Home / Pendekar / Melawan Kehendak Dewa / Firasat Zhen Tian

Share

Firasat Zhen Tian

Author: AgamYupi02
last update Last Updated: 2026-01-18 18:45:38

Ling Yan duduk di kursi kayu, menunggu dengan sabar kedatangan calon murid baru Sekte He Huan.

"Hoaam... Bosan sekali, aku rasa mustahil ada yang bisa sampai sini."

Ling Yan bergumam pelan, matanya terlihat mengantuk seperti orang belum tidur selama berhari-hari.

"Master, aku bawakan kopi untukmu."

"Woah! Liyi, kamu memang yang terbaik!" Ling Yan dengan gembira menerima kopi yang dibawakan Wan Liyi, meminumnya hingga habis dalam beberapa tegukan. "Rasanya segar, sekarang aku bisa membuka mata l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Melawan Kehendak Dewa   S1 Tamat

    Zhen Tian duduk di atas singgasana kaisar, menatap lurus ke arah Ling Yan."Kamu tidak punya sesuatu untuk dikatakan?" ucap Zhen Tian, matanya terlihat berbahaya."Maaf, seharusnya aku segera datang mengambil hadiah yang kamu janjikan begitu masalah di sana selesai."Zhen Tian tersipu, wajahnya memerah lalu ia menunduk dengan ekspresi malu-malu.Orang-orang yang ada di aula tersenyum pahit, menggelengkan kepala mereka dengan ekspresi tanpa daya.Siapa sangka kaisar wanita yang mereka segani bisa bersikap seperti gadis muda yang pertama kali merasakan cinta, bahkan dewa pasti terkejut jika melihatnya."Ehem!" Merasakan tatapan tidak wajar dari bawahannya, Zhen Tian batuk ringan lalu menatap serius ke arah Ling Yan. "Ini soal gerakan kultivator iblis, aku curiga mereka akan menyerang dalam waktu dekat.""Hmm? Apa ini informasi terbaru?"Zhen Tian menganggukkan kepalanya dengan ekspresi serius."Telah dikonfirmasi mereka sedang menyiapkan persediaan dalam jumlah yang tidak masuk akal, ti

  • Melawan Kehendak Dewa   Berpisah Sementara

    "Aku mengerti," balas Hua Yun, matanya sedikit redup karena kelelahan."Huahua, istirahatmu cukup?""Menurutmu?" Mata Hua Yun sinis, melotot ke arah Ling Yan."Ugh, tidak, aku yakin jauh dari kata cukup." Ling Yan tersipu, berkata dengan nada malu-malu."Hah...""Bukannya kamu sudah merekrut orang baru?"Hua Yun mengangguk lembut."Memang, tapi pekerjaanku semakin sibuk setelah tersiar kabar soal ancaman kultivator iblis.""... Bagaimana bilangnya, maaf?"Hua Yun tersenyum penuh pengertian, berkata dengan nada lembut, "Bukan salahmu, tidak perlu minta maaf.""Setidaknya biarkan aku mengerjakan tugasmu sebelum pergi. Kamu bisa istirahat selama aku melakukannya.""Terima kasih."Bruk!Hua Yun tiba-tiba jatuh ke dalam pelukan Ling Yan.Ling Yan menangkapnya, memastikan kondisinya sebelum menghela napas lega."Hanya kelelahan, dia akan baik-baik saja setelah cukup istirahat."Ling Yan membawa Hua Yun pulang ke rumahnya lalu kembali ke sini untuk menggantikan tugas Hua Yun.Dengan kemampua

  • Melawan Kehendak Dewa   Kedatangan Bi Xia

    Ketika Ling Yan sedang memberi arahan kepada Wan Liyi, dia merasakan aura seseorang memasuki wilayah Sekte He Huan."Bi Xia? Kenapa dia ke sini?" gumam Ling Yan pelan."Master?" Wan Liyi memanggil dengan nada lembut."Maaf, kita lanjutkan lain kali.""Kenapa?""Ada tamu yang datang dari jauh.""Oh." Wan Liyi mengangguk meski tidak tahu siapa tamu yang dimaksud Ling Yan.Kilatan cahaya melesat dari kejauhan, berhenti tepat di depan kediaman Ling Yan."Tuan Ling Yan, aku punya pesan dari Yang Mulia Zhen Tian.""Apa itu?""Ehem! 'Kenapa kamu tidak datang, apa kamu lupa padaku? Kalau kamu tidak ke sini dalam waktu satu bulan, aku akan menikah dengan orang lain'." Bi Xia sangat lihai meniru suara Zhen Tian.Sekilas Ling Yan merasa sedang bicara langsung dengan Zhen Tian."Bi Xia, apa ini benar?"Bi Xia memasang wajah datar, menatap lurus ke arah Ling Yan.Glek...Ling Yan menelan ludah, mulai merasa gugup.Tiba-tiba Bi Xia tersenyum cerah dan menggelengkan kepalanya."Tidak, kaisar wanita

