Share

Bab 644 : Kejar Raja Aron

Penulis: mrd_bb
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-25 09:48:59
Yang namanya enak, nggak bakalan berhenti hanya satu hari, keduanya terus ulang percintaan ini hingga 7 hari 7 malam.

“Gileeee…nafsu kamu benaran deeh, kayak minum obat puyer, minta terus, capek akuuuh ngangkang saban hari,” sungut Putri Moana yang saban hari di bawa olahraga asoiii oleh suaminya ini.

“Maaf...abisnya enak sihh,” sahut Raka terkekeh sambil memeluk tubuh denok bininya, tapi di tepis Moana.

“Haduehh…bisa ngesot aku, udah ambil ajah selir sebanyak yang kamu suka kelak,” gerutu Putri
mrd_bb

BERSAMBUNG

| 18
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
BSairi Sairi
tambah lagi bang cepat
goodnovel comment avatar
Ananda Yanto
taek penulisnya..
goodnovel comment avatar
Riska Iska
terlalu berbelit ceritnyaa dlm 1 bab jg dikit amat
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 646: Dayangpun di Embat!

    “Asyik benar kalian di sini, apakah mau selamanya di sini,” tegur si pria parobaya yang masih tampan dan berpakaiaa santai, walaupun terlihat tetap elegan ini.“Kakek leluhur….nggaklah, mau pulang lagi, tapi minta waktu bolehkah,” sahut Raka cepat, sambil menahan kekagetan hatinya.Si kakek leluhur yang tak lain adalah Prabu Rangkabhumi menatap kedua keturunannya ini bergantian.“Raka…jadi inikah kakek leluhur kita, wajahnya mirip papa kita?” bisik Mante dengan suara bergetar, sebab baru pertama kalinya bertemu roh Prabu Rangkabhumi.“Iya Bang, inilah Prabu Rangkabhumi kakek lelulur kita, yang kesohor miliki banyak haremm cantik-cantik …aduhhh!”Raka kaget kepalanya kena kemplang kakek leluhurnya, Mante ikutan kaget, getukan di kepala Raka bikin nyalinya seketika ciut, padahal jaraknyaa 2 meteran dari Raka, tapi secara hebat mampu menggetuk kepala Raka.“Ku beri waktu seminggu dari sekarang, pulang kembali ke masa depan, atau kalian bertahan selamanya di sini, nggak ada lagi tawar me

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 645: Sama Ajee Kelakuan

    Sampai putar-putar satu kadipaten, Raka dan Putri Moana gagal menemukan dua orang borunan kakap ini.Akhirnya mereka pun balik lagi ke istana kadipaten yang kini sudah di kuasai pasukan Kerajaan Bhumi Salak, dan Ki Barudak si komandan pasukan yang memimpin pasukan ini di tugaskan sebagai pejabat Adipati sementara.Dia langsung bawa Raka dan Putri Moana masuk ke dalam ruangan utama kadipaten ini dan dengarkan laporan Raka dan Moana tentang kedua pelarian ini.“Pasti kelak mereka akan di temukan di manapun bersembunyi, sebelum pangeran dan tuan putri balik ke kotaraja, apakah ingin bertahan di sini dulu beberapa hari?” tawar Ki Barudak.Tapi Raka dan Moana izin pamit sambil cari info keberadaan kedua buronan paling di cari ini, apalagi mereka sudah lumayan lama meninggalkan kotaraja.Sepanjang jalan keduanya tetap menikmati bulan madu yang tiada puasnya, apalagi kalau ada air terjun di sebuah hutan keduanya asyik mandi-mandi di sana.Tanpa keduanya sadari, seseorang menonton ulah keduan

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 644 : Kejar Raja Aron

    Yang namanya enak, nggak bakalan berhenti hanya satu hari, keduanya terus ulang percintaan ini hingga 7 hari 7 malam.“Gileeee…nafsu kamu benaran deeh, kayak minum obat puyer, minta terus, capek akuuuh ngangkang saban hari,” sungut Putri Moana yang saban hari di bawa olahraga asoiii oleh suaminya ini.“Maaf...abisnya enak sihh,” sahut Raka terkekeh sambil memeluk tubuh denok bininya, tapi di tepis Moana.“Haduehh…bisa ngesot aku, udah ambil ajah selir sebanyak yang kamu suka kelak,” gerutu Putri Moana dan saat membuka jendela penginapan, Moana kaget bukan main, ratusan parjuri terlihat berlalu lalu di kota ini.“Raka apa yang terjadi, kenapa ratusan prajurit berseleweran.” seru Moana kaget.Mendengar Raka seolah baru nyadar dengan tugasnya, dia bangkit dari ranjang dan menatap ke jalanan.Plakk…Raka tepuk jidatnya.“Sayang, cepatan berpakaian, aku lupa dulu ayahanda Panglima bilang bila dalam 2 minggu tidak ada kabar, maka dia akan kirim pasuka besar ke sini. Dueeh pasti terjadi sudah

