Partager

Ikut Membantu

Auteur: Erna Azura
last update Date de publication: 2026-05-29 21:23:56

“Kalau untuk furniture resort…”

Satria memunculkan beberapa file design ke layar.

“…saya sudah siapkan workshop produksi yang bisa langsung ditinjau.”

Dan beberapa wajah di layar seketika berubah ekspresi, termasuk Ryley.

Meeting malam itu kembali dilakukan pukul delapan malam waktu Indonesia.

Sementara di New York—matahari baru mulai naik.

Ryley yang sejak tadi bersandar santai langsung mengernyit. “Workshop?”

Satria mengangguk tenang. “Yes.”

Kaluna sedang duduk di samping ranjang iku
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (4)
goodnovel comment avatar
Ria Nur
aisshh,,,baper,,,
goodnovel comment avatar
Jennifer Karisoh
up lagi dong
goodnovel comment avatar
eLLy aprilia
Lanjutt dongg. Pengen buru2 liat rumah satria dr ilustrasi nya Thor nihh.. bentar lagi yaaa janjiii
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Menantang Kasta   Ikut Membantu

    “Kalau untuk furniture resort…”Satria memunculkan beberapa file design ke layar.“…saya sudah siapkan workshop produksi yang bisa langsung ditinjau.”Dan beberapa wajah di layar seketika berubah ekspresi, termasuk Ryley. Meeting malam itu kembali dilakukan pukul delapan malam waktu Indonesia.Sementara di New York—matahari baru mulai naik.Ryley yang sejak tadi bersandar santai langsung mengernyit. “Workshop?”Satria mengangguk tenang. “Yes.”Kaluna sedang duduk di samping ranjang ikut menemani Satria melakukan meeting online, dia pun ikut melirik layar laptop.Dia langsung tahu kalau Ryley sedang bingung.Karena bahkan dirinya sendiri baru tahu kalau Satria ternyata bergerak secepat itu.Salah satu petinggi regional Asia akhirnya membuka suara. “You already have production access?”Satria mengangguk lagi. “We already produce custom tropical furniture locally.”Jawaban itu membuat beberapa peserta meeting mulai terlihat jauh lebih tertarik.Slide presentasi langsung be

  • Menantang Kasta   Dukungan Penuh

    “Aku berangkat dulu ya sayang.”Kaluna yang sedang duduk di meja makan langsung mendongak. “Hari ini ke workshop paman ya?”Satria mengangguk sambil meraih kunci mobil.“Iya.”Kaluna tersenyum kecil. “Kamu deg-degan, enggak?”“Sedikit.” Satria terkekeh pelan.Kaluna bangkit dari kursi sambil mengusap perutnya yang sudah sedikit buncit.Ia lalu menghampiri suaminya.Tangannya merapikan kerah jaket Satria dengan telaten.“Tenang aja.” Ia mendongak. “Aku yakin pamannya ibu pasti suka sama ide kamu.”Satria tersenyum tipis. “Mudah-mudahan.”Kaluna lalu menggenggam tangan pria itu dan meletakkannya di perutnya sendiri.“Baby juga doain ayah.”Dan seperti biasa—setiap mendengar itu—raut wajah Satria langsung melunak. Dadanya bergemuruh hebat dan semangatnya tiba-tiba membuncah.Cup.Pria itu mengecup kening Kaluna singkat sebelum akhirnya pergi. “Hati-hati di rumah ya sayang.”“Iya sayang.” Kaluna tidak mengantar Satria hingga teras, pagi ini dingin sekali sampai Kaluna meng

  • Menantang Kasta   Siapa Yang Siap?

    Satria benar-benar tenggelam dalam pekerjaannya.Setelah hari pertama—dia ikut Bapak keliling kebun dari pagi sampai menjelang magrib.Mengecek kualitas paprika.Mengecek lettuce.Mengecek tomat cherry.Mencatat suhu penyimpanan.Mempelajari pengemasan langsung dari petani.Hari kedua—dia pergi lagi.Kali ini sampai ke Ciwidey.Mencari stroberi kualitas premium.Hari ketiga—Satria sibuk di gudang.Menguji packaging.Menghitung ketahanan produk.Mencoba simulasi pengiriman.Dan setiap malam—pria itu kembali duduk di depan laptop sampai larut.Kaluna yang biasanya selalu ditemani jadi mulai merasa sepi.Bahkan kadang—Satria tertidur duluan di depan laptop sebelum sempat mengobrol dengannya.Namun Kaluna tidak marah.Dia hanya rindu.Siang itu—Kaluna sedang duduk sendirian di ruang tengah sambil mengupas jeruk ketika Ibu mendekat.“Bosen ya?”Kaluna mendongak lalu tersenyum kecil. “

  • Menantang Kasta   Yakin Akan Berhasil

    Kesibukan sudah terjadi sejak pagi bahkan sebelum matahari benar-benar muncul.Kabut Lembang masih turun tipis.Udara dingin menusuk sampai membuat ujung hidung Kaluna memerah.Tidak seperti di dalam kamar—suasana justru terasa hangat.Satria sedang memakai jaket hitam tebal sambil mengecek ulang daftar pengiriman di tabletnya.Beberapa nama sayur dan buah tersusun rapi lengkap dengan berat, suhu penyimpanan, dan estimasi shelf life.Kaluna bersandar di kepala ranjang sambil memperhatikan suaminya sejak tadi.Dan entah kenapa—semakin melihat Satria bekerja keras seperti itu, semakin besar rasa cintanya.“Sayang.”“Hm?” Satria masih fokus pada layar.Kaluna mengerucutkan bibir.“Kamu beberapa hari ini ganteng banget.”Satria langsung menoleh lalu terkekeh kecil.“Loh?”“Iya.” Kaluna mengangguk serius. “Aura suksesnya pekat banget.”Satria tertawa pelan, dia bangkit lalu menghampiri ranjang.Tangannya otom

  • Menantang Kasta   Tidak Pernah Sendirian

    Namun meski suasana meeting mulai berubah positif—Satria belum benar-benar bisa bernapas lega.Karena dia tahu—dunia bisnis sebesar Alterio Corp tidak mungkin mengambil keputusan hanya berdasarkan presentasi.Dan dugaan Satria ternyata benar.Salah satu pria berusia sekitar lima puluh tahunan yang sejak tadi lebih banyak diam akhirnya membuka suara. “We’re impressed.”Satria mengangguk sopan. “Thank you.”Pria itu melanjutkan sambil menyilangkan jemarinya di depan wajah.“But for this scale of partnership…” Ia menjeda. “…we need proof.”Kaluna menegakkan punggungnya.Sedangkan ekspresi Satria tetap tenang.Pria asing kembali bicara. “We need product samples.”Slide presentasi berhenti.Seluruh peserta meeting kini benar-benar fokus pada Satria.Direktur purchasing ikut menimpali.“Fresh produce samples, Packaging quality. Temperature resistance. Storage durability. And consistency.”Satria mendengarkan semuanya tanpa memotong sedikit pun.Lalu perlahan—pria itu mengangg

  • Menantang Kasta   Rezeki Anak

    Pagi itu—Satria terlihat jauh lebih sibuk dibanding biasanya.Laptop menyala sejak subuh.Tablet penuh catatan.Beberapa file proposal tercetak rapi di atas meja.Dan di sampingnya—ada secangkir kopi yang mulai dingin karena tidak disentuh sama sekali.Hari ini adalah hari penentuan.Hari di mana proposal bisnis yang dia buat selama berhari-hari akan dipresentasikan di hadapan pihak Alterio Corp regional Amerika dan Asia.Jika mereka setuju—maka hidupnya mungkin benar-benar akan berubah.Dan sekarang—untuk pertama kalinya setelah sekian lama—Satria kembali merasakan tekanan besar itu.Tekanan yang dulu biasa dia hadapi saat masih bekerja di AG Group.Bedanya dulu dia hanya mempertaruhkan karier.Sekarang dia mempertaruhkan masa depan istri dan anaknya.Menjelang malam—udara Lembang semakin dingin.Kabut mulai turun di luar jendela.Rumah sudah lebih sepi dari tadi siang.Ibu masuk kamar lebih cepat, katanya beliau akan membantu Satria melalui jalur langit.Bapak bahkan

  • Menantang Kasta   Benaknya Dipenuhi Satria

    Kaluna terbangun dari tidurnya yang nyenyak, tidak ada lagi begadang, pikirannya sudah tenang sekarang setelah dia memenangkan tender dari klien Jepang.Punggungnya menegak, mengangkat kedua tangan meregangkan tubuh.Dia lantas turun ke lantai satu setelah mencuci wajah.Weekend di mansion Gunad

  • Menantang Kasta   Merasa Hidup Lagi

    Ruang rapat lantai dua puluh satu terasa lebih dingin dari biasanya.Empat perwakilan perusahaan Jepang duduk dengan postur tegak, tablet dan dokumen terbuka rapi di depan mereka. Para direksi anak perusahaan AG Group yang Kaluna pimpin terlihat duduk di sisi lain meja panjang, tegang namun

  • Menantang Kasta   Akan Selalu Ada

    Ruang rawat VIP itu sunyi.Kaluna tertidur setelah infus bekerja.Satria duduk di sofa dekat jendela. Laptop terbuka. Slide presentasi terpampang.Ia memeriksa ulang angka.Mengoreksi tata bahasa.Menandai potensi pertanyaan yang mungkin muncul dari klien Jepang.Sesekali ia melirik ke arah r

  • Menantang Kasta   Bentakan Karena Cemas

    Presentasi dengan klien besar dari Jepang tinggal hitungan hari. Ruang CEO berubah seperti markas perang.Meja panjang penuh dengan berkas, grafik, catatan tangan, sticky notes warna-warni, dan iPad yang tidak pernah benar-benar mati.Kaluna sedang berdiri di depan layar proyektor, mengulang s

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status