Share

Bab 63

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-08-21 11:56:33

Sebagai satu-satunya murid Gurunya selalu menjaga tempat istirahat Damar. Bahkan sampai akhir hayatnya, Sang Aji selalu berpesan kepada anak cucuknya agar menjaga tempa Damar beristirahat.

Ia juga bilang, kalau tidak diperbolehkan bagi siapapun yang mendatangi tempat Damar tertidur.

Bahkan tidak terkecuali Dhanyang pun ikut mengasihi Damar sebagai murid dari suaminya.

“Bagaimana mungkin aku bisa melupakan, kebaikan itu? Mungkin aku tertidur tetapi jiwaku dapat melihat semuanya.”

“Dari gen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 63

    Sebagai satu-satunya murid Gurunya selalu menjaga tempat istirahat Damar. Bahkan sampai akhir hayatnya, Sang Aji selalu berpesan kepada anak cucuknya agar menjaga tempa Damar beristirahat. Ia juga bilang, kalau tidak diperbolehkan bagi siapapun yang mendatangi tempat Damar tertidur. Bahkan tidak terkecuali Dhanyang pun ikut mengasihi Damar sebagai murid dari suaminya. “Bagaimana mungkin aku bisa melupakan, kebaikan itu? Mungkin aku tertidur tetapi jiwaku dapat melihat semuanya.” “Dari generasi ke generasi, aku melihat keturunan dari Guruku yang terus menjaga tempat ini. Bahkan sampai yang terakhir, di mana Sekar sebagai yang tersisa di antara mereka.” “Tadinya penjaga tempat ini selalu dilakukan oleh para keturunan laki-laki saja. Tapi semua itu berubah sejak setahun yang lalu di mana gadis itu selalu datang membawakan persembahan, membersihkan halaman.” “Bahkan sampai semua tempat yang ada di sini dia bersihkan. Tunggu sepertinya aku mengingat sesuatu yang sempat aku lupakan”

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 62

    Bahkan rasa sakit dari pelet itu sudah tidak lagi terasa. Hanya saja ia merasakan agak mual. Namun, itu masih bisa ditahannya.Tangan Damar mengambil gayung yang terbuat dari batok kelapa itu, lalu mengambil air yang ada di dalam kolam dan mulai memandikan Soni dengan air itu.Sementara Sekar, bersiap dia mulai membakar kemenyan lalu meletakkannya dekat dengan air kolam. Tidak lupa segar menambahkan garam di atas kemenyan. Dengan begitu Damar bisa langsung membacakan mantra untuk memanggil kekuatan penyucian untuk membersihkan subuh Sony dari santet Getih Ireng.Kemudian Damar mulai menyiramkan air suci dari ubun-ubun hingga telapak kaki sambil memerintahkan energi hitam keluar."Darah keruh kembali jernih, ikatan kutuk terputus sekarang!”Wuzsshh!Tiba-tiba angin juga ikut bertiup. Tubuh Sony pun mulai bereaksi, tiba-tiba ia muntah darah berwarna kehitaman diiringi rasa panas di area dadanya, rasa panas hebat seperti menggerogotinya. Itu tanda energi sedang dikeluarkan.“Ohokk huoo

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 61

    “Jadi bagaimana, apa kamu mau meminjamkan kekuatanmu?”“baiklah aku akan pinjamkan, tapi setelah itu aku akan menagihnya kembali. Oh ya, tapi ini tidak gratis.”Damar mengangkat alisnya saat tahu Hyang Wurip mencoba untuk bernegosiasi dengannya. “Tidak gratis?”“Yah, katakan pada garis kecil itu.”Wurip menunjuk ke arah Sekar yang sedang membersihkan area bawah pohon besar di halaman. “Dia harus membuatkan persembahan yang sangat lezat untukku besok. Gimana sepakat?”“Baiklah aku akan menyuruhnya untuk menyiapkan persembahan untukmu.”Sejenak Damar sempat bergeleng kepala dia tidak menyangka kalau Wurip akan ketagihan dengan apa yang dibuat Sekar. Harus ia aku juga kalau makanan ataupun minuman yang dibuat oleh Sekar itu rasanya memang sangat enak. “Bersiaplah untuk menerima sebagian spiritual milikku!”Cahaya berwarna biru, adalah esensi dari kekuatan spiritual yang dimi

