Share

Melihat Suami yang Kucintai Berada di Pelukan Wanita Lain
Melihat Suami yang Kucintai Berada di Pelukan Wanita Lain
Penulis: Alissa

Bab 1

Penulis: Alissa
Pada bulan ketiga setelah Bisma menghilang tanpa alasan, aku tanpa sengaja melihat sebuah video pendek dari pasangan konten kreator.

Pria bertubuh tinggi itu dengan dominan menarik gadis itu ke dalam pelukannya, "Kamu dengar? Jantungku sedang mengatakan bahwa aku mencintaimu."

Lalu, dia menunduk dan mencium wanita itu dengan penuh gairah. Di balik kemejanya yang terbuka, penuh dengan bekas cakaran yang mesra.

Kolom komentar langsung heboh, semua orang bilang mereka sangat serasi.

Napasku seakan terhenti.

Setelah tujuh tahun menikah, aku langsung mengenali bahwa itu adalah Bisma meskipun wajahnya tidak terlihat.

Ternyata di saat aku bersusah payah mencarinya, dia sedang bermesraan dengan wanita lain. Saat aku keguguran karena terlalu terpukul dan harus dirawat di rumah sakit, dia malah sedang terjerat dalam gairah dengan wanita lain.

Aku menghapus air mata, lalu menghubungi teman pengacaraku untuk menyusun sebuah perjanjian perceraian.

....

Saat duduk di ruang tunggu bandara untuk penerbangan menuju Kota Nubes, aku kembali membuka halaman profil Sasa.

Tiga bulan lalu, Bisma muncul di sebuah video dengan tubuh lemah setelah menjalani transplantasi jantung. Di matanya ada tatapan penuh cinta yang dulu hanya dia tujukan kepadaku.

"Dari pandangan pertama saat aku melihatmu, aku tahu jantungku hanya berdetak untukmu."

Hari itu juga merupakan hari jadi pernikahan kami yang ketujuh. Aku menggenggam hasil pemeriksaan kehamilan di tanganku sambil menunggu dari gelap hingga fajar menyingsing.

Setiap video setelahnya adalah bukti kebahagiaan mereka.

Saat mereka berjalan santai di jalanan Paris, aku menghadapi para pemegang saham yang mengincar posisiku sendirian. Saat mereka mengejar cahaya aurora di Islandia, aku berkali-kali masuk rumah sakit, terbangun dari ranjang dengan mata sembap karena menangis. Saat mereka berciuman panas di langit Turki, aku terbaring di meja operasi yang dingin sambil menatap perutku yang perlahan menjadi rata dengan putus asa.

Aku mentertawakan diri sendiri.

Kebahagiaan mereka membuat penderitaanku tampak begitu konyol.

Setelah pesawat mendarat, aku mengikuti alamat dan menemukan toko bunga milik Sasa. Namun, aku diberi tahu bahwa Bisma sedang menemaninya melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit.

Para pemilik toko di sekitar membicarakan mereka dengan wajah penuh iri. "Baru pertama kali aku dengar soal sindrom kehamilan pendamping. Si Bisma itu muntahnya malah lebih parah dari Sasa, tapi tetap menahan diri dan setiap hari bersikeras memasakkan makanan bergizi untuknya."

"Benar, ada hal-hal yang bahkan nggak perlu kami ajari. Dia paham lebih dari kami. Pasti dia belajar serius sebelumnya."

Rasa perih naik ke tenggorokanku.

Aku teringat, dia dulu juga bersikap setulus itu padaku.

Aku tidak terbiasa dengan selera makanan di ibu kota, dia pun bereksperimen di dapur mempelajari masakan kampung halamanku. Aku menyukai anak-anak, sehingga dia terlebih dulu mempelajari ilmu pengasuhan dan belajar menjadi ayah yang layak. Aku menemaninya dari saat dia tidak tahu apa-apa hingga akhirnya terbiasa.

Semua yang dulu dia pelajari demi diriku, kini dia berikan kepada wanita lain sepenuhnya.

Tanganku terangkat menyentuh perut yang rata, aku tersenyum pahit. Mungkin memang sudah ditakdirkan, aku dan Bisma hanya berjodoh tetapi tidak ditakdirkan bersama.

Aku menunggu cukup lama, hingga akhirnya Bisma muncul. Aku melihat sosoknya yang kurus di hadapanku. Dia sedikit mengerutkan kening dan di matanya ada rasa kesal karena merasa diganggu.

"Kenapa kamu datang ke sini?"

