공유

Sekte He Huan

작가: AgamYupi02
last update 최신 업데이트: 2024-01-02 08:07:57

Wan Liyi menjelaskan kepada Ling Yan dengan sangat detail dan hati-hati. Ling Yan juga mendengarkan dengan ekspresi serius sambil terus mencerna penjelasan Wan Liyi.

"Dengan kata lain, aku terlalu kuat yang membuat mereka sangat terkejut karena aku berkata ingin bergabung dengan sekte ini?" gumam Ling Yan dengan nada serius.

"Benar, Tuan," jawab Wan Liyi dengan nada sopan.

"..." Ling Yan menatap Wan Liyi dengan ekspresi aneh.

Hal ini membuat Wan Liyi sangat gugup. Ia menundukkan wajahnya, tidak berani menatap langsung ke arah Ling Yan.

"Ada satu hal yang sangat menggangguku, bisakah kamu tidak begitu sopan kepadaku? Aku lebih suka saat kamu menganggap aku setara seperti sebelumnya," kata Ling Yan dengan nada datar.

"Apa Tuan yakin?" Wan Liyi berucap dengan ekspresi tidak percaya.

"Ya, aku tidak suka mengobrol dengan orang yang terlalu kaku," kata Ling Yan dengan nada serius.

"Kalau begitu baiklah. Saudara Ling Yan, apa masih ada sesuatu yang tidak kamu mengerti?" tanya Wan Liyi dengan ekspresi aneh.

Ling Yan menggelengkan kepalanya dengan lembut.

Ia menengok ke arah master sekte He Huan dan berkata.

"Master sekte, tenang saja. Aku tulus ingin bergabung dengan sekte He Huan," kata Ling Yan dengan nada santai.

"..." Master sekte He Huan terdiam cukup lama. Ia melirik ke arah para tetua dan langsung mendapatkan anggukan lembut dari mereka.

"Baiklah, Tuan. Karena kekuatan Tuan yang terlalu tinggi, jadi Anda akan menjadi Tetua Penjaga," jelas Mu Yingxin dengan nada sopan.

"Tetua Penjaga ya, tidak buruk. Aku suka dengan posisi ini. Lalu, master sekte, tolong jangan terlalu formal kepadaku.

Hal ini juga berlaku untuk kalian para tetua sekte He Huan. Jujur, aku paling tidak suka dengan sesuatu yang terlalu formal.

Rasanya tetap akan ada jarak jika kalian masih bersikap formal kepadaku. Panggil saja aku Ling Yan seperti yang dilakukan Liyi," jelas Ling Yan dengan nada serius.

Mu Yingxin tertegun sejenak sebelum kemudian mengangguk dengan ekspresi lembut.

"Baiklah, Tetua Ling. Mohon bantuannya demi kebaikan sekte He Huan di masa depan..." kata Mu Yingxin sambil mengulurkan tangannya ke depan.

Ling Yan balas tersenyum lembut sambil mengulurkan tangan, menggenggam telapak tangan lembut Mu Yingxin.

Zzttn!

Perasaan seperti tersengat listrik tiba-tiba muncul yang membuat Ling Yan sangat terkejut.

Ia secara refleks menarik tangannya sambil menatap tidak percaya ke arah Mu Yingxin.

'Perasaan ini, sebenarnya apa yang terjadi?' gumam Ling Yan ragu di dalam hati.

"Tetua Ling, apa ada sesuatu yang salah?" Mu Yingxin yang terkejut segera bertanya dengan nada ragu.

"Tidak ada, maaf telah membuat master sekte terkejut," kata Ling Yan dengan nada menyesal.

"Tidak apa, yang penting Tetua Ling baik-baik saja," balas Mu Yingxin dengan ekspresi aneh.

'Ling Yan ya, entah apa alasannya, tetapi aku merasa memiliki kedekatan dengannya,' gumam Mu Yingxin di dalam hati.

