Beranda / Romansa / Menantang Kasta / Kampung Halaman Satria

Share

Kampung Halaman Satria

Penulis: Erna Azura
last update Tanggal publikasi: 2026-03-15 23:06:56

Langit Jakarta masih sedikit pucat ketika mobil mewah itu melaju meninggalkan kota.

Pagi baru saja benar-benar dimulai. Matahari muncul perlahan dari balik gedung-gedung tinggi, memantulkan cahaya hangat ke jalan tol yang mulai ramai.

Di dalam mobil, suasana terasa berbeda usai deep talk mereka tentang masa depan.

Hening cukup panjang menyelimuti, dua orang yang sedang jatuh cinta itu sibuk dengan pikiran masing-masing.

Satria menyetir dengan tenang. Satu tangannya memegang kemudi, sementar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
rianur378
baca part awal sambil dengerin lagu nya Secret Love Song,,, agak mewek nich,,, huhuhu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 3

    Seminggu setelah percakapan di ruang kerja itu, sebuah mobil hitam perlahan memasuki gerbang perkebunan teh yang selama bertahun-tahun dikenal warga sebagai milik keluarga Deni.Hamparan daun teh yang hijau mengilap membentang sejauh mata memandang, mengikuti lekuk bukit yang bergelombang. Para pemetik teh sudah mulai bekerja sejak matahari belum benar-benar tinggi. Keranjang rotan tergantung di punggung mereka, sementara jemari-jemari terampil memetik pucuk-pucuk muda yang nantinya akan menjadi teh berkualitas premium.Hari itu suasana terasa sedikit berbeda.Bukan karena panen.Melainkan karena sejak pagi seluruh mandor diminta berkumpul di halaman kantor lama.Mereka diberi tahu akan ada “pemilik” yang datang.***Mobil berhenti tepat di depan bangunan administrasi.Seorang sopir bergegas turun membukakan pintu belakang.Sepasang heels berwarna nude menyentuh tanah lebih dulu.Disusul sosok perempuan yang selama ini hanya dikenal

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 2

    Siang itu, matahari Lembang bersinar sedikit lebih hangat.Kabut yang sejak pagi menyelimuti perbukitan perlahan menghilang, digantikan langit biru yang begitu jernih.Di halaman rumah, Arutala dan Arunika baru saja selesai bermain gelembung sabun bersama kedua nanny.Suara tawa mereka sesekali terdengar sampai ke dalam rumah.Kaluna yang sedang berada di dapur menoleh ke arah jam dinding.Pukul dua belas lewat lima menit.Sudah hampir waktunya Satria pulang.Sejak memiliki rumah yang tidak terlalu jauh dari kantor, Satria memang hampir selalu menyempatkan pulang untuk makan siang.Katanya, makanan rumah tidak pernah bisa dikalahkan restoran mana pun.Kaluna tersenyum sendiri mengingat ucapan suaminya.Tangannya kembali sibuk menyusun hidangan di atas meja makan.Hari ini tidak ada menu mewah.Hanya makanan kesukaan Satria.Nasi hangat.Sayur asem.Ayam goreng lengkuas.Tempe mendoan.Sambal dadak.Dan ikan nila goreng yang baru diangkat beberapa menit lalu.Kaluna

  • Menantang Kasta   Ekstra Chapter 1

    Waktu tidak pernah benar-benar berhenti.Ia terus berjalan, membawa manusia bertumbuh bersama segala cerita yang mereka miliki.Begitu pula dengan kehidupan Satria.Laki-laki yang dahulu hanya seorang mahasiswa sederhana dari desa, pernah ditolak, diremehkan, bahkan dijadikan bahan tertawaan karena dianggap tidak memiliki masa depan—kini justru menjadi salah satu pengusaha muda yang namanya mulai diperhitungkan di industri agribisnis Indonesia.Namun anehnya, ada satu hal yang tidak pernah berubah.Setiap pagi, sebelum memasuki ruang rapat ataupun menandatangani kontrak bernilai miliaran rupiah, Satria selalu memulai harinya dengan berjalan menyusuri gudang dan menyapa para petani.Seolah-olah dia takut melupakan dari mana semuanya bermula.Karena bagi Satria, awal mula kesuksesannya bukan dari jabatan sebagai sekretaris dari AG Group namun sebagai petani.***Kabut Lembang pagi itu turun sedikit lebih tebal dibanding biasanya.Udara masih terasa dingin ketika sebuah mobil d