Aku tidak menjawab. Pandanganku melewati dia dan tertuju pada Sasa. Dia dijaga dengan sangat hati-hati oleh Bisma.

Sebaliknya, aku yang sudah tiga hari tidak tertidur, tampak jauh lebih menyedihkan dengan lingkar hitam di bawah mata dan wajah penuh kelelahan. Menyadari arah pandanganku, wajah Bisma langsung menjadi kaku. Dia segera melindungi Sasa di belakangnya.

Aku terkekeh pelan, tetapi di mataku menggenang kesedihan yang tak berujung.

Dulu, dia tidak segan menentang keluarganya sendiri demi aku. Kini, dia berdiri berhadapan denganku dengan sikap setegas itu demi Sasa.

"Bisma, ayo kita bicara."

....

Diriku yang tumbuh dalam kasih sayang sejak kecil, memang sangat jarang menangis. Hanya saja, akhir-akhir ini hidup terasa terlalu pahit dan melelahkan, sampai air mata pun meluncur tanpa bisa kukendalikan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Melihat Suami yang Kucintai Berada di Pelukan Wanita Lain   Bab 10

    Pada saat ini, dia sadar betul bahwa jarak antara aku dan dirinya semakin menjauh. Dengan senyum pahit, Bisma tiba-tiba melirik ke sudut yang remang. Di sana, Sasa menatap dengan mata penuh kebencian, bilah pisau di tangannya memantulkan kilau dingin.Sambil menundukkan pinggiran topi, Sasa berjalan mendekat dengan terpincang-pincang."Qila, mati saja kamu. Hahaha."Adegan diriku yang tergeletak dengan bersimbah darah, tidak terjadi seperti yang dibayangkannya. Senyum Sasa seketika membeku.Bisma berdiri di depanku. Darah mengalir dari perutnya. Wajahnya pucat pasi, tetapi dia masih menyunggingkan senyum lega."Qila, syukurlah kamu nggak apa-apa."Suara jeritan terdengar di mana-mana. Dengan tenang, aku menelepon polisi.Sasa ditahan dan diborgol oleh para pengawal. Wajah mungil yang dulu cerah dan menawan itu kini tampak lesu dan tirus."Qila, kenapa? Kenapa kamu bisa hidup sebaik ini, sementara aku harus hidup dengan sembunyi-sembunyi!"Melihat raut wajah Sasa yang penuh kebencian, a

  • Melihat Suami yang Kucintai Berada di Pelukan Wanita Lain   Bab 9

    Sasa menangis tersedu-sedu, ingus dan air matanya bercampur jadi satu.Sejak Bisma tidak sengaja mendengar percakapannya dengan seorang teman, pembalasan yang gila pun dimulai.Dari dihujat seluruh internet sampai kecelakaan mobil yang membuat kakinya patah, Bisma sedikit demi sedikit mengembalikan semua penderitaan yang pernah kurasakan, bahkan berlipat ganda padanya.Dengan sorot mata lembut, Bisma mengusap perutnya yang hamil. Namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat bulu kuduk berdiri."Qila juga pernah mengandung anakku. Kalau bukan karena kamu membohongiku dan menahanku di sisimu, Qila nggak akan keguguran. Kamu membuatku kehilangan dua orang terpenting dalam hidupku, aku juga akan membuatmu tetap sadar dan merasakan penderitaan itu!"Mendengar ucapannya, tubuh Sasa langsung merinding."Pak Bisma! Semua ini salahku, aku yang gelap mata dan menggodamu. Terserah kamu mau gimana menghukumku. Tapi anak ini nggak bersalah. Aku mohon, aku mohon lepaskan anak kita. Ahh!"Tanpa

  • Melihat Suami yang Kucintai Berada di Pelukan Wanita Lain   Bab 8

    "Qila, kamu benar-benar kejam. Bahkan seorang penjahat pun masih diberi kesempatan membela diri, tapi kamu bahkan nggak memberiku kesempatan untuk meminta maaf."Aku menatapnya dengan pandangan seakan melihat orang asing.Bisma tertegun. Seolah menipu diri sendiri, dia melangkah maju hendak menutup mataku dengan tangannya dan suaranya bergetar tak terkendali."Qila, kamu nggak boleh menatapku dengan pandangan seperti itu. Jangan bersikap setega ini padaku.""Bisma, jaga sikapmu." Aku mundur selangkah. Tangan Bisma membeku di udara. "Sebagai orang yang sudah menikah, kamu seharusnya punya kesadaran sebagai suami orang." Aku mengingatkannya dengan baik, tetapi dia malah salah paham.Sorot matanya seketika dipenuhi cahaya kegembiraan. "Qila, kamu cemburu, ya? Tenang saja, aku akan menceraikan wanita jahat itu!"Mengingat semua perhitungan Sasa, Bisma sampai ingin mencabik-cabiknya. Baru sekarang dia sadar, Sasa sama sekali bukan wanita polos seperti yang dia bayangkan, melainkan wanita ya