....

Tiga hari berlalu sejak Ling Yan bergabung dengan sekte He Huan sebagai seorang Tetua Penjaga.

Dalam waktu tiga hari, Ling Yan telah mengamati keadaan sekte He Huan dengan cermat.

"Hah, pantas saja disebut sebagai sekte terendah. Ternyata keadaan sekte He Huan memang seburuk itu," gumam Ling Yan dengan nada tanpa daya.

"Kakak, kenapa Kakak sedih? Apa Kakak memiliki suatu masalah?" Xun Er yang sedang duduk di pangkuan Ling Yan bertanya dengan nada khawatir.

Ling Yan kaget dan segera menggelengkan kepalanya.

"Tidak, Kakak tidak apa-apa kok," jawab Ling Yan sambil menggosok kepala Xun Er dengan lembut.

"Benarkah?"

"Tentu saja benar. Kakak tidak mungkin berbohong kepada Xun Er," tegas Ling Yan dengan nada serius.

"Um, Xun Er percaya kepada Kakak!" jawab Xun Er dengan ekspresi bahagia.

Ia menunduk dan lanjut memakan camilan yang tersaji di depannya dengan sangat lahap.

Melihat gadis kecil yang sedang sibuk memakan camilan, Ling Yan merasa sedih untuknya.

Ling Yan tiba-tiba teringat saat di mana Xun Er merasa sangat sedih usai gadis itu terbangun dari tidurnya.

'Gadis yang malang. Kakak janji akan selalu menjagamu sampai suatu saat nanti kamu mendapatkan penjaga pribadi yang akan menemanimu selama hidupmu...' pikir Ling Yan di dalam hati sambil mengelus kepala Xun Er dengan sangat lembut.

"Kakak?" Xun Er menengok ke arah Ling Yan dengan mulut yang dipenuhi camilan.

"Tidak ada. Xun Er bisa terus makan. Kakak hanya ingin mengelus kepala Xun Er," kata Ling Yan dengan nada santai.

"Baiklah..." Xun Er menatap Ling Yan dengan ekspresi imut selama beberapa saat sebelum kemudian menengok kembali ke depan.

Ling Yan terus mengelus kepala Xun Er dari waktu ke waktu.

'Bakat Xun Er cukup bagus jika dibandingkan mayoritas murid sekte He Huan. Aku yakin bisa membuatnya menjadi orang besar di masa depan asalkan ia dibimbing dengan cara yang tepat,' pikir Ling Yan dengan senyum percaya diri.

Saat ini Wan Liyi berjalan masuk ke ruangan sambil membawakan satu teko teh dan dua cangkir kecil di atas nampan.

"Master Ling Yan, aku membawakan minum untukmu dan Xun Er," kata Wan Liyi dengan nada lembut.

"Oh, terima kasih, Liyi. Kamu tahu saja kalau aku memang sedang kehausan saat ini," jawab Ling Yan dengan ekspresi bahagia.

Wajah Wan Liyi memerah saat ia kemudian mengangguk dengan ekspresi lembut.

Ia menaruh cangkir di atas meja dan menuangkan teh hangat ke dalamnya.

Ling Yan menyeruput teh itu dan melirik ke arah Wan Liyi dengan ekspresi ragu.

"Liyi, apa kamu yakin mau menjadi muridku?" tanya Ling Yan dengan nada serius.

Wan Liyi terkejut sesaat sebelum kemudian mengangguk dengan ekspresi serius.

"Aku sudah memutuskan. Tolong terima aku sebagai murid, Master Ling Yan," jawab Wan Liyi dengan ekspresi tegas.

"..." Ling Yan terdiam.

"Hah, karena kamu sudah memutuskan maka aku tidak akan membicarakan hal ini lagi.

Tapi jujur saja, aku belum berpengalaman menjadi seorang pengajar. Jika nanti ada masalah, kita bisa bicarakan bersama," jelas Ling Yan dengan nada tanpa daya.

