Share

Bab 432

Author: Amrita
Apa mungkin Leonard mencoba menjatuhkan Harvey?

Harvey pun makin waspada karena Leonard juga meminta Ziko untuk ikut serta dalam kelas privat Jojo.

Ucapan Harvey itu ditujukan kepada Juan, Pak Hansen dan para tetua keluarga Ferdian.

Leonard memunggungi Harvey dan bertanya dengan dingin, "Kamu lagi mengajariku?"

Leonard bahkan tidak melihat ke arah Harvey. Namun, pembawaannya yang seperti dewata itu membuat orang takut bahkan hanya dengan melihat punggungnya.

Ekspresi Harvey berubah menjadi lebih suram. Dia menggerakkan bibirnya dan bisa merasakan adanya tekanan yang menekannya dari luar sehingga membuatnya sulit bernapas.

Tekanan yang berat itu membuat leher Harvey tertekuk dan dia refleks tunduk pada Leonard. Harvey pun menjawab, "Aku … aku nggak mungkin berani."

Kursi roda Leonard berputar 180 derajat dengan mulus, dia menghadap Harvey dan Bu Mitha.

Dahi Harvey langsung berkeringat deras. Saking derasnya, keringatnya sampai menetes dari wajahnya yang tampan paripurna itu.

Jojo sontak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Zidan Kasan
kenapa gak Mitha aja yang dieksekusi, dialah biang kerok kejahatan di keluarga Ferdian
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Melepas Cinta, Menggapai Diri   Bab 578

    Wanda menarik napas dalam sampai menenangkan diri, lalu berkata pada Andre. "Aku akan segera kembali.""Baik, aku tunggu kamu." Andre menganggukkan kepala, lalu memberikan kunci mobil padanya dengan tatapan yang mendalam, ini sama saja memberikan dia dukungan tanpa suara.Wanda tidak menunda lagi, dia langsung mengendarai mobil Andre dan pergi ke kantor polisi.Malam terlihat sangat tenang dan gelap, tetapi kantor polisi sangat terang, bahkan terasa tegang. Setelah Wanda masuk ke aula, dia merasa sangat tegang.Saat di meja informasi, Wanda baru selesai mengatakan status dan tujuannya, dia sudah mendengar wanita yang di ruang mediasi menangis dengan keras."Kalau cucuku terjadi sesuatu, aku nggak akan ampuni kalian! Sudah begitu lama, kenapa Jojo belum ketemu?!"Wanda berjalan ke ruang mediasi, dia berdiri di depan pintu dan melihat Harvey yang tegak. Dalam hati Harvey merasa cemas, tangannya yang memijat dahi membentuk bayangan, tapi masih bisa melihat Harvey sangat kesal.Entah dia k

  • Melepas Cinta, Menggapai Diri   Bab 577

    "Keluarga Ferdian sudah melapor polisi di satu jam lalu, polisi juga sedang memeriksa CCTV. Keluarga Ferdian belum mengabarimu, 'kan?""Aku bukan ibu Jojo lagi, jadi mereka nggak akan mengabariku. Di mata mereka, mengabariku juga nggak ada gunanya," kata Wanda dengan sinis, lalu merasa kesal."Aku melihat Harvey bareng Jojo keluar dari kelas! Kenapa Jojo bisa tiba-tiba hilang?"Suara Wanda tiba-tiba mengeras sehingga terdengar jelas di malam sunyi ini.Fabian menjawab, "Kudengar, Harvey nggak barengan keluar dengan anaknya. Setelah Harvey pergi, dia meninggalkan Jojo pada sopir, lalu Harvey ke perusahaan.""Dari kabar yang aku dapat, sopir yang mengantar Jojo bilang Jojo ribut mau ke taman bermain, sedangkan dia tidak bisa melawan Jojo yang keras kepala, jadi menelepon Harvey dan meminta persetujuan. Harvey pun setuju, baru sopir membawanya ke taman bermain.""Setelah itu, sopir menyadari Jojo hilang, dia juga sudah mencari Jojo di taman bermain selama 40 menit, baru melapor polisi."W

