MasukDipanggil oleh para Dewa ke dunia yang berbahaya. Ling Yan mendapatkan warisan dari seorang kultivator terkuat yang pernah ada. Menggunakan warisan dari kultivator terkuat itu, Ling Yan akan melawan takdir dan menghentikan perlakuan semena-mena dari para Dewa di alam tertinggi. Kultivator jahat, setan, iblis, siluman, shura, akan dia bantai jika menghalangi jalannya. Suatu saat dimasa depan Ling Yan akan berdiri di puncak kekuasaan dan memiliki jutaan pelayan Dewa! Ribuan Dewi berbondong-bondong untuk menjadi selir nya, jutaan bintang berada di bawah genggamannya.
Lihat lebih banyakBenua Yan.
Di satu tempat yang berada di Gunung Naga Melonjak, terdapat sebuah makam terbengkalai dan terlihat tidak terurus. Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan pemandangan ini, tetapi jika kalian melihat lebih dekat, kalian akan melihat seorang pemuda yang mengenakan seragam sekolah menengah tengah duduk di atas batu dengan ekspresi kebingungan. Pemuda itu menatap sekeliling dengan ragu sebelum kemudian menampar dirinya sendiri. Plak! "Tenanglah Ling Yan, ini semua pasti mimpi. Aku harus menunggu dengan sabar sebelum bisa bangun dari mimpi ini dan pergi makan malam!" ucap pemuda itu dengan cepat. Wosh.. Wosh.. Angin dingin berhembus yang membuat pemuda bernama Ling Yan itu terkejut sekaligus merasa ketakutan. "Ini mimpi?! Ini pasti mimpi?!" teriak Ling Yan dengan panik. Grrr... Grrr... Suara geraman serigala terdengar dan membuat Ling Yan menjadi panik. Ia dengan cepat berlari dan tanpa sengaja memasuki bangunan kecil yang berdiri di tengah makam. "Ini mimpi, ini mimpi, ini mimpi..." gumam Ling Yan pelan secara terus-menerus. Ssshhh!! Ling Yan merasa ada sesuatu yang lewat melalui bagian belakang tubuhnya. Ia memberanikan diri untuk menengok, namun tidak melihat siapa pun di dalam ruangan sempit ini. Gulp.. "Bangun?! Cepat bangun?! Jangan biarkan aku terus bermimpi buruk seperti ini?!" teriak Ling Yan panik sambil mencubit kedua sisi pipinya. "Eh?! Kenapa rasanya sakit?!" Ling Yan menyadari sesuatu dan kepanikan kembali melanda hatinya. "Apakah ini bukan mimpi? Lalu bagaimana aku bisa muncul di tempat ini secara tiba-tiba? Ini sangat tidak masuk akal?!" teriak Ling Yan dengan kesal dicampur panik. "Mungkinkah ini merupakan sebuah transmigrasi seperti dalam novel-novel yang pernah aku baca?" gumam Ling Yan dengan nada curiga setelah ia berhasil sedikit menenangkan dirinya. "Jika benar begitu, lalu mana sistem milikku?! Kenapa tidak ada yang muncul padahal aku sudah satu jam lebih berada di tempat hantu ini!?!" lanjut Ling Yan dengan nada kesal. "Jangan bilang jika aku tidak memiliki sistem..." gumam Ling Yan dengan nada curiga. Ia menunduk dan terlihat sangat kesal saat ini. "Tidak?! Siapa pun yang telah mengirimku kemari, cepat kembalikan aku ke duniaku?!" teriak Ling Yan dengan keras. Gemuruh, Duar!! Petir menyambar di tempat yang tidak jauh dari bangunan sempit tempat Ling Yan berteduh. Ling Yan terkejut dan merasa sangat ketakutan. Dia berdiam diri di sudut tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Penampilannya saat ini seperti sedang melakukan