"Baik, Master!" jawab Wan Liyi dengan ekspresi bahagia.

Ling Yan kembali menyeruput minuman yang tersisa dan tiba-tiba terpikirkan sesuatu di benaknya.

Ling Yan melambaikan tangan kepada Wan Liyi yang membuat Wan Liyi terlihat kebingungan.

"Kemarilah, aku ada hadiah untukmu," kata Ling Yan dengan nada santai.

"Hadiah?" Wan Liyi berucap dengan ekspresi kebingungan. Ia mendekati Ling Yan sebelum kemudian tangannya tiba-tiba ditarik oleh Ling Yan.

"Eh?! Apa?! Apa yang mau Master lakukan?!" teriak panik Wan Liyi.

Ling Yan tidak menjelaskan, namun malah langsung menyentuh dahi Wan Liyi dengan jari telunjuknya.

Belum sempat Wan Liyi bertanya, jari telunjuk Ling Yan tiba-tiba bersinar dan pengetahuan baru mulai mengalir di benak Wan Liyi.

Jari Ling Yan bersinar selama beberapa saat sebelum kemudian meredup dan padam kembali seperti semula.

Wan Liyi segera duduk di samping Ling Yan dan mulai melantunkan teknik kultivasi yang baru saja diberikan Ling Yan kepadanya.

Aura dunia mulai tertarik memasuki tubuh Wan Liyi, aura yang tertarik menjadi lebih besar dan lebih besar sampai membuat Xun Er mulai merasa sedikit tidak nyaman.

Ling Yan segera melambaikan tangannya dan penghalang tipis muncul menyelimuti Xun Er.

Xun Er yang awalnya merasa tidak nyaman segera mendapatkan kembali kenyamanannya dan lanjut memakan camilan sambil menonton Wan Liyi berkultivasi.

"Bagus, teknik itu tampaknya cocok untuk Liyi. Semoga saja kekuatannya bisa meningkat dengan lebih cepat dengan teknik ini," gumam Ling Yan dengan nada penuh harap.

Mata Ling Yan tiba-tiba melebar. Ia memindahkan Xun Er dari pangkuannya dan segera berdiri bersiap pergi.

"Kakak Ling? Kakak mau pergi ke mana?" tanya Xun Er dengan ekspresi penasaran.

Ling Yan menengok ke arah Xun Er dengan senyum tipis.

"Kakak akan pergi keluar sebentar. Xun Er jadi anak baik dan tunggu di sini sampai Kakak kembali," jawab Ling Yan dengan senyum lembut.

Ling Yan langsung pergi setelah ia menjawab pertanyaan Xun Er.

Baru saja ia keluar dari pintu, ia segera merasakan niat membunuh luar biasa yang diarahkan kepadanya.

"Puncak Pembangunan Fondasi, kenapa kamu masih bersembunyi di sana? Kau pasti sudah tahu kalau kau tidak mungkin bisa bersembunyi dariku yang merupakan seorang kultivator di tahap Inti Emas," kata Ling Yan dengan nada santai.

Beberapa saat kemudian...

"..." tidak ada jawaban yang datang atas ucapan Ling Yan sebelumnya.

Hal ini membuat ekspresi Ling Yan berubah menjadi gelap.

"Nampaknya aku harus memaksamu untuk keluar..." ucap Ling Yan sambil mengulurkan tangannya secara perlahan.

---

Bersambung...