  • Melawan Kehendak Dewa   Murid Inti Baru

    Ujian terakhir sebenarnya cukup simpel, peserta perlu memilih salah satu teknik bela diri, diberi waktu satu jam untuk melatihnya dan harus mencapai batasan minimum untuk lulus.Normalnya tidak mungkin kultivator biasa melakukannya, jadi ini merupakan cara terbaik untuk menguji kemampuan pemahaman murid baru.Pada saat praktik, Ling Yan dibuat kagum dengan pencapaian Yuan Ling, Tian Xu dan Yunyun.Mereka tidak hanya menguasai teknik bela diri yang dipilih, tapi juga menunjukkan potensi besar sebagai kultivator terkuat di masa depan."Selamat! Kalian lulus dengan nilai sempurna."Yuan Ling menyeringai bangga, "Terima kasih Tetua Ling."Tian Xu tidak bisa menahan senyum, menundukkan kepala di depan Ling Yan.Yunyun tersenyum cerah, terlihat lebih cantik dari sebelumnya.Tidak lama setelah mengumumkan kelulusan mereka, Ling Yan menerima kabar kalau acara perekrutan murid baru resmi berakhir."Kalian, ikut aku."Ling Yan membawa mereka kembali ke Sekte He Huan, bertemu dengan Mu Yingxin.

  • Melawan Kehendak Dewa   Tiga Peserta

    Setelah menunggu lama, akhirnya ada peserta yang sampai babak akhir.Ada tiga orang yang terdiri dari dua pria dan satu wanita."Selamat datang di ujian terakhir," sambut Ling Yan dengan nada hangat.Ketiga peserta membungkuk, dengan sopan menyapa Ling Yan."Saya merasa terhormat bisa bertemu Tetua Ling yang terkenal," ucap pria muda berpakaian hitam dengan aksesoris mewah layaknya bangsawan."Kau tahu siapa aku?""Ya, Master Sekte Mu Yingxin mengenalkan Anda kepada kami.""Hmm, hanya kalian yang sampai di sini?""Kelihatannya begitu, yang lain mungkin tidak bisa melewati ujian sebelumnya."Ling Yan mengangguk mengerti, mengubah ekspresinya menjadi serius lalu berkata dengan sungguh-sungguh, "Perkenalkan diri kalian.""Nama saya Yuan Ling, keturunan utama Keluarga Yuan dari Kekaisaran Zhou Agung," jelas pria muda berpakaian hitam."Nama saya Tian Xu," jelas pria muda berpakaian putih yang sangat sederhana."Hmm..." Ling Yan menoleh, melihat ke arah satu-satunya wanita yang terlihat as

  • Melawan Kehendak Dewa   Firasat Zhen Tian

    Ling Yan duduk di kursi kayu, menunggu dengan sabar kedatangan calon murid baru Sekte He Huan."Hoaam... Bosan sekali, aku rasa mustahil ada yang bisa sampai sini."Ling Yan bergumam pelan, matanya terlihat mengantuk seperti orang belum tidur selama berhari-hari."Master, aku bawakan kopi untukmu.""Woah! Liyi, kamu memang yang terbaik!" Ling Yan dengan gembira menerima kopi yang dibawakan Wan Liyi, meminumnya hingga habis dalam beberapa tegukan. "Rasanya segar, sekarang aku bisa membuka mata lebih lama.""Mau tambah?""Mau, tapi kali ini tambahkan susu.""Baik. Sekalian aku bawakan susu untuk Xun'er."Wan Liyi pergi meninggalkan Ling Yan.Setelah ditinggal pergi, Ling Yan mulai merenung tentang Wan Liyi.'Hubungan kami saat ini guru dan murid, Liyi jelas memiliki perasaan kepadaku, begitu pula aku memiliki perasaan kepadanya. Haruskah kami jadian?'Ling Yan tahu hubungan romantis antara guru dan murid adalah tabu, tapi dia sulit menahan diri untuk tidak memiliki rasa terhadap Wan Liy

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status