Teilen

Dukungan Penuh

last update Veröffentlichungsdatum: 29.05.2026 21:22:58

“Aku berangkat dulu ya sayang.”

Kaluna yang sedang duduk di meja makan langsung mendongak. “Hari ini ke workshop paman ya?”

Satria mengangguk sambil meraih kunci mobil.

“Iya.”

Kaluna tersenyum kecil. “Kamu deg-degan, enggak?”

“Sedikit.” Satria terkekeh pelan.

Kaluna bangkit dari kursi sambil mengusap perutnya yang sudah sedikit buncit.

Ia lalu menghampiri suaminya.

Tangannya merapikan kerah jaket Satria dengan telaten.

“Tenang aja.” Ia mendongak. “Aku yakin pamannya ibu pasti suka sama
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
Ria Nur
yes,,, good Job Satria
goodnovel comment avatar
eLLy aprilia
Itu gunanya keluarga loh Kamaa
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Menantang Kasta   Ikut Membantu

    “Kalau untuk furniture resort…”Satria memunculkan beberapa file design ke layar.“…saya sudah siapkan workshop produksi yang bisa langsung ditinjau.”Dan beberapa wajah di layar seketika berubah ekspresi, termasuk Ryley. Meeting malam itu kembali dilakukan pukul delapan malam waktu Indonesia.Sementara di New York—matahari baru mulai naik.Ryley yang sejak tadi bersandar santai langsung mengernyit. “Workshop?”Satria mengangguk tenang. “Yes.”Kaluna sedang duduk di samping ranjang ikut menemani Satria melakukan meeting online, dia pun ikut melirik layar laptop.Dia langsung tahu kalau Ryley sedang bingung.Karena bahkan dirinya sendiri baru tahu kalau Satria ternyata bergerak secepat itu.Salah satu petinggi regional Asia akhirnya membuka suara. “You already have production access?”Satria mengangguk lagi. “We already produce custom tropical furniture locally.”Jawaban itu membuat beberapa peserta meeting mulai terlihat jauh lebih tertarik.Slide presentasi langsung be

  • Menantang Kasta   Dukungan Penuh

    “Aku berangkat dulu ya sayang.”Kaluna yang sedang duduk di meja makan langsung mendongak. “Hari ini ke workshop paman ya?”Satria mengangguk sambil meraih kunci mobil.“Iya.”Kaluna tersenyum kecil. “Kamu deg-degan, enggak?”“Sedikit.” Satria terkekeh pelan.Kaluna bangkit dari kursi sambil mengusap perutnya yang sudah sedikit buncit.Ia lalu menghampiri suaminya.Tangannya merapikan kerah jaket Satria dengan telaten.“Tenang aja.” Ia mendongak. “Aku yakin pamannya ibu pasti suka sama ide kamu.”Satria tersenyum tipis. “Mudah-mudahan.”Kaluna lalu menggenggam tangan pria itu dan meletakkannya di perutnya sendiri.“Baby juga doain ayah.”Dan seperti biasa—setiap mendengar itu—raut wajah Satria langsung melunak. Dadanya bergemuruh hebat dan semangatnya tiba-tiba membuncah.Cup.Pria itu mengecup kening Kaluna singkat sebelum akhirnya pergi. “Hati-hati di rumah ya sayang.”“Iya sayang.” Kaluna tidak mengantar Satria hingga teras, pagi ini dingin sekali sampai Kaluna meng

  • Menantang Kasta   Siapa Yang Siap?

    Satria benar-benar tenggelam dalam pekerjaannya.Setelah hari pertama—dia ikut Bapak keliling kebun dari pagi sampai menjelang magrib.Mengecek kualitas paprika.Mengecek lettuce.Mengecek tomat cherry.Mencatat suhu penyimpanan.Mempelajari pengemasan langsung dari petani.Hari kedua—dia pergi lagi.Kali ini sampai ke Ciwidey.Mencari stroberi kualitas premium.Hari ketiga—Satria sibuk di gudang.Menguji packaging.Menghitung ketahanan produk.Mencoba simulasi pengiriman.Dan setiap malam—pria itu kembali duduk di depan laptop sampai larut.Kaluna yang biasanya selalu ditemani jadi mulai merasa sepi.Bahkan kadang—Satria tertidur duluan di depan laptop sebelum sempat mengobrol dengannya.Namun Kaluna tidak marah.Dia hanya rindu.Siang itu—Kaluna sedang duduk sendirian di ruang tengah sambil mengupas jeruk ketika Ibu mendekat.“Bosen ya?”Kaluna mendongak lalu tersenyum kecil. “