  • Menantang Kasta   Kenangan

    Pesta yang sejak pagi dipenuhi suara tawa perlahan kehilangan riuhnya. Anak-anak mulai kelelahan. Beberapa tertidur di stroller. Sebagian lagi masih bertahan bermain gelembung sabun sambil menggenggam balon hadiah. Para tamu satu per satu berpamitan. Jangan tanya apakah Ivander datang karena Noorin sudah tidak mau terlibat apapun dengan keluarga Satria Suara klakson mobil bergantian terdengar dari halaman depan. Band yang sejak siang memainkan lagu-lagu ceria kini beralih membawakan lagu akustik dengan tempo yang jauh lebih pelan. Matahari mulai turun di balik perbukitan Lembang. Langit berubah jingga. Semburat cahaya sore menyentuh kaca-kaca besar rumah Satria hingga bangunan itu terlihat hangat. Kaluna baru saja mengantar tamu terakhir ketika akhirnya mengembuskan napas panjang. “Akhirnya beres juga pestanya ….” Satria yang sedang menggendo

  • Menantang Kasta   Akhirnya Pulang

    Hari itu datang lebih cepat daripada yang pernah Satria bayangkan.Genap satu tahun sejak dua tangisan kecil memenuhi ruang operasi dan mengubah seluruh hidupnya.Satu tahun sejak Arutala dan Arunika hadir membawa kebahagiaan yang bahkan tidak pernah berani dia impikan.***Matahari bahkan belum benar-benar terbit ketika halaman rumah sudah dipenuhi aktivitas.Beberapa truk vendor memasuki gerbang secara bergantian.Petugas dekorasi mondar-mandir membawa rangka besi, rangkaian balon, papan kayu hingga pot-pot bunga.Kaluna berdiri di balkon kamar utama sambil memeluk secangkir cokelat hangat.Di sampingnya, Satria baru selesai mengenakan jam tangan.Tatapan mereka sama-sama tertuju ke halaman depan.“Ramai banget ya,” gumam Kaluna.Satria tersenyum kecil.“Kamu sendiri yang bilang ulang tahun pertama cuma sekali.”Kaluna mengangguk pelan. “Iya sih .…”Dia menoleh ke arah suaminya.“Aku ingin nanti kalau Tala

  • Menantang Kasta   Menjalani Kebahagiaan

    Pagi itu, matahari bahkan belum sepenuhnya muncul ketika rumah kembali hidup.Bukan karena alarm.Bukan pula karena suara telepon Satria dengan pihak Alterio Corp.Melainkan karena suara seseorang yang sedang mengoceh dari balik baby monitor.“Babababa…”Disusul suara lain yang tidak mau kalah.“Aaaa… daaa…”Kaluna yang masih memejamkan mata menarik selimut sampai ke dagu. “Sayaaang ….” Suara itu lirih. “Bentar lagi….”Satria yang sebenarnya yang sudah bangun sedari tadi hanya tersenyum kecil.Dia melirik jam digital di atas nakas.Pukul 05.12.Adzan Subuh baru saja selesai beberapa menit lalu.“Bangun yuk?” ajaknya pelan.Kaluna menggeleng tanpa membuka mata. “Enggak ah, masih ngantuk ….”Satria terkekeh.“Mereka udah manggilin kita?” Satria mengendik ke baby monitor.“Minta tolong Nanny saja ….” Kaluna malah memeluk Satria erat.Satria tertawa pelan, membalas pelukan itu.“Kasian mereka laper,” kata Satria.“Masih ada ASI cadangan di frezer … Nanny pasti sudah kas

  • Menantang Kasta   Bulan Madu Kedua

    Perjalanan menuju resort terasa lebih sunyi.Bukan karena tidak ada yang ingin dibicarakan melainkan karena keduanya sedang menikmati jeda.Jeda setelah hari kemarin yang penuh tawa dan kebahagiaan.Tiga puluh menit kemudian, mobil berhenti di sebuah gerbang kayu dengan ukiran sederhana.Tidak

  • Menantang Kasta   Sekarang Kaluna Tahu

    Pagi di apartemen kecil itu dimulai seperti biasa.Tidak ada pelayan.Tidak ada sarapan mewah tersaji di meja panjang.Hanya dapur sederhana dengan suara wajan yang beradu pelan.Satria sibuk di sana.Masih dengan kaos rumahan dan celana santai.Tangannya cekatan mem

  • Menantang Kasta   Bukan Karena Tidak Ada Yang Lain

    Mobil melaju meninggalkan area kampus.Tidak ada suara.Tidak ada percakapan.Hanya deru mesin dan napas keduanya yang masih belum benar-benar stabil.Ratu duduk di kursi penumpang, menatap lurus ke depan. Tangannya terlipat di pangkuan. Sesekali jemarinya bergerak gelisah.

  • Menantang Kasta   Ternyata Bukan Sahabat

    Pagi itu, Ratu datang ke kampus seperti biasa. Suasana di sana cukup ramai dan bising, penuh dengan aktivitas mahasiswa yang lalu-lalang membawa buku, laptop, dan cerita masing-masing.Begitu ia melangkah masuk ke area kampus, entah kenapa sesuatu terasa berbeda.Tatapan orang-ora

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status