Share

Bab 62

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-08-21 11:55:15

Bahkan rasa sakit dari pelet itu sudah tidak lagi terasa. Hanya saja ia merasakan agak mual. Namun, itu masih bisa ditahannya.

Tangan Damar mengambil gayung yang terbuat dari batok kelapa itu, lalu mengambil air yang ada di dalam kolam dan mulai memandikan Soni dengan air itu.

Sementara Sekar, bersiap dia mulai membakar kemenyan lalu meletakkannya dekat dengan air kolam. Tidak lupa segar menambahkan garam di atas kemenyan.

Dengan begitu Damar bisa langsung membacakan mantra untuk memanggil kek
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 91

    “Karena ini pertama kalinya bagimu maka aku akan memberikan jimat itu secara gratis padamu sekarang.”“Eh, serisan Mbah!”Mata Gilang langsung berbinar saat mendengar jimat itu yang diberikan secara percuma kepadanya.“Ya, itu gratis untukmu, jadi sekarang kamu bisa pergi karena harus gantian dengan yang lain.”“Kalau begitu makasih banyak ya, Mbah!” Gilang bahkan sampai mengambil tangan Damar untuk Salim dengan sopan sebelum ia pergi dari sana.Beberapa orang terus berdatangan sampai akhirnya Sekar menutup pagar dan memberitahukan kalau mereka saat ini sudah tutup dan sekaligus memberitahukan pada yang lain kalau besok tempat Damar akan tutup untuk sementara karena ada ritual yang akan berlangsung.Dari siang sampai hari mulai sore Damar melayani orang yang datang padanya sampai selesai.Saat matahari hampir terbenam barulah Damar akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaannya.“Akhirnya selesai j

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 90

    Di sana barulah asap dari dupa mulai mengepul tipis di udara. Bukan hanya itu, Damar juga membakar kemenyan hingga baunya mulai menyebar di sana.Sebelum kedatangan tamu yang akan berkunjung, terlebih dahulu Damar mengecek kondisi tubuhnya. Ia mengeluarkan kekuatan spiritual lalu memusatkannya di tangan. Terlihat seperti bola api berwarna biru dan sangat bercahaya keluar dari tangannya.Dengan ukuran sebesar kepalan tangan di telapak tangannya, kekuatan itu mulai muncul.Meski itu hanya sebagian kecil dari kekuatan yang dimilikinya, tapi setidaknya perlahan Damar akan mencoba untuk melepaskan belenggu kutukan yang menahannya.Kutukan itu berupa belenggu yang mengikat di kedua tangan milik Damar. Namun, perlahan membuat retakan pada belenggu di tangannya retak.Retakan kecil itu perlahan berubah jadi lebih besar. Namun, saat mencoba untuk membuka belenggu itu, tiba-tiba kekuatan tenaga dalamnya dan spiritual itu tidak b

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 89

    Saat menyentuh gagang pintu kemudian mendorongnya ke dalam. Pintu tetap tidak bergerak itu berarti, dari dalam Aluna sudah menguncinya. Itu membuat Sekar menghela nafas lega karena itu berarti semalam tidak ada terjadi apa-apa.Kemudian Sekar pun mengetuk pintu kamar itu beberapa kali. Ia bahkan mulai memanggil Aluna agar membukakannya pintu.“Aluna, cepat bukakan aku pintu. Ini aku Sekar!”Belum ada terdengar jawaban apapun di dalamnya.“Aluna apa kamu sudah bangun?”Tiba-tiba barulah terdengar suara serak Aluna dari dalam kamar. “Uhm, ya. Maaf aku baru saja bangun!”Langkah kakinya berjalan menuju pintu terdengar oleh Sekar. Suara gesekan logam dari kunci yang diputar untuk membuka.Detik berikutnya pintu putar, barulah Sekar melihat Aluna yang baru saja bangun dengan penampilannya yang agak berantakan. Meski ia tidak memakai pakaian melainkan hanya memakai kain ya

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 88

    “Ahngh … haah, tidak! Tunggu sebentar ahh. Setidaknya beri aku istirahat dulu!”“Istirahat? Bukanya kamu tadi yang terus memanggilku hanya untuk menusukmu di sini?”Tangan Damar menyentuh bagian bagian bawah perut di mana letak batang miliknya berada di dalam. Sehingga membuat Aluna merasakan tekanan yang semakin membuat sempit dan sesak. Ia merasakan dengan jelas sensasi alat kelamin pria itu di dalam perutnya.“Ughh …! Rasanya sangat sesak sekali, ahhnghh!”Karena sensasi itu membuat Aluna sampai muncrat lagi hingga lubangnya jadi sangat basah.“Aku bahkan belum bergerak di dalam tapi kamu sudah keenakan duluann!”Damar pun mulai menggerakkan pinggulnya, ia memompa perlahan sampai ke titik paling dalam dan merasakan kenikmatan yang tidak tertahankan.Gerakannya perlahan mulai jadi cepat sehingga menimbulkan suara decakan mesum terdengar. “Ahh, ahh! Nghh … rasanya di dalam milikmu terasa se

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 87

    Sebelumnya Aluna tidak merasa begitu geli meski ular-ular itu melilit di sekelilingnya. Namun kali ini setiap ia merasa ular itu bergerak di bawah sana itu membuat Aluna merasa tidak tahan.Rasa geli itu membuatnya terangsang. Pada saat yang sama karena sudah tidak lagi bisa menahannya. Kedua mata Aluna akhirnya terbuka ia tidak lagi memejamkan matanya. Namun tatapan matanya mengarah mencari keberadaan Damar.Aluna mulai memanggil nama Damar,“Amar, Amar! Ahh, Nggh cepat tolong aku!”Tangannya menyentuh tubuhnya sendiri sambil menggerayanginya. Tangannya terus bergerak sehingga membuat kain yang ada di tubuhnya mulai terlepas karena gerakannya terus menerus menyentuh bagian-bagian tubuhnya yang lain.Aluna merasakan ular yang ada di sekelilingnya mulai bergerak melilitnya. Padahal sebelumnya mereka hanya diam dan berada di sampingnya saja seolah tidak melakukan apa-apa. Namun sekarang ular-ular itu mulai melilit d

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 86

    Aluna juga diminta hanya mendengarkan suara lonceng yang digerakkan oleh Damar dan bacaan mantra. Itu didengarkannya sambil memejamkan matanya.Sementara Sekar segera menyalakan lilin dan juga api obor. Tidak lupa dengan dupa yang ditancapkan ke atas beras saat sudah dibakar.Sekar juga sudah membakar minyak kemenyan sehingga aroma minyak itu terus menyebar di sekelilingnya.Saat langkah kaki Damar berhenti di hadapan Aluna. Barulah ia memercikkan air dari rendamam daun sirih. Ia juga kembali membaca mantra yang berbeda.Damar mulai bergerak seoal sedang melakukan ritual. Padahal itu adalah gerakan khusus ritual yang harus dilakukannya.Asap dari dupa sudah mengelul tipis di udara. Itu membuat Damar menambahkan dupa lagi untuk dibakar karena dirasakan jumlahnya kurang.Hingga ia selesai dengan gerakan dan mantranya, Damar berjalan menghampiri kendi yang berisikan air kembang tujuh rupa.Tangannya mengambil gayung ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status