이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Melawan Kehendak Dewa   Bunuh Yun Ling

    "Ling Yan, kita harus melakukan sesuatu! Kalau terus begini, mereka akan kalah."Mu Yingxin berkata dengan panik sambil menarik lengan Ling Yan.Ling Yan tersenyum tipis, menggelengkan kepalanya dengan ekspresi percaya diri."Tunggu dulu, kita amati sebentar.""Kenapa? Ini satu-satunya kesempatan kita, kita harus bersatu dengan kelompok Bi Xia."Ling Yan menyeringai, berkata dengan nada bercanda, "Yingxin, apa kamu tidak merasakan sesuatu setelah melihatku?""???" Wajah Mu Yingxin dipenuhi tanda tanya.Ling Yan menghela napas dan mengeluarkan sedikit auranya."Pendewaan?!" seru Mu Yingxin."Ada sesuatu yang terjadi selama aku berada di luar."Mu Yingxin membuka bibirnya, terdiam tidak bisa berkata-kata."Pokoknya kamu tenang saja, aku bisa mengatasi mereka.""... Baiklah, aku percaya."Mu Yingxin mengangguk serius, ditarik masuk ke dalam pelukan Ling Yan.Hua Yun di sebelah menatap mereka dengan iri dan cemburu, Ling Yan menghela napas dan menarik Hua Yun ke dalam pelukannya.Hua Yun

  • Melawan Kehendak Dewa   Lima Dewa vs Tiga Jenderal

    Dipimpin oleh Yun He, lima dewa Sekte Awan melayang di depan Bi Xia."Jenderal Bi Xia, lama tidak berjumpa.""Tidak usah basa-basi, pergi dari sini sekarang." Bi Xia menghunus pedangnya, mengarahkannya ke arah lima dewa Sekte Awan."Khu ku ku, mana bisa begitu, kami sudah susah payah datang ke sini, mana mungkin kami kembali tanpa hasil?"Yun He menyeringai, terlihat dingin dan jahat.Bi Xia menarik napas dalam, berkata dengan sungguh-sungguh, "Hasil? Memangnya kau yakin bisa mengalahkanku?"Yun He tersenyum tipis, mengangguk dengan ekspresi serius. "Pertarungan satu lawan satu memang sulit, tapi kali ini kami menang jumlah, lima lawan tiga, siapa yang unggul?"Yun He tersenyum, terlihat menyebalkan di mata Bi Xia."Hmph! Hanya berbeda dua orang! Kami bisa mengatasinya!"Dua jenderal yang baru saja bergabung saling memandang dengan ragu.Berbeda dari Bi Xia, mereka jelas tidak percaya bisa menghadapi lima dewa Sekte Awan, bukan karena lemah tapi karena mereka berpikir rasional."Bi X

  • Melawan Kehendak Dewa   Sun Mo vs Mu Yingxin - Bi Xia Bergerak

    "Master Sekte Mu Yingxin, aku sarankan kalian menyerah!"Seorang pria paruh baya melayang di atas Sekte He Huan, memamerkan auranya yang besar hingga mampu menutupi langit.Mu Yingxin mendengus dingin, tidak gentar meskipun di bawah tekanan aura milik pria paruh baya itu."Jangan samakan Sekte He Huan dengan sektemu yang tidak memiliki pendirian.""Huh! Persetan dengan pendirian, kalau sekte dihancurkan maka pendirian tidak akan berguna.""Sun Mo, kau sudah berubah, bukan lagi kultivator pemberani yang aku kenal."Sun Mo mendengus dingin dan berkata, "Aku tidak pernah berubah, hanya berpikir lebih rasional.""Huh! Di mataku, kau telah berubah seratus delapan puluh derajat."Sun Mo memutar mata, tidak peduli dengan pernyataan Mu Yingxin."Aku katakan sekali lagi, sebaiknya kau menyerah sekarang sebelum mereka datang dan meluluhlantakkan Sekte He Huan."Mu Yingxin menggertakkan gigi, menatap tajam dan lurus ke arah Sun Mo."Tidak ada yang bisa dibicarakan, Sekte He Huan tidak akan perna

