Share

Bab 106 Tuduhan Melati

Penulis: Jackie Boyz
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-27 15:44:45

***

Di Surabaya, Ambarwati selama ini memutuskan tinggal di kediaman kedua orangtuanya karena kondisinya yang sedang hamil.

Ambarwati sedang berdiri menghadap ke arah jendela ruang tengah. Wanita itu menatap ke bawah ke arah perutnya.

Bima - ayah Ambarwati sedang duduk menikmati makan malam di kursi meja makan.

"Apa yang kamu pikirkan? Kamu harus ingat semua ini aku lakukan untuk membuatmu menjadi nyonya satu-satunya di kediaman keluarga Renaldi. Bukankah itu yang kamu impikan selama ini?"

Ambarwati terlihat sedih, wanita itu menundukkan kepalanya sambil menahan diri agar tidak menangis.

"Bagaimana kalau mereka tahu kebenarannya, Pa? Apa yang harus aku lakukan? Bukankah setelah bayi ini lahir ke dunia maka mereka akan tahu tentang anak yang bukan darah daging Renaldi?" Ambar menggenggam erat kepalan tangannya. Hatinya terasa hancur dan sakit.

"Apa yang kamu cemaskan? Dasar bodoh! Sebentar lagi perusahaan keluarga Renaldi akan diwariskan padamu! Jangan pikirkan yang tidak-tidak!" Ome
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 121 Roi vs Ambar

    Agung Setiaji masih terkejut, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada saat ini. Pria itu segera mundur beberapa langkah menjauh dari Renaldi. Entah kenapa dia merasakan firasat buruk tentang pernyataan Renaldi barusan. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tidak ada siapa pun yang bisa aku andalkan untuk saat ini, sepertinya aku harus mengambil keputusan.Agung Setiaji terus memikirkannya, akhirnya pria itu memutuskan keluar dari dalam kamar Renaldi lalu menguncinya dari luar. Pikirnya hanya itu satu-satunya jalan keluar yang tersisa mengingat Renaldi bersikap tidak wajar. Setelah mengunci pintu kamar Renaldi, Agung merasakan seseorang tengah berdiri mengawasi dari ujung koridor dan ketika dia menoleh ternyata orang tersebut adalah Vira. Agung yakin semua kejadian yang menimpa keluarganya kali ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Vira.“Vira! Vira! Renaldi sepertinya sakit, aku tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja seluruh rumah menjadi ber

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 120 Kehilangan kesadaran

    “Ke mana perginya Vira? Apa dia sungguh marah dan meninggalkanku sendirian di sini dengan rasa sakit ini?” Renaldi bergumam pada dirinya sendiri sambil meringkuk menahan sakit pada dadanya. ***Di sisi lain, Ambarwati masih menemani dukun yang dia sewa tersebut untuk menyelesaikan ritual.“Jangan hanya Renaldi, kalau perlu kamu singkirkan juga wanita bernama Melati itu! Aku sangat membencinya! Belakangan ini dia tidak mau mendukungku lagi! Dia hanya berjanji-janji manis di depanku, tapi di belakangku sepertinya dia malah mendukung wanita rendahan di kediamannya itu! Bantu aku untuk menyingkirkannya!” perintah Ambarwati.“Kamu tenang saja, tunggu aku menguasai tubuh Renaldi maka masalah kecil itu akan bisa aku urus dengan mudah.” Ambarwati duduk menunggu di samping, dukun dengan wujud sosok pria yang lebih muda darinya itu tampak sedang merapalkan mantra. Asap dupa mulai mengepul membumbung tinggi ke langit-langit ruangan lalu keluar dari celah-celah atap kediam

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 119 Iblis

    ***Di perusahaan Renaldi, setelah selesai rapat Renaldi bergegas kembali ke ruangan kerjanya karena ada beberapa berkas penting harus dia tandatangani terkait penyerahan produk yang baru diproduksi perusahaannya. Semua barang yang keluar harus mendapatkan persetujuan dari Renaldi.Ketika langkah kakinya tiba di koridor dan hampir tiba di ruangan kerjanya, Ambarwati muncul dari arah lain untuk menyapanya.“Kak Re? Bagaimana rapatnya? Lancar kan?” Ambarwati dengan mesra memeluk lengan Renaldi. Dia ikut serta masuk ke dalam ruangan kerja Renaldi layaknya istri yang disayangi. Sampai di dalam ruangan Renaldi segera melepaskan tangannya dari pelukan Ambarwati.“Tidak perlu bersandiwara di depan mataku, sebenarnya apa tujuanmu datang ke sini? Kamu sudah menuduh Vira melakukan tindakan kejam hingga membuatmu pingsan! Kamu tidak perlu menjelek-jelekkannya di depan Mama, kalau kamu merasa aku tidak adil, setelah bayimu lahir kita bisa bercerai.”Ambarwati tidak menyangka