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 643: Olesi Pedang dengan Darah Perawan

    “Asal kau tahu suamiku sayang, ibuku kenal baik dengan ayahmu, aku bahkan pernah bertemu beliau dahulu, saat datang ke alam masalalu ini!” sahut Putri Moana senyum.“Oh yaaa…wah kelak aku akan tanyakan ke papa, kenapa nggak bilang kalau pernah bertemu dengan kamu dan Nyi Kundir, eh mama mertua?” sahut Raka tertawa.“Sekarang…silahkan nikmati tubuhku malam ini dan selamanya, sebab aku adalah istrimu saat ini, pelan-pelan yaah…!” bisik Putri Moana malu-malu, layaknya gadis perawan siap di belah durennya oleh sang suami.Raka…dengan mata biawaknya langsung lepas jubahnya, juga baju dalemnya sekalian, lalu pagut Putri Moana dan mendorongnya ke kasur empuk dan dingin ini.Begitu Putri Moana lepas baju tipisnya dan perlihatkan bulu keteknya yang belum di cukur, si jelita ini kontan menjerit manjalita, saat Raka dengan nakalnya menciumi ketek wangi ini hingga Moana kini mendesah-desah makin nyaring.“Ih doyan amat sih ama ketek, mana berbulu lagi…?” bisik Moana yang diam-diam mulai basah di

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 642: Kuncinya…Bercinta!

    “Sungguh berbahaya?” bisik Raka yang lalu tarik tangan Moana dan saat para penjaga sibuk mencari mereka, keduanya sudah membaur dengan warga di alu-alun istana kadipaten dengan penyamaran mereka, dan kini diam-diam kembali lagi ke penginapan.Karena sama-sama masih kaget melihat Raja Aron hidup lagi, keduanya kini tanp sadar berada di kamar Moana dan melepas penyamaran masing-masing.Raka bolak balik di kamar ini, dia tak habis pikir, kok bisa seorang Raja Aron hidup lagi…?“Apakah dia sudah menguasai llmu rawa rontek, kalau nyentuh tanah akan hidup lagi, benar-benar hebat sekali orang itu, sakti mandraguna…?” gumam Raka tanpa sadar.Putri Moana yang tadi berpakaian ala wanita setengah tua dan hapus penyamarannya, lalu kini geraikan rambutnya menatap wajah Raka yang masih bolak – balik begitu.“Satu-satunya jalan, aku akan bertanya pada ibuku!” sahut Moana.“Ibu kamu…kan ibu kamu berada di ibukota kerajaan, masa kita balik lagi ke sana, makan waktu Putri Moana!” cetus Raka, yang kembal

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 641: Raja Aron Hidup Lagi..?

    “Kamu berpaling dulu, aku mau potong buat kumis kamu,” sungut Putri Moana.“Kalau nggak mau repot, biar aku saja yang memotongkan?” Raka menawarkan diri dan sukses bikin mata indah Putri Moana melotot.“Ihh modus banget sih, bilang ajah mau lihat milik aku, ya kan?” semprot Moana mangkel (pura-pura, dalam hati, dirinya berdebar juga eheemmm).“Iya…ihh nggaa kok, suweer dahh, tapi kalau lihat artinya nggak sengaja kaleee!" sahut Raka cengengesan.“Ahh dasar….sama ajaahh, dasar laki-laki buaya kamu ini!” sungut Putri Moana lagi.“He-he-he…kan aku menawarkan diri…!” Raka kini berbalik dan menunggu sambil membayangkan Moana sedang memotong rambut fefeknya.“Nihh…pasang sendiri di atas bibir kamu, pakai cermin di dinding itu,” cetus Moana sambil serahkan serangkum bulu kriting pada Raka.Raka menciuminya dan dia merasakan aroma yang bikin otaknya mikir…kok beda aromanya, seperti aroma…ketik! batinnya.Walaupun tetap wangi, tapi tentu saja beda dengan bau fefek yang sudah di hapalnya di lua

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status