  • Melepas Cinta, Menggapai Diri   Bab 576

    "Wanita duluan naik ke mobil."Andre membukakan pintu mobil untuk Wanda dan Sasha.Sasha duluan masuk seperti orang dewasa saja, lalu bersikap anggun dan berkata pada Andre, "Terima kasih."Dia suka dengan sikap Andre yang begini, ada banyak saat Andre tidak menganggapnya sebagai anak kecil, melainkan sebagai orang dewasa. Hal ini membuatnya merasa dirinya itu adalah orang dewasa yang sempurna dan dihormati.Wanda tersenyum, dia tahu kalau Sasha suka dengan sikap Andre yang begini.…Sebuah mobil balap berwarna perak menebus kegelapan malam hari dan tujuannya itu ke apartemen Wanda.Di dalam mobil ada musik yang tenang, Sasha yang sudah bermain seharian ditambah terjadi banyak hal di sekolah, saat ini dia yang duduk di kursi anak-anak sudah ada rasa ngantuk.Wanda melihat pemandangan yang cepat dilalui itu, dalam otaknya terus melintas sepasang mata Jojo yang berkaca-kaca. Tatapan itu penuh rasa kecewa dan harapan, serta bayangan dia berlari keluar dengan penuh tekad.Wanda hanya bisa

  • Melepas Cinta, Menggapai Diri   Bab 575

    Andre hanya tertawa, suara tawa itu terdengar sangat santai di suasana yang menjelang malam itu.Tatapan dia melihat ke arah Wanda dengan natural, bahkan senyumnya makin dalam. "Aku datang untuk menjemput Wanda."Petir yang tak terlihat di langit itu seperti melintas dengan kuat.Anne melihat Andre begitu melindungi dan dekat pada Wanda, lalu dibandingkan dengan ketidaksukaan Ziko pada dirinya, akal sehat dalam hati Anne langsung lenyap karena emosi.Anne tetap mempertahankan senyumnya, tapi suaranya agak nyaring, "Hubungan Pak Andre dan Bu Wanda memang baik."Wanda terjepit di antara suasana yang sangat tegang karena dia bisa merasa hawa hangat yang mendekat karena Andre mendekat, lalu tatapan tenang dan keberadaan kuat dari Leonard.Anne berbicara lagi, "Entah Bu Wanda pakai cara apa buat Ziko begitu dekat padamu. Leonard, jagalah Ziko dengan baik, jangan sampai Ziko belajar hal buruk dari orang yang nggak jelas ….""Anne." Tiba-tiba terdengar suara Leonard, tidak keras, tapi suara i

  • Melepas Cinta, Menggapai Diri   Bab 574

    Cahaya matahari terbenam itu menyinari tembok putih sekolah sehingga tembok itu ada warna emas.Anak-anak yang sudah selesai mengikuti acara itu berjalan keluar bersama orang tuanya dengan senang, bahkan berpisah dalam kesenangan.Wanda mendorong kursi roda Leonard sambil mendengar Sasha dengan antusia mengatakan adegan pemilihan kue terbaik.Sasha dan Ziko saling bergandengan tangan. Saat Sasha mengatakan hal yang menarik, Ziko akan menengadahkan kepala melihat Sasha, lalu melihat respons Wanda.Tatapan dingin Leonard melihat ke arah dua anak.Saat mereka baru sampai depan gerbang sekolah dan bersiap mengatakan sampai jumpa. Saat ini, sosok berpakaian hitam dari kejauhan berteriak dengan lembut dan itu adalah suara seorang wanita yang disengajakan, "Ziko, aku datang menjemputmu!"Wanda melihat ke sana, lalu melihat Anne berpakaian baju Channel dengan riasan yang cantik dan buru-buru berjalan ke sini, bahkan ada keringat di dahinya seperti sangat buru-buru.Dia melihat Wanda dengan tat

  • Melepas Cinta, Menggapai Diri   Bab 573

    Dalam ruangan itu, Ziko berjalan ke panggung, biasanya dia selalu bersembunyi di belakang orang dan berusaha membuat dirinya tidak jadi pusat perhatian orang.Saat dia berdiri di bawah sinar, setiap bulu matanya yang panjang disinari cahaya, bahkan kulitnya yang putih dan mulus juga terlihat jelas.Mau orang tua murid atau anak-anak, semua menarik napas dalam.Saat Ziko berdiri di depan orang dengan percaya diri, mereka baru melihat wajah Ziko dengan jelas dan merasa Ziko sangatlah lucu."Ziko seperti malaikat!" Ada anak kecil yang mulai membahas.Namun, cahaya yang terang itu, serta tatapan mereka membuat Ziko merasa tidak nyaman.Jantungnya berdebar cepat sampai tangan berkeringat, dia ingin bersembunyi lagi, tapi di tahannya.Dia menengadahkan kepala dan melihat ke arah Sasha dan Wanda, tiba-tiba ada tenaga yang masuk ke dalam tubuhnya.Guru memberikan piala pada Ziko. Setelah Ziko ambil dia memberi hormat pada guru.Wali kelas itu jongkok dan bertanya, "Ziko, kamu juara satu, apa k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status