cosplay menjadi batu. Setelah sekian lama, Ling Yan mulai menangis sedih. "Jangan bercanda sialan, aku baru saja diterima oleh bunga sekolah untuk menjadi pacarnya, tapi kenapa aku tiba-tiba dipindahkan ke dunia ini?! Apa kalian para dewa sedang mempermainkanku?!" teriak Ling Yan dengan nada kesal dan juga marah. Gemuruh... Gemuruh... Para dewa sepertinya mendengar ucapan Ling Yan dan merasa kesal karenanya. Suara gemuruh petir terus terdengar dan menjadi lebih keras dari waktu ke waktu. Tapi Ling Yan tidak merasa takut ataupun gentar karenanya. Ia malah semakin berani dengan keluar dari bangunan kecil itu sambil menatap langit dengan mata merah. "Huh! Apa?! Serang aku jika kau berani?! Jangan hanya mengancamku dengan menggunakan petirmu itu." ucap Ling Yan dengan nada provokasi. Gemuruh... Gemuruh... Gemuruh petir menjadi lebih intens saat awan gelap di langit menjadi semakin hitam. Kekuatan tidak terlihat muncul dan menekan Ling Yan secara perlahan-lahan sampai ia jatuh terkapar di tanah. Bruak! Tubuh Ling Yan jatuh dengan suara yang cukup keras. Ekspresi Ling Yan sedikit berubah, namun ia masih bersikukuh untuk terus menatap langit dengan kemarahan yang luar biasa. Petir merah keperakan muncul dan mulai terbentuk menjadi cukup besar di langit. Ling Yan masih terlihat tidak takut dan terus menatap langit dengan marah. Gemuruh, Duarrrr!!! Petir merah bergemuruh dan menembak ke arah Ling Yan dengan momentum yang luar biasa. 'Apa aku akan mati sekarang?' gumam Ling Yan di saat-saat terakhir sebelum kemudian petir merah keperakan itu menyambar. Duarrrrr!!! Asap tebal muncul dan menutupi pemandangan. Setelah beberapa saat berlalu, Ling Yan muncul kembali dengan ekspresi tidak percaya tergambar di wajahnya. "Aku selamat?" gumam Ling Yan dengan nada tidak percaya sambil melihat kedua tangannya yang masih utuh dengan ekspresi luar biasa. "Ini aku tidak sedang bermimpi kan? Aku selamat dari sambaran petir ganas yang tadi? Mungkinkah aku ini sebenarnya sudah memiliki kekuatan yang luar biasa?" lanjut Ling Yan dengan ekspresi curiga. Ehem! Ehem! Dua kali batuk canggung terdengar dan ekspresi Ling Yan langsung berubah. Dia menengok ke belakang seperti robot dan melihat ada seorang pria tua bertubuh transparan sedang menatapnya sambil tersenyum. "Anak muda, aku akui keberanianmu yang berani menantang surga dan juga para dewa. Aku..." Heh... Bruak!! Sebelum pria tua itu menyelesaikan ucapannya, mata Ling Yan sudah terlebih dahulu memutih dan ia jatuh pingsan di atas tanah dengan ekspresi kosong. "Lah... Baru dipuji keberaniannya karena berani menantang para dewa, tapi kok malah langsung pingsan saat melihatku?" ucap hantu pria tua itu dengan ekspresi heran. "Hah, mau bagaimana lagi. Sepertinya aku harus menunggunya sampai ia bangun sendiri." lanjut hantu pria tua itu dengan ekspresi tanpa daya. Hantu pria tua menatap ke arah langit dengan ekspresi aneh. "Apa kalian merasa bosan sampai harus membawakan anak ini kepadaku? He he, terima kasih atas kemurahan hatinya. Akan aku pastikan untuk membayar kalian dengan baik melalui anak ini!" ucap hantu pria tua itu dengan nada