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 118 Rencana Ambarwati dan Bima

    Setelah menenangkan hati Melati, Renaldi segera pergi keluar dari dalam rumah untuk melihat Vira. Dia merasa khawatir jika sampai Vira pergi seperti sebelumnya. Ketika langkah kakinya tiba di luar pintu rumah dilihatnya Vira sedang duduk di kursi beranda. Renaldi merasa sangat lega sekali. Vira langsung menoleh saat mendengar langkah kaki Renaldi di belakang punggungnya.“Re,” panggilnya sambil berdiri dari kursi lalu berjalan mendekat untuk memeluk tubuh Renaldi. “Aku lega melihatmu ada di sini,” ucapnya pada Vira.“Ya, aku tidak ada rencana untuk berjalan-jalan keluar hari ini.”Tiba-tiba Renaldi memutuskan untuk mengajak Vira ikut serta bersamanya ke perusahaan karena dia besok juga sudah kembali ke Purworejo. “Bagaimana kalau kamu ikut pergi bersamaku ke perusahaan?” tanyanya.Vira langsung menarik diri melepaskan pelukan Renaldi dari tubuhnya lalu menggelengkan kepalanya. “Hari ini aku ingin tinggal di rumah saja, aku tidak ingin pergi bersam

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 117 Perlakuannya tetap tidak baik

    ***Pada keesokan harinya, Vira ingin melihat kondisi Melati. Setelah bersiap-siap dia bergegas menuju ke kamar Melati. Ternyata Melati menempatkan dua orang pelayan di luar kamar untuk berjaga-jaga.Begitu Vira hendak masuk ke dalam mereka berdua langsung menahannya.“Maaf Neng, Nyonya tidak ingin bertemu dengan Neng Vira.”Vira diam dan menunggu di sana, dia tidak menanyakan apa alasannya. Sudah jelas Melati membencinya. Beberapa saat kemudian, Renaldi datang menghampirinya. “Kenapa di sini? Ayo makan bersama.” Renaldi menyentuh tangan Vira dan membawanya menuju ke ruang makan.Ruang makan begitu hening, hanya ada Renaldi dan Vira seorang yang duduk di sana kecuali pelayan yang sedang bekerja. “Papa dan Mama nggak sarapan?” tanya Vira.Renaldi mengukir senyum. “Sudah kamu makan saja sekarang, jangan pikirkan mereka. Papa dan Mama nanti akan makan kalau sudah merasa lapar.” Vira tahu alasan Melati tidak berada di ruang makan tapi dia tidak tah

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 116 Sangat menikmatinya

    ***Ketika tiba di rumah sakit, Bima langsung menyambut kedatangan Renaldi dengan perasaan lega. Pikirnya usaha Ambarwati beberapa bulan terakhir sudah cukup untuk membuat Renaldi mengubah keputusannya. Bima mengira Renaldi datang untuk meminta maaf lalu kembali bersama dengan Ambarwati layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Melihat Renaldi berjalan mendekatinya, Bima segera datang menghampiri lalu menyentuh lengannya dan menepuk bahu Renaldi seperti dahulu-dahulu saat dia bertemu dengan Renaldi. “Bagaimana kondisi Ambarwati?” tanya Renaldi seraya menatap Ambarwati yang masih belum sadarkan diri sejak pingsan di dalam ruangan kerja Renaldi beberapa hari yang lalu. “Masih sama, belum ada kemajuan sama sekali, aku berharap setelah kedatanganmu kali ini Ambarwati bisa siuman. Dia pasti sangat senang melihatmu datang mengunjunginya,” ujar Bima seraya menghela napas panjang. Renaldi terus menatap ke arah Ambarwati, wanita itu sedang berbaring di ranjang pasie

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status