Share

Bab 30 Cincin Permata

"Apa yang kamu bawa?" tanya Aksara.

"Aku buat mie goreng."

"Ayo, masuk."

Aku menggelengkan kepala. "Kita duduk di teras saja," tolakku, "jika kita berdua di dalam rumah akan menimbulkan fitnah. Aku juga takut dengan diriku sendiri." 

Aku langsung duduk di kursi teras, Aksara malah menatapku dengan ekspresi bingung. "Ada apa, tidak boleh duduk di sini?"

"Kenapa takut dengan dirimu sendiri?" Kepala Aksara meneleng ke kiri. Aku menggelepar karena kehabisan napas.

"Karena ada sesuatu yang ... Ah, sudahlah, kamu tidak menawarkan aku kopi atau teh?"

"Baiklah, Nyonya." 

Aksara masuk ke dalam rumah, sementara aku mengamati langit yang semakin cerah. 

"Kopi untuk Anda, Nyonya." Aksara meletakkan cangkir kopi di meja, dia duduk di kursi satunya lagi. "Apa aku membuatmu khawatir?"

"Sedikit," sahutku. 

"Aku hanya ingin memberimu kejutan," ujar Aksara, enteng.

Aksara memang memberikan kejutan

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status