  • Melawan Kehendak Dewa   Situasi Sekte

    Istana Kekaisaran Bulan Biru, Ling Yan muncul seperti hantu di aula, mengejutkan semua orang yang ada di sana."Ling Yan?" Zhen Tian memanggil dengan nada ragu.Ling Yan menoleh, menatapnya sambil tersenyum bercanda, "Ha ha ha, istriku, bagaimana kabarmu?""!" Zhen Tian tertegun lalu tersipu malu. "Ehem, ada hal penting yang harus aku sampaikan! Sekte He Huan sekarang berada dalam bahaya.""Apa katamu?!" Senyum di wajah Ling Yan seketika menghilang. "Apa yang terjadi?! Kenapa Sekte He Huan berada dalam bahaya?!"Ling Yan kehilangan ketenangannya, membombardir Zhen Tian dengan pertanyaan."Tenangkan dirimu, pada saat seperti ini, ketenangan adalah kunci."Ling Yan menarik napas dalam, menatap lurus ke arah Zhen Tian."Aku yakin sudah cukup tenang, sekarang ceritakan apa yang terjadi pada Sekte He Huan."Zhen Tian mengangguk serius, menyampaikan keseluruhan cerita kepada Ling Yan.Ternyata masalahnya ada pada Sekte Awan dan Kekaisaran Sky Blaze, tiga hari lalu mereka mengirim utusan unt

  • Melawan Kehendak Dewa   Tingkat 9 Pendewaan - Tubuh Giok

    Di dasar Jurang Kegelapan, Ling Yan duduk bersila di tengah sengatan petir yang membara.Petir yang menyambar dari bencana surgawi tidak langsung hilang tapi berlama - lama di dasar Jurang Kegelapan sebelum disempurnakan sebagai nutrisi untuk tubuh Ling Yan.Berkat nutrisi yang dibawa petir surgawi, kultivasi tubuh Ling Yan mengalami peningkatan meski belum bisa menerobos Tubuh Giok.Ling Yan sendiri hanyut dalam kenikmatan kultivasi sehingga tidak menyadari apa yang sedang terjadi padanya.Satu - satunya pikiran dalam benak Ling Yan adalah terus memurnikan miasma hingga habis sebelum berhenti dan membuka mata.Sekarang prosesnya bahkan belum sampai di tengah jalan, jadi tidak ada harapan bagi Ling Yan untuk segera membuka mata.Waktu berlalu, kultivasi Ling Yan naik seperti roket dari tingkat 1 Pendewaan ke tingkat 8 Pendewaan.Seperti yang diharapkan dari Teknik Rahasia Reinkarnasi, kecepatannya dalam menyempurnakan energi dunia berada di luar imajinasi."Hah..." Ling Yan menghela n

  • Melawan Kehendak Dewa   Dasar Jurang - Terobosan

    Di kedalaman lima ratus meter Jurang Kegelapan, Ling Yan melihat kerangka manusia yang sepertinya sudah ada sejak lama.Bukan cuma satu, tapi ada lima kerangka manusia yang sudah tidak utuh."Mereka pasti kultivator yang turun sebelumnya, sayangnya mereka tidak bisa menyempurnakan miasma sepertiku, itulah kenapa mereka mati dengan cara yang mengenaskan."Ling Yan melayang dengan tubuh diselimuti cahaya emas yang melindungi tubuhnya dari miasma hitam pekat di sekelilingnya.Tunggu dulu, cahaya emas bukan cuma melindungi tapi juga menyerap miasma seperti vakum dengan kapasitas penyimpanan tidak terbatas.Miasma yang sebelumnya begitu pekat mulai berkurang hingga jarak pandang bertambah.Meski begitu, Ling Yan belum bisa melihat dasar jurang karena masih diselimuti miasma yang jauh lebih pekat."Menilai dari kepekatan miasma di sekitar sini, pasti ada kolam miasma di dasar jurang. Kalau gitu, satu minggu jelas tidak cukup untuk menangani masalah miasma sepenuhnya. Haruskah aku naik dan m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status