dingin. Awan hitam mulai menghilang dan terlihat sebuah bayangan dari sosok raksasa yang muncul di atas langit. Bayangan itu menatap hantu pria tua dengan tatapan provokasi seperti musuh lama yang sedang menantang satu sama lain. Hantu pria tua itu kembali tersenyum, "Menarik, tunggu saja di singgasanamu. Aku yakin anak ini mampu untuk melengserkan kalian dari takhta dan memberikan kedamaian yang sesungguhnya kepada seluruh dunia," ucap hantu pria tua itu pelan. Bayangan raksasa di atas langit mulai menghilang secara perlahan. Hantu pria tua itu tetap menatap ke arah langit meskipun bayangan raksasa itu telah menghilang. "Um... Di mana ini..." Ling Yan terbangun dan bergumam dengan nada ragu. "Akhirnya kamu bangun..." ucap hantu pria tua itu dengan nada lega. Mata Ling Yan membelalak kaget, ia menatap ke arah hantu pria tua itu dan langsung pingsan karenanya. "...." Hantu pria tua itu kembali terdiam dan merasa ragu. 'Apa pemuda ini bisa diandalkan?' pikir hantu pria tua dengan ekspresi curiga. 'Tidak, aku sudah bicara besar kepada orang itu. Aku harus membuat anak ini menjadi orang yang bisa diandalkan untuk mengalahkan para dewa yang jahat di tempat itu. Ya, ingat Yao Di Wang! Kamu adalah kultivator terkuat?! Jangan sampai halangan kecil ini membuatmu minder dan menyerah untuk menghentikan kejahatan mereka!!' Yao Di Wang lanjut bergumam untuk memberi dirinya semangat. Kemudian Yao Di Wang kembali menunggu Ling Yan bangun. Kali ini ia menunggu cukup lama. Sekitar lima belas menit berlalu dan Ling Yan tiba-tiba terbangun dari pingsannya dengan posisi terduduk. Ling Yan mengamati sekeliling dengan waspada sebelum kemudian berakhir saat melihat pada sosok Yao Di Wang. "Ha... Ha... Hantu?!" teriak Ling Yan dengan suara keras. "Bocah sialan, jangan pingsan lagi?!" Wosh Yao Di Wang balas berteriak kesal. Ia mengambil batang kayu yang berada di dekatnya dan memukulkan batang kayu itu ke arah kepala Ling Yan. Duak!! Mata Ling Yan membelak sampai terlihat seperti mau keluar dari tempatnya saat batang kayu yang dipukulkan Yao Di Wang mengenai kepalanya. "Waduh?! Sakit?!!!" teriak Ling Yan sebelum kemudian berguling-guling di atas tanah sambil memegangi kepalanya dengan ekspresi kesakitan. --- Bersambung...Zhen Tian duduk di atas singgasana kaisar, menatap lurus ke arah Ling Yan."Kamu tidak punya sesuatu untuk dikatakan?" ucap Zhen Tian, matanya terlihat berbahaya."Maaf, seharusnya aku segera datang mengambil hadiah yang kamu janjikan begitu masalah di sana selesai."Zhen Tian tersipu, wajahnya memerah lalu ia menunduk dengan ekspresi malu-malu.Orang-orang yang ada di aula tersenyum pahit, menggelengkan kepala mereka dengan ekspresi tanpa daya.Siapa sangka kaisar wanita yang mereka segani bisa bersikap seperti gadis muda yang pertama kali merasakan cinta, bahkan dewa pasti terkejut jika melihatnya."Ehem!" Merasakan tatapan tidak wajar dari bawahannya, Zhen Tian batuk ringan lalu menatap serius ke arah Ling Yan. "Ini soal gerakan kultivator iblis, aku curiga mereka akan menyerang dalam waktu dekat.""Hmm? Apa ini informasi terbaru?"Zhen Tian menganggukkan kepalanya dengan ekspresi serius."Telah dikonfirmasi mereka sedang menyiapkan persediaan dalam jumlah yang tidak masuk akal, ti