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 60

    Tangan Damar menghamburkan kembang tujuh rupa ke arah Soni, sambil membaca mantra khusus. Suara lonceng di tangannya berbunyi. “Lalu apa yang harus saya lakukan Mbah, untuk menghilangkan pelet ini?” Tubuh Soni semakin lemas, sambil batuk-batuk ia menahan sakit yang dirasakannya.“Kita akan mengadakan ritual, tapi sebelum itu sebaiknya untuk mengobati yang sudah terlanjur mengenaimu.”“Apa ada yang bisa saya lakukan untuk itu?”’“Kumpulkan 7 jenis daun suci (bidara, kelor, sirih, daun pandan wangi, daun jeruk purut, daun sirih gading, daun alpukat), kunyit tua, jahe merah, garam kasar/laut, air mata air atau air sumur tua.”Soni menyuruh bawahannya yang berada di samping untuk mencatat yang dikatakan Damar barusan.“Lalu setelah itu? Apa perlu di masak atau …?”“Ya, dengan cara: Rebus semua bahan, dibacakan mantra penawar & doa, ditiupkan. Padamu saat mandi dari kepala ke kaki saat subuh mendekat

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 59

    “Maaf, aku baru ingat kalau ada air mineral di dalam tas. Ini minum dulu, biar segar dan nggak ngantuk.”“Akhirnya, tadi aku merasa haus. Terima kasih.”Damar meraih botol air mineral langsung membukanya dan meneguk sampai tiga kali tegukkan.“Ahh … rasanya lega!” Botol itu kembali disodorkannya pada Sekar. Sedangkan saat melihatnya minum Sekar juga jadi haus. Sisa air itu kini dihabiskan oleh Sekar, barulah botolnya ia buang pada tempat sampah yang tersedia di dalam bus.Damar minumnya keluar jendela ternyata hari sudah mulai sore. Warna jingga di langit sekarang sudah lebih dominan. Tepat setelah mereka sampai di desa, Damar berjalan kaki bersama Sekar saat itu matahari sudah hampir terbenam. “Bentar lagi malam, nginep di rumahku dulu?” tanya Sekar.“Kurasa tidak, aku harus segera pulang dan sebaiknya kamu berada di desa. Karena aku ada urusan penting yang ini aku bicarakan dengan Hyang Wurip

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 58

    Tangan Sekar mencengkram kuat tangan Damar.Melihat Sekar yang terlihat tidak bisa bernafas dengan cepat Damar mengeluarkan miliknya dari dalam mulut Sekar.“Uhuk, uhuk!” Sekar sempat terbatuk, lalu menstabilkan nafasnya sejenak. “Apa kamu sudah tidak apa-apa?” tanya Damar.“Huh, iya aku sudah tidak apa!”Setelah itu Damar mengangkat tubuh Sekar naik ke atas tubuhnya. “Akhh …!” Sekar memegang di kedua sisi pundaknya. Damar membantunya bergerak di atas.Perlahan Sekar memasukkan milik Damar masuk ke dalam miliknya sampai terasa full di dalam.“Ahh, nggh! Ahh rasanya dalam sekali!”Seluruh tubuh Sekar sampai gemetar, ia merasakan milik Damar yang semakin membesar dan terasa penuh.Dengan cepat Damar menggerakkan pinggul Sekar sampai naik turun terus bergerak masuk. Sekar langsung memeluk Damar, menyandarkan wajahnya di pundaknya. “Apa rasanya seenak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status