  • Menantang Kasta   Yakin Akan Berhasil

    Kesibukan sudah terjadi sejak pagi bahkan sebelum matahari benar-benar muncul.Kabut Lembang masih turun tipis.Udara dingin menusuk sampai membuat ujung hidung Kaluna memerah.Tidak seperti di dalam kamar—suasana justru terasa hangat.Satria sedang memakai jaket hitam tebal sambil mengecek ulang daftar pengiriman di tabletnya.Beberapa nama sayur dan buah tersusun rapi lengkap dengan berat, suhu penyimpanan, dan estimasi shelf life.Kaluna bersandar di kepala ranjang sambil memperhatikan suaminya sejak tadi.Dan entah kenapa—semakin melihat Satria bekerja keras seperti itu, semakin besar rasa cintanya.“Sayang.”“Hm?” Satria masih fokus pada layar.Kaluna mengerucutkan bibir.“Kamu beberapa hari ini ganteng banget.”Satria langsung menoleh lalu terkekeh kecil.“Loh?”“Iya.” Kaluna mengangguk serius. “Aura suksesnya pekat banget.”Satria tertawa pelan, dia bangkit lalu menghampiri ranjang.Tangannya otom

  • Menantang Kasta   Tidak Pernah Sendirian

    Namun meski suasana meeting mulai berubah positif—Satria belum benar-benar bisa bernapas lega.Karena dia tahu—dunia bisnis sebesar Alterio Corp tidak mungkin mengambil keputusan hanya berdasarkan presentasi.Dan dugaan Satria ternyata benar.Salah satu pria berusia sekitar lima puluh tahunan yang sejak tadi lebih banyak diam akhirnya membuka suara. “We’re impressed.”Satria mengangguk sopan. “Thank you.”Pria itu melanjutkan sambil menyilangkan jemarinya di depan wajah.“But for this scale of partnership…” Ia menjeda. “…we need proof.”Kaluna menegakkan punggungnya.Sedangkan ekspresi Satria tetap tenang.Pria asing kembali bicara. “We need product samples.”Slide presentasi berhenti.Seluruh peserta meeting kini benar-benar fokus pada Satria.Direktur purchasing ikut menimpali.“Fresh produce samples, Packaging quality. Temperature resistance. Storage durability. And consistency.”Satria mendengarkan semuanya tanpa memotong sedikit pun.Lalu perlahan—pria itu mengangg

  • Menantang Kasta   Rezeki Anak

    Pagi itu—Satria terlihat jauh lebih sibuk dibanding biasanya.Laptop menyala sejak subuh.Tablet penuh catatan.Beberapa file proposal tercetak rapi di atas meja.Dan di sampingnya—ada secangkir kopi yang mulai dingin karena tidak disentuh sama sekali.Hari ini adalah hari penentuan.Hari di mana proposal bisnis yang dia buat selama berhari-hari akan dipresentasikan di hadapan pihak Alterio Corp regional Amerika dan Asia.Jika mereka setuju—maka hidupnya mungkin benar-benar akan berubah.Dan sekarang—untuk pertama kalinya setelah sekian lama—Satria kembali merasakan tekanan besar itu.Tekanan yang dulu biasa dia hadapi saat masih bekerja di AG Group.Bedanya dulu dia hanya mempertaruhkan karier.Sekarang dia mempertaruhkan masa depan istri dan anaknya.Menjelang malam—udara Lembang semakin dingin.Kabut mulai turun di luar jendela.Rumah sudah lebih sepi dari tadi siang.Ibu masuk kamar lebih cepat, katanya beliau akan membantu Satria melalui jalur langit.Bapak bahkan

  • Menantang Kasta   Pria Biasa

    Kaluna sudah dalam keadaan segar habis mandi ketika malam benar-benar turun di Jakarta.Lampu kamar hanya menyala setengah, tirai jendela terbuka sedikit memperlihatkan gemerlap lampu kota dari kejauhan.Ia duduk bersila di atas tempat tidur dengan ponsel di tangan.Tiba-tiba dia t

  • Menantang Kasta   Sudah Terlalu Jauh

    Punggung Kaluna menekan dada bidang seseorang.“Apa yang kamu lakukan?” Bentak Satria dari belakang.Kaluna berguling menjauh.“Jangan ikut campur!” seru Kaluna marah.“Apa aku bilang kemarin? Kamu berharga Luna! Satria mendekat, meraih tangan Kaluna.Kaluna menggel

  • Menantang Kasta   Ingin Mengakhiri Hidup

    Tadi Brian mengirim pesan di kamar berapa dia menginap, Kaluna langsung menuju ke sana.Langkahnya goyah, dadanya terasa sesak dan hatinya perih hingga buliran kristal dengan mudah berkumpul di pelupuk mata.Enam bulan berlalu dan Brian baru sekarang menghubunginya untuk bertemu, untuk

  • Menantang Kasta   Kembali Dingin

    Keesokan harinya datang terlalu cepat, cahaya matahari menyelinap melalui tirai tipis suite Kaluna ketika ia membuka mata. Laut terlihat tenang dari balik jendela besar, birunya memantulkan cahaya pagi yang lembut. Namun ketenangan itu tidak ada di dalam dirinya.

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status