"Aku mengerti," balas Hua Yun, matanya sedikit redup karena kelelahan."Huahua, istirahatmu cukup?""Menurutmu?" Mata Hua Yun sinis, melotot ke arah Ling Yan."Ugh, tidak, aku yakin jauh dari kata cukup." Ling Yan tersipu, berkata dengan nada malu-malu."Hah...""Bukannya kamu sudah merekrut orang baru?"Hua Yun mengangguk lembut."Memang, tapi pekerjaanku semakin sibuk setelah tersiar kabar soal ancaman kultivator iblis.""... Bagaimana bilangnya, maaf?"Hua Yun tersenyum penuh pengertian, berkata dengan nada lembut, "Bukan salahmu, tidak perlu minta maaf.""Setidaknya biarkan aku mengerjakan tugasmu sebelum pergi. Kamu bisa istirahat selama aku melakukannya.""Terima kasih."Bruk!Hua Yun tiba-tiba jatuh ke dalam pelukan Ling Yan.Ling Yan menangkapnya, memastikan kondisinya sebelum menghela napas lega."Hanya kelelahan, dia akan baik-baik saja setelah cukup istirahat."Ling Yan membawa Hua Yun pulang ke rumahnya lalu kembali ke sini untuk menggantikan tugas Hua Yun.Dengan kemampua
Ketika Ling Yan sedang memberi arahan kepada Wan Liyi, dia merasakan aura seseorang memasuki wilayah Sekte He Huan."Bi Xia? Kenapa dia ke sini?" gumam Ling Yan pelan."Master?" Wan Liyi memanggil dengan nada lembut."Maaf, kita lanjutkan lain kali.""Kenapa?""Ada tamu yang datang dari jauh.""Oh." Wan Liyi mengangguk meski tidak tahu siapa tamu yang dimaksud Ling Yan.Kilatan cahaya melesat dari kejauhan, berhenti tepat di depan kediaman Ling Yan."Tuan Ling Yan, aku punya pesan dari Yang Mulia Zhen Tian.""Apa itu?""Ehem! 'Kenapa kamu tidak datang, apa kamu lupa padaku? Kalau kamu tidak ke sini dalam waktu satu bulan, aku akan menikah dengan orang lain'." Bi Xia sangat lihai meniru suara Zhen Tian.Sekilas Ling Yan merasa sedang bicara langsung dengan Zhen Tian."Bi Xia, apa ini benar?"Bi Xia memasang wajah datar, menatap lurus ke arah Ling Yan.Glek...Ling Yan menelan ludah, mulai merasa gugup.Tiba-tiba Bi Xia tersenyum cerah dan menggelengkan kepalanya."Tidak, kaisar wanita
Ujian terakhir sebenarnya cukup simpel, peserta perlu memilih salah satu teknik bela diri, diberi waktu satu jam untuk melatihnya dan harus mencapai batasan minimum untuk lulus.Normalnya tidak mungkin kultivator biasa melakukannya, jadi ini merupakan cara terbaik untuk menguji kemampuan pemahaman murid baru.Pada saat praktik, Ling Yan dibuat kagum dengan pencapaian Yuan Ling, Tian Xu dan Yunyun.Mereka tidak hanya menguasai teknik bela diri yang dipilih, tapi juga menunjukkan potensi besar sebagai kultivator terkuat di masa depan."Selamat! Kalian lulus dengan nilai sempurna."Yuan Ling menyeringai bangga, "Terima kasih Tetua Ling."Tian Xu tidak bisa menahan senyum, menundukkan kepala di depan Ling Yan.Yunyun tersenyum cerah, terlihat lebih cantik dari sebelumnya.Tidak lama setelah mengumumkan kelulusan mereka, Ling Yan menerima kabar kalau acara perekrutan murid baru resmi berakhir."Kalian, ikut aku."Ling Yan membawa mereka kembali ke Sekte He Huan, bertemu dengan Mu Yingxin.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan