini selalu dilakukan oleh para keturunan laki-laki saja. Tapi semua itu berubah sejak setahun yang lalu di mana gadis itu selalu datang membawakan persembahan, membersihkan halaman.” “Bahkan sampai semua tempat yang ada di sini dia bersihkan. Tunggu sepertinya aku mengingat sesuatu yang sempat aku lupakan”
Bahkan rasa sakit dari pelet itu sudah tidak lagi terasa. Hanya saja ia merasakan agak mual. Namun, itu masih bisa ditahannya.Tangan Damar mengambil gayung yang terbuat dari batok kelapa itu, lalu mengambil air yang ada di dalam kolam dan mulai memandikan Soni dengan air itu.Sementara Sekar, bersiap dia mulai membakar kemenyan lalu meletakkannya dekat dengan air kolam. Tidak lupa segar menambahkan garam di atas kemenyan. Dengan begitu Damar bisa langsung membacakan mantra untuk memanggil kekuatan penyucian untuk membersihkan subuh Sony dari santet Getih Ireng.Kemudian Damar mulai menyiramkan air suci dari ubun-ubun hingga telapak kaki sambil memerintahkan energi hitam keluar."Darah keruh kembali jernih, ikatan kutuk terputus sekarang!”Wuzsshh!Tiba-tiba angin juga ikut bertiup. Tubuh Sony pun mulai bereaksi, tiba-tiba ia muntah darah berwarna kehitaman diiringi rasa panas di area dadanya, rasa panas hebat seperti menggerogotinya. Itu tanda energi sedang dikeluarkan.“Ohokk huoo
“Jadi bagaimana, apa kamu mau meminjamkan kekuatanmu?”“baiklah aku akan pinjamkan, tapi setelah itu aku akan menagihnya kembali. Oh ya, tapi ini tidak gratis.”Damar mengangkat alisnya saat tahu Hyang Wurip mencoba untuk bernegosiasi dengannya. “Tidak gratis?”“Yah, katakan pada garis kecil itu.”Wurip menunjuk ke arah Sekar yang sedang membersihkan area bawah pohon besar di halaman. “Dia harus membuatkan persembahan yang sangat lezat untukku besok. Gimana sepakat?”“Baiklah aku akan menyuruhnya untuk menyiapkan persembahan untukmu.”Sejenak Damar sempat bergeleng kepala dia tidak menyangka kalau Wurip akan ketagihan dengan apa yang dibuat Sekar. Harus ia aku juga kalau makanan ataupun minuman yang dibuat oleh Sekar itu rasanya memang sangat enak. “Bersiaplah untuk menerima sebagian spiritual milikku!”Cahaya berwarna biru, adalah esensi dari kekuatan spiritual yang dimi
Tangan Damar menghamburkan kembang tujuh rupa ke arah Soni, sambil membaca mantra khusus. Suara lonceng di tangannya berbunyi. “Lalu apa yang harus saya lakukan Mbah, untuk menghilangkan pelet ini?” Tubuh Soni semakin lemas, sambil batuk-batuk ia menahan sakit yang dirasakannya.“Kita akan mengadakan ritual, tapi sebelum itu sebaiknya untuk mengobati yang sudah terlanjur mengenaimu.”“Apa ada yang bisa saya lakukan untuk itu?”’“Kumpulkan 7 jenis daun suci (bidara, kelor, sirih, daun pandan wangi, daun jeruk purut, daun sirih gading, daun alpukat), kunyit tua, jahe merah, garam kasar/laut, air mata air atau air sumur tua.”Soni menyuruh bawahannya yang berada di samping untuk mencatat yang dikatakan Damar barusan.“Lalu setelah itu? Apa perlu di masak atau …?”“Ya, dengan cara: Rebus semua bahan, dibacakan mantra penawar & doa, ditiupkan. Padamu saat mandi dari kepala ke kaki saat subuh mendekat