Share

Pulang

Author: Erna Azura
last update publish date: 2026-05-18 11:05:15

Senja mulai turun ketika mobil pick up milik bapak Sutisna memasuki halaman rumah.

Udara Lembang terasa lebih dingin dari biasanya. Kabut tipis perlahan turun dari arah perbukitan, menyelimuti pepohonan dan kebun kecil di sekitar rumah.

Di dalam mobil, Satria duduk di kursi penumpang sambil menyandarkan kepala ke kaca jendela.

Hari ini tubuhnya lebih lelah dari biasanya.

Seharian dia ikut bapak mengantar sayuran ke beberapa tempat, sekalian menemui beberapa kenalan bapak yang mungkin bisa m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (14)
goodnovel comment avatar
O’Nara
up-nya jangan lama-lama yah thorrrr ...
goodnovel comment avatar
rianur378
he'em,,,,,,
goodnovel comment avatar
rianur378
he'em,,,,,,
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantang Kasta   Pulang

    Senja mulai turun ketika mobil pick up milik bapak Sutisna memasuki halaman rumah.Udara Lembang terasa lebih dingin dari biasanya. Kabut tipis perlahan turun dari arah perbukitan, menyelimuti pepohonan dan kebun kecil di sekitar rumah.Di dalam mobil, Satria duduk di kursi penumpang sambil menyandarkan kepala ke kaca jendela.Hari ini tubuhnya lebih lelah dari biasanya.Seharian dia ikut bapak mengantar sayuran ke beberapa tempat, sekalian menemui beberapa kenalan bapak yang mungkin bisa membantunya mendapat pekerjaan lebih layak.Belum ada hasil.Tapi setidaknya—hari ini tidak seburuk hari-hari sebelumnya.Sampai akhirnya mobil berhenti di depan rumah.Dan begitu turun—hal pertama yang dicari Satria adalah Kaluna.Biasanya istrinya sudah berdiri di teras.Entah sambil membawa teh hangat.Entah sambil tersenyum lebar.Atau sekadar melambaikan tangan sambil memanggil—“Sayang!”Tapi sore ini tidak ada siapa-siapa.Satria mengernyit.“Luna mana?” tanyanya sambil melepas j

  • Menantang Kasta   Rencana Membantu Satria

    Ratu tidak tahu kalau di dalam kabin ada CCTV yang langsung tersambung ke ponsel Zyandru.Kini Zyandru hanya bisa menatap nanar gadis pujaan hatinya di layar yang masih belum berhenti menangis meski sudah dua jam pesawat tinggal landas.Zyandru mengunci layar ponselnya lalu mengembuskan nafas berat kemudian mematikan mesin mobil.Dia keluar dari mobil mewah itu, langkahnya terayun memasuki salah satu loby gedung pencakar langit di NewYork.Seorang petugas keamanan membungkuk penuh hormat.Zyandru terus melangkah menuju area lift yang akan mengantarnya ke depan sebuah pintu bertuliskan CEO.“Tuan Alterio ada di dalam,” kata seorang gadis cantik membukakan pintu.Senyumnya lebar, sorot matanya jernih.“Thanks.” Zyandru bergumam.“Dengan senang hati Tuan muda Gunadhya,” balasnya menggunakan bahasa Indonesia.Terlalu kenal dengan Zyandru, pernah terlalu dekat juga tapi tidak pernah bisa benar-benar masuk ke hati lelaki itu.“Bro!” seru Ryley dari kursi kebesarannya.“Gue mau c

  • Menantang Kasta   Perpisahan

    Pagi itu setelah sarapan pagi, Ratu sibuk menghitung koper-koper besarnya.Satu.Dua.Tiga.Empat.Lima.Enam.Belum termasuk paperbag-paperbag butik mewah yang memenuhi hampir setengah ruang keluarga yang berisi dress, coat, tas, sepatu, skincare, make up, parfum.Dan semua barang yang dulu dibeli dengan wajah bahagia kini justru terlihat seperti benda-benda yang akan menjadi saksi sebuah perpisahan.Ratu menggigit bibir bawah.Tangannya sibuk merapikan pegangan koper meski sebenarnya tidak ada lagi yang perlu dirapikan.Sementara di seberang sana—Zyandru berdiri diam.Tangannya masuk ke dalam saku celana, mengepal.Tatapannya terus mengawasi setiap gerak Ratu.Sejak semalam.Sejak penolakan itu.Sejak tangis di Central Park.Dan sejak kalimat Ratu yang terus terngiang sampai sekarang—“Aku mau mencintai Aa dengan bebas….”Zyandru menarik napas panjang.“Neng.”Ratu berhenti bergerak.Pelan, ia menoleh.“Iya?”Zyandru diam beberapa detik.Lalu tersenyum tipis.