  • Melihat Suami yang Kucintai Berada di Pelukan Wanita Lain   Bab 7

    Setelah dipaksa pulang oleh para pengawal yang datang menyusul, dia akhirnya kembali sadar."Cari dia. Kalian harus menemukan Qila dan membawanya kembali!"Setelah semua orang pergi, dia berbaring di ranjang kamar utama sambil berusaha mencium aroma yang sudah dikenalnya dari udara. Namun, semua yang berhubungan denganku di kamar itu sudah lama dibuang. Bahkan seprai yang pernah kupakai tidur pun sudah diganti dengan yang baru.Bisma meringkuk dengan mata yang memerah."Qila, kamu benar-benar kejam. Aku cuma nggak tega melihat Sasa terus terjebak dalam duka karena kematian pacarnya, makanya aku berpura-pura jadi pacarnya. Aku sama sekali nggak mencintainya. Tapi kamu malah setega itu, sampai nggak menyisakan sedikit pun kenangan untukku."....Pesawat mendarat di Kota Gandara.Setelah menempatkan kakek dengan baik, aku mendirikan sebuah perusahaan.Bisnis baru saja berjalan. Aku bekerja sendirian sampai larut malam, ketika tiba-tiba ponselku menampilkan permintaan panggilan video dari

  • Melihat Suami yang Kucintai Berada di Pelukan Wanita Lain   Bab 6

    "Kak Bisma, kenapa kamu membentakku! Kamu nggak pernah membentakku sebelumnya. Apa kamu jatuh cinta sama orang lain atau sebenarnya kamu nggak pernah mencintaiku, makanya di ponselmu masih menyimpan fotonya?"Melihat Sasa kembali menunjukkan tanda-tanda ingin menyakiti diri sendiri, Bisma tak berdaya dan memeluknya. Dia mengecup kening Sasa dengan agak asal."Sasa, jangan mikir macam-macam. Mana mungkin aku nggak mencintaimu." Setelah akhirnya menenangkan Sasa hingga tertidur, tanpa sadar Bisma mengemudi ke bawah vilaku.Menatap vila yang gelap gulita, Bisma tidak ingin menggangguku. Dia hanya duduk di dalam mobil dan mengisap rokok semalaman. Dia mengira, saat kami bertemu keesokan harinya di pengadilan, aku akan merasa iba melihatnya yang tampak lusuh.Dengan sengaja tidak mencukur janggut, Bisma datang ke tempat yang sudah disepakati sambil terbatuk-batuk, tetapi tidak melihat sosok yang dikenalnya."Halo Pak Bisma, saya pengacara Bu Qila. Mulai sekarang, saya akan sepenuhnya menang

  • Melihat Suami yang Kucintai Berada di Pelukan Wanita Lain   Bab 5

    Aku menunduk. Di halaman peramban yang terbuka, judulnya terpampang jelas.[ Mengagetkan! Pasangan konten kreator pendatang baru ternyata berasal dari selingkuhan! ]Dalam sekejap, halaman itu menghilang.Aku diseret dan ditarik dengan paksa. Bisma sama sekali tidak peduli bahwa aku baru selesai operasi. Dia menekan bahuku dengan kasar dan memaksaku berlutut di depan ranjang rumah sakit Sasa."Berlutut yang benar. Ini utangmu pada Sasa!"Aku paling takut rasa sakit, tetapi Bisma berulang kali menyakitiku tanpa ragu demi Sasa. Rasa perih memenuhi dadaku, air mataku meluncur tanpa bisa kutahan. Ini adalah terakhir kalinya aku menangis karena Bisma."Bisma, kita cerai. Selama kamu menunda perceraian ini, Sasa akan selamanya menyandang nama sebagai selingkuhan." Begitu kata-kataku selesai, sudut bibir Sasa yang pura-pura pingsan di ranjang rumah sakit itu sedikit terangkat.Keheningan yang panjang menyelimuti ruangan. Emosi bergolak di mata Bisma. Jauh di lubuk hatinya, ada suara yang memp

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status