  • Menantang Kasta   Sebuah Pengakuan

    Ketika langit sudah berubah jingga, Satria akhirnya sampai di rumah.Dia memarkirkan mobilnya. Mungkin hanya dia, kuli angkut yang menggunakan mobil ke tempat kerja.Satria tersenyum miris membayangkan hal itu. Suasana rumah terlihat sepi dari luar. Satria mengetuk pintu lalu membukanya.Ternyata suasana di dalam rumah tidak jauh berbeda.Tidak ada Kaluna yang biasa menyambutnya.“Luna …,” panggil Satria.Tapi dia menemukan bapak dan ibu di ruang televisi.Mata Ibu terlihat bengkak seperti habis menangis.“Ibu … Bapak ….” Satria menyapa. Satria menatap ibu lamat-lamat, penuh khawatir dan curiga.“Ada apa? Kaluna mana?” tanyanya sembari duduk di single sofa.“Kamu kenapa enggak bilang kalau kerja di perkebunan Deni jadi kuli angkut?” Bapak bertanya, nada suaranya rendah namun tegas. Terdengar butuh penjelasan.Satria tertawa pelan, akhirnya bapak tahu juga. “Awalnya Aa pikir dia akan kasih Aa kerjaan jadi kepala perkebunan … tapi dari awal dia nawarin Aa kerja cuma m

  • Menantang Kasta   Kuli Angkut

    “Hati-hati ya sayang,” kata Kaluna dengan mata berbinar ketika mengantar Satria hingga teras.Satria tersenyum lalu mengecup kening Kaluna.“Kamu mau jajan?” Satria merogoh saku celananya.“Enggak … aku enggak mau jajan, banyak makanan di rumah … buah-buahan juga nyaris enggak kemakan.” Kaluna meraih kedua tangan Satria yang memakai sarung tangan rajut kemudian menggenggamnya.“Sayang, kamu kedinginan banget ya sampe pakai-pakai terus sarung tangan?” Kaluna mengangkat tangan Satria.Satria menurunkannya kembali. “Iya sayang,” balas Satria kemudian memeluk Kaluna.“Minggu depan aku gajian, kita dinner romantis ya.”Kaluna tergelak. “Suami aku itu ya, baru dapet duit enggak banyak aja lagaknya udah kaya bos tambang … pengennya jajanin aku terus ….” Satria ikut tertawa hingga kepalanya mendongak.“Semoga rezeki kamu lancar ya sayang … Tuhan bukakan pintu rezeki dari segala arah.” Kaluna menambahkan.“Aamiin.” Satria mengecup kening Kaluna lagi.Satria mengurai pelukan lalu mu

  • Menantang Kasta   Lamaran Yang Ditolak

    “Pakainya yang ini.”Zyandru meletakkan sebuah box hitam panjang di atas kasur. Ratu yang sedang menyisir rambutnya di depan cermin menoleh.“Apa ini?”“Buka saja,” kata pria itu sembari masuk ke dalam walk in closet.Ratu berjalan mendekat lalu membuka box itu perlahan.Dan matanya langsung membesar.Sebuah gaun satin champagne dengan detail kristal halus di bagian bahu terlipat sempurna di dalamnya. Potongannya elegan. Mewah. Dewasa. Tapi tetap lembut.“Aa ini untuk apa?“Zyandru tidak langsung menjawab hingga beberapa menit kemudian—di saat Ratu masih mengagumi gaun tersebut—pria itu muncul lalu berdiri di depan walk-in closet sambil memasang cufflink di lengan kemeja putihnya.Malam ini Zyandru juga terlihat berbeda.Setelan tuxedo hitam fitted membungkus tubuh tingginya dengan sempurna. Rambutnya ditata rapi ke belakang. Jam tangan mewah melingkar di pergelangan tangan. Dan tatapan mata itu…Terlalu mematikan.Ratu sampai menelan ludah.“Kita mau ke kondangan?”Zy

  • Menantang Kasta   Ingin Mengakhiri Hidup

    Tadi Brian mengirim pesan di kamar berapa dia menginap, Kaluna langsung menuju ke sana.Langkahnya goyah, dadanya terasa sesak dan hatinya perih hingga buliran kristal dengan mudah berkumpul di pelupuk mata.Enam bulan berlalu dan Brian baru sekarang menghubunginya untuk bertemu, untuk

  • Menantang Kasta   Kembali Dingin

    Keesokan harinya datang terlalu cepat, cahaya matahari menyelinap melalui tirai tipis suite Kaluna ketika ia membuka mata. Laut terlihat tenang dari balik jendela besar, birunya memantulkan cahaya pagi yang lembut. Namun ketenangan itu tidak ada di dalam dirinya.

  • Menantang Kasta   Tidak Mungkin Bersama

    Detik selanjutnya tangan Satria perlahan membalas pelukan itu.Ia memeluk Kaluna dengan hati-hati, seolah takut merusak sesuatu yang rapuh.Tangannya mengusap punggung Kaluna perlahan.Gerakan yang lembut, tenang, hangat.Kaluna semakin merapat.Satria menundukkan kepala sedikit.Bibirnya tan

  • Menantang Kasta   Pelukan Hangat

    Langkah mereka pelan ketika kembali dari restoran dekat pantai menuju bangunan utama resort.Malam Bali terasa hangat saat itu. Angin laut masih berembus lembut membawa aroma asin yang samar.Satria berjalan di samping Kaluna, kedua tangan mereka saling bergandengan.Sesekali Satria menoleh ke s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status